<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293</id><updated>2011-08-01T19:39:04.494+07:00</updated><category term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><title type='text'>nieujik:Kumpulan Makalah, PTK, Judul Skripsi &amp; Artikel</title><subtitle type='html'>Kumpulan Makalah, Penilitian Tindakan Kelas(PTK), Judul Skripsi dan Artikel</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>121</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3506595022179007582</id><published>2009-02-04T13:21:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T13:30:04.744+07:00</updated><title type='text'>Aplikasi Teori Perkembangan Peserta Didik Menurut Perspektif Islam Terhadap Pembentukan Perilaku Siswa Kelas 1 SD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.  Merasakan Adanya Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sering dihadapi para pendidik dalam mengajarkan ilmunya pada siswa-siswa kelas 1 SD adalah kesulitan pendidik tersebut untuk membentuk perilaku siswa tersebut menuju prilaku yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.  Eksporasi &amp;amp; Analisis Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan dibahas beberapa fase  peserta didik menurut perspektif Islam, diantarabya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Neo Status &gt; Kelahiran sampai minggu keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini bisa dikatakan sebagai fase permulaan dari kehidupan manusia. Pada fase ini mula-mula seorang anak dilahirkan dari rahim Ibu. Kemudian perlahan-lahan anak ini tumbuh dan berkembang sampai mencapai usia minggu ke empat dengan ciri-ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Periode motorik&lt;br /&gt;- Tidur sepanjang hari dan sepanjang malam&lt;br /&gt;- Penglihatan masih kabur&lt;br /&gt; -Pandangan berkembang sebelum lahir dan kesenangan terhadap bunyi detak jantung Ibunya.&lt;br /&gt;Pada fase ini para orang tua mempunyai banyak kewajiban yang harus segera mereka lakukan terhadap perkembangan anak mereka, diantaranya :&lt;br /&gt;- Membacakan adzan dan iqomah&lt;br /&gt;- Aqiqoh&lt;br /&gt;- Memberi nama yang baik&lt;br /&gt;- Memberikan asi sampai 2 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Fase Kanak-Kanak &gt; Usia 1 bulan sampai usia 7 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fase ini merupakan saat-saat yang sangat penting bagi tumbuh kembang seorang anak. Pada fase inilah seorang anak dapat kita cetak mejadi seorang anak yang baik maupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan pada fase ini kepekaan psikis seorang anak berada pada tingkat yang sangat menentukan.&lt;br /&gt;Pada fase ini seorang anak akan mengalami beberapa proses, diantaranya :&lt;br /&gt;- Periode Sensomotorik&lt;br /&gt;- Meningkatkan kemampuan penginderaan&lt;br /&gt;- Melatih kemampuan berpikir&lt;br /&gt;Pada usia antara 1 s/d 7 tahun seorang anak akan mengalami perubahan dalam kemampuan berpikirnya. Pada fase ini para orang tua berkewajiban untuk mengenalkan beberapa pengetahuan tentang aqidah kepada anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai nilai aqidah kepada anak-anak mereka. Selain  itu pada usia ini seorang anak mulai diajarkan tentang pembiasaan diri dengan prilaku-prilaku yang baik. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak kita agar mempunyai tata krama dan budi pekerti yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Fase Tamyis &gt; Usia 7 tahun sampai 12 / 13 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini seorang anak akan berkembang pertumbuhannya baik dari segi fisik maupun dari segi psikisnya. Pada usia ini seorang anak sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang baik. Hal ini merupakan peningkatan pertumbuhan anak dari segi mentalitasnya. Pada usia seperti ini para orang tua diituntut untuk bisa memotivasi anaknnya agar mau mengembangkan ajaran dan pengetahuan-pengetahuan agama yang selama ini dia ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Fase Baligh &gt; Usia 12 tahun ke atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini seorang anak telah memasuki masa pubertas. Artinya seorang anak akan mengalami perubahan dari segi fisik. Anak laki-laki akan mengalami yang namanya mimpi basah. Kejadian ini bisa terjadi pada usia kisaran 14-15 tahun tergantung gen anak lelaki tersebut. Sedangkan pada anak wanita akan mengalami menstruasi yang menandakan dia bisa dikatakan wanita yang normal dan subur. Tanda-tanda lainnya ialah perubahan fisik pada tubuh wanita yang biasanya terjadi dengan pembesaran payudara dan semakin matangnya organ vital anak gadis tersebut.&lt;br /&gt;Adapun beberapa ciri-ciri fase baligh, diantaranya :&lt;br /&gt;- Dewasa&lt;br /&gt;- Memiliki kesasdara,n dan taklif&lt;br /&gt;- Puber&lt;br /&gt;- Perubahan bentuk fisik&lt;br /&gt;Pada fase ini seorang anak mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dia lakukan agar bisa sejalan dengan norma-norma agama. Kewajiban-kewajiban tersebut antara lain : Memiliki rasa tanggung jawab, Membentengi diri dari segala macam maksiat, mempelajari dan  memahami kitab Allah dan mampu mengkoherensikan antara keimanan dengan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Fase kearifan dan kebijakan &gt; Usia 40 tahun sampai meninggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini bisa dibilang seseorang telah mencapai fase kematangan dalam kemampuan fisik dan intelektual. Hal ini dikarenakan pada fase ini seseorang sudah matang secara utuh dan pada usia ini pula seseorang sudah bisa berpikir jauh kedepan mengenai pekerjaannya, nasib keluarganya, dan juga pendidikan bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri fase ini, diantaranya :&lt;br /&gt;- kondisi fisik yang sangat mendukung untuk memenuhi tantangan dalam mencapai kekuasaan atau prestasi.&lt;br /&gt;- Memiliki kesadaran, kecerdasan emosional, moral, spiritual dan agama secara mendalam..&lt;br /&gt;- Kematangan secara fisik dan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Fase Kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kematian merupakan fitroh yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Semua manusia akan mengalami kematian. Maka sebagai manusia yang mempercayai adanya kematian hendaknya mulai dari sekarang harus bisa mempersiapkan bekal menuju alam berikutnya. Hal ini juga bisa kita ajarkan pada anak-anak kita agar mau mempercayai kejadian -kejadian yang sifatnya ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Penyajian Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang telah disebutkan diatas merupakan masalah yang sering banyak ditemukan dalam lingkup pendidikan di SD. Hal ini dikarenakan pada usia anak-anak yang masih duduk di bangku SD masih memiliki sifat kekanak-kanakan yang mereka bawa dari TK.&lt;br /&gt;Prilaku adalah elemen penting yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Jika prilaku seorang anak sejalan dengan norma-norma yang ada, maka bisa dikatakan sebuah keberhasilan bagi para pendidik yang terlibat dalam proses pembentukan prilaku anak tersebut. Seorang guru harus mengajarkan tata karma dan sopan santun kepada siswa kelas 1 SD. Hal ini sangat penting karena pembentukan prilaku memang seharusnya dilakukan sejak dini oleh para orang tua dan guru.&lt;br /&gt;Dari penyajian di atas, maka dapat ditarik sebuah rumusan masalah yang mungkin bisa kita renungkan bersama dan juga kita cari penyelesaiannya bersama. Rumusan masalah tersebut ialah Apakah teori perkembangan peserta didik menurut perspektif Islam bisa membentuk prilaku siswa di kelas 1 SD ?&lt;br /&gt;D. Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;Nah,  disinilah tugas para orang tua sebagai pendidik pertama dalam tumbuh kembang perserta didik di usia 9-15 tahun. Agama Islam mengajarkan kepada para orang tua agar menanamkan benih-benih aqidah kepada anak – anak mereka sejak dini. Islam menyuruh para orang tua untuk mengenalkan tentang keberadaan Tuhan yang harus mereka sembah kapada anak – anak mereka. Hal ini jelas untuk memberikan suntikan keyakinan terhadap jiwa anak tersebut.&lt;br /&gt;Islam memerintahkan kepada para orang tua untuk menyuruh anak – anak mereka untuk melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun, tetapi perintah ini tidak bersifat wajib karena hanya mengandung aspek kebiasan saja agar mereka bisa mengenal ibadah shalat sejak dini.&lt;br /&gt;Ketika anak tersebut sudah mencapai usia sepuluh tahun, maka perintah kepada para orangtua untuk mendidik anaknya sudah harus ditingkatkan. Islam menyuruh kepada para orang tua untuk memukul anaknya ketika perintah untuk shalat diabaikan oleh si anak. Memukul disina bukan berarti para orang tua tadi harus memukul dengan keras, namun memukul disini mengandung arti sebuah pukulan yang bersifat mendidik.&lt;br /&gt;Selanjutnya pada saat anak menginjakkan kakinya di sekolah, maka tanggung jawab pendidikan terhadap anak telah beralih kepada para guru. Seorang guru diharapkan bisa meningkatkan kecerdasan baik yang bersifat intelektual maupun moral. Seorang guru dituntut mendidik para muridnya dengan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;Pada anak yang menempuh pendidikan di SD diajarkan tata karma terhadap para guru mereka, teman-teman dan tata karma terhadap pegawai sekolah lainnya. Karena pada dasarnya seorang anak bagaikan sebuah kertas putih yang perlu mendapat penanganan dan pengajaran khusus dari para pendidik. Hal ini berkaitan dengan teori konvergensi yang mengandung arti pengajaran terhadap anak didik memadukan sisi Nativisme dengan sifat pembawaan mereka dan juga sisi Empirisme guna mengarahkan prilaku anak tersebut ke jalur yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Refleksi Pemecahan Masalah Terhadap Realita dan Hasilnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa mencetak anak didik yang memiliki prilaku yang baik, maka tugas untuk mencapai cita-cita ini berada di atas pundak para orang tua di rumah dan para pendidik di sekolah. Jika para orang tua telah melaksanakan tugas mendidiknya dengan baik, maka ini akan mempermudah tugas para guru di sekolah yang tinggal meneruskan peran orang tua di rumah untuk membentuk prilaku siswa kelas 1 SD ke arah yang benar.&lt;br /&gt;Hasil yang akan didapat ialah terbentuknya prilaku anak yang mudah diatur dan diarahkan menjadi anak yang memiliki tanggung jawab serta prilaku yang benar. Hal ini jelas merupakan sebuah cita-cita mulia bagi seluruh elemen pendidikan yang harus segera dilaksasnakan mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;Berikut ini akan dijelaskan beberapa pendapat tokoh Islam dalam perkembangan peserta didik, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a) Menurut Al-Ghazali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Anak lahir bagaikan kertas putih&lt;br /&gt;- Anak dididik sejak lahir&lt;br /&gt;- Anak dibiasakan disiplin pribadi sebagai asas pendidikan akhlak&lt;br /&gt;- Jika anak mencapai usia baligh, diajarkan hukum2  syara’ dan keagamaan      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b) Menurut Ibnu Kholdun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak berkembang setingkat demi setingkat dalam seluruh aspek   jasmaniyah dan aqliyah secara menyeluruh&lt;br /&gt;Manusia bukan produk nenek moyang, tapi produk sejarah, lingkungan sosial, lingkungan alam, adat istiadat&lt;br /&gt;Pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan pertumbuhan dan prkembangan potensi psiklogis peserta didik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c) Menurut Ibnu Sina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pendidikan pada anak bisa dimulai sejak disapih&lt;br /&gt;- Pada usia 3 th. Anak dibiasakan dengan pembiasaan yang baik&lt;br /&gt;- Pengajaran Al-Qur’an dan keagamaan diberikan pada saat tingkat kematangan anak sudah mantap&lt;br /&gt;- Pendidikan akhlak sangat penting diberikan sejak dini&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3506595022179007582?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3506595022179007582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/aplikasi-teori-perkembangan-peserta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3506595022179007582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3506595022179007582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/aplikasi-teori-perkembangan-peserta.html' title='Aplikasi Teori Perkembangan Peserta Didik Menurut Perspektif Islam Terhadap Pembentukan Perilaku Siswa Kelas 1 SD'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-941760518572659425</id><published>2009-02-04T13:11:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T13:21:42.914+07:00</updated><title type='text'>Cabang-cabang Ilmu Hadits</title><content type='html'>Dari ilmu hadits riwayah dan dirayah, pada perkembangan berikutnya muncullah cabang-cabang ilmu hadits lainnya, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ilmu Rijal al-Hadits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Al-jarh wa At-Ta’dil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarikh al-Ruwah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu ‘llal Al-Hadits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Al-nasikh wa Al-mansukh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Asbab Wurud Al-Hadits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Gharib Al-Hadits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Tasikh wa al-Tahrif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu Mukhtalif Al-Hadits &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dalam pembahan ini, kami akan menguraikan satu persatu ilmi-ilmu diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Ilmu Rijal al-Hadits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Rijal al-Hadits ialah “Ilmu untuk mengetahui para perawi hadits dalam kapasitasnya dalam perawi hadits”.   dalam buku ilmu hadits (kajian riwayah dan dirayah ) karangan Prof. DR. H. Endang Soetari AD.,M.Si. disebutkan Ilmu Rijal al- Hadits adalah ilmu yang membahas tentang hal ihwal dan sejarah para rawi dari kalangan sahabat, tabi’in dan atba’ al-Tabi’in. para ulama muhaditsin mendefinisikan ilmu Rijal al- Hadits ialah ilmu yang membahas  tentang para perawi dan biografinya dari kalnagn sahabat, tabi’in dan tabi’. Al- Tabi’in .&lt;br /&gt;ilmu ini sangat penting kedudukannya dalam dalam lapangan ilmu hadits. Karena obyek kajian hadits pada dasarnya ada dua hal, yaitu matan dan sanad. Ilmu Rijalul Hadits ini lahir bersama-sma dengan periwayatan hadits dalam Islam dan mengambil kedudukan khusus untuk mempelajari persoalan-persoalan sanad.&lt;br /&gt;Diantaranya akitab yang paling tua yang menguraikan tentang sejarah para perawi Thobaqat  demi Thobaqat adalah karya Muhammad Ibn Sa’ad (W. 230 H) yaitu Thobaqat al-ruwwah dan lain-lain. Apabila dilihat lebih lanjut, ditemukan adanya dua cabang ilmu hadits lainya yang dicakup oleh ilmu ini; ilmu al- Jarh wa at-ta’dil dan ilmu tarikh al- Ruwwah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Ilmu al- Jarh wa at- Ta’dil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu al- Jarh, dan secara bahasa berarti luka, cela, atau cacat, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kecacatan para perawi, seperti pada keadilan dan kedhabitanya. Para ahli hadits mendefinisikan al- Jarh dengan:&lt;br /&gt;“kecacatan para perawi hadits disebabkan oleh sesuatu yang  dapat merusak keadalian atau kedhabitan perawi”.&lt;br /&gt;Seang at- Ta’dil secara bahasa berarti at- Tasywiyah (menymakan) menurut istilah berarti:&lt;br /&gt;“lawan dari al- Jarh, yaitu pembersihan atau pensucian perawi dan perawi dan ketetapan, bahwa ia adil atau dhabit”,&lt;br /&gt;Ulama laian mendefinisikan al- Jarh dan at- Ta’dil dalam satu definisi yaitu ilmu yang membahas tentang para perwai hadits dari segi yang dapat menunjukkan keadaan mereka, dengan ungkapan atau lafaz tertentu.&lt;br /&gt;Ilmu ini digunakan untuk menetapkan apakah periwayatan seorang perawi itu bisa diterima atau harus ditolak sama sekali. Apabila seorang rawi “ Jarh” ole para ahli sebagai rawi yang cacat maka periwayatannya harus ditolak. Sebaliknya, bila dipuji maka haditsnya bisa diterima Selama syarta-syarat yang lain dipenuhi.&lt;br /&gt;Kecacatan rawi itu bisa ditelusuri melalui perbuatan-perbuatan ynag dialakuaknya, biasanya dikatagorikan dalam lingkup perbutan:&lt;br /&gt;- bid’ah, yakni melakukan tindakan tercela atau diluar ketentuan Syariah&lt;br /&gt;- mukalaf, yakni berbeda dengan periwayatan dari rawi yang lebih Tsiqqah&lt;br /&gt;- Ghalath, yakni banyak melakuakn kekeliruan dalam meriwayatkan hadits&lt;br /&gt;- Jahalat al- Hal, yaitu tidak diketahui identitasnya secara jelas dan lengkap&lt;br /&gt;- Da’wat al-Inqitha’, yaitu diduga penyandaran (sanad) –nya tidak bersambung&lt;br /&gt;Adapun informasi Jarh dan Ta’dilnya seorang rawi bisa diketahui melalui dua jalan, yaitu:&lt;br /&gt;a) popualaritas para perawi dikalangan para ahli ilmu bahwa mereka dikenal dengan seorang yang adil, atau rawi yang mempunyai aib.&lt;br /&gt;b) Berdasarkan pujian atau pen-tajrih-an dari rawi lain yang adil. Bila seorang rawi yang adil menta’dilkan seorang rawi yang lain yang belum dikenal keadilanya, maka telah dianggap cukup dan rawi bisa menyandang gelar adail dan periwaytanya bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Ilmu Tarikh ar- Ruwwah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tarikh ar- Ruwwah ialah&lt;br /&gt;“ ilmu untuk mengetahui para perwai Hadis yang berkaitan dengan usaha periwayatan mereka terhadap hadits”.&lt;br /&gt;Dengan ilmu ini akan diketahui keadaan dan identitas para perawi,  seperti kelahirannya, wafatnya, guru-gurunya, masa, atau waktu mereka mendengar hadits dari gurunya, siapa yang meriwayatakan hadits darinya, tempat tinggal mereka, tempat mereka mengadakan lawatan, dan lain-lain. Sebagai bagian dari ilmu Rijal al- Hadits, ilmu ini mengkhususkan pembahasanya secara mendalam pada sudut kesejarahan dari orang-orang yang terlibat dalam periwayatan&lt;br /&gt;Jadi ilmu tarikh ar- ruwah ini merupakan senajata yang ampuh untuk megetahui keadaan rawi yang sebenarnya, terutama untuk membongkar para perawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Ilmu ‘Ilal al- Hadits &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘ilal adalah bentuk jama dari kata al- ‘Ilah, yang menurut bahasa adalah “al- Marad (penyakit atau sakit). Menurut Muhaddisin, istilah ‘ilah berarti sebab yang tersembunyi atau samar-samar yang berakibat tercemarnya hadits. Akan tetapi yang terlihat adalah kebalikanya yakni tidak terlihat adanya kecacatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Ilmu Asbab Wurud al- Hadits  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata Asbab adalah jam’ dari sabab. Menurut ahli bahasa diartikan dengan “ al- Habl” (tali), saluran,  yang artinya dijelaskan sebagai: “segala yang menghubungkan satu beda dengan benda dengan benda yang lainnya”.&lt;br /&gt;Menurut istilah adalah&lt;br /&gt;“ segala sesuatu yang mengantarkan pada tujuan”.&lt;br /&gt;Ada juga yang mendefinisikan dengan: “sesuatu jalan menuju terbentuknya suatu hokum tanpa adanya pengaruh apa pun dalam hokum itu”.&lt;br /&gt;Sedangkan kata Wurud bisa berarti sampai, muncul, dan mengalir, seperti:&lt;br /&gt;“ air yang memancar, atau air yang mengalir”&lt;br /&gt;Dalam pengertian yang lebih lua, AL- Suyuthi merumuskan pengertian asbab wurud al- hadits dengan: “sesuatu yang membatasi arti suatu hadits, baik berkaitan dengan arti umum atau khusus, mutlak atau muqayyad, dinasak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-941760518572659425?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/941760518572659425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/cabang-cabang-ilmu-hadits.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/941760518572659425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/941760518572659425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/cabang-cabang-ilmu-hadits.html' title='Cabang-cabang Ilmu Hadits'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-945726889446708826</id><published>2009-02-04T13:02:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T13:11:21.799+07:00</updated><title type='text'>Fase Masuknya Islam Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase perdagangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan di perkirakan abad ke-7 M sampai dengan abad ke-11 M, begitu pula perkembangan Islam. Melalui para pedagang dari luar Indonesia maupun pedagang Indonesia sendiri, Islam disebarkan di pelabuhan-pelabuhan sepanjang jalur perdagangan, misalnya di sekitar selat Malaka, Samudra, Palembang, menyusul Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Makasar, serta Indonesia Timur.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam tersebar pertama kali di pulau Sumatera kira-kira abad ke-7 M (abad I H).&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;[2] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yang mana disebabkan letak geografinya dan dalam alur pelayaran serta adanya pelabuhan alam yang menjadi persinggahan para pedagang, baik untuk memasarkan atau untuk mencari barang dagangan.&lt;br /&gt;Penyebaran agama Islam di Sumatera secara intensif diperkirakan bersamaan waktunya dengan kemunduran Sriwijaya dan berdirinya Kerajaan-Kerajaan Islam di Perlak  dan Samudera Pasai. Proses penyebaran agama Islam di daerah Minangkabau  pada akhir abad ke-14 dan 15 M sudah memperoleh pengikut yang amat banyak, sekalipun masih ada hambatan dari penguasa yang masih beragama Hindu. Agama Islam terus menyebar ke daerah-daerah lain sampai ke daerah-daerah yang dihuni oleh suku Batak, Daerah ini di-Indonesiakan oleh orang Aceh. Sedang orang-orang Batak di daerah pesisir banyak yang masuk Islam karena pengaruh orang-orang suku Melayu.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui lebih jauh, penduduk daerah pesisir yang secara ekonomi bergantung pada perdagangan Internasional, cenderung menerima Islam dalam rangka mempertahankan para pedagang muslim yang sudah berada di Nusantara sejak kurang lebih abad ke-7 M untuk tetap mengunjungi dan berdagang di pelabuhan-pelabuhan mereka. Dengan masuk islam, penguasa local pada batas tertentu mengadopsi aturan-aturan perdagangan Islam untuk digunakan dalam masyarakat pelabuhan sehingga pada gilirannya akan menciptakan suasana yang mendukung bagi perdagangan. Contoh kasus ini adalah Konversi penguasa Malaka, Prameswara, yang agaknya menerima Islam demi menarik kedatangan para pedagang muslim ke pelabuhannya yang baru di bangun.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase perkawinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran agama Islam juga ditempuh melalui perkawinan. Cara ini ditempuh oleh para penyebar sekitar abad ke-11 M sampai dengan abad ke-13 M. Para pedagang Gujarat, Benggala, Arab, dan sebagainya kawin di Indonesia. Karena mereka orang-orang kaya dan terhormat maka mereka memperistri orang-orang terhormat, raja-raja, pejabat-pejabat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Cara ini ternyata cukup strategis, sebab wanita yang dikawin oleh para penyebar Islam itu di Islamkan terlebih dahulu, dan ini merupakan modal pada usaha penyebaran Islam. Sekalipun pendekatan lewat perkawinan ini tidak selalu berhasil, seperti Maulana Ishaq tidak berhasil mengislamkan raja dan rakyat blambangan, tetapi pada umumnya usaha ini banyak dipakai oleh para penyebar Islam maupun oleh para pedagang muslim, dan hasilnya diakui banyak keluarga-keluarga pihak istri yang masuk Islam dan menjadi tulang punggung usaha penyebaran Islam selanjutnya. Dalam cerita babad dikenal perkawinan antaara Sunan Ampel dengan Nyi Gede Manila putri Tumenggung Wilatikta. Sayyid Abdurrahman seorang muslim Arab kawin dengan Putri Raden Ariya Teja putri Aria Dikara (Bupati)Tuban, Sunan Gunung Jati kawin dengan Putri Kawunganten serta Sunan Giri kawin dengan putri Ki Ageng Bungkul penguasa (bangsawan) Majapahit di Surabaya. Banyak pedagang-pedagang muslim yang kawin dengan anak-anak bangsawan atau wanita-wanita rakyat biasa. Usaha ini sering juga didukung dengan keahlian menyembuhkan penyakit , seperti peristiwa Maulana Ishaq sendiri dan Syekh Nuruddin Ibrahim dari Cirebon.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fese Akulturasi Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih abad ke-12 M sampai dengan abad ke-14 M, cara akulturasi budaya  ditempuh untuk memberi kesan adanya persesuaian dan agar masyarakat tidak merasa adanya keterpaksaan dalam memeluk agama Islam. Seperti cara para Sunan wali songo dalam menyebarkan agama Islam melalui seni wayang, lagu-lagu, permainan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Menjelang masuknya Islam di Indonesia telah ada kebudayaan baru hasil akulturasi antara budaya Indonesia dan budaya Hindu, yaitu melalui Akulturasi kebudayaan. Setelah islam masuk dengan nilai-nilai budaya maka terjadi lagi akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam. Akhirnya, lahirlah corak kebudayaan baru dalam kebudayaan Indonesia.&lt;br /&gt;Segi bangunan, terutama sekali dalam bentuk bangunan masjid dengan corak baru beratap tumpang yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil. Jumlah susunannyua ganjil, tiga ada juga yang lima. Di Bali atap tumpang masih di pakai untuk kuil corak baru pada bangunan masjid pada jaman Madya adalah tudak adanya menara (kecuali masjid Kudus dan masjid Banten).&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segi makam, dalam perkembangannya bentuk makam islam masih terpengaruh pola lama sebelum Islam, yaitu terletak pada tempat yang dianggap suci, agak tinggi atau kalau di tempat yang latar diberi undak-undak seperti punden berundak di jaman pra sejarah. Makam biasanya diberi cungkup (rumah), bagaikan menggantikan funsi candi dimasa sebelum Islam dalam makam yang baru biasanya diberi atau dilengkapi masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-13 M, di pesisir aceh sudah ada pemukiman muslim. Persentuhan antara penduduk pribumi dengan pedagang muslim daari Arab, Persia, dan India memang pertama kali terjadi di daerah ini. Karena itu, proses Islamisasi sudah berlangsung sejak persentuhan itu terjadi. Dengan demikian, kerajaan Islam pertama berdiri di Kepulauan Nusantara di Aceh. Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada Abad ke-13 M. Setelah kerajaan Islam ini berdiri, perkembangan masyarakat muslim di Malaka makin lama makin meluas dan pada awal abad ke-15 M, di daerah ini lahir Kerajaan Islam yang kedua di Asia Tenggara. Kerajaan ini cepat berkembang, bahkan dapat mengambil alih dominasi pelayaran dan perdagangan dari kerajaan Samudra Pasai yang kalah bersaing.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dapat diketahui bahwa daerah-daerah di bagian pesisir Sumatera Utara dan Timur selat Malaka, yaitu dari Aceh sampai Palembang sudah banyak terdapat masyarakat dan Kerajaan-kerajaan Islam. Sementara di Jawa, proses Islamisasi sudah berlangsung, sejak Abad ke-11 M, meskipun belum meluas, terbukti dengan diketemukannya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik yang berangka tahun 475 Hijriyah.&lt;br /&gt;Berita tentang Islam di Jawa pada Abad ke-11 M memang masih langka. Akan tetapi, sejak akhir Abad ke-13 M dan abad-abad berikutnya, terutama ketika majapahit mencapai puncaknya, bukti-bukti adanya proses Islamisasi sudah banyak, dapat ditemukannya beberapa puluh nisan kubur di Troloyo, Trowulan dan Gresik. Bahkan di pusat Majapahit maupun di pesisir, terutama di kota-kota pelabuhan, telah terjadi proses Islamisasi dan sudah pula terbentuk masyarakat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase para dewan wali sembilan (songo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita tradisional mengenai para wali, yaitu orang yang saleh yang diduga telah menyebarkan agama Islam di Jawa. Dikisahkan kehidupan, mukjizat, dan keyakinan mereka dibidang mistik Islam dan Teologi. Wali-wali di Jawa kabarnya berpusat di masjid Demak, masjid yang mereka dirikan bersama. Disitulah mereka agaknya mengadakan pertemuan untuk bertukar pikiran tentang pengembangan ajaran agama Islam di Jawa.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[8] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;disamping oleh para pedagang penyebaran agama Islam juga dilakukan oleh para wali atau utusan dengan melakukan dakwah-dakwah (sekitar awal Abad ke-15 M). Selain para wali memiliki pengetahaun tentang agama Islam, Ia juga dianggap memiliki pengetahuan tentang ilmu mujizat (ajaib atau yang dapat menimbulkan keheranan).&lt;br /&gt;Wali yang sembilan adalah dipercayai oleh orang Jawa sebagai peletak dasar batu pertama ditanah Jawa. Meskipun pribadi para wali itu sudah di selimuti oleh berbagai dongeng, namun cerita-cerita dongeng tersebut banyak memberikan pertolongan kepada kita didalam membuktikan bahwasannya meskipun telah menerima Islam, orang Jawa belum sampai hati membuang sama sekali sisa-sisa dari pada kepercayaan yang lama.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun para wali tersebut adalah :&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Maulana Malik Ibrahim, disebut juga Maulana Magribi atau jumadil kubro yang kabarnya berasal dari Persia dan kemudian berkedudukan di Gresik.&lt;br /&gt;2) Sunan Ampel, yang semula bernama Raden Rahmat berkedudukan di Ampel dekat Surabaya.&lt;br /&gt;3) Sunan Bonang, yang semula bernama Makdum Ibrahim, putra Raden Rahmat dan berkedudukan di Bonang, dekat Tuban&lt;br /&gt;4) Sunan Drajat, yang semula bernama Munat yang merupakan anak dari Raden Rahmat berkedudukan di Drajat dekat Sedayu, Surabaya.&lt;br /&gt;5) Sunan Giri, yang semula bernama Raden Paku, murid Sunan Ngampel berkedudukan di bukit Giri dekat Gresik.&lt;br /&gt;6) Sunan Muria, yang berkedudukan di Gunung Muria di daerah Kudus.&lt;br /&gt;7) Sunan Kudus yang semula bernama Udung berkedudukan di Kudus.&lt;br /&gt;8) Sunan Kalijaga, yang semula bernama Joko Said berkedudukan di Kadilangu dekat Demak&lt;br /&gt;9) Sunan Gunung Jati, yang semula bernama Fatahilah atau Faletehan yang berasal dari Samudera Pasai dapat merebut Sunda Kelapa, Banten dan kemudian menetap di Gunung Jati dekat Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Azyumardi Azra, 2002, Jaringan Global dan Lokal Islam, Jakarta: Mizan &lt;br /&gt;H.J. De Graaf dan Th. Pigeaud, 2001, Kerajaan Islam Pertama Di Jawa. Yogyakarta : Pustaka Pelajar&lt;br /&gt;Syamsudduha, 1987, Penyebaran dan Perkembangan Islam, Katolik, Protestan di Indonesia, Surabaya : Usaha Nasional&lt;br /&gt;Waridah Siti, 2001, Sejarah Nasional dan Umum, Yogyakarta: Bumi Aksara. Cet. 1&lt;br /&gt;Yatim Badri, 2000, Sejarah Peradapan Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada&lt;br /&gt;Hamka, 1981, Sejarah Umat Islam IV, Jakarta: Bulan Bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CATATAN KAKI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[1] Siti Waridah dkk, Sejarah Nasional dan Umum SMU.(Yogyakarta: Bumi Aksara,2001) hal. 125&lt;br /&gt;[2] Dr. Badri Yatim,Sejarah Peradaban Islam.(Jakarta : Raja Grafindo Perkasa, 2000) Hal. 191 dan Menurut seminar yang ada di Medan tahun 1963, telah menetapkan rumusan-rumusan yang antara lain menyatakan bahwa islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah (abad ke-7 M)&lt;br /&gt;[3] Jamsudduha.Penyebaran dan Perkembangan Islam, Katolik, Protestan di Indonesia.(Surabaya : Usaha Nasional, 1987) hal. 23&lt;br /&gt;[4] Azyumardi Azra,Jaringan Global dan Lokal Islam.(Jakarta : Mizan, 2006) hal : 19&lt;br /&gt;[5] Ibid, hal : 28&lt;br /&gt;[6] Siti Waridah dkk.Sejarah Nasional dan Umum.(Yogya : Bumi Aksara,2001) Hal. 129&lt;br /&gt;[7] Dr. Badri Yatim,Sejarah Peradaban Islam.(Jakarta : Raja Grafindo Perkasa, 2000) Hal. 196&lt;br /&gt;[8] H.J. De Graff dan TH. Pigeaud, Kerajaan Islam pertama di Jawa.(Yogyakarta : Pustaka Pelajar,2001) hal. 31&lt;br /&gt;[9] Siti Waridah dkk. Op. cit, hal 135&lt;br /&gt;[10] Prof. Dr. Hamka, Sejarah Umat Islam IV (Jakarta : Bulan Bintang, 1981) hal. 135&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-945726889446708826?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/945726889446708826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/fase-masuknya-islam-di-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/945726889446708826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/945726889446708826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/fase-masuknya-islam-di-indonesia.html' title='Fase Masuknya Islam Di Indonesia'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-7118481626087598414</id><published>2009-02-04T12:48:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T13:01:35.211+07:00</updated><title type='text'>Filsafat Al-Kindi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Islam memiliki karakteristik yang berbeda dengan filsafat mana pun di dunia. Lahirnya filsafat didasarkan pada Al-Qur’an sebagai sumber dorongan dan sumber informasi. Akan tetapi, banyak kesalah fahaman dan anggapan bahwa filsafat Islam itu bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis. Padahal, yang dibicarakan di dalamnya adalah masalah-masalah yang belum ditemukan dan masih bisa di cari kebenarannya tentunya yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.&lt;br /&gt;Terkait dengan hal diatas maka perlu di ungkapkan beberapa bentuk dari filsafat Islam yang juga terlahir dari khasanah pemikiran orang-orang Islam. Salah satu contoh filosof dari orang Islam adala Al-Kindi yang akan di jelaskan lanjud di dalam pembahasan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Biografi Al-Kindi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Kindi, nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’cup Ibnu Ishaq Ibnu Al-Shabbah Ibnu Imron Ibnu Muhammad Ibnu Asy’as Ibnu Qais Al-Kindi. Al-Kindi dilahirkan di Kufah sekitar tahun 185 H (801 M) dari keluarga kaya dan terhormat. Sedikit sekali informasi yang kita peroleh tentang pendidikannya. Ia pindah dari Kufah ke Basrah, sebuah pusat studi bahasa dan teologi Islam. Kemudian selagi masih muda, ia menetap di Baghdad, ibu kota kerajaan Bani Abbas, yang juga sebagai jantung kehidupan intelektual pada masa itu.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat tekun mempelajari berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, tidaklah heran ia dapat menguasai ilmu astronomi, ilmu ukur, ilmu alam, astrologi, ilmu pasti, ilmu seni musik, meteorology, optika, kedokteran, matematika, filsafat, dan politik. Penguasaannya terhadap filsafat dan disiplin ilmu lainnya telah menempatkan ia menjadi orang Islam pertama yang berkebangsaan Arab dalam jajaran para filosof terkemuka. Karena itu pulalah ia dinilai pantas menyandang gelar Failasuf al ‘Arab (filosof  berkebangsaan Arab).&lt;br /&gt;Al-Kindi hidup di era kejayaan Islam Baghdad di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Tak kurang dari lima periode khalifah dilaluinya yakni, Al-Amin, Al-Ma’mun, Al-Mu’tasim, Al-Wasiq dan dan Mutawakkil. Al-Kindi termasuk seorang yang kreatif dan produktif dalam kegiatan tulis menulis. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dikemukakan beberapa karya tulis Al-Kindi.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Fi al falsafat al-‘Ula&lt;br /&gt;2. Kitab al-Hassi ‘ala Ta’allum al-Fasafat&lt;br /&gt;3. Risalat ila al-Ma’mun fi al-‘illat wa Ma’lul&lt;br /&gt;4. Risalat fi Ta’lif al-A’dad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Pemaduan Filsafat dan Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usaha Al-Kindi memperkenalkan filsafat ke dalam dunia Islam dengan cara mengetuk hati umat supaya menerima kebenaran walaupun dari mana sumbernya. Menurutnya, mengakui kebenaran tidak ada sesuatu yang lebih tinggi nilainya selain kebenaran itu sendiri dan tidak pernah meremehkan dan merendahkan martabat orang yang menerimanya.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Kindi adalah orang Islam yang pertama yang mengupayakan pemaduan atau keselarasan antara filsafat dan agama, atau antara akal dan wahyu. Menurutnya keduanya tidaklah bertentangan karena masing-masing marupakan ilmu tentang kebenaran. Sedangkan kebenaran itu adalah satu (tidak banyak). Ilmu filsafat meliputi ketuhanan, keesaannya, dan keutamaan serta ilmu-ilmu yang mengajarkan bagaimana jalan memperoleh apa-apa yang bermanfaat. Hal seperti ini juga dibawa oleh para Rasul Allah dan juga mereka menetapkan keesaan Allah dan memastikan keutamaan yang diridloi-Nya.&lt;br /&gt;Usaha yang ia lakukan cukup menarik dan bijaksana. Ia mulai membicarakan kebenaran. Menurutnya kita tidak boleh malu untuk mengakui kebenaran dan mengambilnya, dari manapun datangnya, meskipun dari bangsa lain ataupun orang asing.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[4] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sesuai dengan anjuran agama yang mengajarkan bahwa kita wajib menerima kebenaran dengan sepenuh hati tanpa mempersoalkan sumbernya, sekalipun sumber tersebut dari orang asing. Kemudian, usaha berikutnya ia masuk pada persoalan pokok, yakni filsafat. Dalam usaha pemaduannya ini, Al-Kindi juga membawakan ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya menerima dan mempelajari filsafat sejalan dengan Al-Qur’an yang memerintahkan pemeluknya untuk meneliti dan membahas segala fenomena di alam semesta ini. Di antara ayat-ayatnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (Al Hasyr: 2)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (Al-Baqarah: 164)&lt;br /&gt;Dengan demikian, Al-Kindi telah membuka pintu bagi penafsiran filosof terhadap Al-Qur’an, sehingga menghasilkan persesuaian antara wahyu dan akal serta antara filsafat dan agama. Lebih lanjut ia kemukakan bahwa pemaduan antara filsafat dan agama didasarkan pada tiga alasan berikut.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Ilmu agama merupakan bagian dari filsafat.&lt;br /&gt;2. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi dan kebenaran filsafat saling bersesuaian.&lt;br /&gt;3. Menuntut ilmu, secara logika, diperintahkan dalam agama.&lt;br /&gt;Al-Kindi juga mengemukakan perbedaan antara filsafat dan agama sebagai berikut:&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Filsafat adalah ilmu kemanusiaan yang dicapai oleh filosof dengan berpikir, belajar, dan usaha manusiawi. Sementara itu, agama adalah ilmu ketuhanan yang menempati peringkat tertinggi karena diperoleh tanpa proses belajar, berpikir, dan usaha manusiawi, melainkan hanya dikhususkan bagi para Rasul yang dipilih Allah dengan mensucikan jiwa mereka dan memberinya wahyu.&lt;br /&gt;b. Jawaban filsafat menunjukkan ketidakpastian (semu) dan memerlukan pemikiran atau perenungan. Sementara itu, agama (Al-Qur’an) jawabannya menunjukkan kepastian (mutlak benar) dan tidak memerlukan pemikiran atau perenungan.&lt;br /&gt;c. Filsafat menggunakan metode logika sedangkan agama menggunakan metode keimanan.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Al-Kindi merupakan pionir dalam melakukan usaha pemaduan antara filsafat dan agama atau antara akal dan wahyu. Ia melapangkan jalan bagi Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusd yang dating kemudian. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Al-Kindi telah memainkan peran penting di pentas filsafat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Fisafat Ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pandang Al-Kindi tentang ketuhanan sudah disesuaikan dengan ajaran Islam. Hal ini bertentangan dengan pendapat-pendapat filosof Yunani sebelumnya. Al-Kindi berpendapat bahwa Tuhan itu ada (wujud) yang sebenar-benarnya, bukan berasal dari tiada kemudian ada. Ia mustahil tidak ada dan selalu ada dan akan ada selamanya. Tuhan adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud yang lain. Wujud-Nya tidak berakhir, sedangkan wujud lain disabakan wujud-Nya. Ia Maha Esa dan tidak dapat dibagi-bagi dan tidak ada zat lain yang menyamai-Nya dalam segala aspek. Ia tidak melahirkan dan dilahirkan. Dan Tuhan yang Maha Esa itu adala Allah.&lt;br /&gt;Menrut Al-Kindi benda-benda yang ada di alam ini  mepunyai dua hakikat yaitu hakikat juz’iyyah atau aniyah (sebagian) dan hakikat kulliyah atau mahiyyah (keseluruhan).&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[7] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Allah dalam filsafat AI-Kindi, tidak mempunyai hakikat dalam arti 'aniah dan mahiah. Tidak 'aniah karena Allah bukan benda yang mempunyai sifat fisik dan tidak pula termasuk dalam benda-benda di alam ini. Allah tidak tersusun dari mater dan bentuk. Akan tetapi, Allah juga tidak mempunyai hakikat dalam bentuk mahiyah. Bagi Al-Kindi, Allah adalah unik. Ia hanya satu dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Dialah Ying Benar Pertama (al-Haqq  al-Awwal) dan Yang Benar Tunggal (al-Haqq al-Wahid). Selain dari-Nya, semuanya mengandung arti banyak.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan paham yang ada dalam Islam, Allah bagi Al-Kindi, adalah Pencipta alam semesta dan mengaturnya, yang disebut dengan ibda'. Pendapatnya ini berbeda dengan pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa Allah sebagai Penggerak Pertama yang tidak bergerak. Di sini terlihat Al-Kindi sekalipun terpengaruh oleh filsafat Yunani, ia tidak begitu saja menerima ide-ide yang ada di dalamnya, tetapi ia menyesuaikannya. dengan ajaran Islam. Untuk membuktikan adanya Allah, Al-Kindi memajukan tiga argumen:&lt;br /&gt;1. Baharunya alam&lt;br /&gt;2. Keanekaragaman dalam wujud&lt;br /&gt;3. Kerapian alam.&lt;br /&gt;Tentang dalil atau argumen baharunya alam telah lazim dikenal di kalangan kaum teolog sebelum Al-Kindi. Akan tetapi, Al-Kindi mengemukakannya secara filosofis. Ia berangkat dari pertanyaan, apakah mungkin sesuatu menjadi sebab bagi wujud dirinya? Dengan tegas Al-Kindi menjawab, bahwa itu tidak mungkin karena alam ini mempunyai permulaan waktu dan setiap yang mempunyai permulaan akan berkesudahan. Justru itu setiap benda, ada yang menyebabkan wujudnya dan mustahil benda itu sendiri yang menjadi sebabnya. Ini berarti bahwa alam semesta baharu dan diciptakan dari tiada oleh yang menciptakannya, yakni Allah.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentang argumen yang kedua, keanekaragaman dalam wujud, kata Al-Kindi dalam alam empiris ini tidak mungkin ada keanekara­gaman tanpa keseragaman atau sebaliknya. Terjadinya keanekaragaman dan keseragaman ini bukan secara kebetulan, tetapi ada yang menyebabkan atau yang merancangnya. Sebagai penyebabnya mustahil alam itu sendiri, dan jika alam yang menjadi sebabnya akan terjadi rangkaian yang tidak akan habis-habisnya. Sementara itu, sesuatu yang tidak berakhir tidak mungkin terjadi. Justru itu, sebabnya harus yang berada di luar alam sendiri, yakni Zat Yang Maha Baik, Maha Mulia, dan lebih dahulu adanya dari alam, yang disebut dengan Allah SWT.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam uraian di atas, Al-Kindi menyebut dua sebab: pertama, sebab yang sebenarnya dan aksinya adalah ciptaan dari ketiadaan. Ia adalah Allah Yang Maha Esa, Pencipta Tunggal alam semesta. Kedua, sebab yang tidak sebenarnya. Sebab ini adanya lantaran, sebab lain dan sebab-sebab itu sendiri adalah sebab-sebab dari efek-efek lain. Sebab-sebab seperti ini jelas berkehendak dan membutuhkan yang lain tanpa berkesudahan. la bukanlah dinamakan sebab yang menciptakan alam ini.&lt;br /&gt;Tentang argumen yang ketiga, kerapian alam, Al-Kindi menegaskan bahwa alam empiris ini tidak mungkin teratur dan terkendali begitu saja tanpa ada yang mengatur dan mengendalikannya. Pengatur dan pengendalinya tentu yang berada di luar alam dan tidak sama dengan alam. Zat itu tidak terlihat, tetapi dapat diketahui dengan melihat tanda-tanda atau fenomena yang terdapat di alam ini. Zat itulah yang disebut dengan Allah SWT.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Filsafat Jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaum filosof Muslim memakai kata jiwa (al-nafs) pada apa yang diistilahkan Al-Qur’an dengan al-ruh. Kata ini telah masuk ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk nafsu, nafas, dan roh. Akan tetapi, kata nafsu dalam pemakaian sehari-hari berkonotasi dengan dorongan untuk melakukan perbuatan yang kurang baik sehingga kata ini sering dirangkaikan menjadi satu dengan kata hawa, yakni hawa nafsu.&lt;br /&gt;Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW tidak menjelaskan secara tegas tentang roh atau jiwa. Bahkan Al-Quran sebagai sumber pokok ajaran Islam menginformasikan bahwa manusia tidak akan mengetahui hakikat roh karena itu adalah urusan Allah dan bukan urusan manusia (pada surah Al-Isra’: 85) Justru itu, kaum filosof Muslim membahas jiwa mendasarkannya pada filsafat jiwa yang dikemukakan para filosof Yunani, kemudian mereka selaraskan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Sebagaimana jiwa dalam filsafat Yunani, Al-Kindi juga mengatakan bahwa jiwa adalah jauhar basith (tunggal, tidak tersusun, tidak panjang, dalam, dan lebar). Jiwa mempunyai arti penting, sempurna, dan mulia. Substansinya berasal dari substansi Allah. Hubungannya dengan Allah sama dengan hubungan cahaya dengan inatahari. Jiwa mempunyai wujud tersendiri, terpisah, dan berbeda dengan jasad atau badan. Jiwa bersifat rohani.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Argumen tentang bedanya jiwa dengan badan, menurut Al-Kindi ialah jiwa menentang keinginan hawa nafsu. Apabila nafsu marah mendorong manusia untuk melakukan kejahatan, maka jiwa menentangnya. Hal ini dapat dijadikan indikasi bahwa jiwa sebagai yang melarang tentu tidak sama dengan hawa nafsu sebagai yang dilarang.&lt;br /&gt;Al-Kindi menolak pendapat Aristoteles yang mengatakan bahwa jiwa manusia sebagaimana benda-benda, tersusun dari dua unsur, materi dan bentuk. Materi ialah badan dan bentuk ialah jiwa manusia. Hubungan jiwa dengan badan sama dengan hubungan bentuk dengan materi. Bentuk atau jiwa tidak bisa mempunyai wujud tanpa materi atau badan dan begitu pula sebaliknya materi atau badan tidak pula bisa wujud tanpa bentuk atau jiwa.&lt;br /&gt;Dalam hal ini pendapat Al-Kindi lebih dekat pada pendapat Plato yang mengatakan bahwa kesatuan antara jiwa dan badan adalah kesatuan acciden, binasanya badan tidak membawa binasa pada jiwa.&lt;br /&gt;Al-Kindi juga menjelaskan bahwa pada jiwa manusia terdapat tiga daya yaitu daya bernafsu yang terdapat di perut, daya marah yang terdapat di dada, dan daya pikir yang berpusat dikepala.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Kindi dalam risalahnya menjelaskan akal. la gambarkan akal sebagai suatu potensi sederhana yang dapat mengetahui hakikat-hakikat sebenarnya dari benda-benda. Akal, menurutnya, terbagi menjadi tiga macam yaitu:&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Akal yang selamanya dalam aktualitas. Akal pertama ini berada di luar jiwa manusia, bersifat Ilahi, dan selamanya dalam aktualitas. Karena selalu berada dalam aktualitas, akal inilah yang membuat akal yang bersifat potensi dalam jiwa manusia menjadi aktual. Sifat-sifat akal ini ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Ia adalah Akal Pertama&lt;br /&gt;b. Ia selamanya dalam aktualitas&lt;br /&gt;c. Ia membuat akal potensial menjadi aktual berpikir&lt;br /&gt;d. Ia tidak sama dengan akal potensial, tetapi lain daripadanya&lt;br /&gt;2. Akal yang bersifat potensial, yakni akal murni yang ada dalam diri manusia yang masih merupakan potensi dan belum menerima bentuk-bentuk indrawi dan yang akali.&lt;br /&gt;3. Akal yang bersifat perolehan. Ini adalah akal yang telah keluar dari potensialitas ke dalam aktualitas, dan mulai memperlihatkan pemikiran abstraksinya. Akan perolehan ini dapat dicontohkan dengan kemampuan positif yang diperoleh orang dengan belajar, misalnya tentang bagaimana cara menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Majid, Nurcholis. 1984. Khasanah Intelektual Islam.  Jakarta: Bulan Bintang.&lt;br /&gt;Nasution, Harun. 1996. Islam Rasional, Bandung: Mizan.&lt;br /&gt;Poerwantana. 1993. Seluk Beluk Filsafat Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Zar, Sirajudin. 2004. Filsafat Islam Filosof dan filsafatnya, Jakarta: Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;Hanafi, A. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1] Sirajudin Zar, filsafat Islam Filosof dan filsafatnya, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004, hal.37&lt;br /&gt;[2] Ibid., hal. 43&lt;br /&gt;[3] Ibid., hal. 43-44&lt;br /&gt;[4] Poerwantana, Seluk Beluk Filsafat Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993, hal. 104&lt;br /&gt;[5] Sirajudin Zar, Op. Cit., hal. 47&lt;br /&gt;[6] Ibid., hal. 48-49&lt;br /&gt;[7] Ibid., hal. 50&lt;br /&gt;[8] Harun Nasution, Islam Rasional, Bandung: Mizan, 1996, hal. 356&lt;br /&gt;[9] Sirajudin Zar, Op. Cit., hal. 53&lt;br /&gt;[10] Ibid., hal. 53&lt;br /&gt;[11] Ibid., hal. 54&lt;br /&gt;[12] Ibid., hal. 59&lt;br /&gt;[13] Ibid., hal. 60&lt;br /&gt;[14] Ibid., hal. 61-62&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-7118481626087598414?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/7118481626087598414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7118481626087598414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7118481626087598414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/i.html' title='Filsafat Al-Kindi'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-6947919894742726181</id><published>2009-02-04T12:38:00.006+07:00</published><updated>2009-02-04T12:47:28.876+07:00</updated><title type='text'>Filsafat Ilmu dan Komponennya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Ilmu filsafat dan filsafat ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Kita belajar filsafat sebenarnya bisa diartikan belajar berfikir yang bebas, radikal, sistematis dan komprehensif. Berfikir bebas artinya manusia berhak memikirkan apa saja tanpa ada batasan dari siapapun, karena pada hakekatnya manusia merupakan manusia yang berfikir sehingga kenyataan ini memang secara hukum alam harus melakukannya, bahkan mungkin jika manusia tidak menggunakan akal pikirannya dia akan disebut sebagai manusia yang mati. Berfikir radikal, artinya berfikir sampai ke akar-akarnya. Pada kenyataannya manusia merupakan makhluk yang terus menerus berargumentasi untuk menentukan kebenaran yang paling dasar. Manusia akan berlomba-lomba menemukan pengetahuan yang orang lain tidak mampu memperdebatkan, karenanya dia akan berfikir sampai ke akar-akarnya. Berfikir sistematis, artinya berfikir secara berurutan sesuai dengan system yang dianutnya. Manusia merupakan makhluk yang secara potensial dapat berfikir mulai dari yang sederhana sampai ketingkat yang rumit, dia akan menemukan masalah kemudian dia mencoba untuk menyelesaikan masalah itu dengan alat yang dia punya sehingga permasalahannya akan selesai. Berfikir komprehensif, artinya berfikir secara menyeluruh tidak parsial, sehingga manusia mampu memecahkan masalahnya dengan bijaksana.&lt;br /&gt;     Filsafat sendiri secara ringkas hanya membahas tentang manusia, alam dan Tuhan. Ketiga bahasan ini lantas menjadi “obyek” kajian filsafat. Dengan sendirinya ketika membahas tentang manusia, maka langsung muncul bahasan tentang siapakah manusia, bagaimana manusia maujud dan untuk apa manusia ada. Sedangkan alam juga sama, yaitu apa esensi alam, bagaimana alam maujud dan untuk apa alam maujud, bahkan lebih jauh lagi ketika filsafat membahas tentang Tuhan, juga muncul pertanyaan yang mungkin bagi kita terlalu “jauh” untuk dikaji yaitu siapa Tuhan, bagaimana Tuhan maujud dan untuk apa Tuhan wujud.&lt;br /&gt;     Jika diatas kita sudah membahas tentang ilmu filsafat, sekarang bagaimana jika kita membahas tentang filsafat ilmu. Tentunya keduanya mempunyai kesamaan dan perbedaan. Kesamaannya adalah keduanya membahas tentang manusia, alam dan Tuhan, keduanya adalah filsafat yang tentu mempunyai ruang lingkup yang sama yaitu ontology, epistemology dan aksiologi yang semuanya mengarah pada pengetahuan, yaitu apa ilmu itu, bagaimana manusia memperoleh ilmu dan untuk apa ilmu itu. Tiga pertanyaan tersebut yang kemudian dikenal dengan ontology (nadzariyat al-wujud), epistemology (nadzariyat al-ma’rifah) dan aksiologi (nadzariyat al-qimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Ontologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sebelum membahas ontology, maka perlu kita ketahui adalah “apa” yang sebenarnya ditangkap oleh pikiran, termasuk penginderaan dari segenap penginderaan dari segenap pengalaman manusia, adalah bersifat mental. Bagi Descrates maka yang bersifat nyata adalah pikiran sebab dengan berfikirlah maka sesuatu itu lantas ada atau yang terkenal dengan istilah “cogito ergo sum”. Descrates menyusun filsafatnya secara deduktif berdasarkan pernyataan yang baginya merupakan kebenaran yang tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;     John Locke sendiri menganggap bahwa pikiran manusia pada mulanya dapat diibaratkan sebuah lempeng lilin yang licin (tabula rasa) dimana pengalaman indera kemudian melekat pada lempeng tersebut. Makin lama makin banyak pengalaman indera yang terkumpul dan kombinasi dari pengalaman-pengalaman indera ini seterusnya membuahkan ide yang kian lama kian rumit. Dengan demikian pikiran dapat diibaratkan sebagai organ yang menangkap dan menyimpan pengalaman indera. Berkeley terkenal dengan pernyataannya “to be is to be perceived” (ada adalah disebabkan persepsi)&lt;br /&gt;     Dari sinilah kemudian manusia mulai memaknai apa yang ada dalam semesta ini dengan berbagai potensi yang dimiliki manusia, ada yang mengembangkan potensi spiritualnya sehingga manusia menafsiri hakekat alam itu memiliki ujud-ujud yang bersifat gaib (supernatural) dan wujud-wujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Paham seperti ini kemudian dikenal dengan madzhab supernaturalisme.&lt;br /&gt;     Sebagai lawan dari supernaturalisme, maka terdapat paham naturalism yang menolak pendapat bahwa terdapat ujud-ujud yang bersifat supernatural ini. Materialisme yang merupakan paham berdasarkan naturalism ini, berpendapat bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib, melainkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat kita ketahui.&lt;br /&gt;     Bahasan tersebut diatas dalam filsafat masuk dalam perbincangan ontologis, karena membincangkan tentang hakekat wujud alam itu sendiri. Menurut Kasiram Ontologi meliputi pembahasan tentang apa hakekat sesuatu yang ada, yang bersifat universal, yang tidak terikat oleh suatu model tertentu. Istilah ontologi digunakan sewaktu membahas sesuatu yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Komponen Ontologi akan memberi batasan apa hakekat garapan ilmu itu, misalnya: apa hakekat hukum dari ilmu hukum, apa hakekat jiwa dari psikologi, apa hakekat pendidikan dari ilmu pendidikan, dan seterusnya. Garapan khusus yang menjadi obyek ilmu itu disebut obyek formil dari ilmu itu. Obyek formil inilah yang membedakan ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Sedangkan obyek materil, bisa sama dari ilmu yang sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Epistemologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung maupun tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sukar untuk dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Apa yang harus kita lakukan sekiranya anak kita demam panas dan menderita kejang? Lagu nina bobok apa yang harus kita nyanyikan agar dia tertidur lelap? Sekiranya insan yang sangat kita cintai itu kemudian meninggalkan kita maka kemana kita mesti berpaling dalam kemelut kesedihan?&lt;br /&gt;     Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. Oleh sebab itu agar kita dapat memanfaatkan segenap pengetahuan kita secara maksimal maka harus kita ketahui jawaban apa yang mungkin diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu. Atau dengan kata lain, perlu kita ketahui kepada pengetahuan mana suatu pertanyaan tertentu harus kita ajukan.&lt;br /&gt;     Sekiranya kita bertanya “apakah yang akan terjadi sesudah manusia mati?”, maka pertanyaan itu tidak pantas diajukan kepada ilmu melainkan kepada agama, sebab secara ontologism ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia, sedangkan agama memasuki pula daerah penjelajahan yang bersifat transcendental yang berada diluar pengalaman kita.&lt;br /&gt;     Jadi pada hakikatnya kita mengharapkan jawaban yang benar, bukannya sekedar jawaban yang bersifat sembarang saja. Lalu timbullah masalah, bagaimana cara kita menyusun pengetahuan yang benar? Masalah inilah yang dalam kajian filsafat disebut epistemology, dan landasan epistemology ilmu disebut metode ilmiah. Dengan kata lain, metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar.&lt;br /&gt;     Istilah epistemologi berasal dari kata "episteme" yang berarti pengetahuan dan "logos" yang berarti teori. Secara etimologis maka epistemologis berarti teori pengetahuan. Epistemologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempersoalkan atau menyelidiki tentang asal, susunan, metode serta kebenaran pengetahuan. Menurut "Langeveld" , teori pengetahuan membicarakan hakekat pengetahuan, unsur pengetahuan dan susunan berbagai jenis pengetahuan, pangkal tumpuannya yang fundamental, metode dan batas-batasnya. (Burhanuddin Salam, 1997:97).&lt;br /&gt;Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Dengan kata lain, pengetahuan itu diperoleh melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan atau metode ilmiah. Kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun selama hal itu terbatas pada obyek empiris dan pengetahuan tersebut diperoleh dengan mempergunakan metode keilmuan, maka sah disebut keilmuan. Kata sifat keilmuan lebih mencerminkan hakekat ilmu dari pada istilah ilmu sebagai kata benda. Hakekat keilmuan ditentukan oleh cara berfikir yang dilakukan menurut syarat keilmuan yaitu bersifat terbuka dan menjunjung kebenaran diatas segala-galanya. (Jujun S Suriasumantri, 2003:9).&lt;br /&gt;     Menurut Amos Neolaka, bahwa epistemologi merupakan gabungan antara berfikir secara rasional dan empiris, secara sintesa dan dialektis. Ilmu bertujuan untuk menyusun suatu pengetahuan secara sistematis yang bersifat konsisten dan berorientasi kepada pengalaman manusia. Kaum rasionalis cenderung untuk berfikir konsisten, sistematis dan teoritis, kaum empiris bergulat dengan fakta, tetapi tidak menyusun kerangka teoritis. Itulah sebabnya secara epistemologis, metode ilmiah adalah operasionalisasi epistemologi, sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh berbeda dengan pengetahuan yang lainnya. Jadi ciri ontologi ilmu adalah empiris dan ciri epistemologi ilmu adalah metode ilmiah.&lt;br /&gt;     Dalam catatannya Kasiram menyebutkan bahwa Epistemologi membahas tentang proses terjadinya dan kesahihan atau kebenaran ilmu. Maka itu, epistemologi membahas tentang sumber, sarana dan tata cara menggunakan sarana tersebut untuk mencapai kebenaran pengetahuan tentang sesuatu itu. Ilmu pengetahuan yang berkembang sekarang dengan metodologi yang kita kenal sekarang lebih banyak menjangkau kebenaran epistemologik, belum menjangkau kebenaran substantif-hakiki. (Noeng Muhajir, 1998:55). Kemudian komponen epistemologi, yang akan membahas tentang bagaimana  tatacara memperoleh pengetahuan yang benar dan bagaimana mengembangkannya dari ilmu itu. Tatacara untuk memperoleh pengetahuan yang benar ini disebut metodologi penelitian. Tiap ilmu yang telah berdiri sendiri harus mempunyai metodologi penelitian yang khas, yang cocok, meskipun ilmu yang sejenis misalnya ilmu sosial yang mempunyai obyek materiil yang sama, bisa menggunakan metodologi penelitian yang sama. Namun demikian tetap harus mempunyai kekhasan teknis metodologis sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Aksiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai cabang filsafat, aksiologi menunjuk pada kajian atau teori tentang nilai. Menelaah landasan aksiologik ilmu berarti mengkaji hubungan antara ilmu, moral dan nilai-nilai. Sebenarnya, persoalan dan perdebatan aksiologik ilmu muncul bersama kelahiran dan perkembangan. Untuk apa sebenarnya ilmu harus dipergunakan? Ke arah mana perkembangan ilmu harus digerakkan? Di manakah batas normatif penjelajahan ilmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ilmu dan moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Revolusi Copernican yang menentang doktris geosentrisisme dan menawarkan heliosentrisisme, misalnya, membuktikan betapa pernyataan keilmuan sudah bersentuhan dengan masalah nilai, khususnya sebagaimana diajarkan oleh agama ketika itu. Kisah ini pun berlanjut hingga pengadilan terhadap Galileo. Namun justru Galileo yang berhasil memberikan jawaban cerdas terhadap problema persinggungan antara ilmu dan agama. Pemisahan diri ilmu dari agama, sebagaimana juga filsafat dari teologi, telah mempengaruhi proses perkembangan pemikiran jaman Renaisans dan selanjutnya.&lt;br /&gt;     Secara gagah berani, para perintis ilmu-ilmu modern berjuang untuk menegakkan ilmu dengan kaidah dasar menafsirkan alam sebagaimana adanya (das sein) dan bukan alam sebagaimana seharusnya (das sollen). Karena menafsirkan alam sebagaimana adanya, maka semboyan yang digunakan adalah ilmu bebas nilai. Melalui pertarungan panjang dan memakan sejumlah korban, akhirnya semakin diterima otonomi keilmuan untuk mempelajari alam sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;     Perkembangan lanjut ilmu, secara tak terelakkan, mengarah pada penerapan terhadap masalah-masalah praktik. Wujudnya, ilmu menjelma menjadi teknologi dan rekayasa. Justru ketika ilmu memasuki tahapan teknologik ini, persoalan moral kembali menyeruak. Untuk apa ilmu digunakan? Bagaimana bila perkembangan ilmu dan teknologi mengarah kepada proses dehumanisasi?&lt;br /&gt;     Ada dua golongan ilmuwan berdasarkan penyikapannya terhadap hubungan ilmu dan teknologi dengan moral dan nilai-nilai. Golongan pertama tetap menghendaki agar ilmu bersifat dan ilmuwan bersikap netral. Golongan kedua, menghendaki agar meskipun ilmu secara metafisik bersifat netral, seara teknologi harus berpihak atau sekurang-kurangnya berlandaskan asas-asas moral. Sementara golongan pertama ingin melanjutkan tradisi kenetralan ilmu seara totol, golongan kedua lebih bersikap pragmatik. Ilmu secara moral harus ditujukan untuk kebaikan manusia, dan sekali-kali tidak boleh merendahkan martabat atau mengubah hakikat kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Tanggungjawab sosial ilmuwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Semula ilmu merupakan karya dan pengetahuan perseorangan (personal knowledge). Baru ketika pengetahuan perseorangan tersebut dikomunikasikan (articulated knowledge), ilmu menjadi pengetahuan objektif (objective knowledge) dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat. Karena itu, sebagai pribadi seorang ilmuwan memikul tanggungjawab sosial. Kedudukan seseorang menjadi seorang ilmuwan, menjadikannya memiliki fungsi sosial sebagai ilmuwan.&lt;br /&gt;     Perangkat tanggungjawab sosial ilmuwan terrangkum sebagiannya dalam sikap sosial seorang ilmuwan yang konsisten dengan proses penelaahan keilmuan yang dia lakukan. Lazimnya disepakati bahwa keberpihakan ilmuwan terhadap nilai bisa diterima sejauh menyangkut pemilihan masalah kajian. Karena itu pula, sejumlah akademisi memandang perlu menegaskan kebermaknaan kajian, baik secara teoretik, praktik-pragmatik, maupun normatif. Selanjutnya, setelah temuan diperoleh dan kesimpulan dipersembahkan, maka menjadi tugas ilmuwan untuk memberikan perspektif yang benar, tentang keuntungan dan kerugiannya, tentang kebaikan dan keburukannya, sehingga penyelesaian yang objektif bisa ditempuh.&lt;br /&gt;     Singkat kalimat, berdasarkan kemampuan dan pengetahuannya seorang ilmuwan harus dapat mempengaruhi pendapat dan kesadaran masyarakat terhadap berbagai masalah yang mereka hadapi. Tanggungjawab sosial demikian akan menuntun para ilmuwan untuk tak terjebak ke dalam sikap terus-menerus elitis dan esoterik. Ilmuwan dituntut untuk tidak saja memiliki pengetahuan dan daya analisis yang handal, tetapi juga memiliki integritas kepribadian serta memiliki kecakapan berkomunikasi dalam bahasa awam.&lt;br /&gt;     Seorang ilmuwan juga dituntut untuk memiliki sikap yang sejalan dengan semangat menemukan kebenaran. Rintangannya, seorang ilmuwan pun bisa terjebak untuk mencari pembenaran dan bukan kebenaran, mencari siasat rasionalisasi dan bukan penalaran rasional. Ragam pamrih manusiawi, mulai dari kekayaan, kekuasaan, hingga kemashuran bisa menjebak ilmuwan untuk meninggalkan sikap dan perilaku berpikir teratur dan teliti baik yang menyangkut jalan pikiran maupun materi pemikiran.&lt;br /&gt;     Sifat dasar ilmu, bila dihayati dengan benar, akan berimplikasi etik bagi seorang ilmuwan. Penghargaan terhadap kebenaran akan mempengaruhi pandangan moral ilmuwan, karena kebenaran telah menjadi jalan hidupnya. Karena itu, sangat wajar bila ilmuwan yang baik tidak hanya cakap menyampaikan informasi tetapi juga memberikan teladan bagi masyarakatnya. Ini mencakup sikap-sikap mulia seperti objektif, terbuka, mau menerima dan memberi kritik, teguh pendirian dalam kebenaran, tetapi juga berani mengakui kesalahan dan keterbatasan.&lt;br /&gt;     Sejumlah prinsip etika keilmuan tersebut harus menjadi pegangan seorang ilmuwan sehingga bisa dengan cerdas dan bijaksana menjawab dilema penggunaan nuklir maupun dilema rekayasa genetika. Demikian pula, sikap terbuka seorang ilmuwan mengharuskan dia untuk mengakui kebaikan dan kebenaran lain di luar kebaikan dan kebenaran ilmu. Betapa pun, ilmu bukan satu-satunya penyangga peradaban manusia. Namun, bila para ilmuwan bersikap konsekuen terhadap pandangan intelektual dan moralnya, maka boleh diharapkan salah satu sendi peradaban manusia akan kukuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Ilmu dan Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Walaupun dibanding makhluk lain manusia lebih lemah, karena tidak memiliki kemampuan cukup baik untuk bertindak instinktif, ternyata kekurangan ini diimbangi oleh kemampuan lain yakni kemampuan untuk belajar; berkomunikasi dan menguasai obyek-obyek yang bersifat fisik. Kemampuan untuk belajar ini dimungkinkan oleh berkembangnya inteligensi dan cara berpikir simbolik. Terlebih-lebih lagi manusia mempunyai budi yang merupakan pola kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup lain. Budi ini yang menyebabkan manusia mengembangkan suatu hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya dengan jalan memberi penilaian terhadap obyek dan kejadian. Pilihan nilai ini yang menjadi tujuan dan isi kebudayaan.&lt;br /&gt;     Nilai-nilai budaya adalah jiwa dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan. Di samping nilai-nilai budaya ini kebudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan manusia yang mencerminkan nilai budaya yang dikandungnya. Pada dasarnya tata hidup merupakan pencerminan nyata dari nilai budaya yang bersifat abstrak: kegiatan manusia dapat ditangkap oleh pancaindera sedangkan nilai budaya hanya tertangguk oleh budi manusia. Di samping itu maka nilai budaya dan tata hidup manusia ditopang oleh perwujudan kebudayaan berupa sarana kebudayaan. Sarana kebudayaan ini pada dasarnya merupakan produk kebudayaan atau alat yang memberikan kemudahan dalam berkehidupan.&lt;br /&gt;Keseluruhan wajah kebudayaan tersebut sangat erat hubungannya dengan pendidikan sebab semua materi yang terkandung dalam suatu kebudayaan diperoleh manusia secara sadar lewat proses belajar. Lewat kegiatan belajar ini kebudayaan diteruskan dari generasi yang satu kepada generasi selanjutnya. Dengan demikian maka kebudayaan diteruskan dari waktu ke waktu: kebudayaan yang telah lalu bereksistensi pada masa kini dan kebudayaan masa kini disampaikan ke masa yang akan datang. Kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. Tanaman mengikat bahan-bahan kimiawi, binatang mengikat ruang, tetapi hanya manusia seorang yang mampu mengikat waktu.&lt;br /&gt;     Allport, Vernon dan Lindzey (1951) mengidentifikasikan enam nilai dasar dalam kebudayaan yakni nilai teori, ekonomi, estetika, sosial, politik dan agama. Nilai teori adalah hakikat penemuan kebenaran lewat berbagai metode seperti rasionalisme, empirisme dan metode ilmiah. Nilai ekonomi mencakup kegunaan dari berbagai benda dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai estetika berhubungan dengan keindahan dan segi-segi artistik yang menyangkut antara lain bentuk, harmoni dan wujud kesenian lainnya yang memberikan kenikmatan kepada manusia. Nilai sosial berorientasi kepada hubungan antarmanusia dan penekanan segi-segi kemanusiaan yang luhur. Nilai politik berpusat kepada kekuasaan dan pengaruh baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia politik. Sedangkan nilai agama merengkuh penghayatan yang bersifat mistik dan transedental dalam usaha manusia untuk mengerti dan memberi arti bagi kehadirannya di muka bumi. Setiap kebudayaan mempunyai skala hirarki mengenai mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting dari nilai-nilai tersebut serta mempunyai penilaian tersendiri dari tiap-tiap kategori.&lt;br /&gt;     Bila masyarakat Indonesia dikehendaki untuk maju, maka kita pun harus memusatkan perhatian kepada nilai-nilai yang relevan dengan masyarakat modern yang sedang dikembangkan. Dibandingkan dengan masyarakat tradisional maka masyarakat modern mempunyai indikator-indikator sebagti berikut: (a) lebih bersifat analitik di mana sebagian besar aspek kehidupan bermasyarakat didasarkan kepada asas efisiensi baik yang bersifat teknis maupun ekonomis, dan (b) lebih bersifat individual daripada komunal terutama ditinjau dari segi pengembangan potensi manusiawi dan masalah survival.&lt;br /&gt;     Indikator pertama memberikan tempat yang penting kepada nilai teori dan nilai ekonomi. Nilai teori ini terutama sekali berkaitan erat dengan aspek penalaran (reasoning), ilmu dan teknologi. Sedangkan nilai ekonomi berpusat kepada penggunaan sumber dan benda ekonomi secara lebih efektif dan efisien berdasarkan kalkulasi yang bertanggung jawab umpamanya pola konsumsi masyarakat. Indikator kedua menimbulkan pergeseran dalam nilai sosial dan nilai kekuasaan (politik). Kedua nilai ini harus lebih berorientasi kepada kepercayaan pada diri sendiri serta keberanian untuk mengambil keputusan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-6947919894742726181?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/6947919894742726181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/filsafat-ilmu-dan-komponennya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6947919894742726181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6947919894742726181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/filsafat-ilmu-dan-komponennya.html' title='Filsafat Ilmu dan Komponennya'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-8723985525581238501</id><published>2009-02-04T12:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T12:37:25.723+07:00</updated><title type='text'>Gambaran Pendidikan Di Indonesia Pada Zaman Belanda (VOC)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     Setelah bangsa Belanda masuk ke Indonesia, maka berhasillah mereka mengusir orang-orang Portugis dari Indonesia. Mula-mula mereka bermaksud untuk berdagang, sehingga lama kelamaan berusaha mendirikan persekutuan dagang yang disebut VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Agama Katholik yang disebarkan oleh orang Portugis diganti dengan agama Protestan. Untuk ini maka didirikanlah sekolah-sekolah seperti : di Ambon, ternate dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha-usaha permulaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Tahun 1607 VOC mendirikan sekolah yang pertama di Ambon. Pelajaran yang diberikan ialah : membaca, menulis dan sembahyang. Gurunya : orang-orang Belanda dan kemudian anak kepala-kepala adat di Ambon yang telah dididik menjadi guru. Bahasa pengantar mula-mula bahasa Belanda dan kemudian bahasa Melayu. Murid-muridnya : Tiap-tiap kelas berisi 30 a 40 orang, dan tiap-tiap murid diberi beras 1 pon setiap hari, agar mereka rajin ke sekolah. Lama pelajaran : tidak ditentukan. Pengawasan : dilakukan oleh pendeta-pendeta. Guru-gurunya kebanyakan merupakan pejabat-pejabat gereja.&lt;br /&gt;     Tahun 1627 di Ambon sudah ada 16 sekolah dan 18 sekolah disekitarnya, dengan jumlah murid ± 1300 orang. Sekolah-sekolah di luar Ambon tersebut antara lain di Timor, P. Sewu, P. Kei, P. Aru dan sebagainya. Tentang keadaan di P. Jawa, hubungan Kompeni dengan rakyat tidak begitu erat seperti di Maluku, sebab P. Jawa sedikit sekali menghasilkan rempah-rempah dan untuk ini cukup berhubungan dengan raja-raja saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekolah pertama di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Tahun 1617 didirikan sekolah pertama di Jakarta. Lama sekolah 5 tahun, dan mempunyai murid 92 laki-laki dan 45 perempuan. Tujuan sekolah : untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang cakap, yang kelak dapat dipekerjakan pada pemerintah, administrasi dan gereja. Bahasa pengantar : Bahasa Belanda. Sesudah tahun 1786 barulah dipergunakan bahasa Melayu. Murid-muridnya diutamakan dari anak-anak pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keadaan jumlah murid sekolah VOC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Batavia = 639 orang; Pantai utara Pulau Jawa = 327 orang; Makasar = 50 orang; Timor = 593 orang. Sumatera Barat  = 37 orang; Cirebon = 6 orang; Banten = 5 orang; Maluku = 1057 orang; dan Ambon = 3966 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYELENGGARAAN SEKOLAH-SEKOLAH BUMI PUTERA SESUDAH 1850.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan putusan tahun 1848, pemerintah kolonial menghadapi 2 macam kesulitan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bahasa pengantar, akhirnya diputuskan bahwa bahasa pengantar di sekolah-sekolah ialah bahasa daerah, sedang bahasa Melayu diberikan sebagai mata pelajaran.&lt;br /&gt;   2. Kekurangan tenaga guru, untuk mengatasi hal ini pada bulan April 1852 dibuka Kweekschool (sekolah guru pertama di Surakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekolah-sekolah Belanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Anak-anak Indonesia dan Tionghoa yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh gubernur jenderal dapat diterima di sekolah ini.&lt;br /&gt;     Tahun 1879, timbullah usaha-usaha baru. Di karesidenan Surakarta dan Yogyakarta dibuka sekolah-sekolah bumiputera. Di Padang dan Bukittinggi dibuka sekolah Gadis, kemudian ditutup tahun 1885. Kemudian timbul pula 2 jenis sekolah baru, yaitu :&lt;br /&gt;   1. Speciale School (sekolah istimewa). Sekolah ini merupakan bentuk peralihan antara sekolah Belanda dan sekolah Bumiputera. Kepala sekolahnya orang Belanda, sedang guru-gurunya bangsa Indonesia. Bahasa pengantarnya bahasa Belanda. Sekolah-sekolah ini didirikan di Ambon (1869), Depok (1873), Magelang (1879).&lt;br /&gt;   2. Hoofden School (Sekolah Menak). Sekolah ini untuk anak-anak dari lapisan atas saja, dan merupakan tempat pendidikan calon-calon pegawai. Adapun pelajarannya sama dengan di sekolah rendah, hanya ditambah : ilmu ukur tanah. Bahasa pengantar : bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Sekolah ini didirikan di Tondano, Bandung, Magelang dan Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekolah-sekolah Bumiputera kelas II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Di samping sekolah-sekolah Desa dan sekolah-sekolah Vervolg, maka sekolah-sekolah Bumiputera kelas II tetap berdiri terus. Pada tahun 1902 lama belajar dijadikan 5 tahun. Tujuannya : mendidik calon pegawai pada perusahaan, atau sebagai pegawai negeri rendahan. Tahun 1929 semua sekolah-sekolah kelas II diubah menjadi sekolah-sekolah desa dengan sekolah-sekolah vervolgnya.&lt;br /&gt;     Maka jelas tampak pada kita adanya 3 susunan pengajaran rendah bagi anak-anak Indonesia :&lt;br /&gt;1. Sekolah Desa, bagi anak-anak rakyat jelata.&lt;br /&gt;2. Sekolah kelas II, yang kemudian diubah menjadi sekolah Vervolg.&lt;br /&gt;3. Sekolah kelas I, yang sejak tahun 1914 dijadikan HIS, bagi priyayi dan anak-anak terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mulo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Lanjutan dari HIS adalah MULO (Meer Ultgebreid Lager Onderwijs), yang sejak zaman Jepang hingga sekarang bernama SMP. Lama belajar 3 tahun. Tujuannya : menjadi onderbouw (tingkatan bawah) dari sekolah-sekolah kejuruan menengah/ pengajaran menengah. Sebenarnya sejak tahun 1903 telah didirikan kursus Mulo yang memberi pelajaran lanjutan khusus anak-anak  Belanda. Lama belajarnya 2 tahun, namun kemudian diubah menjadi 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.M.S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Untuk memberi kemungkinan pada pemuda-pemuda Indonesia untuk melanjutkan pelajaran yang lebih tinggi, maka didirikanlah sekolah tingkatan menengah yang diberi nama AMS (Algemene Middelbare School). Pada zaman Jepang sekolah ini dinamakan Sekolah Menengah Tinggi, dan sejak kemerdekaan disebut Sekolah Menengah Atas (SMA).&lt;br /&gt;AMS ini dibagi menjadi 2 bagian :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagian     A&lt;/span&gt;     : Ilmu Pengetahuan Kebudayaan, terdiri dari :&lt;br /&gt;                A I      : Bagian Kesusasteraan Timur.&lt;br /&gt;                A II    : Bagian Klasik Barat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagian     B &lt;/span&gt;    : Ilmu Pengetahuan Kealaman&lt;br /&gt;     AMS pertama didirikan pada tahun 1919 di Yogya (bagian B). Pada tahun 1920 didirikan bagian A di Bandung, dan pada tahun 1926 bagian AI di Surakarta. Untuk AMS bagian B sederajat dengan HBS 5 tahun (Hogere Burger School). Yaitu pengajaran khusus anak-anak Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDIDIKAN GURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Karena adanya beberapa jenis sekolah rendah, maka pendidikan gurunyapun bermacam-macam pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Untuk Sekolah Desa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan akan guru-guru sekolah Desa, maka diadakanlah:&lt;br /&gt;   1. Sistem magang : Diadakan di sekolah kelas II (Vervolg) dipimpin oleh Kepala Sekolah (Mantri Guru). Pemagang adalah tamatan sekolah kelas II, kemudian  menempuh ujian PO (Premic Opleiding). Yang diujikan terutama praktek mengajar. Setelah lulus diangkat sebagai guru bantu sekolah desa, dengan surat keputusan Bupati. Sistem ini berakhir tahun 1921.&lt;br /&gt;   2. CVO (Cursus Volka Onderwijzer) : Lama belajar 2 tahun, dengan bahasa pengantar bahasa daerah. Murid-muridnya terdiri dari tamatan Vervolg atau sekolah kelas II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Untuk Sekolah Vervolg (Sekolah kelas II)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sistem magang : Diselenggarakan di sekolah Vervolg (kelas II). Pemagang adalah tamatan sekolah vervolg. Pimpinan dipegang oleh Mantri guru. Kemudian pemagang menempuh ujian untuk mencapai ijazah GB (Guru Bantu Biasa), yang menguji adalah inspektur. Pemegang ijazah GB diangkat menjadi pegawai negeri dan mempunyai wewenang mengajar sampai kelas IV.&lt;br /&gt;   2. Normal cursus 2 tahun : Pengikut-pengikut kursus ini adalah para magang yang memiliki ijazah CVO. Kursus diberikan petang hari, pada beberapa kota besar. Setelah memiliki ijazah Noormal cursus ini mereka kemudian diangkat menjadi pegawai negeri. Bahasa pengantarnya adalah bahasa daerah.&lt;br /&gt;   3. Normal school : (NS)&lt;br /&gt;     Didirikan tahun 1914. Yang diterima menjadi murid ialah lulusan sekolah vervolg atau sekolah kelas II. Lama belajar 4 tahun. Bahasa pengantar : bahasa daerah. Lulusan NS mempunyai wewenang mengajar sampai kelas tertinggi.&lt;br /&gt;   4. Kweekschool (KS)&lt;br /&gt;     Lulusan HIS dan yang sederajat dapat diterima menjadi murid di sekolah ini. Lama belajar 6 tahun, kemudian 5 tahun, dan akhirnya 4 tahun. Bahasa pengantarnya : bahasa Belanda . Tamatan KS mempunyai wewenang mengajar sampai kelas tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Untuk HIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a.  NS (Normalschool).&lt;br /&gt;b. KS (Kweekschool).&lt;br /&gt;c.  HKS (Hogere Kweekschool).&lt;br /&gt;     Sekolah ini didirikan tahun 1914 dan ditutup tahun 1932. Menerima lulusan KS dan MULO. Lama belajar 3 tahun. Bahasa Pengantar : bahasa Belanda.&lt;br /&gt;d. HIK (Holland Inlandse Kweekschool)&lt;br /&gt;    Didirikan tahun 1927. Menerima murid dari HIS untuk bagian rendah dan dari Mulo untuk bagian tinggi/ atas. Lama belajar 6 tahun sesudah HIS, yang terdiri 3 tahun di bagian rendah dan 3 tahun di bagian atas. Bahasa pengantar : bahasa Belanda.&lt;br /&gt;e.  Kasus Hoofdacte.&lt;br /&gt;     Yang dapat mengikuti kursus ini ialah tamatan HKS dan HIK. Lama belajar 2 tahun. Pemilik ijazah ini menjadi kepala HIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGAJARAN TINGGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Karena terdesak oleh kebutuhan akan tenaga insinyur, maka akhirnya didirikan :&lt;br /&gt;   1. Sekolah Tehnik Tinggi.&lt;br /&gt;Didirikan di Bandung tahun 1920 oleh sebuah yayasan yang diberi nama ”Tecnische Hoge School” (THS). Lama belajar 5 tahun, dan merupakan sekolah tinggi yang pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;   2. Sekolah Hakim Tinggi&lt;br /&gt;Bangsa Belanda menamakan : Rechtskundige Hoge School (RHS). Dibuka di Jakarta tahun 1924. Lama belajar 5 tahun. Yang diterima tamatan AMS. Tamatan dari sekolah ini dijadikan jaksa atau hakim pada pengadilan. Tetapi mereka belum bergelar Mr  (SH).&lt;br /&gt;   3. Sekolah Tabib Tinggi (Geneeskundige Hoge School = GHS).&lt;br /&gt;Didirikan d Jakarta tahun 1927. Lama belajar 7 tahun. Yang diterima adalah lulusan AMS atau HBS 5 tahun. Sekolah ini jelmaan dari Stovia (sekolah dokter Jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;USAHA-USAHA DALAM LAPANGAN PENDIDIKAN KEBANGKITAN NASIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Para pemimpin pergerakan Nasional insyaf perlunya pendidikan nasional, dan pendidikan yang bersifat nasional ini harus segera dimasukkan ke dalam perjuangannya. Maka lahirlah sekolah-sekolah swasta atau usaha-usaha perintis kemerdekaan.&lt;br /&gt;Sekolah ini ada dua macam :&lt;br /&gt;1. Sekolah-sekolah yang sesuai dengan haluan politik, yaitu :&lt;br /&gt;     a.  Taman siswa, yang mula-mula didirikan di Yogyakarta.&lt;br /&gt;     b. Sekolah Serikat Rakyat di Semarang, yang berhaluan komunis.&lt;br /&gt;     c. Ksatrian Institut, di Bandung.&lt;br /&gt;     d. Perguruan rakyat di Jakarta dan Bandung.&lt;br /&gt;2. Sesuai dengan tuntutan agama, yaitu :&lt;br /&gt;     a. Sekolah-sekolah Serikat Islam.&lt;br /&gt;     b. Sekolah-sekolah Muhammadiyah.&lt;br /&gt;     c. Sekolah Sumatera Tawalib, di Padangpanjang.&lt;br /&gt;     d. Sekolah-sekolah Nahdatul Ulama’.&lt;br /&gt;     e. Sekolah-sekolah Persatuan Umat Islam (PUI) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang didirikan pada tanggal 18 Nopember 1912 di Yogyakarta oleh K.H. Ahmad Dahlan. Asas persyarikatan tersebut ialah :&lt;br /&gt;- Asas gerak amalnya : Islam.&lt;br /&gt;- Asas tujuannya : mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;- Asas perjuangannya : Dakwah Islamiyah, amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan kebajikan dan mencegah kejahatan) dalam bidang kemasyarakatan.&lt;br /&gt;- Asas usahanya : mencakup semua bidang kegiatan dan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Muhammadiyah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Memperluas dan mempertinggi pendidikan agama Islam modern, serta memperteguh keyakinan tentang agama Islam, sehingga terwujudlah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha-usahanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mendirikan sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, dibawah pimpinan bagian pengajaran. Sekolah-sekolah tersebut disamping memberikan pelajaran agama Islam, juga pelajaran-pelajaran sebagaimana di sekolah-sekolah umum/ negeri.&lt;br /&gt;2. Memperluas pengajian-pengajian, dibawah pimpinan bagian tabligh, menyebarkan bacaan-bacaan agama, mendirikan masjid, madrasah, pesantren dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Mendirikan rumah-rumah yatim piatu, rumah sakit dan poliklinik-poliklinik untuk memelihara kesehatan rakyat, di bawah asuhan PKU (Pertolongan Kesengsaraan Umum).&lt;br /&gt;4. Selain tersebut diatas ada pula bagian-bagian lain seperti bagian wanitanya dinamakan Aisyiyah, bagian pemudanya dinamakan pemuda Muhammadiyah. Semboyan Muhammadiyah : Sedikit bicara, banyak bekerja. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Pendidikan Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pendidikan Muhammadiyah berasaskan Islam, berpedoman Qur’an dan Hadits. Tujuannya : membentuk manusia muslim berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri dan berguna bagi masyarakat. Sebagai seorang muslim harus mempunyai ciri-ciri:&lt;br /&gt;- berjiwa tauhid yang murni.&lt;br /&gt;- beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;- berbakti kepada orang tua dan baik kepada kerabatnya.&lt;br /&gt;- memiliki akhlak yang mulia dan halus perasaannya.&lt;br /&gt;- berilmu pengetahuan dan mempunyai kecakapan.&lt;br /&gt;- cakap  memimpin keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar-dasar pendidikan Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Kemasyarakatan : Artinya memikirkan aspek masyarakat di samping aspek individu. Maksudnya agar anak-anak kelak tidak menjadi orang  yang setengah-setengah/ canggung dalam masyarakat. Untuk ini maka harus dididik supaya dapat berdiri sendiri (selfstanding) dan tidak menjadi parasit.&lt;br /&gt;   2. Tajdid (progressivitas) = pembaruan. Artinya kita usahakan nilai-nilai dan cara-cara baru, agar perguruan itu tetap up to date.&lt;br /&gt;   3. Aktivitas : anak-anak dididik menjadi orang yang aktif dengan latihan-lathan kerja, juga dalam kerja kelompok dan sebagainya. Kita ubah sistem guru sentris menjadi paedocentris (berpusat pada anak).&lt;br /&gt;   4. Kreativitas : Yaitu menimbulkan daya cipta dengan memberikan beberapa mata pelajaran, misalnya teknologi.&lt;br /&gt;   5. Optimisme : Artinya bila syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi, kita bersangka baik terhadap hasil pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelenggaraan sekolah-sekolah Muhammadiyah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pada zaman Belanda sudah mempunyai bagian, misalnya sekolah Bustanul Atfal (TK), sekolah kelas II, HIS, Mulo, Kweekschool dan AMS.&lt;br /&gt;- Sekolah-sekolah agama misalnya : Ibtidaiyah (SD), Tsanawiyah (SLTP), Mualimin/ Mu’alimat (SPG) dan sebagainya.&lt;br /&gt;-  Pada zaman Jepang sekolah-sekolahnya berjalan terus tapi terjadi kegoncangan-kegoncangan di sana-sini.&lt;br /&gt;- Pada zaman kemerdekaan lebih berkembang lagi, sehingga mempunyai bagian-bagian sebagai berikut : Madrasah Ibtida’iyah, Tsanawiyah, Diniyah, Mu’alimin/ Mu’alimat, TK, SD, SMEP, SMEA, SMA, SMOA, SKKP, SKKA, IKIP dan masih ada lagi.&lt;br /&gt;   Tidak sedikit jumlah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mendapat subsidi dari pemerintah, dan juga mendapat bantuan/ sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAMAN SISWA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Riwayat hidup Ki Hajar Dewantara :&lt;br /&gt;Kihajar Dewantara dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 8 Mei 1889 sebagai putera KPH. Suryaningrat dan cucu dari Pakualam III.&lt;br /&gt;     Nama aslinya : RM. Suwadi Suryaningrat, dan pada usia 40 tahun ia berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Dialah pencipta perguruan Nasional. Taman siswa yang didirikan pada tanggal 3 juli 1922.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar Taman Siswa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar pendidikan dan pengajaran Taman Siswa ialah Panca Darma Taman Siswa, disusun tahun 1947. Dasar-dasar itu ialah :&lt;br /&gt;1. Asas Kemerdekaan :&lt;br /&gt;Harus diartikan disiplin pada diri sendiri oleh diri sendiri, atas dasar nilai hidup yang tinggi, baik hidup sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;2. Asas Kodrat Alam :&lt;br /&gt;Berarti bahwa pada hakikatnya manusia itu sebagai makhluk adalah satu dengan kodrat alam ini. Ia tidak bisa lepas dari kehendaknya, tetapi akan mengalami bahagia, jika bisa menyatukan diri dengan kodrat alam yang mengandung kemajuan itu. Karena itu hendaklah tiap anak dapat berkembang dengan sewajarnya.&lt;br /&gt;3. Asas Kebudayaan :&lt;br /&gt;Ini tidak berarti asal  memelihara kebudayaan kebangsaan, tetapi pertama-tama membawa kebudayaan kebangsaan itu ke arah kemajuan yang sesuai dengan kecerdasan zaman kemajuan dunia, dan kepentingan hidup rakyat lahir batin.&lt;br /&gt;4. Asas Kebangsaan :&lt;br /&gt;Tidak boleh  bertentangan dengan kemanusiaan, malahan harus menjadi bentuk dan perbuatan kemanusiaan yang nyata. Dan oleh karena itu tidak mengandung arti permusuhan dengan bangsa lain, melainkan mengandung rasa satu dengan bangsa sendiri, rasa satu dalam suka dan duka, rasa satu dalam kehendak menuju ke arah kebahagiaan lahir batin seluruh bangsa.&lt;br /&gt;5. Asas Kemanusiaan :&lt;br /&gt;Menyatakan bahwa darma tiap-tiap manusia itu adalah mewujudkan kemanusiaan, yang harus terlihat pada kesucian hatinya dan adanya rasa cinta kasih terhadap sesama manusia dan terhadap makhluk Tuhan seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat Ke- Taman Siswa-an :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Sebutan Ki, Nyi, dan Ni.&lt;br /&gt;     Maksudnya : menghilangkan perbedaan tingkat pada anggota keluarga Taman Siswa, dan karenanya melaksanakan prinsip demokrasi dalam hidup pergaulan sehari-hari.&lt;br /&gt;Ki  bagi sekalian anggota kaum pria.&lt;br /&gt;Nyi  bagi angggota kaum wanita yang sudah bersuami.&lt;br /&gt;Ni  bagi anggota wanita yang belum bersuami.&lt;br /&gt;   2. Tentang melenyapkan imbangan “majikan-buruh”.&lt;br /&gt;     Guru-guru tidak menerima gaji, tetapi dapat nafkah, yakni biaya hidup yang diperhitungkan menurut  kebutuhan-kebutuhan hidup yang nyata.&lt;br /&gt;   3. Tentang urusan kekeluargaan : hampir seluruh aturan untuk memelihara kekeluargaan Taman Siswa tidak bersandarkan peraturan-peraturan tertulis, namun pada mulanya semata-mata timbul sebagai adat kebiasaan, sedangkan dasar-dasarnya ialah : Demokrasi serta keadilan sosial dalam lingkungan cita-cita perikemanusiaan dan kodrat alam.&lt;br /&gt;   4. Sebutan ibu dan bapak : Murid-murid menyebut ibu atau bapak kepada guru-gurunya/ pamongnya.&lt;br /&gt;   5. Pengertian demokrasi : yang dimaksud bukan demokrasi secara barat yang dioper secara mentah-mentah, melinkan harus ditempatkan di bawah pimpinan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagian-bagian sekolah Taman Siswa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Taman Indriya (Taman kanak-kanak) : umur 5-6 tahun.&lt;br /&gt;   2. Taman Anak (kelas I-III) : umur 6-10 tahun.&lt;br /&gt;   3. Taman Muda (kelas IV-VI SR) : umur 10-13 tahun.&lt;br /&gt;   4. Taman Dewasa (SMP).&lt;br /&gt;   5. Taman Madya (SMA).&lt;br /&gt;   6. Taman guru BI : calon guru SD.&lt;br /&gt;      Taman guru BII (1 tahun sesudah TamanGuru BI)&lt;br /&gt;      Taman guru BIII ( 1 tahun sesudah Taman Guru BII)&lt;br /&gt;      Taman guru Indriaya (SLTP + 2 tahun) ................&lt;br /&gt;   7. Taman Masyarakat, Taman Tani, Taman Rini (untuk wanita).&lt;br /&gt;   8. Taman Karti (untuk pertukangan), yang diadakan di beberapa tempat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bentuk organisasi pendidikan Taman Siswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sesuai dengan sifat pendidikannya (kultural-nasional), maka TS sebagai organisasi pendidikan berbentuk :&lt;br /&gt;   1. Perguruan : Tempat berguru, tempat murid-murid mendapat pendidikan, dan juga tempat kediaman guru. Jadi gedung perguruan disamping tempat mengajar, juga tempat anak-anak berkumpul dengan gurunya sehabis berguru. Juga tempat pertemuan perayaan dan sebagainya. Ruang-ruang dibuat praktis, dinding-dinding antar kelas mudah dibuka sehingga merupakan ruangan yang luas.&lt;br /&gt;   2. Pondok-asrama : selain guru-guru juga murid-murid yang berasal dari lain tempat, berdiam di perguruan yang sudah bersifat asrama. Pondok asrama ini menjadi salah satu alat pendidikan di TS. Pondok untuk anak laki-laki disebut Wisma Pria, sedang untuk anak-anak perempuan Wisma Rini. Pondok itu selalu berada di bawah pengawasan para guru dan sifat kekeluargaan tetap terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isi Kurikulum Taman Siswa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Isi kurikulum/ rencana pelajaran TS bersifat kultural nasional. Tiap-tiap mata pelajaran diberikan sebagai bagian dari peradaban bangsa , dan dimana perlu harus memperbaiki syarat-syarat keadaban untuk disesuaikan dengan zaman. Pemuda-pemuda tidak boleh dikekang oleh ikatan tradisi dan konvensi yang dapat menghambat pesatnya kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;- Segala pelajaran harus dapat membangkitkan perasaan cinta kepada tanah air dan bangsa. Untuk ini dipentingkan sekali : nyanyian-nyanyian Nasional, ceritera-ceritera pahlawan bangsa, darmawisata, dan sebagainya.&lt;br /&gt;- Di samping pendidikan kecerdasan, dipentingkan juga penjagaan dan latihan kesusilaan serta  pendidikan kebudayaan yang bersifat kebangsaan.&lt;br /&gt;- Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa pengantar diwajibkan, dan bahasa daerah yang penting diajarkan secukupnya dalam daerahnya masing-masing. Adapun bahasa asing diberikan untuk keperluan melanjutkan pelajaran dan menambah perhubungan dengan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semboyan-semboyan Taman Siswa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Semboyan-semboyan diberikan dalam bentuk sastra, lukisan atau kesenian lainnya, sehingga akan mudah mengingatnya. Hal ini penting untuk perkembangan pribadi anak-anak, bukan hanya fikirannya, tapi juga perasaannya. Semboyan-semboyan itu diantaranya :&lt;br /&gt;1. Lawan sastra ngesti mulya : (Dengan kecerdasan jiwa menuju ke arah kesejahteraan). Inilah semboyan TS yang pertama dan yang menjelaskan maksud berdirinya TS tahun 1922 (1852 Jw).&lt;br /&gt;2. Suci tata ngesti tunggal : (Dengan kesucian dan ketertiban menuju kesatuan). Menjelaskan terjadinya TS pada tahun 1923 (1854).&lt;br /&gt;3. Tut wuri handayani : (mengikuti di belakang sambil memberi pengaruh). Maksudnya : Biarkan anak mencari jalan sendiri, jangan ditarik-tarik dari depan. Bila anak salah jalan barulah pamong boleh mencampurinya. Kemajuan sejati hanya dapat  diperoleh dengan perkembangan kodrati. Tak perlu menggunakan perintah, paksaan dan hukuman. Dasar kodrat alam dan dasar kemerdekaan kemudian mewujudkan ”sitem among”. Tugas guru sebagai pamong ialah : Tetap mempengaruhi anak didik dengan memberi kesempatan kepadanya untuk berjalan sendiri. Pamong hanya wajib menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalan anak-anak, apabila mereka sendiri tidak bisa menghindari bahaya-bahaya yang mengancam keselamatannya.&lt;br /&gt;4. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani : (Di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan anak, di belakang memberi pengaruh).&lt;br /&gt;5. Tertib dan damai : TS mendasarkan pendidikannya kepada tata tertib dan damai : Lahirnya tiada terperintah, batinnya dapat memerintah sendiri, dan juga berdiri atas kekuatan sendiri.&lt;br /&gt;6. Kita berhamba kepada sang anak : pendidik dengan ikhlas dan tidak terikat oleh apapun juga, mendekati si terdidik untuk mengorbankan diri kepadanya. Jadi guru untuk murid dan bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;7. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung  : segala yang menghalangi akan hancur. Semboyan ini akan dipakai untuk memperteguh kemauan.&lt;br /&gt;8. Tetep, antep, mantep : Ketetapan pikiran dan batin menentukan kualitas seseorang. Jika tetap dan antep telah ada, maka mantep akan datang juga.&lt;br /&gt;9. Ngandel, kandel, kendel, dan bandel : Percaya akan memberikan pendirian yang tegak. Maka kemudiannya kendel (berani) dan bandel (tidak lekas ketakutan) akan menyusul sendiri.&lt;br /&gt;10. Neng, ning, nung, nang : Kesucian fikiran dan kebatinan yang didapat dengan ketenangan hati, itulah yang mendatangkan kekuasaan. Dan kalau sudah ada ketiga-tiganya itu maka kemenangan akan menjadi bagian kita.&lt;br /&gt;11. Bibit, bebed, bobot : Menganjurkan pemilihan yang seksama di dalam menentukan calon anak menantu. Pilihan bibit yang sehat, jenis yang baik dan berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yayasan Dewantara (Dewantara Foundation).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Didirikan tahun 1960 dan diketuai oleh Sarino Mangunpranoto. Yayasan ini bergerak dalam  lapangan pendidikan dan pengajaran. Usaha yang  pertama dijalankan adalah Pendidikan Karya (Sekolah Karya) dan kemudian Akademi Farming (Pertanian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekolah karya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya : mendidik warga negara agar dapat berdiri sendiri, serta memberi kecakapan-kecakapan dan rasa tanggung jawab untuk menjadi pilot bagi kelilingnya dan ikut membangun daerahnya menuju Indonesia yang adil dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar-dasar Sekolah Karya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  dipentingkan pendidikan spiritual, untuk mewujudkan kepribadian yang berwatak.&lt;br /&gt;-  menyajikan bahan pengajaran yang rasional dan fungsional.&lt;br /&gt;- mementingkan oto-aktivitas dengan menjalankan karya tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan pelajaran meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- kecakapan praktis dan pengalaman.&lt;br /&gt;- kerja nyata untuk menyaksikan sendiri.&lt;br /&gt;- Menempatkan pendidikan sebagai suatu bagian dari masyarakat.&lt;br /&gt;     Di Yogyakarta sebagai ajang kiprah Ki Hajar Dewantoro semasa pergerakan lalu, juga tak ditemukan nama jalan Ki Hajar Dewantara atau taman umum Ki Hajar Dewantara. Yang ada hanya jalan Taman Siswa di bilangan Kecamatan Mergangsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macamnya Sekolah Karya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Sekolah karya pertanian&lt;br /&gt;- Sekolah karya industri&lt;br /&gt;- Sekolah karya laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akademi Farming :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Telah didirikan di Semarang. Yang menerima lulusan SMA/ B dan yang sederajat. Lulusan akademi tersebut kecuali dapat berdiri sendiri, diharapkan bersedia mendirikan sekolah karya pertanian tingkat menengah atau menjadi pengasuhny. Mereka dapat pula menjadi guru SLP dan SLA bagian skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PESANTREN PERSATUAN ISLAM (PERSIS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt; Persis didirikan di Bandung pada tahun 1923 Mula-mula diketuai A. Hasan, sedangkan penasihatnya ialah M. Natsir, yang juga bekerja sebagai guru.&lt;br /&gt;     Persis bertujuan mempersiapkan calon-calon ulama yang tidak kaku menghadapi masyarakat, serta menghasilkan muballigh yang memiliki kemampuan menyiarkan dan membela agama Islam.&lt;br /&gt;     Dengan mengembalikan ajaran Islam kepada Qur’an dan Sunnah, Persis sangat giat membersihkan Islam dari bermacam-macam bid’ah dan khurafat, serta memberikan pengertian tentang hukum-hukum Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;     Untuk mencapai tujuan tersebut, didirikanlah pesantren dan madrasah. Sampai kini Persis  di Bandung masih menggunakan nama pesantren, walaupun untuk madrasahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelenggraan sekolah-sekolahnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Tingkat Ibtidaiyah : lama belajar 6 tahun. Mulai kelas IV telah menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.&lt;br /&gt;   2. Tingkat Tajhiyah : Menampung lulusan SD untuk menyiapkan diri selama 2 tahun untuk ikut masuk Tsanawiyah. Disini 100 % dimatangkan agama dan bahasa Arab.&lt;br /&gt;   3. Tingkat Tsanawiyah : Lama pelajaran 3 tahun. Disini sudah diberi pelajaran bahasa Inggris. Setingkat dengan SLTP.&lt;br /&gt;   4. Tingkat Mu’alimin : Menerima lulusan Tsanawiyah, lama belajar 3 tahun. Kecuali praktek mengajar diberikan pula praktek tabligh dan kepemimpinan. Setingkat dengan SLTA.&lt;br /&gt;   5. Tingkat Aliyah : bertujuan memantapkan ilmu pengetahuan dengan menerima lulusan Mu’alimin. Lama belajar 3 tahun. Sejajar dengan perkembangan Persis, disana sini didirikan pesantren dan madrasah-madrasah yang menitik beratkan ilmu pengetahuan agama. Setingkat pula dengan SLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAHDATUL ULAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Nahdatul Ulama (NU) didirikan tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya. Salah seorang ulama yang turut membangun perkumpulan NU tersebut ialah : KH. Hasyim Asy’ari, yang pernah menjadi Raisul Akbar dalam perkumpulan tersebut. Karena usahanya NU menjadi perkumpulan ulama terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K.H. Hasyim Asy’ari (1871-1947).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Dilahirkan pada tahun 1871 di Jombang, Jawa Timur. Telah berturut-turut dan bertahun-tahun bermukim di Mekkah untuk menuntut ilmu agama Islam dan Bahasa Arab. Untuk melaksanakan cita-citanya, maka pada tahun 1899 ia membuka pesantren Tebu Ireng di Jombang, yang nanti menjadi pesantren terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesantren Tebuireng :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pada mulanya pesantren ini hanya mempunyai santri sebanyak 28 orang saja, dan yang dipentingkan hanya pengajaran agama dan bahasa Arab. Pembaharuan Tebuireng dimulai sejak 1919 dengan dibukanya madrasah Salafiah, yang merupakan tangga untuk sampai pada tingkat menengah pesantren Tebuireng.&lt;br /&gt;     Tahun 1929 K.H. Ilyas ditunjuk sebagai kepalanya, dan dimasukkannya pengetahuan umum ke dalam madrasah Salafiyah, seperti membaca, menulis, bahasa Indonesia, ilmu bumi, sejarah dan sebagainya. Usahanya yang progressif ini mendapat tantangan dan rintangan dari ulama-ulama dan orang tua murid yang masih bersifat kolot.&lt;br /&gt;     Tahun 1959 Tebuireng mempunyai murid 1800 orang dan guru-gurunya sebanyak 36 orang. Sekarang disamping pengajaran lama, terdapat madrasah-madrasah modern yang yang terdiri dari beberapa tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan dan usaha :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Tujuan NU sebelum menjadi partai politik : memegang teguh salah satu madzab dari empat imam madzab, yaitu :&lt;br /&gt;1. Syafi’i,   2. Maliki,    3. Hanafi,    4. Hambali. Disamping itu juga mengerjakan apa-apa yang menjadi kemaslahatan untuk agama Islam.&lt;br /&gt;Usahanya : memajukan dan memperbanyak pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah serta mengadakan tabligh-tabligh dan pengajian-pengajian, di samping usaha-usaha sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susunan madrasah-madrasah NU : tahun 1938.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Madrasah Awaliyah (3 tahun), Ibtidaiyah (3 tahun), Tsanawiyah (3 tahun), Mu’alimin Wustha (2 tahun), Mu’alimin Ulya (3 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan NU sesudah menjadi partai politik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Menegakkan syari’at  Islam dengan berhaluan salah satu dari madzab empat.&lt;br /&gt;- Melaksanakan berlakunya hukum-hukum Islam dalam masyarakat.&lt;br /&gt;     Usaha untuk mencapai tujuan tersebut ialah : dengan menyiarkan agama Islam dengan melalui tabligh-tabligh, kursus-kursus dan penerbitan-penerbitan, untuk mempertinggi mutu pendidikan dan pengajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INS (INDONESISCHE NEDRLANDSCHE SCHOOL).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MOH. SYAFEI : 1899-1969.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran :&lt;br /&gt;Pada zaman Belanda INS terbagi tas 2 tingkatan :&lt;br /&gt;   1. Ruang bawah (SD) : Lama belajar 7 tahun. Pelajarannya ada 2 tahun, yaitu teori 75 % dan pelajaran praktek 25 %. Pelajaran diberikan waktu pagi dan sore hari.&lt;br /&gt;   2. Ruang atas (SD) : Lama belajar 6 tahun. Di sini pelajaran ruang bawah diperdalam dan diperluas. Pelajaran praktek meliputi 50 % dari seluruh waktu belajar. Setelah tamat, murid-murid diserahkan langsung kepada masyarakat untuk memberikan darma baktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isi rencana pelajaran yang terpenting :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Mata pelajaran ekspresi (curahan) sangat dipentingkan, seperti menggambar dan musik.&lt;br /&gt;   2. Pelajaran musik meliputi : latihan-latihan seni suara, main biola, guitar, seruling dan sebagainya. Pelajaran menggambar termasuk pula membuat klise dari kayu. Pekerjaan tangan dipakai sebagai bentuk pengajaran. Anak-anak bekerja di bengkel, di kebun, serta menghasilkan barang-barang yang dapat dijual untuk membiayai perguruan.&lt;br /&gt;   3. Pelajaran pendidikan jasmani diberikan secukupnya, meliputi bersenam, sepak bola, tenis meja dan sebagainya.&lt;br /&gt;   4. Pendidikan budi pekerti diberikan dengan menanamkan perasaan keagamaan yang bersih dari sifat-sifat kekolotan dan kepicikan. Dianjurkan agar ditempuh cara hidup modern  yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PONDOK MODERN GONTOR – PONOROGO.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pondok ini merupakan sebuah madrasah yang diselenggarakan secara baru, dan mempergunakan cara-cara mendidik dan belajar menurut system modern. Didirikan tahun 1926 dan kemudian pada tahun 1936 dijadikan pondok modern oleh Imam Zarkasyi. Lama pelajaran : 6 tahun.&lt;br /&gt;     Pelajaran yang diberikan : Ilmu agama, bahasa Arab, dan pengetahuan umum. Mulai kelas III diajarkan ilmu mendidik dan ilmu jiwa, sedang praktek mengajar dimulai kelas V.&lt;br /&gt;     Bahasa Arab dijadikan bahasa pengantar dan bahasa pergaulan sehari-hari. Bahasa Inggrispun dipentingkan pula, bahkan sekarang juga menjadi bahasa pergaulan sehari-hari dalam asrama. Para pelajar mengorganisir sendiri perkumpulan, yang terdiri dari olah raga, kesenian, kesehatan, kepanduan, dan penerangan.&lt;br /&gt;     Segala sesuatu mudah dilaksanakan, karena semua pelajar hidup dalam asrama. Pada tahun 1953 pondok modern ini  mempunyai murid kurang lebih 1.100 orang. Karena pondok modern ini banyak menghasilkan pelajar-pelajar yang banyak berjasa kepada kemajuan agama, masyarakat dan tanah air, maka banyaklah pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh pendidikan dari dalam dan dari luar negeri yang datang mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AL-JAM'IYATUL WASHLIYAH&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;     Didirikan pada tanggal 30 November 1930 di Medan oleh Swadaya pelajar-pelajar dan guru-guru Maktab Islamiyah Tapanuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan : &lt;/span&gt;Melaksanakan tuntutan agama Islam untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usahanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- memperbanyak tabligh, tadzkir dan pengajian-pengajian.&lt;br /&gt;- mendirikan perguruan dan mengatur kesempurnaan pelajaran, pendidikan dan kebudayaan.&lt;br /&gt;Catatan : Pada tahun 1955 Al-Washliyah mempunyai 523 madrasah, dengan 70.000 orang murid, serta 48 buah sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSATUAN UMAT ISLAM (PUI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sebuah perkumpulan Islam yang bersifat sosial dan berpusat di Majalengka Jawa Barat. Didirikan pada tanggal 5 April 1952. PUI merupakan fusi/ peleburan dari 2 perkumpulan Islam, yaitu : Perserikatan umat Islam (1917  di bawah pimpinan K.H.A. Halim Majalengka, dan Al-Ittihadiyatul Islamiyah (AII) di bawah pimpinan KHA. Sanusi Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt; Menuju terlaksananya syari'at Islam menurut madzab ahli Sunnah wal jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usahanya :&lt;/span&gt; pemeliharaan masjid-masjid, surau-surau, pesantren-pesantren dan pengajian-pengajian, memajukan pendidikan dan pengajaran Islam dalam arti yang seluas-luasnya. Di Jawa Barat PUI telah mempunyai 400 madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERGURUAN RAKYAT (PR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari induk pembinanya, PR pada hakikatnya mengikuti aliran PNI di bawah pimpinan Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar :&lt;/span&gt; Sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi, yang kemudian disebut Marhenisme dituangkan dan diproyektir ke dalam pendidikan berunsur kebangsaan untuk perjuangan dan kepercayaan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan pengurus &lt;/span&gt;: Dr. Moh Nazief SH, Prof. Sunaryo SH, Arnold Mononutu, Sartono SH, Moh. Husni Thamrin, RMAA Kusumo Utoyo.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Guru-gurunya&lt;/span&gt; : Prof. Moh. Yamin SH, Dr. AK. Gani, Nur St. Iskandar, Prof. Sugarda Purbakawaca, Suwirya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem pengajarannya&lt;/span&gt;  : Pelbagai sistem dikombinasikan dicampur dan dilaksanakan pada tempatnya masing-masing, diantaranya ialah sistem-sistem Frobel, Montessori, Dalton sebagainya. Semua diambil intisarinya yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan oleh anak-anak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tradisi PR : &lt;/span&gt;Mengadakan hari Istimewa, yaitu hari Sabtu, dimana murid-murid tidak diberi pelajaran, melainkan berolah raga, dan sehabis itu berkumpul di dalam suatu debating club, suatu latihan berpidato dan berdebat tentang sesuatu hal. Biasanya di sekitar pergerakan kebangsaan dan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-8723985525581238501?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/8723985525581238501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/gambaran-pendidikan-di-indonesia-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8723985525581238501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8723985525581238501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/gambaran-pendidikan-di-indonesia-pada.html' title='Gambaran Pendidikan Di Indonesia Pada Zaman Belanda (VOC)'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-8929650049613301647</id><published>2009-02-04T12:05:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T12:09:55.149+07:00</updated><title type='text'>Hadd Menurut Tafsir Ibnu Katsir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. QS. Al-Maidah 38-39&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, Maka Sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  berfirman, memutuskan dan memerintahkan  untuk memotong tangan pencuri, baik laki-laki maupun perempuan.sebagian fuqaha dari kalangan penganut faham Azh-Zahiri berpendapat bahwa jika seseorang mncuri tangannya harus dipotong baik ia mencuri dalam jumlah banyak ataupun sedikit. Yang demikian tersebut didasarkan pada keumuman ayat diatas, mereka tidak memperhatikan batas ukuran tertentu brang yang dicuri dan tida pula pada barang yang dilinduingi atau tidak dilindungi, tatapi mereka hanya melihat pada pencurian&lt;br /&gt;Mereka juga brpegang teguh pada hadist yag ditegaskan dalam Ash-Shahihain, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah melaknat seorang pencuri yang mencuri sebutir telur lalu dipotong tangannya dan mencuri seutas tali, lalu dipotong tangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama masih mempertimbangkan nisab dalam pencurian, meskipun diantara mreka juga masih terdapat perbedaan pendapat mengenai batas ukuran tertentu. Masing-masing dari empat imam berbtas ukurannya adalah 3 dirham murni. Sehingga jika seseorang mencuri dalam jumlah tersebut atau barang yang harganya sama dengan itu atau lebih maka ia harus dipotong tangan. Dalam hal ini Imam Malik bin Anas melandasinya dengan hadist yang diriwayatkan nafi’ dari Ibnu Umar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah pernah memotong tangan pencuri yang mencuri perisai yang berharga tiga dirham”. (hadist ini diriwayatkn oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syafi’I berpendapat bahwa pemotongan tangan pencuri itu adalah sama dengan batas minimum seperempat dinar, atau harga barang yang senilai dengan itu atau lebih yang menjadi dalil pendapat ituy adalah hadist yang dikeluarkan bukhari Muslim melalui jalur sanad az-Zuhri dari amrah dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tangan pencuri tidak dipotong kecuali bila mencuri barang senilai seprempat dinar atau lebih’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa tangan seorang pencuri harus dipotong karena mencuri seharga 10 dirham, atau 1 dinar atau barang yang nilainya setara dengan 10 dirham atau 1 dinar. Pendapat itu diceritakan dari Ali ibnu mas’ud ,ibrahim an-Nakhai dan abu ja’far al-baqir dan sebagian ulama salaf  lainnya berpendapat bahwa tangan  pencuri itu tidak dipotong kecuali jika ia mencuri seperlima yaitu lima dinar atau lima puluh dirham yang demikian itu dinukil dari Said bin Jubair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama telah menjawab pandangan yang dipegang oleh para penganut madzhab azh-Zahiri melalui hadist yang telah lalu dari Abu hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia mencuri telur lalu dipotong tangannya dan mencuri seikat tambang lalu dipotong tangannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama menjawabnya dengan beberapa jawaban diantaranya:&lt;br /&gt;1. Hadist tersebut telah dihapus hukumnya oleh hadist Aisyah. Tetapi sanggahan ini masih terus ditinjau kembali karena tarikh /masa kejadian harus jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. kata baidahah atau telur dalam hadist tersebut ditakwilkan dengan “topi kepala” yang terbuat dari besi, tambang itu ditakwilkan dengan tambang kapal” demikian yang dikemukakan Al-A’amasy atas dasar apa yang diceritakan Imam al-bukhari dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. pencurian itu merupakan sarana menuju jenjang yang lebih besar dari jumlah yang sedikit beralih kejumlah yang lebih banyak lagi yang menyebabkan tangan dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemungkinan hadist itu sebagai berita tentantg kejadian yag terjadi pada masa jahiliyah mereka memotong tangan pencuri baik yang mencuri dalam jumlah sedikit maupun banyak.maka terlaknatlah pencuri yang menyerahkan tangannya yang sangat berharga hanya karena sesuatu yang nilainya sangat rendah lagi hina. Para ulama menyebutkan bahwa ketika Abul Ala al-Ma’arri datang di Bagdad ia dikenal telah mengemukakan pandangan-pandangan yang bermasalah bagi para fuqaha yang mana mereka telah menetapkan nishab pencurian adalah senilai seperempat dinar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-hafidz Abu Hasan ad-daruquthi meriwayatkan dari Abu Hurairah pernah dihadapkan kepda rasulullah seorang pncuri yang mencuri syamlah lalu beliu berkata “Aku kira ia tidak mencuri seketika itu pencuri itu berkata: benar ya Rasulullah saya telah mencuri.kemudian beliau bersabda bawalah orang itu dan potonglah tangannya. Setelah itu obati dan bawa padaku maka tangan orang itu pun dipotong dan kemudian orang itu dibawa kehadapan Rasulullah  lalu beliau berkata; aku telah bertaubat kepada Allah selanjutnya beliau bertutur “Allah telah menerima taubatmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya Allah mempunyai kerajaan langit dan bumi” yaitu Allahlah penguasa semua hakim yang tidak ad seorangpun yang dapat menentang hukumNya dan Dilah Yang Maha Kusa melaksanakan segala yang dikehendakiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Hudud Pencurian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kesetaraan didepan hokum islam merupakan salah satu dasar terpenting management Rasul SAW menanggapi sebuah masyarakat yang memberlakukan hukuman potongan tangan kepada pencuri dari kelas bawah tetapi tidak menerapkannya kepada pencuri kalangan atas Rasul SAW dengan tegas bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah kalau sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Memotong tangan pencuri baik dia orang terhormat atau tidak dan larangan  meminta syafaat dalam hokum Hudud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadist riwayat Aisyah ra :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa orang-orang Qurays sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita makhzum yang mencuri. Mereka berkata: siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah SAW,? Mreka menjawab: siapa lagi yang berani selain Usman, pemuda kesayangan Rasulullah SAW. Maka berbicaralah Usman kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:  Apakah kamu meminta syafaat dalam hudud Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidati: Walau manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka melaksanakan hokum hudud atas dirinya. Demi Allah sekiraya Fatimah putrid Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya”. (HR. Muslim, 3196)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-8929650049613301647?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/8929650049613301647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/hadd-menurut-tafsir-ibnu-katsir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8929650049613301647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8929650049613301647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/hadd-menurut-tafsir-ibnu-katsir.html' title='Hadd Menurut Tafsir Ibnu Katsir'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-7502878867731194562</id><published>2009-02-04T12:02:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T12:05:41.892+07:00</updated><title type='text'>Hikmah Dibalik Syari’at Tayamum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam menciptakan segala sesuatu, Allah SWT selalu menerangkan dengan rinci mengapa sesuatu tersebut diciptakan. Misalnya kita sebagai manusia, makhluk yang paling mulia di antara sekian makhluk-Nya, diutus ke dunia sebagai khalifah pemelihara jagad raya ini. Hal yang demikian tentunya ada hikmah/rahasia tersendiri dibalik penciptaan kita para manusia. Memasuki ranah syariah, sebagai contoh lain, adalah satu item yang dijadikan alternatif oleh kita sebagai pengganti wudlu yang merupakan syarat sahnya sholat yakni tayamum. Dalam tayamum ini pun tersimpan suatu hikmah tertentu yang dirasa perlu diketahui oleh kita agar nantinya dalam pendekatan diri kepada-Nya tidak terdapat ganjalan yang memungkinkan kita “lari” dari syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Apakah pengertian, syarat dan rukun dari tayamum ?&lt;br /&gt;2.    Apakah hikmah dibalik tayamum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Pengertian, Syarat dan Rukun Tayamum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudlu atau mandi, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Pensyari’atan tayamum ini berdasarkan firman Allah dalam Q. S. Al-Nisa’ ayat 43, sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam hal ini terdapat bebebrapa syarat dari tayamum yaitu: pertama, sudah masuk waktu shalat maksudnya tayamum disyariai’atkan untuk orang yang terpaksa. Sebelum masuk waktu shalat ia belum terpaksa, sebab shalat belum waajib atasnya ketika itu. Kedua, sudah diusahakan mencari air tetapi tidak dapat, sedangkan waktu shalat sudah masuk. Kita disuruh bertayamum bila tidak ada air setelah dicari dan yakin tidak ada, kecuali orang sakit yang tidak diperbolehkan memakai air, maka tidak menjadi syarat baginya. Ketiga, dengan tanah yang suci dan berdebu. Dan yang keempat, menghilangkan najis maksudnya sebelum bertayamum itu hendaknya harus bersih dari najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adapun rukun-rukun tayamum ialah niat, mengusap wajah (muka) dengan tanah (debu), mengusap kedua tangan sampai ke siku dengan tanah (debu) dan menertibkan rukun-rukun tersebut. Sedangkan hal-hal yang membatalkan tayamum yaitu setiap perkara yang membatalkan wudlu dan ketika adanya air. Adanya air disini adalah ketika mendaptkan air sebelum shalat, maka batallah tayamum bagi orang yang melakukan tayamum tersebut karena ketiadaan air bukan karena sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Hikmah Tayamum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daintara hal-hal yang dituduh menyelisihi akal adalah masalah tayamum. Maka ada tanggapan bahwa tayamum tidak dapat diterima oleh akal apabila ditinjau dari dua segi, yaitu: pertama, tanah atau debu adalah sesuatu yang kotor, sehingga tidak dapat menghilangkan daki maupun kotoran-kotoran lainnya. Demikian pula tidak dapat membersihkan pakaian. Kedua, tayamum hanya disyari’atkan pada dua anggota badan (wudlu), dan ini tidak sesuai dengan akal logika yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar jika syari’at tayamum itu memang tidak sesuai dengan akal yang picik. Akan tetapi, ia sangat selaras dengan akal yang sehat. Karena sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan air sebagai su,ber utama kehidupan, sementara manusia diciptakan dati tanah. Tubuh kita tersiri dari dua unsur tersebut, yakni air dan tanah. Dan telah pula dijadikan dari dua unsur itu makanan bagi kita. Lalu keduanya dijadikan alat bagi kita untuk bersuci dan beribadah. Tanah adalah materi asal kejadian manusia dan air adalah sumber kehidupan bagi segal sesuatu. Lalu Allah SWT menyusun alam ini dan kedua unsur itu sebagai sumber utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, bahan yang dipakai untuk membersihkan sesuatu dari kotoran dari situasi dan kondisi yang biasa adalah air. Tidak diperkenankan untuk tidak mempergunakan air sebagai bahan pembersih, kecuali pada saat itu air tidak ada, atau karena adanya halangan seperti sakit serta sebab-sebab yang lain (yang dapat dibenarkan oleh syara’). Pada saat kondisi tidak memungkinkan untuk mempergunakan air seperti itu, maka mempergunakan tanah sebagai pengganti air adalah jauh lebih utama dibandingkan dengan yang lain. Hal ini karena tanah adalah saudara kandung air. Meskipun pada lahirnya tanah (debu) nampak kotor, namun ia dapat mensucikan kotoran secara batin. Hal ini diperkuat oleh kemampuan tanah untuk menghilangkan kotoran-kotoran secara lahir ataupun mengurangi kadar kotornya. Ini adalah persoalan yang tidak asing bagi mereka yangilmu yang mendalam, sehingga mampu mengungkap hakikat-hakikat dari sesuatu amalan serta memahami kaitan antara lahir dan batin bersama interaksi yang terjadi diantara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun segi atau pandangan yang kedua, yaiut pensyari’atan tayamum yang hanya pada dua anggota badan (wudlu) tidak sesuai dengan akal, sementara telah diketahui, bahwa tayamum disyari’atkan pada seluruh anggota badan (wudlu) seperti halnya dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, pada hakikatnya pensyari’atan tayamum hanya pada dua anggota badan (wudlu) berada pada puncak kesucian dan keselarasan dengan akal yang sehat, serta mengandung rasia dan hikmah yang cukup mendalam. Karena pada umumnya, melumuri kepala denagna debu (tanah) adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan jiwa yang normal. Oleh sebab itu, perbuatan tersebut umumnya hanya dilakukan orang saat ia ditimpa musibah dan kesulitan. Adapun kedua kaki umumnya adalah anggota badan yang senantiasa bersentuhan dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi lain, menyapukan tanah (debu) kemuka atau wajah merupakan gambaran ketundukan dan pengagungan kepada Allah SWT, dan kerendan hati sangat disukai oleh Allah SWT dan mengandung manfaat yang besar bagi hamba. Oleh sebab itu, diperintahkan bagi setiap hamba untuk sujud dan langsung menempelkan wajahnya langsung ke tanah, dan tidak melakukan sesuatu yang menghalangi wajahnya bersebtuhan dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita telusuri persoalan ini lebih jauh, maka akan nampak bagi kita hikmah lain yang unik, dimana tayamum  disyari’atkan hanya pada dua anggota badan (wudlu) yang wajib dibasuh saat seseorang berwudlu, dan tidak disyari’atkan pada dua anggota badan (wudlu) lain yang boleh untuk dibasuh. Bukankah kaki boleh dibasuh di atas sepatu dan kepala boleh disuh di atas sorban? Maka setelah kepala dan kaki mendapat keringanan dari mencuci menjadi membasuh saat berwudlu, sudah sepatutnya apabila kedua anggota ini juga diberi keringanan atas dasar pengampunan untuk tidak disapu dengan tanah saat melakukan tayamum. Sebab, apabila kepala dan kaki disyari’atkan untuk disapu pula dengan tanah (debu) pada saat bertayamum, niscaya tidak ada keringanan yang terjadi (akan tetapi justru memberatkan). Yang ada hanyalah perpindahan bentu dari menyapu  dengan menyapu dengan tanah (debu). Dan ini menyalahi hikmah pensyari’atan tayamum yang bertujuan memberikan keringanan. Dari sini nampak jelas, bahwa hokum yang ditetapkan oleh syari’at Islam itu demikian sempurna dan adil. Dan inilah timbangan yang benar untuk memahami persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kalau banyak hikmah yang dapat dipetik dari adanya pensyari’atan ini, maka secara singkat  akan diuraikan hikmah-hikmah yang lain diantaranya:&lt;br /&gt;a.    Untuk menunjukkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan, bahwa syariat Islam itu tidak mempersulit umat-Nya. Manusia diperintah melaksanakan ajaran-Nya sesuai dengan kesanggupanmasing-masing. Bila tidak ada air atau dalam keadaan sakit yang tidak boleh menggunakan air, maka Allah memberikan kemurahan dengan memperbolehkan menggunakan debu sebagai pengganti air.&lt;br /&gt;b.    Hikmah yang terdapat pada tanah sebagai pengganti air untuk bersuci antara lain adalah tanah mudah didapat dan juga dapat melemahkan nafsu amarah kita, karena tanah yang biasanya kita injak, pada saat tayamum harus kita sapukan pada wajah kita. Ini berarti menuntut keikhlasan dan kesabaran kita.&lt;br /&gt;c.    Menyadarkan akan asal manusia diciptakan, bahwa dirinya diciptakan dari tanah. Ini berarti menuntut manusia agar bersifat merendahkan diri dan tidak berlaku sombong.&lt;br /&gt;d.    Memberikan kesadaran bahwa tidak ada alas an untuk meninggalkan ibadah. Hal ini juga menunjukkan keluwesan ajaran Islam yang lengkap sesuai dengan kebutuhan manusia. Contohnya, menggunakan debu untuk menghilangkan hadas karena ketidak adaan air  atau udzur menggunakan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya. Syarat-syarat dari tayamum yaitu: sudah masuk waktu shalat, sudah diusahakan mencari air tetapi tidak dapat, sedangkan waktu shalat sudah masuk, dengan tanah yang suci dan berdebu aerta yang terakhir menghilangkan najis. Adapun rukun-rukun tayamum ialah niat, mengusap wajah (muka) dengan tanah (debu), mengusap kedua tangan sampai ke siku dengan tanah (debu) dan menertibkan rukun-rukun tersebut. Sedangkan hal-hal yang membatalkan tayamum yaitu setiap perkara yang membatalkan wudlu dan ketika adanya air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang dapat dipetik dari adanya pensyari’atan tayamum diantaranya yaitu: Pertama, untuk menunjukkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan, bahwa syariat Islam itu tidak mempersulit umat-Nya. Manusia diperintah melaksanakan ajaran-Nya sesuai dengan kesanggupanmasing-masing. Bila tidak ada air atau dalam keadaan sakit yang tidak boleh menggunakan air, maka Allah memberikan kemurahan dengan memperbolehkan menggunakan debu sebagai pengganti air. Kedua, hikmah yang terdapat pada tanah sebagai pengganti air untuk bersuci antara lain adalah tanah mudah didapat dan juga dapat melemahkan nafsu amarah kita, karena tanah yang biasanya kita injak, pada saat tayamum harus kita sapukan pada wajah kita. Ini berarti menuntut keikhlasan dan kesabaran kita. Ketiga, menyadarkan akan asal manusia diciptakan, bahwa dirinya diciptakan dari tanah. Ini berarti menuntut manusia agar bersifat merendahkan diri dan tidak berlaku sombong. Dan yang keempat, memberikan kesadaran bahwa tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah. Hal ini juga menunjukkan keluwesan ajaran Islam yang lengkap sesuai dengan kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparta, H. Mundzier MA. 2002. Fiqih Madrasah Aliyah kelas 1. Semarang: PT Karya Toha Putra&lt;br /&gt;Rasjid, H. Sulaiman. 2006. Fiqih Islam. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo&lt;br /&gt;Ibnu Tamiyah dan Ibnu Qoyim. 2001. Hukum Islam dalam Timbangan Akal dan Hikmah. Jakarta: Pustaka Azzam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-7502878867731194562?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/7502878867731194562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/hikmah-dibalik-syariat-tayamum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7502878867731194562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7502878867731194562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/hikmah-dibalik-syariat-tayamum.html' title='Hikmah Dibalik Syari’at Tayamum'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-4754002956433669554</id><published>2009-02-04T11:57:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T12:01:47.436+07:00</updated><title type='text'>Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Remaja Di Tingkat Sekolah Menengah Ke Atas Menurut Teori Perkembangan Moral Hurlock</title><content type='html'>&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merasakan Adanya Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kebiasaan tidak disiplin telah banyak terjadi dikalangan pelajar terutama di lingkungan sekolah menengah ke atas (SMA). Salah satunya yaitu kebiasaan membolos yang tidak asing lagi bagi mereka. Pada remaja tertentu membolos ini malah menjadi rutinitas disebagian hari efektif sekolah. Seperti halnya yang terjadi pada kasus di Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan bulan Desember 2007 tim gabungan Polresta Kediri mengadakan razia pelajar yang membolos. Sasarannya adalah tempat wisata dan pusat perbelanjaan. Razia yang dimulai sejak pagi tersebut berhasil menjaring enam orang pelajar yang terbukti membolos. Sebagian dari mereka tertangkap saat bermain play station dan beberapa yang lain sedang bersantai-santai di sejumlah warung. Keenam pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolresta Kediri untuk mendapat pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus diatas merupakan salah satu contoh ketidak disiplinan remaja pada saat ini. Berbohong, melakukan kecurangan, mencuri dan merusak merupakan beberapa contoh lain dari ketidakpatuhan dan ketidakdisiplinan yang marak dikalangan pelajar SMA. Meskipun ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan sebagai bentuk perilaku buruk yang sengaja dilakukan tersebut terkesan tidak begitu serius, namun jika tidak segera tidak ditemukan penyelesaiannya maka kebiasaan tersebut akan berlanjut hingga usia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eksplorasi atau Analisis Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyebab-penyebab perilaku tidak disiplin dikalangan remaja diantaranya: Tidak menyukai sekolah, nilai-nilai buruk, kurangnya penerimaan teman-teman sebaya, tidak naik kelas, dan hukuman karena perilaku yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perasaan tidak suka terhadap sekolah. Perasaan ini mungkin muncul akibat kebosanan terhadap rutinitas sekolah atau memang sejak awal seorang remaja tersebut merasa tidak nyaman belajar di sekolah tersebut. Perasaan inilah yang membuat pelajar itu malas pergi sekolah dan memutuskan untuk membolos.&lt;br /&gt;   2. Nilai-nilai buruk. Merasa malu dikarenakan nilai-nilain yang buruk maka seorang remaja bisa saja membolos. Nilai buruk pada salah satu mata pelajaran kadang juga membuat mereka putus asa sehingga dia pikir tak ada gunanya untuk terus mengikuti pelajaran tersebut dan mungkin mereka lebih memilih pergi ketempat kesukaannya.&lt;br /&gt;   3. Tidak naik kelas. Predikat sebagai “siswa tidak naik kelas” akan sangat mengganggu perasaan beberapa remaja tertentu. Hal itu wajar terjadi karena disaat remaja menjalani masa peralihan dimana dirinya ingin selalu diperhatikan, sebaliknya dia malah akan merasa diremehkan dengan tidak naik kelas. Oleh karena itulah pelajar yang tidak naik kelas itu cenderung tidak disiplin di sekolahnya.&lt;br /&gt;   4. Kurangnya penerimaan teman-teman sebaya. Saat memasuki masa remaja, seorang anak lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya daripada hanya bersama keluarga di rumah. Ketika remaja tersebut kurang diterima dalam pergaulannya di sekolah, maka mereka akan merasa bosan dan kesepian sehingga mereka lebih nyaman berada di lingkungan sekolah, bahkan saat pelajaran masih berlangsung.&lt;br /&gt;   5. Hukuman karena perilaku yang salah. Hukuman atas perilaku yang salah, selain berfungsi sebagai alat mencegah dan mendidik, juga bertujuan untuk memberikan motivasi. Namun bagi sebagian besar remaja, hukuman ini hanya akan membuat mereka tidak respect terhadap pemberi hukuman. Apabila yang menghukum tersebut dari pihak sekolah, maka untuk menghindarinya remaja seringkali membolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyajian Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah kurangnya kedisiplinan pelajar usia SMA ini patut mendapatkan perhatian yang lebih serius walau keberadaannya selama ini banyak di anggap remeh. Karena ketidakdisiplinan merupakan salah satu indikator kurang berkembangnya aspek moral pada remaja, maka penyelesaiannya juga akan membahas tentang tumbuh kembang moral remaja usia SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini masalah ketidakdisiplinan akan dituntaskan menurut teori perkembangan moral Hurlock. Dengan mengetahui letak perkembangan moral remaja menurut Hurlock, maka akan diketahui pula cara menanamkan disiplin remaja SMA sebagai salah satu aspeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemecahan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori perkembangan moral Hurlock, para pelajar SMA yang tengah berada masa remaja menduduki fase kedua yaitu perkembangan konsep moral. Pada waktu anak mencapai remaja, kode moralnya sudah agak terbentuk, walaupun mereka masih akan berubah bila harus tunduk pada tekanan sosial yang kuat. Bila perubahan terjadi, perubahan ini biasanya melibatkan pergeseran dalam penekanan. Pergeseran ini umumnya menjurus ke arah moralitas konvensional atau moralitas kelompok sosial orang dewasa.(E.B.Hurlock,1987 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah terbentuknya kode moral tersebut, remaja kadang kala melakukan pelanggaran-pelanggaran misalnya dalam hal kedisiplinan. Hal itu wajar terjadi karena kode moral belum terbentuk secara matang dan masih mengalami perkembangan kearah kedewasaan. Namun, pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak serta merta hilang dengan sendirinya tanpa pengarahan nilai moral pada pelaku pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh pelanggaran nilai moral yang dibahas disini adalah masalah ketidakdisiplinan remaja tingkat sekolah menengah ke atas (SMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin merupakan sikap perilaku yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan seseorang terhadap lingkungan. Yang dimaksud dengan lingkungan disini adalah keluarga, sekolah (pendidikan formal) dan masyarakat, serta implementasi dari sikap disiplin pun berlaku di lingkungan-lingkungan tersebut. Disiplin selalu dianggap perlu bagi perkembangan anak karena ia memenuhi beberapa kebutuhan yaitu rasa percaya diri, motivasi, kebahagiaan, dan pengendalian perilaku. Adapun unsur-unsur disiplin mencakup beberapa hal pokok diantaranya peraturan, konsistensi tehadap peraturan tersebut, hukuman, dan penghargaan.(E.B.Hurlock,1987 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pentingnya disiplin sebagai salah satu aspek pembentukan moral remaja maka di bawah ini akan diterangkan beberapa cara menanamkan disiplin pada remaja menurut teori perkembangan moral Hurlock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara-cara Menanamkan Disiplin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama, yaitu cara mendisiplin otoriter. Peraturan dan pengaturan yang keras untuk memaksakan perilaku yang diinginkan menandai semua jenis disiplin yang otoriter. Tekniknya mencakup hukuman yang berat bila terjadi pelanggaran, sama sekali tidak adanya persetujuan, pujian atau tanda-tanda bila anak memenuhi standar yang diharapkan atau melakukan perbuatan yang dianggap baik. Disiplin otoriter berkisar antara pengendalian perilaku yang wajar hingga yang kaku yang tidak memberikan kebebasan bertindak, kecuali yang sesuai dengan standar yang ditentukan. Disiplin otoriter selalu berarti mengendalikan melalui kekuatan dalam bentuk hukuman terutama hukuman badan. Dalam keluarga dengan cara disiplin otoriter yang lebih wajar anak tetap dibatasi dalam tindakan mereka, dan keputusan-keputusan diambil oleh orang tua. Namun keinginan mereka tidak seluruhnya diabaikan, dan pembatasan yang kurang beralasan, misalnya larangan melakukan apa yang dilakukan oleh teman sebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, cara mendisiplin yang permisif. Disiplin permisif sebetulnya berarti sedikit disiplin atau tidak berdisiplin. Biasanya disiplin permisif tidak membimbing anak ke perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku dan tidak menggunakan hukuman. Bagi orang tua, disiplin permisif merupakan protes terhadap disiplin yang kaku dan keras pada masa anak-anak mereka sendiri. Dalam hal seperti itu anak-anak sering tidak diberi batas-batas atau kendala yang mengatur apa saja yang boleh dilakukan, mereka diizinkan untuk mengambil keputusan sendiri dan berbuat sekehendak mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, cara mendisiplin demokratis. Metode demokratis menggunakan penjelasan, diskusi dan penalaran untuk membantu anak mengerti apa perilaku tertentu diharapkan. Metode ini lebih menekankan aspek edukatif dari disiplin daripada aspek hukumannya. Disiplin demokratis menggunakan hukuman dan penghargaan, dengan menekankan yang lebih besar terhadap penghargaan. Hukuman tidak pernah keras dan biasanya tidak berbentuk hukuman badan. Hukuman hanya akan digunakan bila terdapat bukti bila anak secara sadar menolak melakukan apa yang diajarkan. Bila perilaku anak memenuhi perilaku yang diharapkan, orang tua yang demokratis akan menghargainya dengan pujian atau pernyataan persetujuan yang lain. Falsafah yang mendasari disiplin demokratis ini adalah falsafah bahwa disiplin bertujuan mengajar anak mengembangkan kendali atas perilaku mereka sendiri sehingga mereka akan melakukan apa yang benar, meskipun tidak ada penjaga yang mengancam mereka dengan hukuman bila mereka melakukan sesuatu yang tidak dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ketiga cara mendisiplin tersebut, cara mendisiplin yang tepat bagi remaja tingkat SMA pada umumnya adalah cara ketiga yaitu cara mendisiplin demokratis. Cara tersebut dirasa paling sesuai karena untuk membentuk kematangan pada moral remaja, cara ini mengandung kekuatan dari dua cara lainnya dan menghilangkan kelemahan-kelemahannya. Kekuatan tersebut terletak pada pengutamaan aspek pendidikan dan penghargaan daripada hukuman. Hal itu sesuai dengan perkembangan remaja yang pada fase perkembangan konsep moral itu mereka mulai terbentuk kode moralnya, sehingga hanya perlu diberi kesempatan untuk mengerti tentang perilaku-perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sekitarnya baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refleksi Terhadap Proses dan Hasil Pemecahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan moral remaja, terdapat satu aspek yang menemui permasalahannya pada saat ini, terutama yang terjadi di kalangan remaja SMA. Masalah tersebut berkenaan dengan masalah kedisiplinan baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Salah satu contoh kecil dari masalah ketidakdisiplinan pelajar SMA tersebut adalah membolos. Banyak orang menilai bahwa masalah letidakdisiplinan itu adalah masalah kecil, namun menurut Jensen (1985), membolos merupakan salah satu dari kenakalan remaja dalam kategori melawan status. Menurut Jensen, perilaku-perilaku mereka memang belum melanggar hukum dalam arti yang sesungguhnya karena yang dilanggar adalah status-status dalam lingkungan primer (keluarga) dan sekunder (sekolah) yang memang tidak diatur oleh hukum secara terinci. Akan tetapi, kalau kelak remaja ini dewasa, pelanggaran status ini dapat dilakukannya terhadap atasannya di kantor atau petugas hukum di dalam masyarakat. Karena itulah pelanggaran status ini oleh Jensen digolongkan juga sebagai kenakalan dan bukan sekedar perilaku menyimpang.(S.W.Sarwono, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menurut teori Hurlock, permasalahan ini juga bisa dicermati menurut teori perkembangan moral Piaget. Menurut Piaget, remaja tengah memasuki tahap kedua perkembangan moral yaitu tahap moralitas otonomi yang bertepatan dengan “tahapan operasional formal” pada perkembangan kognitif. Tatkala anak mempertimbangkan semua cara yang mungkin untuk memecahkan masalah tertentu dan dapat bernalar atas dasar hipotesis dan dalil. Ini memungkinkan anak untuk melihat masalahnya dari berbagai sudut pandangan dan mempertimbangkan berbagai faktor untuk memecahkannya. (E.B.Hurlock, 1987 ) Dengan kemampuan bernalar ini, maka seorang remaja bisa mulai bernalar masalah pentingnya moral dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam hal kedisiplinan. Sehingga dengan cara mendisiplin demokratis, remaja SMA diharapkan dapat mempunyai kesadaran terhadap pentingnya kedisiplinan tersebut guna mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan kecenderungan untuk tidak disiplin (membolos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B. Hurlock, Elizabeth. 1987. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga&lt;br /&gt;Wirawan Sarwono, Sarlito. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Rafindo Persada&lt;br /&gt;Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Aneka Cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-4754002956433669554?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/4754002956433669554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/upaya-meningkatkan-kedisiplinan-remaja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4754002956433669554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4754002956433669554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/upaya-meningkatkan-kedisiplinan-remaja.html' title='Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Remaja Di Tingkat Sekolah Menengah Ke Atas Menurut Teori Perkembangan Moral Hurlock'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-2419945820092400733</id><published>2009-02-04T11:46:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T11:57:03.836+07:00</updated><title type='text'>Sayyid Ahmad Khan Salah Satu Golongan Mujahidin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan dilahirkan di Delhi tanggal 17 oktober 1817 dan menurut keterangan ia berasal dari keturunan Husain, cucu Nabi Muhammad melalui Fatimah bin Ali. Neneknya Sayyid Hadi, adalah pembesar istana dizaman Alamghir II (1754-1759). Ia mendapat pendidikan tradisional dalam pengetahuan agama. Selain bahasa arab, ia juga belajar bahasa Persia dan sejarah. Ia orang yang rajin membaca dan selalu memperluas pengetahuan dengan menelaah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sewaktu berusia 18 th, ia memasuki lapangan pekerjaan pada serikat India Timur. Kemudian bekerja sebagai hakim. Di tahun 1846, ia pulang kembali ke Delhi. Ia pulang kembali untuk meneruskan studi. Selain pekerjaan itu, ia juga amat cakap dalam menulis dan mengarang. Salah satu karyanya yang mengantarkan namanya menjadi terkenal adalah Ahtar Al-Sanadid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan berpendapat bahwa peningkatan kedudukan umat Islam India, dapat diwujudkan hanya dengan bekerja sama dengan Inggris. Inggris telah merupakan penguasa yang teruat di India dan menentang kekuasaan itu tidak akan membawa kebaikan bagi umat Islam India. Hal ini akan membuat mereka tetap mundur dan akhirnya akan jauh ketinggalan dari masyarakat Hindhu India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;a) Bagaimana riwayat hidup Sayyid Ahmad Khan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelaskan ide-ide pemikiran Sayyid Ahmad Khan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apa saja pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan Sayyid Ahmad Khan?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3 Tujuan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui riwayat hidup Sayyid Ahmad Khan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui ide-ide pemikiran Sayyid Ahmad Khan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengetahui pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan Sayyid Ahmad Khan?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Riwayat Hidup Sayyid Ahmad Khan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan dilahirkan di Delhi tanggal 17 oktober 1817. nenek moyangnya berasal dari semenanjung Arab yang kemudian hijrah ke Heart, Persia (Iran), karena tekanan politik pada zaman dinasti umayyah. Dan menurut keterangan ia berasal dari keturunan Husain, cucu Nabi Muhammad melalui Fatimah bin Ali. Neneknya Sayyid Hadi, adalah pembesar Istana dizaman Alamghir II (1754-1759). Ayahnya bernama Al-muttaqi, seorang ulama yang saleh. Ia mendapat pendidikan tradisional dalam pengetahuan agama. Selain bahasa arab, ia juga belajar bahasa Persia dan sejarah. Ia orang yang rajin membaca dan selalu memperluas pengetahuan dengan menelaah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sewaktu berusia 18 th, ia memasuki lapangan pekerjaan pada serikat India Timur. Kemudian bekerja sebagai hakim. Di tahun 1846, ia pulang kembali ke Delhi. Ia pulang kembali untuk meneruskan studi. Selain pekerjaan itu, ia juga amat cakap dalam menulis dan mengarang. Salah satu karyanya yang mengantarkan namanya menjadi terkenal adalah Ahtar Al-Sanadid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa pemberontakan 1857, ia banyak berusaha untuk mencegah terjadinya kekerasan, sehingga ia dikatakan telah banyak menolong orang inggris dan dianggap telah banyak berjasa bagi mereka. Atas jasanaya tersebut, ia dianugerahi gelar Sir di depan namanya, sedangkan hadiah yang diberikan dalam bentuk lain ia tolak. Hubungan dengan pihak Inggris menjadi baik dan ini dipergunakan untuk kepentingan umat Islam India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan berpendapat bahwa peningkatan kedudukan umat Islam India, dapat diwujudkan hanya dengan bekerja sama dengan Inggris. Inggris telah merupakan penguasa yang teruat di India dan menentang kekuasaan itu tidak akan membawa kebaikan bagi umat Islam India. Hal ini akan membuat mereka tetap mundur dan akhirnya akan jauh ketinggalan dari masyarakat Hindhu India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang harus ditempuh umat Islam untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan itu bukanlah bekerja sama dengan Hindu dalam menentang Inggris tetapi memperbaiki dan memperkuat hubungan baik dengan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berusaha meyakinkan pihak Inggris bahwa dalam pemberontakan 1857, umat Islam tidak memainkan peranan utama. Untuk itu Ia keluarkan pamflet yang mengandung penjelasan tentang hal-hal yang membawa pada pecahnya pemberontakan 1857. diantara sebab-sebab yang ia sebut adalah yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Intervensi Inggris dalam soal keagamaan, seperti pendidikan agama Kristen yang diberikan kepada yatim piatu di panti-panti yang diasuh oleh orang Inggris, pembentukan sekolah-sekolah misi Kristen, dan penghapusan pendidikan agama dari perguruan-perguruan tinggi.&lt;br /&gt;   2. Tidak turut sertanya orang-orang India, baik Islam maupun Hindu, dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat, hal yang membawa kepada:&lt;br /&gt;         1. Rakyat India tidak mengetahui tujuan dan niat Inggris, mereka anggap Inggris datang untuk merobah agama mereka menjadi Kristen.&lt;br /&gt;         2. Pemerintah Inggris tidak mengetahui keluhan-keluhan rakyat India&lt;br /&gt;   3. Pemerintah Inggris tidak berusaha mengikat tali persahabatan dengan rakyat India, sedang kestabilan dalam pemerintahan bergantung pada hubungan baik dengan rakyat. Sikap tidak menghargai dan tidak menghormati rakyat India, membawa kepada akibat yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas usaha-usahanya dan atas sikap setia yang ia tunjukkan terhadap Inggris Sayyid Ahmad Khan akhirnya berhasil dalam merobah pandangan Inggris terhadap umat Islam India. Dan sementara itu kepada ia anjurkan supaya jangan mengambil sikap melawan tetapi sikap berteman dan bersahabat dengan Inggris untuk menjalin hubungan baik antara orang Inggris dan umat Islam. Agar umat Islam dapat ditolong dari kemundurannya, telah dapat diwujudkan dimasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam India mundur karena mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Karena ia percaya pada kekuatan dan kebebasan akal sungguh pun mempunyai batas, ia percaya pada kebebasan dan kemerdekaan manusia dalam menentukan kehendak dan melakukan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan faham kodariyah yang dianutnya ia percaya bahwa bagi tiap makhluk Tuhan telah menentukan tabi’at atau naturnya. Dan natur yang ditentukan Tuhan ini dan yang didalam Al-Qur’an disebut sunnah Allah, tidak berobah. Islam adalah agama yang mempunyai faham hukum alam (hukum alam buatan Tuhan). Antara hukum alam, sebagai ciptaan Tuhan. Dan AL-Qur’an, sebagai sabda Tuhan, tidak terdapat pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan Sayyid Ahmad Khan selanjutnya, berjalan dan beredar sesuai dengan hukum alam yang telah ditentukan Tuhan itu. Segalanya dalam alam terjadi menurut hukum sebab akibat. Karena kuatnya kepercayaannya pada hukum alam dan kerasnya ia mempertahankan konswp hukum alam, ia dianggap kafir oleh golongan Islam yang belum dapat menerima ide diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka percaya kepada hukum alam mesti membawa kepada faham naturalisme da materialisme.yang akhirnya membawa pula kepada keyakinan tidak adanya Tuhan. Kepadanya diberi nama julukan Nechari, kata Urdu yang berasal dari kata Inggris, nature dalam laws of nature. Sejalan dengan ide-idenya, ia menolak faham taklid bahkan tidak segan-segan menyerang faham ini. Sumber ajaran Islam menurut pendapatnya hanyalah Al-Qur’an dan hadis. Pendapat ulama’ di masa lampau tidak mengikat bagi umat Islam dan diantara pendapat mereka ada yang tidak sesuai lagi dengan zaman modern. Pendapat serupa itu dapat ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat manusia senantiasa perubahan dan oleh karena itu perlu diadakan ijtihad baru untuk menyesuaikan pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dengan suasana masyarakat yang berubah itu. Dalam mengadakan ijtihad, ijma’ dan qias Baginya tidak merupakan sumber ajaran Islam yang bersifat absolut. Hadis juga tidak semuanya dapat diterimanya, karena ada hadis buat-buatan. Hadis dapat ia terima sebagai sumber hanya setelah diadakan penelitian yang seksama tentang keasliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pokok-pokok pemikiran Sayyid Ahmad Khan mengenai pembaharuan ini sama-sama memberi penghargaan tinggi pada akal manusia sama-sama menganut faham qadariyah, sama-sama percaya kepada hukum alam ciptaan Tuhan, sama-sama menentang taklid dan sama-sama membuka pintu ijtihad yang dianggap oleh umat Islam pada umumnya di waktu itu. Sebagai telah disebut diatas, jalan bagi umat Islam India untuk melepaskan diri dari kemunduran dan selanjutnya mencapai kemajuan, ialah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern Barat. Dan agar yang tersebut akhir ini dapat dicapai sikap mental umat yang kurang percaya kepada kekuatan akal, kurang percaya pada kebebasan manusia dan kurang percaya pada adanya hukum alam, harus dirubah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1861 Ia dirikan sekolah Inggris di Muradabad di tahun 1876 Ia minta berhenti sebagai pegawai pemerintah Inggris dan sampai akhir hayatnya di tahun 1898, Ia mementingkan pendidikan umat Islam India. Di tahun 1878, Ia mendirikan sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (M.A.O.C) di Aligarh yang merupakan karyanya yang bersejarah dan berpengaruh dalam cita-citanya untuk memajukan umat Islam India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.A.O.C dibentuk sesuai dengan model sekolah di Inggris dan bahasa yang dipakai didalamnya ialah bahsa Inggris. Direkturnya berbangsa Inggris sedang guru dan staffnya banyak terdiri atas orang Inggris. Ilmu pengetahuan modern merupakan sebagian besar dari mata pelajaran yang diberikan. Pendidikan agama tidak diabaikan. Dalam hubungan ini baik disebut bahwa disekolah-sekolah Inggris yang diasuh oleh Pemerintah, agama tidak diajarkan. Di M.A.O.C pendidikan agama Islam dan ketaatan siswa menjalankan ajaran agama diperhatikan dan dipentingklan. Sekolah itu terbuka bukan hanya bagi orang Islam, tetapi juga bagi orang Hindhu, Parisi, dan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya di tahun 1969/70 Sayyid Ahmad Khan telah berkunjung ke Inggris, antara lain untuk mempelajari sistem pendidikan Barat. Sekembaliannya dari kunjungan itu ia membentuk Panitia Peningkatan Pendidikan Umat Islam. Salah satu tujuan panitia ialah menyelidiki sebabnya umat Islam India sedikit sekali memasuki sekolah-sekolah Pemerintah. Disamping itu dibentuk lagi Panitia Dana Pembentukan Perguruan Tinggi Islam. Di tahun 1886 ia bentuk Muhammedan Educational Conference dalam usaha mewujudkan pendidikan nasional dan seragam untuk umat Islam India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Sayyid Ahmad Khan terhadap pendidikan umat Islam memang besar, tetapi pengaruhnya tidak terbatas dalam bidang pendidikan saja. Melalui buku karangannya dan tulisan-tulisannya di Tahzib Al-Akhlaq ide-ide pembaharuan yang dicetuskan menarik perhatian golongan terpelajar Islam India. Penafsiran-penafsiran baru yang diberikannya terhadap ajran-ajaran Islam lebih dapat diterima golongan terpelajar ini daripada tafsiran-tafsiran lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi dasar bagi sistem perkawinan dalam Islam, menurutnya pendapat, adalah sistem monogami, dan bukan sistem poligami sebagaimana dijelaskan oleh ulama-ulama di zaman itu. Poligami tidak dianjurkan tetapi dibolehkan dalam kasus-kasus tertentu. Hukum pemotongan tangan bagi pencuri bukan suatu hukum yang wajib dijalankan, tetapi hanya merupakan hukum maksimal yang dijatuhkan dalam keadaan tertentu. Di samping hukum potong tangan terdapat hukum penjara bagi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Ide Pemikiran&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan berpendapat bahwa meningkatkan kedudukan umat Islam India, hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan Inggris. Sebab saat itu, Inggris merupakan penguasa yang menjajah India dan masih mempunyai kekuasaan yang kuat. Menentang kekuasaannya tidak akan membawa kebaikan bagi umat Islam India, bahkan akan membuat mereka tetapmundur dan akhirnya akan jauh ketinggalan dari masyarakat Hindu India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dasar ketinggian dan kekuasaan Barat, termasuk yang dimiliki Inggris adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) modern. Bagi umat Islam, untuk dapat maju, juga dapat menguasai IPTEK seperti mereka. Jalan yang harus ditempuh umat Islam untuk memperoleh IPTEK yang diperlukan itu bukan bekerja sama dengan Hindu dalam menentang Inggris, tapi memperbaiki dan memperkuat hubungan baik dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berusaha menyakinkan pihak Inggris bahwa dalam penberontakan 1857, umat Islam tidak memainkan peranan utama. Untuk itu, ia mengeluarkan pamflet yang mengandung penjelasan tentang hal-hal yang membawa pada pecahnya pemberontakan 1857. di antara sebab-sebab yang ia sebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Intervensi Inggris dalam soal keagamaan, seperti pendidikan kristen yang diberikan kepada yatim piatu di panti-panti yang diasuh oleh orang Inggris, pembentukan sekolah-sekolah missi Kristen, dan penghapusan pendidikan agama dari perguruan-perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak turut sertanya orang-orang India, baik Islam maupun Hindu, dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Hal ini akan membawa kepada rakyat India tidak mengetahui niat dan tujuan Inggris. Mereka menganggap Inggris datang untuk mengubah agama mereka menjadi kristen. Pemerintah Inggris tidak mengetahui keluhan-keluhan rakyat India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemerintahan Inggris tidak berusaha mengikat tali persahabatan dengan rakyat India, sedang kestabilan dalam pemerintahan bergantung pada hubungan baik dengan rakyat. Sikap tidak menghargai dan menghormati rakyat India, membawa kepada akibat yang tidak baik terutama umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Ahmad Khan di bidang keislaman antara lain, ia melihat bahwa umat Islam India mundur karena mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Peradaban Islam klasik telah hilang dan telah timbul peradaban baru di barat. Dasar peradaban baru adalah IPTEK Barat dan bangsa Eropa yang mengolah demikian rupa IPTEK untuk memudahkan mewujudkan keinginan-keinginan mereka, termasuk dalam menaklukkan umat Islam. Penaklukan dapat dilakukan dengan mudah, karena umat Islam tidak memiliki kelebihan di bidang yang dikuasai Bangsa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPTEK modern adalah hasil olah pemikiran manusia, karena itu dunia barat mendapat penghargaan yang tinggi. Kalau umat Islam mau maju harus mau menghargai akal pikiran. Sayyid Ahmad Khan sangat menghargai akal pikiran rasional, walaupun ia percaya bahwa kekuatan dan kebebasan serta kemerdekaan manusia dalam menentukan kehendak dan perbuatan, akan diserahkan sepenuhnya kepada manusia itu sendiri. Dengan kata lain, ia mempunyai paham Qadariah (free will and free act) dan tidak berpaham Jabariah atau fatalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan faham kodariyah yang dianutnya ia percaya bahwa bagi tiap makhluk Tuhan telah menentukan tabi’at atau naturnya. Dan natur yang ditentukan Tuhan ini dan yang didalam Al-Qur’an disebut sunnah Allah, tidak berobah. Islam adalah agama yang mempunyai faham hukum alam (hukum alam buatan Tuhan). Antara hukum alam, sebagai ciptaan Tuhan. Dan AL-Qur’an, sebagai sabda Tuhan, tidak terdapat pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan Sayyid Ahmad Khan selanjutnya, berjalan dan beredar sesuai dengan hukum alam yang telah ditentukan Tuhan itu. Segalanya dalam alam terjadi menurut hukum sebab akibat. Karena kuatnya kepercayaannya pada hukum alam dan kerasnya ia mempertahankan konswp hukum alam, ia dianggap kafir oleh golongan Islam yang belum dapat menerima ide diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka percaya kepada hukum alam mesti membawa kepada faham naturalisme dan materialisme.yang akhirnya membawa pula kepada keyakinan tidak adanya Tuhan. Kepadanya diberi nama julukan Nechari, kata Urdu yang berasal dari kata Inggris, nature dalam laws of nature. Sejalan dengan ide-idenya, ia menolak faham taklid bahkan tidak segan-segan menyerang faham ini. Sumber ajaran Islam menurut pendapatnya hanyalah Al-Qur’an dan hadis. Pendapat ulama’ di masa lampau tidak mengikat bagi umat Islam dan diantara pendapat mereka ada yang tidak sesuai lagi dengan zaman modern. Pendapat serupa itu dapat ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Pembaharuan-pembaharuan Sayyid Ahmad Khan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pokok-pokok pemikiran Sayyid Ahmad Khan mengenai pembaharuan ini sama-sama memberi penghargaan tinggi pada akal manusia sama-sama menganut faham qadariyah, sama-sama percaya kepada hukum alam ciptaan Tuhan, sama-sama menentang taklid dan sama-sama membuka pintu ijtihad yang dianggap oleh umat Islam pada umumnya di waktu itu. Sebagai telah disebut diatas, jalan bagi umat islam India untuk melepaskan diri dari kemunduran dan selanjutnya mencapai kemajuan, ialah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern Barat. Dan agar yang tersebut akhir ini dapat dicapai sikap mental umat yang kurang percaya kepada kekuatan akal, kurang percaya pada kebebasan manusia dan kurang percaya pada adanya hukum alam, harus dirubah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1861 Ia dirikan sekolah Inggris di Muradabad di tahun 1876 Ia minta berhenti sebagai pegawai pemerintah Inggris dan sampai akhir hayatnya di tahun 1898, Ia mementingkan pendidikan umat Islam India. Di tahun 1878, Ia mendirikan sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (M.A.O.C) di Aligarh yang merupakan karyanya yang bersejarah dan berpengaruh dalam cita-citanya untuk memajukan umat Islam India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.A.O.C dibentuk sesuai dengan model sekolah di Inggris dan bahasa yang dipakai didalamnya ialah bahsa Inggris. Direkturnya berbangsa Inggris sedang guru dan staffnya banyak terdiri atas orang Inggris. Ilmu pengetahuan modern merupakan sebagian besar dari mata pelajaran yang diberikan. Pendidikan agama tidak diabaikan. Dalam hubungan ini baik disebut bahwa disekolah-sekolah Inggris yang diasuh oleh Pemerintah, agama tidak diajarkan. Di M.A.O.C pendidikan agama Islam dan ketaatan siswa menjalankan ajaran agama diperhatikan dan dipentingklan. Sekolah itu terbuka bukan hanya bagi orang Islam, tetapi juga bagi orang Hindhu, Parisi, dan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya di tahun 1969/70 Sayyid Ahmad Khan telah berkunjung ke Inggris, antara lain untuk mempelajari sistem pendidikan Barat. Sekembaliannya dari kunjungan itu ia membentuk Panitia Peningkatan Pendidikan Umat Islam. Salah satu tujuan panitia ialah menyelidiki sebabnya umat Islam India sedikit sekali memasuki sekolah-sekolah Pemerintah. Disamping itu dibentuk lagi Panitia Dana Pembentukan Perguruan Tinggi Islam. Di tahun 1886 ia bentuk Muhammedan Educational Conference dalam usaha mewujudkan pendidikan nasional dan seragam untuk umat Islam India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmad Khan, umat Islam terbelakang, bodoh, dan miskin, karena mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi modern sebagaimana yang dimiliki oleh negara Eropa lainnya. la berpendapat bahwa ilmu pengetahuan modern dan teknologi adalah hasil pendayagunaan akal yang maksimal. Sejalan dengan itu, Alquran sangat mendorong umat Islam untuk mempergunakan akal dalam bidang-bidang yang sangat luas, walaupun jangkauan akal tersebut terbatas. Sir Ahmad Khan kemudian mendirikan lembaga pendidikan pertama yaitu Sekolah Inggris di Mudarabad pada tahun 1861.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun mencurahkan segala perhatiannya pada bidang ini hingga akhir hayatnya. Aligarh Muslim University yang berdiri tahun 1920 (sekarang masih eksis) adalah wujud karya nyata sang ulama. Menerobos pakem di negaranya, sistem sekolah ini mengadopsi konsep pendidikan modern bagi generasi muda. Kiprah perguruan tinggi inilah yang membuatnyadijuluki sebagai bapak pendidikan modern India. Sejumlah tokoh penting pernah mempunyai sangkutan sejarah dengan perguruan tinggi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Sayyid Ahmad Khan terhadap pendidikan umat Islam memang besar, tetapi pengaruhnya tidak terbatas dalam bidang pendidikan saja. Melalui buku karangannya dan tulisan-tulisannya di Tahzib Al-Akhlaq ide-ide pembaharuan yang dicetuskan menarik perhatian golongan terpelajar Islam India. Penafsiran-penafsiran baru yang diberikannya terhadap ajran-ajaran Islam lebih dapat diterima golongan terpelajar ini daripada tafsiran-tafsiran lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi dasar bagi sistem perkawinan dalam Islam, menurutnya pendapat, adalah sistem monogami, dan bukan sistem poligami sebagaimana dijelaskan oleh ulama-ulama di zaman itu. Poligami tidak dianjurkan tetapi dibolehkan dalam kasus-kasus tertentu. Hukum pemotongan tangan bagi pencuri bukan suatu hukum yang wajib dijalankan, tetapi hanya merupakan hukum maksimal yang dijatuhkan dalam keadaan tertentu. Di samping hukum potong tangan terdapat hukum penjara bagi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Sayyid Ahmad Khan terhadap pendidikan umat Islam memang besar, tetapi pengaruhnya tidak terbatas dalam bidang pendidikan saja. Melalui buku karangannya dan tulisan-tulisannya di Tahzib Al-Akhlaq ide-ide pembaharuan yang dicetuskan menarik perhatian golongan terpelajar Islam India. Penafsiran-penafsiran baru yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima golongan terpelajar ini daripada tafsiran-tafsiran lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi dasar bagi sistem perkawinan dalam Islam, menurutnya pendapat, adalah sistem monogami, dan bukan sistem poligami sebagaimana dijelaskan oleh ulama-ulama di zaman itu. Poligami tidak dianjurkan tetapi dibolehkan dalam kasus-kasus tertentu. Hukum pemotongan tangan bagi pencuri bukan suatu hukum yang wajib dijalankan, tetapi hanya merupakan hukum maksimal yang dijatuhkan dalam keadaan tertentu. Di samping hukum potong tangan terdapat hukum penjara bagi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nasution, Harun. Pembaharuan Dalam Islam, Sejarah pemikiran dan gerakan. Jakarta : Bulan Bintang, 1992.&lt;br /&gt;http://www.cis-ca.org/voices/k/syydkhn.htm&lt;br /&gt;http://www.mail-archive.com/majelismuda@yahoogroups.com/msg01642.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-2419945820092400733?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/2419945820092400733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/sayyid-ahmad-khan-salah-satu-golongan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2419945820092400733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2419945820092400733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/sayyid-ahmad-khan-salah-satu-golongan.html' title='Sayyid Ahmad Khan Salah Satu Golongan Mujahidin'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-4029748978929204286</id><published>2009-02-03T23:19:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T23:42:31.009+07:00</updated><title type='text'>Dakwah Tabligh Dan Propaganda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Latar Belakang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pengertian yang integralistik, dakwah merupakan proses yang berkesinambungan yang ditangani oleh para pengemban dakwah dalam rangka mengubah sasaran dakwah agar  bersedida masuk ke jalan Allah, dan secara bertahap menuju perkehidupan yang Islami. Suatu  proses yang berkesinambungan adalah suatu proses yang bukan insidental atau kebetulan,  melainkan benar-benar direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara terus menerus oleh  para pengemban dakwah dalam rangka mengubah perilaku sasaran dakwah sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan. Sudah bukan waktunya lagi, dakwah dilakukan asal jalan, tanpa sebuah perencanaan yang  matang, baik yang menyangkut materinya, tenaga pelaksanya, ataupun metode yang dipergunakannya. Memang benar, sudah menjadi sunnatullah bahwa yang hak akan menghancurkan yang batil (QS. Al-Isra: 81), tetapi sunnatullah ini berkaitan dengan sunnatullah yang  lain, yaitu bahwasannya Allah SWT sangat mencintai dan meridhai kebenaran yang diperjuangkan dalam sebuah barisan yang rapi dan teratur. (QS. Ash-Shaf: 4) Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering sekali mendengar kata dakwah. Dan itu sudah tidak  asing lagi. Apalagi kita sebagai umat Muslim. Pastinya akan lebih sering mendengar kata  tersebut. Kata dakwah ini memiliki beberapa sebutan, diantaranya tabligh dan propaganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat sekilas ketiga nama tersebut sama, namun ada perbedaan diantara ketiganya.  Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya  dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Apa pengertian dakwah, tabligh dan propaganda?&lt;br /&gt;2. Apa perbedaan antara dakwah, tabligh dan propaganda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Tujuan Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk mengetahui pengertian dakwah, tabligh dan propaganda.&lt;br /&gt;2. Untuk mengetahui perbedaan antara dakwah, tabligh dan propaganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dakwah, Tabligh dan Propaganda&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a, yad’u, da’wan, du’a, yang  diartikan sebagai mengajak/menyeru, memanggil, seruan, permohonan dan permintaan. Istilah dakwah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amr ma’ruf dan nahi mungkar, mau’idzhoh hasanah, tabsyir, indzar, washiyah, tarbiyah, ta’lim dan khotbah.  Setelah mendata seluruh kata dakwah dapat didefinisikan bahwa dakwah Islam adalah sebagai  kegiatan mengajak, mendorong, dan memotivasi orang lain berdasarkan bashirah untuk meniti jalan Allah dan istiqoamah dijalaNya serta berjuang bersama meninggikan agama Allah. Oleh karena itu, secara terminologis pengertian dakwah dimaknai dari aspek positif ajakan tersebut, yaitu ajakan kepada kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Sementara itu, para ulama memberikan definisi yang bervariasi mengenai kata dakwah, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh para RasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.&lt;br /&gt;2. Syaikh Muhammad Ash-Shawwaf mengatakan, ”Dakwah adalah risalah langit yang diturunkan ke bumi, berupa hidayah sang khaliq kepada makhluk, yakni dien dan jalan-Nya yang lurus yang sengaja dipilih-Nya dan dijadikan sebagai jalan satu-satunya untuk bisa selamat kembali kepada-Nya.”&lt;br /&gt;3. Ahmad Ghalwasy dalam bukunya ”ad dakwah al-Islamiyah” mengatakan bahwa, ilmu dakwah adalah ilmu yang dipakai untuk mengetahui berbagai seni menyampaikan kandungan ajaran Islam, baik itu akidah, syariat, maupun akhlak.&lt;br /&gt;4. Drs. Muhammad Al-Wakil mendefinisikan, ”Dakwah adalah mengumpulkan manusia dalam kebaikan dan menunjukkan mereka jalan yang benar dengan cara amar ma’ruf dan nahi munkar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa definisi di atas dengan redaksi yang berbeda, namun dapat disimpulkan bahwa esensi dakwah bukan hanya terbatas pada penjelasan dan penyampaian semata, namun juga menyentuh pada pembinaan dan takwin (pembentukan) pribadi, keluarga, dan masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unsur-unsur dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur dakwah ialah komponen-komponen yang ada dalam setiap kegiatan dakwah.&lt;br /&gt;a. Da’i (pelaku dakwah)&lt;br /&gt;Yakni orang yang melaksanakan dakwah baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan yang dilakukan baik secara individu, kelompok atau lewat organisasi atau lembaga.&lt;br /&gt;b. Mad’u (penerima dakwah)&lt;br /&gt;Yakni manusia yang menjadi sasaran dakwah, atau manusia penerima dakwah, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, baik manusia yang beragama Islam maupun tidak atau dengan kata lain, dakwah ditujukan kepada seluruh manusia.&lt;br /&gt;c. Maddah (materi dakwah)&lt;br /&gt;Yakni isi pesan atau materi yang disampaikan da’i kepada mad’u.&lt;br /&gt;d. Washilah (media dakwah)&lt;br /&gt;Yakni alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah 9ajaran Islam) kepada mad’u.&lt;br /&gt;e. Metode dakwah&lt;br /&gt;Yakni jalan atau cara yang dipakai juru dakwah  untuk menyampiakan ajaran materi dakwah Islam. Sesuai denga firman Allah surat An-Nahl ayat  125, menyebutkan bahwa ada tiga  metode dakwah :&lt;br /&gt;1. Bi al-hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah.&lt;br /&gt;2. Mau’idzotul Hasanah, yaitu dakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyampaikan ajaran-ajran Islam dengan rasa kasih sayang.&lt;br /&gt;3. Mujadalah Billati Hiya Ahsan, yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran dan membantah dengan cara yang sebaik-baiknya dengan tidak memberikan tekanan-tekanan yang memberatan pada komunitas yang menjadi sasaran dakwah.&lt;br /&gt;f. Atsar Dakwah&lt;br /&gt;Menurut Jalaluddin Rahmat bahwa efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang dikethui, dipahami atau  dipersepsi khalayak.Efek ini berkaitan dengan tranmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan atau informasi. Efek afektif timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci khalayak, yang meliputi segala yang berhubungan dengan emisi, sikap serta niolai. Sedangkan efek behavioral merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan atau kebiasaan berprilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dakwah secara umum sebagaimana yang diisyaratkan dalam Al-quran adalah mengajak umat manusia (mukmin, kafir, musyrik) kepada jalan yang benar yang diridlai Allah SWT.  Sebagaimana yang digambarkan dalam surat al-’Araf ayat 158 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tujuan dakwah secara khusus dapat dikalsifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Mengajak orang yang belum masuk Islam untuk menerima Islam.&lt;br /&gt;b. Amr ma’ruf, perbaikan dan pembangunan masyarakat.&lt;br /&gt;c. Nahi munkar adalah muatan dakwah yang berusaha mendorong dan menggerakkan umat manusia untuk menolak dan meninggalkan hal-hal yang mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukti Ali berpendapat bahwa tujuan dari pada dakwah adalah menjadikan masyarakat Islam beriman kepada Allah SWT, jiwanya bersih diikuti perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan ucapan batinya, mengagungkan Allah, dan melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk&lt;br /&gt;kepentingan umat manusia dan demi berbakti kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Tabligh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tabligh adalah da’wah Islamiyah dalam bentuk khusus (lisan dan tulisan) untuk menyampaikan&lt;br /&gt;ajaran Islam kepada orang lain. Pelaksananya dinamakan muballigh/muballighat. Allah&lt;br /&gt;berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 39 :&lt;br /&gt;”Yaitu orang yang menyampaikan risalah Allah, dan mereka takut kepada-Nya, dan tidak ada seorangpun yang mereka takuti kecuali hanya Allah.”&lt;br /&gt;Jamaah Tabligh ("Kelompok  Penyampai") (Bahasa Arab: جماعة التبليغ , juga disebut Tabliq) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah. Aktivitas mereka&lt;br /&gt;tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja., Tujuan utama dari gerakan ini adalah&lt;br /&gt;membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh&lt;br /&gt;merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Tabligh Jama'ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi diIndia. Ilham untuk mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya di Hijaz pada tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya 'Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari'ah seperti yang dicontohkan Rasulullah)'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh berhasil berjalan di Asia Selatan.  Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Ilyas sebagai amir/pimpinan yang kedua,  gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika  Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat  orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.&lt;br /&gt;Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Latar Belakang berdirinya jamaah Tabligh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan bernama dengan nama-nama mereka, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama  dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah 'Abirah I’tibariyyah Haulal Jama'ah At-Tablighiyyah, hal. 7-8, dinukil dari kitab Jama'atut Tabligh Aqa’iduha Wa Ta’rifuha, karya Sayyid Thaliburrahman, hal. 19)&lt;br /&gt;Markas Jamaah Tabligh Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dakka (Bangladesh). Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizb (rajah) yang berisikan Surat Al-Falaq dan An-Naas, nama Allah yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 14) Yang lebih mengenaskan, mereka mempunyai sebuah masjid di kota Delhi yang dijadikan markas oleh mereka, di mana di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Dan ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani, di mana mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari kalangan mereka sebagai masjid. Padahal  melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, bahkan Rasulullah mengkhabarkan bahwasanya mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah  (Lihat Al-Qaulul Baligh Fit Tahdziri Min Jama’atit Tabligh, karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri, hal. 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktivitas Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja. Orang yang telah khuruj kemudian disebut Karkun, dan tanpa adanya suatu baiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid. Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta'lim wa ta'alum. Setahun sekali, digelar Ijtima' umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu Karkun dari seluruh pelosok daerah. Bagi Karkun yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asas 6 sifat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Yakin terhadap kalimat Thoyyibah Laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah.&lt;br /&gt;  Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Laa Ilaaha Ilallah&lt;br /&gt; Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan pada makhluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah di dalam hati.&lt;br /&gt;  Muhammadar Rasulullah&lt;br /&gt;  Maksudnya: Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;2. Shalat khusyu' dan khudu'.&lt;br /&gt;  Artinya: Shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.&lt;br /&gt;  Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;3. Ilmu ma'adz dzikr&lt;br /&gt;  Ilmu&lt;br /&gt;  Artinya: Semua petunjuk yang datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah.&lt;br /&gt;  Dzikir&lt;br /&gt;  Artinya: Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah.&lt;br /&gt;  Maksudnya Ilmu ma'adz dzikr: Melaksanakan perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengiti cara Rasulullah.&lt;br /&gt;4. Ikramul Muslimin&lt;br /&gt;  Artinya: Memuliakan sesama Muslim.&lt;br /&gt;  Maksudnya: Menunaikan kewajiban pada sesama muslim tanpa menuntut hak daripadanya.&lt;br /&gt;5. Tashihun Niyah&lt;br /&gt;  Artinya: Membersihkan niat.&lt;br /&gt;  Maksudnya: Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah.&lt;br /&gt;6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah&lt;br /&gt;  Dakwah&lt;br /&gt;  Artinya: Mengajak&lt;br /&gt;  Tabligh&lt;br /&gt;  Artinya: Menyampaikan&lt;br /&gt;  Maksudnya: Memperbaiki diri, yaitu menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah. Dan juga menghidupkan agama pada diri sendiri dan manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Propaganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebar propaganda (Garth S. Jowett and Victoria O'Donnell, Propaganda And Persuasion). Dalam Everyman's encyclopedia propaganda merupakan suatu seni untuk menyebarkan dan meyakinkan suatu kepercayaan, khususnya kepercayaan agama atau politik. Leonard W. Dobb, sebagai pakar opini publik, menyatakan bahwa propaganda merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh individu-individu yang berkepentingan untuk mengontrol sikap kelompok termasuk dengan cara menggunakan sugesti, sehingga berakibat menjadi kontrol terhadap kegiatan kelompok tersebut. Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan. ) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sejumlah orang yang banyak. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk mempengaruhi pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan dimana umumnya isi propaganda lebih menyampaikan fakta-fakta yang pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk merubah pikiran kognitif yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komponen-komponen propaganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pihak yang menyebarkan pesan.&lt;br /&gt;2. Dilakukan secara terus menerus.&lt;br /&gt;3. Terdapat proses penyampaian gagasan, ide/ kepercayaan, atau doktrin.&lt;br /&gt;4. Mempunyai tujuan untuk mengubah opini, sikap, dan perilaku individu/ kelompok.&lt;br /&gt;5. Menggunakan cara sistematis prosedural dan perencanaan.&lt;br /&gt;6. Dirancang sebagai sebuah program dengan tujuan yang kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan antara Iklan, Humas dan Propaganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang periklanan atau kehumasan untuk tujuan komersial, bisa jadi sesuatu itu bukan murni propaganda, namun dapat mengandung elemen propaganda saat pesan bertujuan untuk menyesatkan penerima pesan dengan menyembunyikan:&lt;br /&gt; - Sumber informasi&lt;br /&gt; - Tujuan informan&lt;br /&gt; - Sisi lain cerita (hanya satu pihak)&lt;br /&gt; - Konsekuensi saat pesan ini diadopsi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknik-Teknik Propaganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemberian julukan (Name calling) adalah penggunaan julukan untuk menjatuhkan seseorang, istilah, atau ideologi dengan memberinya arti negatif. Contoh: Cap PKI pada penduduk desa tertentu. (Berakibat penduduk tersebut ditangkap karena  menganut ideologi yang dilarang pada masa pemerintahan orde baru)&lt;br /&gt;2. Parade dangdut (Bandwagon) adalah penyampaian pesan yang memiliki implikasi bahwa sebuah pernyataan atau produk diinginkan oleh banyak orang atau mempunyai dukungan luas. Contoh: jutaan  orang  mendukung  Aborsi  (  perhatikan jumlah orang tempat tidak disebutkan secara spesifik ).&lt;br /&gt;3. Teknik transfer adalah suatu teknik propaganda dimana orang, produk, atau organisasi diasosiasikan dengan sesuatu yang mempunyai kredibilitas baik/ buruk. Contoh: Sampoerna Hijau, enaknya rame-rame (baca: rokok diasosiasikan dengan persahabatan)&lt;br /&gt;4. Tebang pilih (Card stacking) adalah suatu teknik pemilihan fakta dan data untuk membangun kasus dimana yang terlihat hanya satu sisi suatu isyu saja, sementara fakta yang lain tidak diperlihatkan.&lt;br /&gt;5. Penyamarataan yang berkilap (Glittering generalities) adalah teknik dimana sebuah ide, misi, atau produk diasosiasikan dengan hal baik seperti kebebasan, keadilan, dan demokrasi. Contoh: Marlboro citarasa Amerika sejati&lt;br /&gt;6. Manusia biasa (Plain folks) adalah salah satu teknik propaganda yang menggunakan pendekatan yang digunakan oleh seseorang untuk menunjukkan bahwa dirinya rendah hati dan empati dengan penduduk pada umumnya.  Cara ini banyak digunakan untuk kampanye untuk memperoleh kekuasaan politik (kursi presiden, bupati, pemerintah daerah). Biasanya acara telah dirancang sedemikian rupa saat individu yang dicalonkan lewat, maka ia akan mencium bayi, bersalaman dengan orang biasa, hingga memeluk orang papa.&lt;br /&gt;7. Kesaksian (testimonial) adalah salah satu teknik propaganda yang paling umum digunakan dimana ditampilkan seseorang yang untuk bersaksi dengan tujuan mempromosikan produk tertentu, terkadang dalam kesaksiannya orang yang sama menjelek-jelekkan produk yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Achmad, Amrullah. 1983. Dakwah Islam dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Prima Duta&lt;br /&gt;Arifin. 1991.  Psikologi Dakwah. Jakarta: Bumi Aksara&lt;br /&gt;Basit, Abdul. 2005. Wacana Dakwah Kontemporer. Purwokerto:STAIN Purwokerto Press&lt;br /&gt;Howenstein, Nicholas Islamist Networks: The Case of Tablighi Jamaat. (html) URL diakses pada 2007-06-14&lt;br /&gt;Iqbal, Jawed, Mufti Ebrahim Desai Inviting to Islam. (html) www.askimam.org. URL diakses pada 14/06/2007&lt;br /&gt;Muhammad, Nuh, Sayid. 2000. Dakwah Fardiyah. Solo: Era Entermedia&lt;br /&gt;Munir. Ilahi, Wahyu. 2006. Manajemen Dakwah. Jakarta: Rahmat Semesta&lt;br /&gt;Ya’qub Hamzah. 1992 . Publisistik Islam Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung: Diponegoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-4029748978929204286?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/4029748978929204286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/dakwah-tabligh-dan-propaganda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4029748978929204286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4029748978929204286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/dakwah-tabligh-dan-propaganda.html' title='Dakwah Tabligh Dan Propaganda'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1410074422667617269</id><published>2009-02-03T23:11:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T23:17:21.413+07:00</updated><title type='text'>Bakat Emosi dan Kepribadian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian Bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bakat adalah semacam perasaan dan perhatian, ia merupakan salah satu metode pikir. Bakat itu menjadi jelas karena pengalaman, akan tetapi kita hanya condong kepada sebagian saja dari sekumpulan aspek-aspek kegiatan yang kita alami dan lakukan. Terbentuknya bakat manusia terhadap macam-macam kegiatan yang dilakukannya atau tidak terbentuknya bakat itu ditentukan oleh banyak faktor. Sering kali bakat dan kemampuan berjalan seiring, hanya saja ada keadaan-keadaan dimana keduanya muncul serentak. Jadi kemampuan dan bakat adalah dua faktor yang berbeda dan terpisah antara satu bidang dengan bidang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Cara mencari bakat peserta didik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Dengan memperhatikan apa yang ia kerjakan.&lt;br /&gt;• Dengan menganalisa jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dihadapkan kepadanya dalam bentuk angket.&lt;br /&gt;• Dengan meneliti jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tes bakat yang kita berikan, kita dapat membagi bakat yang kita amati pada peserta didik menjadi tiga macam : bakat yang berhubungan dengan orang, bakat yang berhubungan dengan sesuatu dan bakat yang berubungan dengan ide dan hal-hal yang abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pengaruh bakat dalam proses belajar mengajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika si anak mulai mengenal kehidupan sekolah, ia bergairah mencari pengalaman-pengalaman baru dan ia condong untuk belajar. Oleh karena itu kita melihat bahwa sekolah membantu dalam menyadarkan anak-anak akan keadaan yang sedang melalui masa pertumbuhan yang terus menerus, mereka memperhatikan setiap ada hal baru yang terjadi padanya dan mereka terdorong untuk melakukan setiap pekerjaan yang baru. Maka seharusnya kita sebagai orang tua dan guru menggunakan bakat anak-anak yang wajar, serta mengatur kehidupan sekolah mereka agar anak-anak tidak kehilangan dorongan yang membawa mereka pada hal yang baru. Akan tetapi bagaimana cara menghadapi/memelihara bakat anak-anak agar selalu hidup dan kuat untuk menjadi pendorong bagi mereka dalam belajar? Caranya yang pertama :&lt;br /&gt;• Mengetahui bakat dari masing-masing peserta didik dan tiap mereka dipelajari dengan baik apa kecondongan yang menonjol.&lt;br /&gt;• Hendaknya kita selalu menjadikan peserta didik anda sebagai titik tolak, dan mengarahkan mereka pada bakatnya masing-masing di mana saja anda temukan serta jadikanlah bakat-bakat tersebut asas dari pendidikan dan pengajaran mereka.&lt;br /&gt;• Wajib mengembangkan bakat kodrati yang umum terdapat pada murid-murid yang sebaya.&lt;br /&gt;• Membantu murid-murid untuk merasakan adanya hubungan sekolah dengan kehidupan nyata, melalui hubungan bidang studi dan pengalaman belajar dengan kehidupan pribadi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anak-anak telah sampai kepada tahap terakhir sekolah menengah, bakat mereka tetap berfungsi sebagai kekuatan penggerak dalam pengajarannya. Dan bakat itu, tetap menjadi pendorong yang kuat, untuk memantapkan bidang studi yan dipelajarinya, seperti bahasa dan ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi bakat mempunyai kepentingan lain dalam tahap ini. Anak laki-laki dan perempuan disini menghadapi kesempatan dan keadaan yang menuntut mereka untuk mempelajari berbagai bidang studi pilihan atau memilih salah satu hobi ekstra kurikuler. Bidang studi pilihan dan hobi tersebut mempunyai urgensi khusus, karena ia memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berusaha dan mencoba berbagai segio kegiatan dan membekalinya dngan banyak pengalaman dan percobaan. Hal ini menolongnya dalam persiapan, untuk memilih caranya dalam pekerjaan yang cocok dan mengarahkan dirinya kejalan yang akan ditempuhnya dalam kehidupan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat adalah asas terpenting, yang harus dijadikan sandaran bagi individu dalam memilih bidang-bidang studi dan hobinya. Tanpa mengetahui bakatnya, peserta didik boleh jadi akan mengarahkan dirinya kepada bidang studi pilihan secara kebetulan saja, atau karena waktunya cocok, mungkin pula karena sebagian temannya telah memilihnya, atau karena gurunya lebih mudah dari pada guru lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mengetahui bakat peserta didik dan peserta didik mengetahui bakatnya, maka kita harus menyertainya dalam memperhatikan hasil tes bakat yang dilaksanakan terhadap peserta didik, dapat kita saranakan kepadanya bidang studi dan segi-segi kegiatan yang berhubungan dengan bakatnya yang apabila diikutinya ia merasakan ingin untuk meneruskannya dan kegiatan tersebut memiliki arti bagi dirinya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emosi adalah perasaan yang telah meningkat pada tataran tertentu. Jadi emosi adalah bagian dari perasaan, sehingga perasaan belum tentu merupakan emosi. Karena sifatnya tergantung seberapa tingkatannya, maka untuk menggambarkan emosi dilakukan dengan menunjukkan ciri-cirinya. Adapun ciri-cirinya yang pokok adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Emosi merupakan suatu luapan gerak atau gejolak perasaan. Orang yang sedang menghayati perasaan biasa tidak dapat dikatakan sedang mengalami emosi, jika kemudian perasaan itu tiba-tiba berubah sebagai gejolak, luapan atau gerak yang dihayatinya. Misalnya seorang anak iri dengan temannya, minta sebuah baju baru kepada ibunya. Mula-mula dengan perasaan biasa. Tetapi karena ibunya menolak, maka ia menjadi marah. Anak tersebut sekarang sudah mengalami emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Emosi merupakan aspek psikis yang dialami dan disadari oleh orang yang bersangkutan. Orang atau anak yang mengalami emosi dapat menghayati, bagaimana selama ia mengalami emosi itu. Seorang yang marah merasa misalnya dadanya sesak, mukanya panas, urat lehernya tegang. Demikian pula dengan orang terkejut; ia merasa denyut jantungnya sebentar berhenti dan diikuti debaran yang kuat. Smua itu dapat dihayati oleh orang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Emosi merupakan aspek psikis yang bentuk tingkah laku eksplisitnya sering kali dapat diamati oleh orang lain. itulah sebabnya, seorang anak dapat mengatakan, bahwa temanny itu sedang sedih, karena ia mengetahui temannya itu duduk sambil menengkurapkan mukanya di atas meja disertai isak tangisnya yang tidak henti-hentinya dan kadan-kadang memukul-mukulkan tangannya di atas meja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Emosi merupakan aspek psikis yang dalam kelangsungannya sering membawa efek perubahan organis. Orang yang terkejut dengan sangat dapat pingsan, karena terjadi perubahan fungsi-fungsi organis, yaitu terjadinya over produksi insulin, yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan kemudianmengakibatkan turunya kadar glikose dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Macam-macam Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang menanggap, bahwa emosi itu identik dengan marah. Tentu saja pendapat itu salah. Emosi pengertiannya lebih luas dari pada marah. Selain marah, ada juga emosi duka cita (distress), rasa nikmat (delight), takut (fear), riang gembira (elation), suka cita (joy), iri hati (jealousy), benci (hate), terkejut (schock) dan sebagainya. Jadi, macamnya emosi adalah sama dengan macamnya perasaan yang telah meningkat pada taraf tertentu, berarti tidak terbatas pada marah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Aspek-aspek Motivasi dalam Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bebrapa aspek motivasi dapat mempengaruhi timbulnya emosi seperti dapat dikemukakan pada beberapa ilustrasi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. emosi dapat timbul, jika seorang anak mengalami suatu kebutuhan yang kuat yang kuat, yang belum terpenuhi. Contoh, seorang anak yang pulang dari sekolah dalam keadaan lapar. Tetapi sesampainya di rumah, tidak bisa makan, karena disuruh melukakan pekerjaan . iapun marah. Perintah melakukan pekerjaan mungkin akan lain akibatnya, jika dilakukan setelah anak makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Emosi dapat timbul jika kebutuhan yang dirasakan mendapat rintangan dalam memenuhinya. Seorang anak membutuhkan pujian. Pujian itu dapat diperoleh dengan memenangkan perlombaan. Tetapi betapa kecewanya, menjelang perlimbaan dilaksanakan namanya dicoret dari daftar peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Emosi dapat timbul jika tujuan yang akan dicapai, yang dapat memenuhi kebutuhannya tiba-tiba dialihkan. Seorang anak mempunyai cita-cita untuk memasuki fakultas hukum setelah tamat SMA. Tetapi oleh orang tuanya dipaksakan agar memasuki fakultas ekonomi, agar kelak dapat meneruskan perusahaan orang tuanya. Ia menjadi sangat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Gangguan Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emosi positif adalah emosi yang dihayati dengan matan dan akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Sebaliknya, emosiyang dihayati dengan tidak matan dapat menimbulkan macam-macam akibat yang tidak menguntungkan dalam kehidupan, baik bagi anak anak yang bersangkutan, maupun bagi anak yang lain. maka dikatakan, bahwa anak mengalami gangguan emosi. Penyebab ganguan emosi beracam-macam, misalnya karena kegagalan-kegagalan dalam mencapai tujuan atau cita-cita, oleh kondisi patologis ataupun oleh kekacauan fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian-penelitian menunjukkan bahwa berhasilnya pendidikan tidak semata tergantung pada tingkat kecerdasan anak. Faktor emosi ternyata sangat mempengaruhi. Sebagai contoh, karena pengakuan yang mantap terhadap kewibawaan seorang pendidik, peserta didik akan lebih memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh pendidik. Demikian pula jenis-jenis emosi yang lain, seperti rasa takut, benci, bosan terhadap mata pelajaran. Sifat mudah putus asa di dalam mengerjakan tugas pekerjaan rumah. Kebosanan yang terus menerus akan sangat mempengaruhi prestasi pendidikan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena beberapa pengalaman emosional dapat memberikan efek-efek yang negatif, maka pendidikan di sekolah maupun luar sekolah perlu dilaksanakan demikian sehingga mempengaruhi terbentuknya sikap emosional yang menuju keada kematangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ekspresi yang bersifat emosional itu juga merupakan faktor yang sangat penting di dalam pelajaran, disamping pentingnya dalam lapangan kesehatan mental. Oleh karena itu di sekolah diberikan mata pelajaran yang besifat ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepribadian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Freud keprobadian terdiri dari tiga sistem yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Das Es(the Id), yaitu aspek biologis dan merupakan sistem yang original di dalam kepribadian, dari aspek inilah kedua aspek yang lain tumbuh. Freud menyebutnya juga realitas psikis yang sebenar-benarnya. Oleh karena Das Es itu merupakan dunia batin atau subyektif manusia, dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia obyektif. Dan Es berisikan hal-0hal yang dibawa sejak lahir (unsur-unsur biologis), termasuk instink, daqn es merupakan reservoir energi psikis yang menggerakkan das Ich dan das ueber ich. Energi psikis di dalam das es itu dapat meningkat oleh karena perangsang dari dalam. Apalagi energi itu meningkat, maka lalu menimbulkan tegangan, dan ini menimbulkan pengalaman tidak enak yang oleh das es tidak dapat dibiarkan, karena itu apabila energi meninhgkat yang berarti ada tegangan, segeralah das es mereduksikan energi itu untuk menghilangkan rasa tidak enak itu. Jadi yang menjadi pedoman dalam berfungsinya das es adalah menghindarkan diri dari ketidakenakan dan mengejar keenakan. Pedoman ini disebut Freud “prinsip kenikmatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Das Ich atau dalam bahasa Inggris the ego. Aspek ini adalah aspek psikologis daripada kepribadian dan timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. Oran yang lapar pasti perlu makan untuk menghilangkan tegangan yang ada dalam ketegangannya, ini berarti bahwa organisme harus dapat membedakan antara khayalan tentang makanan dan kenyataan tentang makanan . disinilah letak perbedaan yang pokok antara das es dan das ich, yaitu kalau das es hanya mengenal dunia subyektif (dunia batin) maka das ich dapat membedakan sesuatu yang hanya ada dalam batin dan sesuatu yang ada di dunia luar (dunia obyektif, realitas). Di dalam berfungsinyadas ich berpegang pada “prinsip kenyataan” atau realitas dan bereaksi dengan proses sekunder. Tujuannya ialah mencari obyek yang tepat untuk mereduksikan tegangan yang timbul dalam organisme. Proses sekunder ialah proses berpikir realistis dengan mempergunakan proses sekunder das ich merumuskan suatu rencana untuk pemuasan kebutuhan dan mengujinya untuk mengetahui apakah rencana itu berhasil tau tidak misalnya, orang lapar merencanakan dimana dia dapat makan lalu pergi ke tempat tersebut untuk mengetahui apakah rencana tersebut berhasil atau tidak. Perbuatan ini secara teknis disebut reality testing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das Ich dapat pula dipandang sebagai aspek eksekutif kepribadian, oleh karewna das ich ini mengontrol jalan-jalan yang ditempuh, memilih kebutuhan-kebutuhan yang dapat dipenuhi serta cara-cara memenuhinya, serta memilih obyek-obyek yang dapat memenuhi kebutuhan, di dalam menjalankan fungsi ini seringkali das ich harus mempersatukan pertentangan-pertentangan antara das ich dan das ueber ich adalah derivat dari das es dan bukan untuk merintanginya, peran utamanya ialah menjadi perantara antara kebutuhan-kebutuhan instinktif dengan keadaan lingkungan, demi kepentingan adanya organisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Das Ueber Ich, adalah aspek sosiologi kepribadian, merupakan wakil dari nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya, yang dimasukkan (diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan. Das Ueber Ich lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan, karena itu das ueber ich dapat pula dianggap sebagai aspek moral kepribadian. Fungsinya yang pokok ialah menentukan apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak, dengan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das Ueber Ich diinternalisasikan dalam perkembangan anak sebagai response terhadap hadiah dan hukuman yang diberikan oleh orang tua. Dengan maksud untuk mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman anak mengatur tingkah lakunya sesuai dengan garis-garis yang dikehendaki oleh orang tuanya. Apapun juga yang dikatakannya sebagai tidak baik dan bersifat menghukum akan cenderung untuk menjadi “conscientia” anak, apapun juga yang disetujui dan membawa hadiah cenderung untuk menjadi ich ideal anak. Mekanisme yang menyatukan sistem tersebut kepada pribadi disebut inrojeksi. Jadi das ueber ich itu berisikan dua hal, ialah conscientia dan ich ideal. Concsientia menghukum orang dengan memberikan rasa dosa, sedangkan ich ideal menghadiahi orang dengan rasa bangga akan dirinya. Dengan terbentuknya dasueber ich ini maka kontrol terhadap tingkah laku yang dulunya dilakukan oleh orang tuanya menjadi dilakukan oleh pribadi sendiri, moral yang dulunya heteronom lalu menjadi otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1410074422667617269?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1410074422667617269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/bakat-emosi-dan-kepribadian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1410074422667617269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1410074422667617269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/bakat-emosi-dan-kepribadian.html' title='Bakat Emosi dan Kepribadian'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5691742031576567250</id><published>2009-02-03T23:09:00.001+07:00</published><updated>2009-02-03T23:11:54.246+07:00</updated><title type='text'>Allah Yang Menurunkan Al-Furqan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah yang menurunkan Al-Furqan itu adalah Dia yang milik-Nya sendiri kerajaan langit dan bumi sehingga wajar jika Dia mengutus Rasul, dan memberi tuntunan, dan disamping Dia sendiri Pemilik alam raya dan pengelolanya. Boleh jadi anda yang menduga bahwa kepemilikan Allah itu terbatas waktunya – sebagaimana kepemilikan penguasa duniawi sehingga mereka membutuhkan anak sebagai putra mahkota atau pembantu dalam mengelolanya. Untuk menampik dugaan itu ayat di atas melanjutkan bahwa dan disamping Allah pemilik, penguasa dan pengelola alam raya, Dia juga tidak mempunyai anak yang membantu atau melanjutkan kekuasaan-Nya, dan tidak ada juga bagi-Nya satu sekutu pun dalam kekuasaan-Nya, sehingga tidak ada penguasa di alam raya ini kecuali Dia semata, dan di samping itu Dia telah menciptakan segala sesuatu. Tidak ada yang maujud kecuali hasil ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum  Musyrikin Mekah menduga dan percaya bahwa  Allah telah melimpahkan sebagian wewenang-Nya kepada tuhan-tuhan yang mereka sembah. Nah, untuk menampik dan membatalkan kepercayaan itu, ayat ini melanjutkan bahwa disamping Dia adalah Penguasa Tunggal dan telah menciptakan segala sesuatu, lalu yakni begitu selesai proses awal dari penciptaan-Nya itu Dia menetapkan ukuran-ukuran yang sesuai dengan masing-masing ciptaan-Nya penetapan dan ukuran serapi-rapinya  sehingga semua mkhluk berpotensi melaksanakan  fungsi-fungsi yang harus diembannya dengan teratur dan sistematis.&lt;br /&gt;Pada ayat ini pun tidak disebut nama Allah, sama dengan ayat pertama, namun penekanannya pada ayat ini adalah pada keesaan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-mulk adalah kepemilikan dan penguasaan atas  segala  sesuatu  sekaligus menundukkannya sesuai kehendak pemilik. Ketika ayat di atas menyatakan bahwa langit dan bumi hanya milik Allah, maka itu berarti bahwa di samping kepemilikan-Nya, keduanya pun di bawah kendali dan pengaturan-Nya semata-mata. Dengan demikian, langit dan bumi tidak memiliki kemandirian dan kebebasan dalam segala kegiatannya kecuali atas dasar restu dan kehendak Allah, sebagai Pemilik dan Pengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  khalaqa terambil dari kata  khalaq yang makna dasarnya adalah mengukur atau memperhalus. Makna ini kemudian berkembang sehingga berarti antara lain,  mewujudkan atau menciptakan (dari tiada), menciptakan (tanpa satu contoh terlebih dahulu), mengatur, membuat, dan sebagainya. Biasanya kata  khalaqa dalam berbagai bentuknya memberikan penekanan pada kehebatan dan kebesaran Allah dalam ciptaan-Nya, berbeda dengan  ja’ala/menjadikan yang mengandung penekanan pada manfaat yang harus atau dapat diperoleh dari suatu yang dijadikan-Nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan, sejak proses pertama hingga  lahirnya sesuatu dengan ukuran tertentu, bentuk, rupa, cara dan substansi  tertentu, sering hanya dilukiskan Al-Qur’an dengan kata khalaqa. Di sini karena disebutkan proses yang lain, yaitu  faqaddarahu, maka kata khalaqa dibatasi pengertiannya pada mewujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosess lebih lanjut adalah  faqaddarahu yang akar katanya terambil dari hurufh-huruf qaf, dal, dan ra’ yang makna dasarnya adalah batas terakhir dari sesuatu. Bila Anda berkata: “Qadar/kadar sesuatu sedemikian”, maka dari itu berarti Anda telah menjelaskan batas akhir dari mutu dan kuantitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  qaddara  antara lain berarti  mengukur, memberi kadar/ukuran, sehingga pengertian ayat ini adalah memberi kadar/ukuran/batas-batas tertentu dalam diri, sifat, ciri-ciri kemampuan maksimal, bagi setiap makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua makhluk telah ditetapkan oleh Tuhan kadarnya dalam hal-hal tersebut hal-hal tersebut. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu. Proses lebih jauh yang disebut dalam surat al-A’la adalah fa bada yakni Allah swt. menurut dan menunjukkan kepada makhluk-makhluk-Nya itu  arah yang seharusnya mereka tuju.&lt;br /&gt;Matahari ditakdirkan Allah swt. beredar dalam waktu tertentu, ia tidak dapat melampaui batas tersebut. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan matahari beredar di tempat peredarannya demikian itulah takdir/ketetapan yang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (QS. Yasin{36}: 38).&lt;br /&gt;Demikian pula bulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Dan telah Kami takdirkan/tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua” (QS. Yasin {36}: 39).&lt;br /&gt;Dalam QS. Al-Hijr {15}: 19-21 dinyatakan-Nya bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut qadar/ukuran. Dan kami menjadikan untuk kamu di bumi keperluan-keperluan hidup dan Kami menciptakan pula makhluk-makhluk lain yang kemu sama sekali bukan pemberi rizki kepada mereka. Dan tidak sesuattu pun kecuali ada di sisi Kami khazanah (sumber)nya dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang mengulang-ulang hakikat  tersebut. Walhasil segala sesuatu termasuk manusia ada takdir yang ditetapkan Allah atasnya, takdir tersebut mencakup banyak aspek, antara lain  seperti yang penulis kemukakan  di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutub ketika menafsirkan ayat ini mengutip dengan cukup panjang uraian  A. Marison, ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Amerika, dalam bukunya Man Doesn’t Stand Alone antara lain: bahwa suatu hal yang mengundang decak kagum dan keheranan adalah system alam raya seperti keadaannya dewasa ini sesungguhnya sangat teliti, karena seandainya kulit bumi lebih tebal dari apa yang ada sekarang walau hanya beberapa kali maka pastilah CO2 (karbon dioksida) menyerap O2 (oksigen), dan pastilah tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Seandainya udara jauh lebih tinggi dari posisinya sekarang ini pastilah jutaan binatang-binatang akan terbakar hangus di angkasa dan menghancurkan seluruh bagian bumi. Kepadatan udara telah tercipta sedemikian rupa, memungkinkan sinar yang memberi pengaruh positif terhadap tumbuhan dapat terpenuhi, sekaligus membunuh kuman-kuman dan menghasilkan vitamin dan dalam saat yang sama tidak membahayakan manusia – kecuali jika dia berlama-lama ditengahnya.dan kendati adanya semburan-semburan gas dari bumi sepanjang masa – yang pada umumnya beracun – namun demikian udara dapat bertahan segar tanpa pencemaran dan tanpa terjadi kepincangan dalam keseimbangannya bagi kehidupan manusia. Di lain pihak, seandainya kadar oksigen di udara mencapai 50 % atau lebih – bukan 21 %, maka semua bahan yang berpotensi terbakar di dunia ini akan terbakar. Semburan kilat yang menerpa satu pohon, ppastilah akan membakar hutan sedemikian hebat, sehingga hampir-hampir saja meledakkannya.sebaliknya jika kadar oksigen turun hingga mencapai 10 % atau lebih rendah lagi, maka boleh jadi kehidupan kembali sebagaimana keadaannya pada masa-masa silam yang sangat jauh, dan jika demikian, maka sedikit sekali dari peradaban yang dikenal manusia selama ini akan tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dikutip oleh Sayyid Qutub, bahwa serangga berbeda dengan manusia, ia bernafas melalui selang. Dalam pertumbuhan serangga, selangnya tidak dapat tumbuh mengikuti pertumbuhan fisiknya, karena itu berkat system pernafasan serangga dan ciri penciptaannya yang sedemikian teliti, maka tidak ada serangga raksasa. Pembatasan pertumbuhan itu sekaligus mengekang serangga-serangga agar tidak mengtuasai alam. Bayangkanlah kalau ada lebah atau laba-laba sebesar singa. Demikian sedikit banyak informasi yang dikutip oleh Sayyid Qutub guna membuktikan betapa telitinya takdir dan ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2 di atas dikomentari oleh penyusun tafsir al-Muntakhah lebih kurang sebagai berikut: ilmu pengetahuan modern menyatakan bahwa semua makhluk, dari sisi kejadian dan perkembangan yang berbeda-beda, berjalan sesuai dengan sistenm yang sangat teliti dan bersifat konstan. Tidak ada yang mampu melakukan itu kecauali Allah, Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Dari sisi kejadiannya, sudah jelas semua makhluk – terlepas dari perbedaan jenis dan bentunya – terdiri atas kesatuan unsur- unsure yang sangat terbatas jumlanya, hamper seratus unsure. Dari jumlah itu, baru 90 unsur di antaranya sudah dikenal saat ini. Sifat-sifat alami, kimiawi dan berat atomnya tumbuh secara berangsur-angsur. Dimuali dengan unsure nomor satu, yaitu hidrogen yang memiliki berat atom 1. Sementara ini yang terakhir ditemukan adalah unsur kesembilan kesembilan puluh enam, yaitu unsure uranium yang berat atomnya sampai saat ini belum diketahui. Unsur terakhir yang ditemukan berat atomnya adalah uranium yang memiliki berat atom 238,57. Kesatuan unsur-unsur tadi kemudian membentuk sebuah komposisi sesuai dengan hokum yang telah ditetapkan dan tidak akan pernah melenceng. Demikian pula yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. Masing-masing terbagi pada kelompok dan jenis yang berbeda. Sedangkan dalam tahapan perkembangannya, sifat-sifatnya berkembang dari makhluk hidup bersel satu, seperti mikroba, sampai kepada makhluk hidup yang bersel banyak, seperti manusia yang dapat dikatakan paling sempurna. Setiap jenis memiliki sifat-sifat tertentu yang diwarisi dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5691742031576567250?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5691742031576567250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/allah-yang-menurunkan-al-furqan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5691742031576567250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5691742031576567250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/allah-yang-menurunkan-al-furqan.html' title='Allah Yang Menurunkan Al-Furqan'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3408715694708476023</id><published>2009-02-03T23:03:00.001+07:00</published><updated>2009-02-03T23:08:42.683+07:00</updated><title type='text'>Aliran dalam Psikologi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Aliran Psikologi Faali (Physiologica Psychology)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para ahli memepelajari gejala kejiwaan sebagai kelanjutan studi mereka dalam bidang ilmu Faal. W. Wundt sendiri pernah menjadi dosen Ilmu Faal dan sangat dipengaruhi oleh guru-gurunya yang sebagian besar dari bidang kedokteran. Ia dikenal sebagai seorang penganut strukturalisme, karena ia mengemukakan suatu teori yang menguraikan struktur atau susuna jiwa. Jiwa terdiri atas elemen-elemen yang dihubungkan satu sama lain melalui proses (mekanisme) assosiasi sehingga membentuik suatu struktur kejiwaan yang utuh. Oleh karena itu W. Wundt dikenal sebagai penganut Elementisme dan tokoh Assosianisme. Walaupun aliran ini sangat dipengaruhi oleh Ilmu Faal, tetapi ia mempelajari juga lapangan kehidupan yang lebih tinggi seperti pengamatan, proses berpikir, kesadaran, moral, dan agama. Pemukanya antara lain G.T. Fechner (1801-1887), H.L.F Von Helmholtz (1821-1894), W. Wundt (1832-1920) dan E.B. Titchener (1867-1927).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2. Aliran Psikologi Gestalt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini pun merupakan protes terhadap pandangan elementaristis dan metode kerjanya yang menganalisis unsur-unsur kejiwaan. Menurut aliran Gestalt, yang utama bukanlah elemen tetapi keseluruhan. Kesadaran dan jiwa manusia boleh dikatakan tidak mungkin untuk dianalisis ke dalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipelajari sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Keseluruhan adalah lebih dari sekedar penjumlahan unsur-unsurnya. Keseluruhan itu leih dulu ditanggapi dari bagian-bagiannya, dan bagian-bagian itu harus memeperoleh makna didalam dan oleh keseluruhan. Arti atau makna Gestalt bergantung kepada unsur-unsurnya dan sebaliknya arti unsure-unsur itu bergantung pula pada Gestalt. Pemuka aliran Gestalt, antara lain: Max Wertheimer (1880-1943), Kurt Koffka (1886-1941) dan Wolfgam Kohler (1887-1967).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Aliran Psikoanalisis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak Psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856-1939) terkenal dengan teori psikoanalisisnya yang mencakup teori kepribadian, teknik analisis, kepribadian dan metode terapi. Teknik penyembuhan psikoanalisis Freud merupakan hasil pengembangan teknik magnetisme (daya penyembuh magnetis) oleh F.A. Mesmer (1734-1815) dan hipnotisme oleh J.M. Charcot (1825-1893). Teori kepribadian Freud mengutarakan, bahwa jiwa terdiri dari tiga system yaitu id, ego, super ego, sejalan dengan teori strata dari Pierre Jannet (1859-1947) yang mengutarakan, bahwa kepribadian itu terdiri dari kecenderungan yang tersusun secara Hierarkis dari yang paling rendah (refleks) sampai yang paling tinggi (akal). Demikian pula mengenai dinamika kepribadian disebabkan oleh dorongan seksual dan agresi menurut Freud, dapat dipersmakan dengan teori energi yang bersumber pada Phisiologis, Psikologis dan keturunan Jannet.&lt;br /&gt;Pemuka aliran psikoanalisis lainnya adalah Carr Gustav Yung (1875-1961), Salah seorang murid Freud. Teori kepribadian Freud lebih bersifat mekanistis kausalistis, sedangkan teori kepribadian Yung menunjukkan konsepsi analitis, bersifat teleologis dan adanya upaya untuki menafsirkan tingkah laku manusia dari sudut filsafat, agama dan mistik. Murid Freud lainnya ialah Alfred Adler (1870-1937), mengmeukakan bahwa setiap individu mempunyai kelemahan organ (organ Inferiority) yang berbeda-beda, dan ia berusaha mengatasi kelemahan itu dengan mengadakan kompensasi mencari kekuatan guna kesesuaian hidup dalam hubungan dengan masyarakatnya. Kelemahan oragan mengakibatkan perasaan rendah diri atau Inferiority Feeling yang harus diatasi dengan kompensasi, guna memenuhi hasrat untuk diakui atau dianggap penting oleh masyarakat. Teori kepribadian Adler disebut pula teori psikologi individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Aliran Psikologi Assosiasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut aliran ini elemen dasar kejiwaan adalah hasil pengamatan alat indra (pengindraan) yang dapat membentuk ide. Ide-ide itu dapat dihubungkan satu dengan yang lainnya melalui proses mekanisme assosiasi. Pembahsan mengenai ide dengan assosiasinya dimulai oleh John Locke (1623-1704) dan dilanjutkan oleh James Mill (1773-1836) besera dengan anaknya John Stuart Mill (1806-1873).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Aliran Psikologi Fungsionalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini merupakan reaksi terhadap strukturalisme, yang berusaha menganalisis gejala kejiwaan untuk mengetahui strukturnya, mencari isi kesadaran dan menanyakan tentang hakikat jiwa sehingga akhirnya merumuskan bahwa jiwa adalah sejumlah pengalaman kesadaran. Sebaliknya aliran Fungsionalisme mempelajari aktivitas tingkah laku untuk mencari fungsi dan kegunannya dalam hubungan dengan lingkungan fisik maupun sosial, sehingga akhirnya merumuskan bahwa jiwa adalah memelihara kelangsungan hidup seseorang dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Aliran ini mempelajari apa yang terjadi dalam suatu aktivitas psikologis, tujuan dan fungsi dari suatu proses mental. Selain dinamis-teleologis, aliran ini bersifat praktis dan pragmatis, sehingga memungkinkan pengembangan psikologi terapan dalam berbagai bidang kehidupan. Tokoh-tokohnya antara lain: William James (1842-1910), John Dewey (1859-1952), James MC Kenn Cattell (1866-1944), E.L. Thorndike (1874-1949), dan R.S. Woodworth (1869-1962).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Aliran Psikologi Perilaku (Behaviorisme)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini mengemukakan bahwa objek psikologi hanyalah perilaku yang kelihatan nyata dan menolak pendapat sarjana psikologi lain yang memoelajari tingkah laku yang tidak nampak dari luar. Peletak dasar aliran ini adalah Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) dan William MC Dougall (1871-1938). I.P. Pavlov seorang sarjana ilmu Faal yang fanatik dan sangat anti pada psikologi yang dianggap kurang ilmiah. Namun demikian ia mempunyai peranan penting dalam psikologi Behaviorisme karena studinya mengenai refleks yang mendasari aliran ini. Ia terkenal dengan eksperimen mengenai refleks bersyarat atau refleks berkondisi yang dilakukan terhadap anjing dengan mengeluarkan air liurnya. Menurutnya segala aktifitas kejiwaan pada hakikatnya tidak lain daripada rangkaian refleks. W. MC Dougall peletak dasar lainnya pada aliran Behaviorisme, terkenal dengan teori instinknya, menurutnya instink adalah kecenderungan bertingkah laku tertentu dalam situasi tertentu sebagai hasil pembawaan sejak lahir dan tidak dipelajari sebelumnya. Semua tingkah laku manusia dapat dikembalikan kepada instink yang mendasarinya, misalnya emosi takut dasaranya adalah insting melarikan diri, emosi heran dasarnya adalah instink ingin tahu, emosi kasih sayang dasarnya adaalah instink orang tua (parental instinct). Pendiri Behaviorisme adalah John Broades Watson (1878-1958) yang berpendapat bahwa psikologi harus menjadi ilmu yang obyektif dalam arti harus dipelajari bagaimana menjalani ilmu pasti atau alam. Tokoh aliran behaviorisme lainnya ialah Edwin B. Holt (1873-1946), Edward Chase Tolman (1886-1950), dan B.F. Skinner (1904-…..) yang terkenal dengan eksperimen operan berkondisi atau Operant Conditioning dengan tikus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3408715694708476023?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3408715694708476023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/aliran-dalam-psikologi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3408715694708476023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3408715694708476023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/aliran-dalam-psikologi.html' title='Aliran dalam Psikologi'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1108825707563624457</id><published>2009-02-03T22:49:00.005+07:00</published><updated>2009-02-03T23:02:24.692+07:00</updated><title type='text'>Ahlak Sebagai Penegak Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhsin Noor dari Pesantren Al-Muslimun Cianjur bisa disebut salah seorang komunitas pesantren yang secara tegas menekankan pentingnya sosialisasi akhlakul karimah untuk Muslim Indonesia. Menurutnya, pengenalan syari’at Islam adalah dengan pengenalan dan sosialisasi pentingnya Akhlakul Karimah. Ia menjadi salah satu alternatif terbiuk untuk hal itu. Bukan dengan kalan kekerasan, yang belakangan ini berkembang di sebagian Muslim Indonesia.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, ajaran yang telah disampaikan dalam al-Qur’an dan Hadist bahwa  Muslim hendaklah ke dalam agama Islam secara semuanya (kaffah), dan tidak mengikuti nafsu syaitan. Umat Islam tidak boleh menyakiti non-muslim, karena Islam pada dasarnya adalah  rahmat bagi sekalian alam. Maka, bila penerapan syari’at Islam dengan akhlakul karimah, itu tidak akan mengganggu kalangan non-Muslim. Dan hal inlah yang sedianya menjadi agenda Muslim Indonesia.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu, Abdullah Margani dari Pesantren al-Musaddadiyah Garut menyatakan, metode penegakan Syari’at Islam harus dimulai dari sosialisasi akhlak yang baik. Selain itu, strategi penegakan lewat jalur atas dan bawah harus dilakukan secara bersama-sama. Maksudnya, pemimpin harus bisa dijadikan contoh, sedangkan di kalangan bawah seperti di pondok pesantren dan masyarakat sekitar harus memonitori pelaksanaan syari’at Islam. Jangan sampai, kebiasaan sandal yang hilang di masjid, lemari di pesantren di bongkar, baju jemuran hilang, dan hal sepele-sepele lainnya dibiarkan terjadi.  Menurutnya, dalam menerapkan syari’at Islam, “kita harus back to basic bagaimana kita bisa berprilaku yang baik, bagaimana performance kita dalam kehidupan berdagang, bermasyarakat, dan bernegara”. Sekarang bagaimana kita tampilkan performance kita, bagaimana berdagang yang jujur sebagaiaman diajarkan rasulullah, dari prosedur-prosedurnya sendiri, dan sebagainya. Yang penting kita mampu memiliki pemimpin yang bisa menjadi tauladan. Tambahnya, “kalau kita punya pemimpin satu orang saja yang bisa menjadi tauladan, insya Allah cukup. Jadi permasalahan yang utama bukanlah isu-isu yang tadi, tapi bagaimana kita menjadikan ada tauladan minimal diri kita. Itu yang harus menjadi isu utama, bagaimana agar supaya Islam beres”.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula pandangan serupa dikemukakan seorang responden dari Pesantren Miftahul Huda di Tasikmalaya.. Manururny, untuk menegakkan syari’at Islam harus dimulai dengan individu masing-masing. Terutama yang dari pesantren, mereka harus berjiwa Islami seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Dan kita harus betu-betul menanamkan rasa cinta terhadap Islam ke masyarakat. “Orang yang sudah mencintai apapun yang kita usulkan akan mereka setujui. Kalau sudah begitu otomatis kita akan mudah untuk menegakkan syari’at Islam”, demikian di berujar.[4] Jadi, jelas bahwa akhlakul karimah sebagaimana dipraktikkan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari adalah jalan paling mudah untuk menegakkan syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping akhlakul karimah, H. Iqbal Santoso dari Pesantren Persis Garut menambahkan satu poin lain, yakni pendidikan. Hal ini antara lain didorong oleh pengalamannya—saat hendak merekrut lulusan madrasah dan pesatren untuk bekerja di Bank Syari’ah—bahwa SDM Muslim masih lemah.  Jadi, ketika mereka ingin menegakkan Syari’at Islam, tetapi masih banyak dari mereka yang tidak mengetahui sistem politik Islam, perekonomian Islam, dan peradilan Islam, maka itu bisa menjadi boomerang bagi umat Islam sendiri. Maka, salah satu hal yang harus dlakukan dalam rangka penegakkan Syari’at Islam adalah mempersiapkan sumber daya masyarakat Muslim terlebih dahulu. Dia menegaskan “Jika masyarakat Muslim telah tercipta dan kokoh, maka syari’at Islam dapat ditegakkan dengan mudah. Pada zaman dahulu, Nabi lebih mengutamakan menciptakan masyarakat Muslim, baru setelah itu beliau menegakkan syari’at Islam”.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Posisi Non-Muslim dalam Penegakan Syari’at Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isu akhlakuk karimah dalam penegakkan syari’ah Islam tentu bukan tanpa alasan sosiologis yang kuat. Dalam sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama seperti Indonesia, penegakan sebuah aturan agama tertentu sebagai dasar resmi untuk menjalankan kebijakan politik, hukum, dan sosial sehari-hari, tidak bisa langsung diterima begitu saja. Bahkan, hal itu berlawanan dengan prinsip demokrasi yang menjamin persamaan hukum dan hak bagi semua warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran terbesar yang dirasakan oleh umat agama lain di Indonesia pada penegakan syari’at Islam secara formal sebagian timbul dari pertanyaan besar tentang bagaimana nasib dan posisi mereka (non-Muslims)? Apakah dengan penegakan syari’at Islam mereka menjadi warga negara kelas dua yang tidak lagi bebas mengekspresikan keyakinannya dan dijamin hak-haknya? Apakah mereka nanti juga akan dipaksa untuk mengikuti tata cara hidup Islami? Dan sejauh mana eksistensi hidup mereka dengan aturan yang baru itu? Dan, memang, hal itu pula yang menjadi salah satu perhatian kalangan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Siti Asadiyah—seorang guru senior pada Pesantren Darussalam Ciamis—misalnya, bependapat bahwa non Muslim tidak perlu khawatir dengan penegakan syari’at Islam secara formal sebagai undang-undang negara. Karena, mereka pasti akan dilindungi eksistensi dan keberadaannya. “Ya pasti dilindungi. Ini kan sudah ada sejarahnya, sejak zaman Rasul sampai sahabat. Ketika itu Muslim yang nomor satu dan non-Muslim takluk, dan mereka itu memberikan upeti kepada umat Islam” ujarnya.[6] Bila kita lihat pernyataan itu, secara tersurat jelas bahwa umat non-Muslim akan dilindungi, namun dengan syarat mereka memberikan upeti kepada umat Islam. Dari pernyataan itu, secara tidak langsung juga ditegaskan bahwa posisi umat non-Muslim sebagai warga negara kelas dua adalah hal yang sangat mungkin dan wajar dalam penegakan syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamini pendapat di atas, Asep Suja’i Farid dari Pesantren Cintawana, Tasikmalaya menyatakan bahwa justru dengan syari’at Islam umat non-Muslim akan lebih terlindungi. Hal itu sudah dicontohkan Rasulullah ketika di Madinah. Saat itu, menurutnya, umat non-Muslim lebih terjamin untuk melakukan perdagangan, praktik keagamaan, kegiatan sosial-politik, serta urusan kehidupan lainnya. Ketakutan umat non-Muslim di Indonesia, menurutnya, dikarenakan sikap yang apriori terlebih dahulu tanpa melihat sejarah Nabi. Hal itu ditambah lagi oleh sikap sebagian tokoh umat Islam sendiri yang tidak berusaha memperjuangkan Piagam Jakarta secara sungguh-sungguh. “Kalau melihat pengalaman itu, mereka malah bisa lebih terlindungi, karena ada contoh yang Rasulullah telah laksanakan di Madinah. Lebih terjamin lah. Kalau ada Piagam Jakarta, insya allah syari’at Islam kin sudah berjalan di seluruh indonesia. Minimal Jawa dan Sumatera. Karena yang bagian timur kan mayoritas waktu itu orang kafir” paparnya tentang masalah ini.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kemungkinan terjadinya pengkelasan kewarganegaraan juga dinyatakan M. Mufti dari Pesantren Baiturrahman, Bandung. Dia berpendapat, kalau dilihat dari sudut pandang teori negara, kemungkinan itu sangat ada. Sebab, ketika suatu negara dibangun berdasarkan hukum agama tertentu, tentu warga negara yang menganut agama yang sama dengan negara yang akan lebih terjamin hak-haknya, begitu juga sebaliknya. Bahkan, seharusnya aturan itu juga bisa diterapkan ke umat agama lain yang tinggal di negara itu.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lain halnya dengan pendapat Latif Awaluddin dari pesantren Persis Pajagalan, Bandung. Dia menyatakan bahwa aturan hukum dan kehidupan sehari-hari dalam penerapan syari’at Islam tidak diwajibkan bagi umat non-Muslim. Meski umat Islam diwajibkan menutup aurat, untuk warga non-Muslim tidak harus, bahkan dia tidak harus shalat. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[9] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dan pendapat yang sama juga dikemukan Ustadz Syamsuddin dari Pesantren Darul Muttaqin, Cirebon. Menurutnya, dalam konteks Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan agama, pemaksaan penerapan syari’at Islam kepada non-Muslim tidak bisa dibenarkan. “Islam ini bukan suatu paksaan, kita tidak bisa memaksakan Islam kepada orang-orang yang memang belum ada petunjuk dari Allah. Artinya kita mau mendakwahi kayak apapun dan memaksakan, malah kita nanti dipermasalahkan. Jadi barang siapa yang sudah mengerti dan memahami marilah kita sama-sama jalan, kalau itu belum ya masing-masing saja” katanya memberikan argumen soal larangan pemaksaan itu.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dengan demikian, meski orang-orang Kristen, Budha, dan agama lainnya itu sebagai orang kafir umat Islam tidak dibenarkanb memerangi mereka. Lebih jauh, Ustadz Syamsuddin berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kitab mereka (orang Kristen dan sebagainya) kan bikinan baru. Dan kita memahami Nabi yang terahir kita Nabi Muhammad, berarti Islam itu yang dibawa dan mestinya semua manusia kembalinya pada Islam dan bukan pada agama lainnya. Kita anggap mereka ini tidak menuhankan pada Allah, berarti orang kafir. Tetapi apakah kita harus memerangi mereka? Tidak. Kita ini Islam, damai, tapi diarahkan ke Islam dan tanpa paksaan dan kita tidak sepakat dengan kekerasan. Bahkan, kita ajarkan kepada anak-anak bahwa Islam ini bukan kekerasan tapi kita damai, baik, santun kepada siapa saja kepada semua orang yang tinggal disekitar kita”.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Mastuhi Abdul Ghafur dari Pesantren Baiturrahman, Bandung. Menurutnya, kalau syari’at Islam sudah ditegakkan dan ditetapkan secara formal sebagai undang-undang daerah seperti di Aceh, maka non-Muslim harus mengikuti aturan itu. Hanya saja, untuk daerah lain perlu diuji coba sejauhmana penerimaan masyarakat terhadap syari’at Islam secara formal dalam undang-undang. Jika di daerah yang penduduknya mayoritas beragama Islam, maka mau tidak mau masyarakatnya mengatakan bisa saja terjadi. Namun, untuk konteks keseluruhan negara Indonesia, dikhawatirkan penerapan aturan ke non-Muslim akan menyebabkan perang agama. Lebih tegasnya dia berujar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu sudah masuk dalam undang-undang daerah artinya sudah diberlakukan seperti itu. Kalau daerah lain ya silahkan saja. Pokoknya kalau awalnya diletakkan ini seperti itu akan kokoh. Tapi kalau undang-undang resminya sudah berjalan begini bisa perang agama, dunia akan bertindak bahkan akan digencet Indonesia kalau non muslim dipaksa ikut aturan muslim. Maksudnya di Indonesia dipusat, kalau didaerah awalnya begitu karena mayoritas muslim maka mereka mau tidak mau mereka msyarakatnya mengatakan bisa saja terjadi”.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, dia menambahkan, jika suatu saat nanti Indonesia berhasil menerapkan syari’at Islam dalam undang-undang dan sudah ditetapkan, maka seluruh warganya—Muslim dan non-Muslim—wajib mengikutinya. Seperti di Malaysia dan Arab Saudi yang sudah memberlakukan hukum Islam, warga non-Muslim mau tidak mau memang mengikutinya. Menurutnya, kesalahan negara Indonesia adalah kenapa dahulu saat kemerdekaan syari’at Islam tidak diberlakukan dan ditetapkan sebagai aturan negara. Jika pada masa itu berhasil, aturan itu pasti akan diterima tidak hanya oleh warga Muslim saja tapi juga oleh semua warga negara lainnya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat serupa dikemukakan Asep Ahmad Mausul Affandi dari Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya. Menurutnya, kita tidak bisa mengubah keyakinan orang, karena sebagi pengikut Nabi terakhir sudah semestinya mengikuti Nabi yang tidak suka memaksakan kehendak pada orang lain. Dia mencontohkan, meski Abu Thalib tiap hari bergaul dan hidup dengan Nabi Muhammad yang dibimbing dengan wahyu dan dibekali dengan mukjizat, sampai akhir hidupnya ia tetap kafir. Menurutnya, itu adalah fakta sejarah yang harus diterima. Meski demikian, dia percaya bahwa syari’at Islam sebetulnya bisa ditegakkan sebagai aturan di negeri ini, termasuk untuk warga non-Muslim.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, bila melihat berbagai pendapat di atas, sangat wajar jika banyak non-Muslim khawatir akan posisi mereka jika syari’at Islam diterapkan. Menurut Saiful Mujani, sejauh aspirasi politik syari’ah ini terbatas pada kelompok-kelompok di masyarakat, bukan sebagai bagian dari kebijakan publik, maka perbedaan pemahaman itu relatif masih bisa diakomodasi asal tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku umum. Namun, jika sudah menjadi menjadi keputusan publik, lewat lembaga-lembaga negara, maka akan mengikat semua warga negara, baik Muslim maupun non- Muslim. Dan kalau ini terjadi, demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang berfungsi mewadahi pluralisme primordial, termasuk perbedaan pemahaman tentang syari’ah, mulai terancam eksistensinya.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Antara Syari’at Islam, Negara Islam, dan NKRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guna mencari jalan penegakan syari’at Islam yang lebih efektif dan komprehensif, banyak dari kalangan penegak syari’at Islam yang menganggap bahwa pendirian negara Islam menjadi agenda yang mesti dipikirkan dan dilaksanakan. Negara Islam menjadi jaminan paling diandalkan dalam rangka pelaksanaan syari’at Islam dalam kehidupan masyarakat. Dan isu negara Islam ini memang menjadi satu poin penting yang berkembang di kalangan Muslim Indonesia, khususnya di pesantren yang menjadi sasaran penelitian. Menyangkut isu ini setidaknya terdapat tiga tiga pola pemikiran yang muncul, yakni moderat, fundamentalis, dan mengambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Moderat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran moderat diungkapkan antara lain oleh Fadhil Yani Ainussyamsi dari Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Dia berpendapat bahwa penegakan syari’at Islam dan negara Islam merupakan harapan semua umat Islam. Jika soal negaranya mau mau berdasarkan Pancasila atau Islam, yang penting syari’at Islam tegak terlebih dahulu. Jadi, masyarakatnya harus dibentuk dahulu berdasarkan nilai-nilai Islam. Keadaan ini secara otomatis mengubah sistem demokrasi menjadi sistem Islam.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dengan demikian, perubahan karakter Muslim tersebut  sangat penting, karena ia menjadi satu prasyarat utama bagi dalam menyukseskan penegakan syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Fadhil di atas diamini oleh Abdul Aziz dari Pesantren Darusslama, Ciamis. Seraya mengacu pada sejarah dakwah Rasulullah, dia berpendapat bahwa agenda penegakan syari’at Islam pertama kali bukan dilakukan dengan jalan pendirian negara Islam. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana syari’at Islam bisa diterima dan dipahami masyarakat. Dan jalan itu bisa ditempuh dengan menanamkan prinsip keimanan dan ajaran Islam kepada bangsa Indonesia. “Jadi, bukan dengan cara merusak Pancasila atau undang-undang, tapi bagaimana kita menanamkan ajaran Islam kepada bangsa Indonesia. Rasullah menanamkan keimanan itu tidak sebentar. Sebelum ada perintah shalat dan zakat, yang pertama ditanamkan adalah keimanan, keyakinan kepada Allah. Maka untuk sekarang ini kita jangan memerangi pemerintah, tapi menanamkan kepada pemerintah tentang ajaran islam yang benar. Maka undang-undang atau falsafah akan berubah sendiri” katanya menjelaskan&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[17].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Lebih lanjut dia berpandngan bahwa sekarang ini umat Islam sebagai mayoritas belum menjadi kekuatan. Jika kita berhasil menanamkan ajaran Islam itu, Islam akan menjadi sebuah kekuatan besar yang secara otomatis akan merubah falsafah Pancasila. Dan untuk mencapai hal itu, Muslim harus berusaha keras dan jangan hanya mengandalkan pada beberapa kelompok saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Margani dari Pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, menambahkan, bahwa persoalan umat Islam yang belum banyak memahami tentang pentingnya dan syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari bukan terletak pada belum terbentuknya negara Islam atau karena negara Indonesia masih sekuler. Hal itu disebabkan oleh ketidakmampuan Muslim untuk bersatu hingga menghasilkan sebuah kekuatan. Maka, kita hendaknya jangan menyalahkan keadaan dan orang lain. Lebih jelasnya dia berkata sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan masalah itu, tapi ketidakmampuan umat Islam untuk bersatu sehingga menghasilkan kekuatan. Jangan menyalahkan orang lain, karena kita sendiri yang salah. Dari mulai ulamanya yang awal sampai kita, kita yang salah. Sehingga tidak bisa menghasilkan kekuatan, suatu musyawarah, sehingga negara ini tidak menjadi negara Islam. Atau minimal menjadi negara yang menjadikan Islam sebagai agama resminya”.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya menanamkan nilai-nilai Islam guna menegakkan syari’at Islam ini, juga diungkapkan oleh Cucu Cahyana dari Pesantren Darussalam, Ciamis. Dia berujar bahwa penanaman syari’at Islam secara bertahan dan perlahan—mulai dari individu, keluarga, desa, kecamatan, kabupaten lalu ke yang lebih luas—sangat perlu. Jadi, nantinya penggantian Pancasila dan UUD 1945 dengan Islam bisa dijalankan dengan mudah. Ini dalam ramgka menghindari agar jangan sampai ketika negaranya sudah berdasarkan syari’at Isam, orang-orang Islam justru tidak siap menerimanya dan ada sebagian yang tidak berperilaku Islami&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[19] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dan pendapat serupa juga disuarakan kaum Muslim lain dari pesantren yang diteliti, seperti Iqbal Santoso dari Pesantren Persis Tarogong, Garut, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[20]&lt;/span&gt; Dodo Murtadho dari Pondok Pesantren Riyadul Huda Kuningan&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dan Udi Samahudi, juga dari Pesantren Nurul Huda, Kuningan. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mereka umumnya berpendapat bahwa agenda paling mendesak dan penting untuk dilakukan adalah penanaman syari’at Islam dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Fundamentalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pemikiran kedua, di sini disebut bercorak fundamentalis, justru menekankan perlunya mendirikan sebuah negara Islam sebagai jalan untuk menegakkan syari’at.  Hal ini dikemukakan antara lain oleh Syarif Hidayat dari Pesantren al-Hasan, Ciamis. Dia berpandangan bahwa idealnya penegakan syari’at Islam dibarengi dengan perubahan hukum dan dasar negara. Sebab, hal ini akan lebih menciptakan kekompakan dan kekuatan di kalangan umat Islam. Dia juga mengkritik bahwa gerakan penegakan syari’at dan negara Islam itu tidak kompak, yang akhirnya menjadikannya sebagai gerakan bawah tanah dan akibatnya hingga sekarang belum membuahkan hasil.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut diamini Asep Ahmad Mausul Affandi dari Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, yang juga menjadi Wakil Ketua Lajnah Tanfidziah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Menurutnya, untuk menegakkan syari’at Islam, perlu menciptakan eksekutor atau membikin imamah (kepemimpinan) khusus. Negara ini mau bentuknya apa saja, yang penting Islam punya pemimpin yang bisa ditaati dan dijadikan rujukan. Dia juga berpendapat bahwa konsep syari’at Islam adalah wajib dan bagi yang menolaknya tergolong sebagai orang kafir.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[24] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dan dalam rangka menciptakan imamah (kepemimpinan) yang menjamin syari’at Islam terlaksana, kaum Muslim harus merebut kekuasaan agar memiliki kekuatan untuk menegakkan syari’at Islam. Dia berujar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi umat islam memang tidak berdaya, mereka kalau kita tanya siapa pemimpin islam di Indonesia, saya nggak tanya pemimpin negara islam indonesia, nggak. Negara itu salah satu bagian dari syari’at Islam, bukan syari’at Islam itu identik dengan negara. Salah satu bagian kecil, bukan syari’at Islam bagian dari negara. Jadi negara harus tahu tentang syari’at Islam&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya menciptakan kepemimpinan di atas juga didukung oleh para santri bimbingan Asep Mausul dari Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya. Yana, seorang santri senior, mengungkapkan bahwa untuk saat ini penegakan syari’at Islam secara komprehensif masih mengalami banyak kendala. Hal itu terutama karena masih banyak kalangan yang belum paham tentang manfaat dan pentingnya ide ini. Terlebih lagi, gagasan itu akan mengalami benturan dengan para pemimpin dan pengambil kebijakan di pemerintah. Oleh karenanya, jumlah orang yang menegakkan syari’at Islam harus terus dikembangkan dan pemimpin yang ada seyogyanya mendukung ide itu. “Berapa persen sih yang menerima syari’at Islam, 2 % (dua persen) pun belum tentu kan. Jadi menegakkan syari’at itu harus dan tidak sebagian-sebagian tapi harus total. Cuma polanya yang harus dibuat sedemikian rupa. Jadi, kalau dengan Pancasila saya kira tidak bisa untuk menegakkan syari’at Islam secara kaffah” ujarnya menegaskan.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman bahwa dengan Pancasila kaum Muslim tidak bisa menegakkan syari’at Islam secara menyeluruh jelas mengandaikan pendirian sebuah negara Islam. Jadi, syari’at Islam harus ditindaklanjuti dengan perebutan kekuasaan. Masih menurut Yana, “menegakkan syari’at Islam ya jelas mendirikan negara Islam. Hanya sekarang ini kelihatannya publik yang memutakbalikkan fakta. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[27]&lt;/span&gt; Demikian halnya dengan Asep Asep Suja’i Farid dari Pesantren Cintawana, Tasikmalay. Dia berpendapat perlunya penegakan syari’at Islam lewat jalur kekuasaan, mulai dari tingkat lokal hingga negara. Beberapa daerah yang sudah mendeklarasikan syari’at Islam, seperti Cianjur, Sukabumi, dan Tasikmalaya, perlu dijadikan pengalaman dan contoh umat Islam yang daerah lain. Pada era otonomi daerah seperti sekarang ini, momentum itu hendaknya dijadikan sebagai strategi untuk mendeklarasikan syari’at Islam di tingkat lokal agar bisa diterima masyarakat, selanjutnya ketika sudah banyak daerah yang melakukan deklarasi, negara Islam lebih gampang ditegakkan. Dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara Islam itu bisa belakangan, syari’at Islam dulu disodorkan ke masyarakat, kalau udah diterima barulah. Kalau negara kan scopenya luas, dari Sabang sampai Merauke. Paling juga kita bisanya bertahap. Nah tiap-tiap daerah kan udah ada otonomi, jadi mereka bisa mulai mendeklarasikan syari’at. Ya mudah-mudahan lah nanti bisa benar-benar terlaksana” katanya menjelaskan soal ini.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Mendua (ambivalen)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Corak pemikiran ketiga adalah pendapat yang melihat bahwa penegakan syari’at Islam dengan mendirikan negara Islam menunggu saat yang tepat. Ini antar4a lain diungkapkan oleh Mastuhi Abdul Ghafur dari Pesantren Baiturrahman Jawa Barat. Dia menyatakan bahwa pendirian syari’at Islam lewat negara seperti yang dilakukan di Iran, Pakistan, dan Sudan, mensyaratkan bahwa posisi umat Islam kuat. Dan, sayangnya, kekuatan itu tidak ada di Indonesia. Pencabutan Piagam Jakarta dari dasar negara Indonesia pada awal kemerdekaan dahulu menjadikan cita-cita itu sulit direalisasikan. Padahal, dengan Piagam Jakarta, semua urusan negara menjadi lebih mudah diatur dengan hukum Islam. Jika seperti sekarang ini, syari’at itu hanya menjadi kewajiban individu yang tidak atur oleh negara. Dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau perorangan itu masing-masing haknya. itu haknya pribadi. Kalau hak negara, otomatis negara yang mengatur, seperti Nabi Muhammad yang mengatur semua gerak-gerik, langkah, dan lain sebagainya (masyarakat waktu di Madinah dahulu). Sehingga, hukum itu berjalan ke masyarakat. Pribadi-pribadi berjalan tapi hukum itu tidak berjalan dengan perbuatan ini tidak dihukum kan”.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, model pendirian negara Islam seperti yang dilakukan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewiryo pada 1950-an tampak tidak diterima. Masih menurut Mastuhi Abdul Ghafur, dia menyatakan setuju dengan ide pendirian negara Islam hanya caranya dia tidak bisa menerima caranya yang sering memaksa, mengancam, dan menggunakan jalan peperangan. Dalam hal ini, dia setuju dengan gagasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengkampanyekan perlunya menegakkan Khilafah Islamiyah. “saya acungkan jempol dan salut terhadap perjuangan mereka (HTI) yang mempunyai prinsip supaya menegakkan hukum di dunia ini” katanya menegaskan posisinya.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh KH Muhsin Noor dari Pesantren al-Muslimun Cianjur. Menurutnya, meski ia setuju dengan ide penegakan syari’at Islam lewat pendirian negara Islam, namun melihat keadaan di Indonesia sepertinya sangat sulit. Hal ini disebabkan oleh pemahaman-pemahaman yang belum tersebar luas di kalangan masyarakat dan umat Islam sendiri belum memiliki kekuasaan yang besar. “Memang menurut saya kalau di Indonesia mungkin sulit. Maka kita mungkin dengan pemahaman-pemahaman yang dapat diterima oleh orang lain, kalau mau begitu bisa saja tetapi sulit, tetapi kalau kekuasan kita misalkan sampai 80%. Tapi sekarang ini sulit, yang belum apa-apa sudah dicurigai yang tida-tidak” katanya menjelaskan.[31]Dia juga menambahkan, untuk mendirikan negara Islam, sewaktu DII/TII yang dipimpin Kartosoewiryo saja yang lumayan kuat dan didukung beberapa daerah sulit, apalagi untuk zaman sekarang ini. Memang ide negara Islam itu sangat bagus, namun menurutnya kalau mau direalisasikan sulit sekali. Jika umat Islam benar-benar mau merealisasikan hal itu, mestinya sejak dari sekarang dipersiapkan kader-kader yang berideologi Islam dan siap memperjuangkan ide pendirian negara Islam. Begitu juga dengan ide Khilafah Islamiyah dari Hizbut Tahrir Indonesia. Itu bagus namun sulit untuk direalisasikan di Indonesia. Dan itu hanya berkembang di masyarakat kota yang jumlahnya sedikit &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utan Muchtar dari Pesantren Al-Islah Cirebon juga mengungkapkan hal yang senada. Menurutnya, negara Islam itu sah dan boleh-boleh saja didirikan, asalkan sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Semua itu agar keadaan menjadi lebih baik dan Islami. Meski begitu, target utamanya bukan negaranya yang berbentuk Islam, tapi dia menginginkan agar semua negara ini sesuai dengan ajaran Islam.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bertolak dari pendapatnya itu, dia menyatakan setujua dengan konsep NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Terlebih lagi, kemerdekaan di Indonesia itu pada dasarnya yang paling banyak memperjuangkan adalah orang-orang Islam. Jadi, sebetulnya yang memerdekakan bangsa ini adalah para santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pandangan di atas, meski dengan tekanan yang berbeda, sebagian kalangan pesantren menganggap bahwa pendirian negara Islam sebagai unsur penunjang dari penegakan syari’at Islam. Namun, memang ada sebagian yang menganggap bahwa pendirian negara Islam itu bukan merupakan ide yang mendesak. Justru yang harus dilakukan umat Islam sekarang adalah perbaikan SDM dan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjalankan syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, ketika syari’at Islam sudah ditegakkan atau negara Islam sudah terbentuk, umat Islam secara mayoritas sudah berperilaku Islami. Akan tetapi, bagi sebagian kalangan yang lain, penegakan syari’at Islam lewat kekuasaan atau pendirian negara Islam justru merupakan strategi yang tepat agar syari’at Islam lebih diterima secara luas dan mendapat jaminan negara. Keadaan sekarang yang menampakkan bahwa syari’at Islam banyak yang hanya menjadi kewajiban individu, seharusnya harus lebih ditingkatkan lagi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;syari’at Islam dimulai dari sosialisasi pentingnya pelaksanaan akhlakul karimah sebagai inti syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga sebagai langkah strategis yang menyontoh model dakwah Rasulullah yang berhasil mengenalkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Mereka menganggap, menegakkan syari’at Islam lewat akhlakul karimah, sepertinya lebih mudah diterima masyarakat karena dia mempunyai bahasa universal dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk soal posisi non-Muslim dalam syari’at Islam, para pimpinan pesantren mengganggap bahwa syari’at Islam akan tetap melindungi posisi non-Muslim. Bahkan, dengan merujuk pada pengalaman Nabi Muhammad ketika di Madinah, justru dengan kepemimpinan Islam para warga non-Muslim lebih terlindungi. Pemahaman seperti ini berimplikasi pada kedudukan non-Muslim dan status kewarganegaraan mereka. Sebagian kalangan pimpinan pesantren beranggapan, warga non Muslim memang seharusnya menjadi warga negara kelas dua dengan kewajiban menaati peraturan yang juga dipakai oleh umat Islam. Sebagian lainnya berpendapat, peraturan syari’at Islam hanya diperuntukkan untuk umat Islam saja, semenatara non- Muslim dibebaskan mengekspresikan keyakinannya, asalkan tidak menimbulkan keributan dan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal pentingnya pendirian negara Islam sebagai jaminan utama pelaksanaan syari’at Islam, sebagian kalangan pesantren menganggap hal itu belum perlu dilakukan. Karena, yang lebih penting sekarang ini adalah bagaimana umat Islam mampu dan mau melakukan syari’at Islam dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga, ketika nanti sudah banyak yang memahami dan menjalankan syari’at Islam secara penuh, otomatis negara Islam akan terbentuk dengan sendirinya. Pada sebagian pimpinan lainnya, pendirian negara Islam adalah agenda yang mesti dilakukan. Akan tetapi, caranya adalah mulai merebut kepemimpinan dari tingkat bawah dan kecil menuju tingkat yang lebih tinggi dan luas. Dengan kekuasaanlah, menurut mereka dakwah penegakan syari’at Islam lebih mudah terlaksana dan terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan syari’at Islam lewat aturan hukum ataupun dengan sosialisasi akhlakul karimah sepertinya menjadi agenda yang terus hidup. Terlepas apakah muara dari semua program itu adalah negara Islam atau bukan, yang jelas hampir semua sektor kehidupan publik di Indonesia kini mengalami sentuhan Islamisasi. Sayangnya, semua itu masih bersifat simbolik, ornamental, dan di atas permukaan semata. Perilaku sehari-hari sebagian besar penduduk negeri ini tampaknya masih jauh dari mencerminkan nilai-nilai Islam yang sejati.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati dari berbagai gerakan penegakan syari’at Islam itu, tampaknya ada dua hal penting yang menjadi tawaran mereka. Pertama, “negara syari’at” lahir sebagai tawaran alternatif atas kegagalan sistem sekuler yang telah memperokporandakan nilai dan moralitas. Kedua, “negara syari’at” sebagai resistensi terhadap modernitas yang disimbolkan dengan kapitalisme global.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[35]&lt;/span&gt; Jika “negara syari’at” diletakkan sebagai gerakan resistensi terhadap modernitas, bisa jadi ia akan mendapatkan dukungan dunia. Karena, saat ini perlawanan terhadap globalisasi dan neoliberalisme hampir menjadi konsen banyak negara di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Persoalannya, apakah ia betul-betul diagendakan sebagai resistensi terhadap modernitas, atau hanya sebagai “sasaran antara” guna menutupi agenda sebenarnya untuk menegakkan negara Islam sebenarnya? Jika pilihan yang terakhir itu yang akan diambil, sepertinya ramalan Ahmad Syafii Maarif bahwa gerakan pro-negara syari’at dan syari’at Islam akan menerima “piala kekalahan” betul-betul akan terjadi. Soalnya, saat ini bangsa-bangsa di dunia sedang gencar mengkampanyekan tentang demokrasi dan negara kebangsaan yang menjamin adanya kebebasan dan kesamaan di depan hukum, jadi tidak ada lagi pengkelasan warga berdasar agama atau rasnya berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1] Muhsin Noor (wawancara, Cianjur, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[2] Konsep inilah dijadikan rujukan oleh Kabupaten Cianjur dalam model penerapan syari’at Islamnya. Gerbang Amanah (Gerakan Pembangunan untuk Berakhlakul Karimah) adalah semboyan yang mereka sosialisasikan ke masyarakat. KH Muhsin Noor banyak disebut sebagai salah seorang di belakang keberhasilan gerakan penegakan syari’at Islam di Cianjur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[3]Abdullah Margani (wawancara, Garut, 24  September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[4] Iim (wawancara, Tasikmalaya, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[5]Iqbal Santoso (wawancara, Garut, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[6] Siti Asadiyah (wawancara, Ciamis, 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[7] Asep Suja’i Farid (wawancara, Tasikmalaya, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[8] M. Mufti (wawancara, Bandung, 23 September 2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[9] Latif Awaluddin (wawancara, Bandung, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[10] Ustadz Syamsuddin (wawancara, Cirebon, 21 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[11] Ustadz Syamsuddin (wawancara, Cirebon, 21 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[12] Mastuhi Abdul Ghafur (wawancara, Bandung, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[13] Mastuhi Abdul Ghafur (wawancara, Bandung, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[14]Asep Ahmad Mausul Affandi  (wawancara, Tasikmalaya, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[15] Saiful Mujani, “Syari’at Islam dan Keterbatasan Demokrasi”, www.islamib.com, 05 Agustus 2001.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[16] Fadhil Yani Ainussyamsi (wawancara, Ciamis 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[17] Wawancara dengan Abdul Aziz, Alumni Pondok Pesantren Darussalam Ciamis yang juga menjadi pengasuh salah satu pesantren di Sukabumi, 21 September 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[18]Abdullah Margani (wawancara, Garut 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[19] Cucu Cahyana (wawancara, Ciamis, 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[20]Iqbal Santoso (wawancara, Garut, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[21] Dodo Murtadho (wawancara, Kuningan, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[22] Udi Samahudi (wawancara, Kuningan, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[23]Syarif Hidayat (wawancara, Ciamis, 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[24] Wawancara dengan KH Asep Ahmad Mausul Affandi, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, 23 September 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[25] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[26] Wawancara dengan Yana, Santri Senior Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, 23 September 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[27] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[28] Asep Suja’i Farid (wawancara, Tasikmalaya, 23 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[29] Mastuhi Abdul Ghafur (wawancara, Bandung, 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[30] Mastuhi Abdul Ghafur (wawancara, Bandung, 22 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[31] Muhsin Noor (wawancara, Cianjur, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[32]Muhsin Noor (wawancara, Cianjur, 24 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[33] Utan Muchtar (wawancara, Cirebon, 21 September 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[34] Arskal Salim, Daya Hidup Isu Syari’at dalam Politik, www.islamlib.com, 08/03/2004.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[35] Zuhairi Misrawi, Negara Syari’at atawa Negara Sekuler, www.islamlib.com, 11/08/2002.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1108825707563624457?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1108825707563624457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/ahlak-sebagai-penegak-syariat-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1108825707563624457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1108825707563624457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/ahlak-sebagai-penegak-syariat-islam.html' title='Ahlak Sebagai Penegak Syariat Islam'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5834467167091798641</id><published>2009-02-03T22:34:00.004+07:00</published><updated>2009-02-03T22:45:51.959+07:00</updated><title type='text'>Hukum Zina Dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Latar belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat muslim semakin kompleks. Karena semakin maju (Progress) peradaban manusia, maka masalah-masalah yang dihadapi ataupun ditanggung oleh manusia semakin pelik. Oleh karenanya kebutuhan akan berbagai macam referensi untuk menjawab seluruh persoalan juga semakin tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian mungkin saya sangat sependapat dengan apa yang dikatan oleh Suhadi (2006;196) bahwa ijtihad kolektif pada saat ini memang sangat dibutuhkan karena demi memenuhi tuntutan akan mendapatkan jawaban dari persoalan-persoalan kemanusiaan yang ada hubungannya dengan masail-fiqhiyah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mungkin dengan cara seperti itu ketika dihadapkan dengan problem insaniyah yang memang ada kaitannya dengan urusan keagamaan seseoarang, bisa terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama dalam kehidupan manusia adalah fitrah atau hak qadrati yang dimiliki oleh masing-masing personal yang memiliki ajaran-ajaran yang berkaitan dengan anjuran dan larangan yang mengikat pemeluknya. Islam dalam hal ini sebagai agama juga mengajarkan kepada umatnya tentang tatacara (Rule) bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia. Yaitu bagaimana seorang manusia menghormati hak-hak yang dimiliki oleh orang lain, dalam hal ini kalau dikaitkan dengan keberadaan perempuan, maka banyak hal-hal yang dimiliki olehnya untuk dijaga, salah satunya adalah kehormatan. Seks, misalnya apabila tidak didudukkan dengan sebanar-benarnya, maka akan menjadi suatu hal yang terlarang yang dalam term agama disebut dengan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina adalah salah satu perbuatan yang sangat dilarang oleh Tuhan karena memiliki dampak yang sangat besar dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Salah satu ekses yang diakibatkan oleh zina adalah tidak jelasnya status anak yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan persoalan manusia yang semakain kompleks, maka dalam makalah ini akan dicoba untuk menguraikan dan menjelaskan tentang hukum zina, status anak zina, dan hukumnya mengadopsi anak demi memberikan sedikit pengetahuan yang berhubungan dengan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimanakah hukum zina dalam perspektif Islam?&lt;br /&gt;2. Bagaimanakah status anak zina dalam perspektif Islam?&lt;br /&gt;3. Bagaimanakah status hukum adopsi anak dalam perspektif Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Tujuan Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Agar kita mengetahui bagaimanakah hukum zina dalam Islam?&lt;br /&gt;2. Agar kita mengetahui bagaimanakah status anak zina dalam Islam?&lt;br /&gt;3. Agar kita mengetahui satatus hukum adopsi anak dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Hukum Zina Dalam Perspektif Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas tentang hukum zina, maka kita akan kaji terlebih dahulu terminologi tentang zina agar kita bisa dengan jelas menentukan parameter dan mengklasifikasikan zina untuk mengetahui hukumnya dalam pandangan syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia, zina adalah perbuatan asusila yang dilakukan seorang pria dan wanita di luar ikatan pernikahan yang sah.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[1]&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan menurut Al-Jurjani, bisa dikatakan zina apabila telah memenuhi dua unsur yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Adanya persetubuhan (sexual intercourse) antara dua orang yang berbeda jenis kelaminnya (heterosex); dan&lt;br /&gt;  2. Tidak adanya keserupaan atau kekeliruan (syubhat) dalam perbuatan seks (sex act).&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan unsur pertama, maka jika dua orang yang berbeda kelaminnya baru bermesraan, misalnya berciuman atau berpelukan, belum dapat dikatakan berbuat zina, yang dapat dijatuhi hukuman had, berupa dera bagi yang belum pernah kawin atau rajam bagi yang sudah pernah kawin; tetapi mereka bisa dihukum ta’zir yang bersifat edukatif.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana denga inseminasi buatan dengan mentransfer sperma pada ovum donor untuk memperoleh keturunan? Bila dikaitkan dengan definisi zina dan klasifikasinya yang telah dijelaskan oleh Jurzanim maka tidak dianggap sebagai perbuatan zina, sebab tidak terjadi sexual intercourse (persetubuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama’ mendefinisikan zina dengan perhiasan, maka berzina berarti merampas perhiasan. Bagi wanita yang paling utama sebagai perhiasannya adalah kehormatannya, maka merampas kehormatan ini berarti menghilangkan modal dari wanita itu. Wanita yang melakukan perzinaan ini berarti menyerahkan perhiasannya kepada orang lain. Perhiasan wanita mempunyai nilai dan harga hanya untuk pemakaian pertama kali belaka. Jika kegadisan wanita/selaput dara itu hilang, maka hilang pulalah kehormatannya. Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berlaku baiklah terhadap botol-botol”.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “botol-botol” dalam hadits nabi tersebut adalah kaum wanita yang dianalogikan dengan botol yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya, sebab jika botol itu tersenggol dan jatuh, maka akan retak dan pecah. Kedua keadaan ini tidak dapat dikembalikan pada keutuhannya semula, baik ia retak maupun pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta mengatakan “Zina adalah perbuatan besetubuh yang tidak sah (seperti bersundal, bermukah, bergendak dan sebagainya)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai macam definisi tentang zina diatas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa zina adalah perbuatan bersetubuh (memasukkan penis kedalam vagina) diluar ikatan nikah yang sah dan berbeda jenis kelaminnya, yang dapat merusak kehormatan/perhiasan perempuan (pecahnya selaput darah dalam vagina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau seluruh agama Samawi mengharamkan dan juga berupaya untuk memberantasnya karena dampak yang timbul dari perbuatan zina sangat besar, yaitu si perempuan akan kehilangan sesuatu yang menjadi perhiasannya, mengkaburkan status anak yang dilahirkan, merusak keturunan, menghancurka rumah tangga, meretakkan perhubungan, meluasnya penyakit sepilis (veneral disease) dan AIDS , kejahatan nafsu dan merosotnya akhlak disamping itu reputasinya akan tercoreng di lingkungan masyarakat. Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin (Universal) dengan keras melarang perzinaan serta memberikan ultimatum yang sangat tajam. Oleh karena itu tepatlah apa yang difirmankan oleh Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (al-Isra’ : 32)&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam zina dan hukumannya&lt;br /&gt;  1. Zina Muhsan ialah perbuatan zina yang dilakukan oleh pria/wanita yang wajib menjaga kehormatannya. Artinya, orang yang sudah berkeluarga atau menikah.&lt;br /&gt;  2. Zina Ghoiru Muhsan maksudnya adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh pria/wanita yang belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hukuman (panishment) bagi para pezina mushan dan ghoiru mushan banyak perbedaan pandangan. Menurut Mazhab Dzahiri pelaku zina muhsan (pelaku zina yang telah kawin) mendapat hukuman rangkap: dera dahulu kemudian rajam berdasarkan Hadis Nabi:&lt;br /&gt;“Pelaku zina yang telah kawin atau pernah kawin itu didera 100 kali dan dirajam”.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hukuman bagi pezina itu, Imam Syafi’i juga berpendapat; hukuman rajam (stoning to death), yang berarti hukuman mati bagi pelaku zina muhsan sudah seharusnya dibebankan atas pelaku zina apabila perbuatan zina itu diketahui oleh empat orang saksi. Bagi Imam Syafi’i hukuman dera sangat pantas diberikan kepada pelaku zina muhsan karena si pelaku zina seharusnya (wajib) menjaga loyalitas dan nama baik keluarga, dan lagi perbuatan zina itu mengandung bahaya-bahaya yang besar bagi keluarganya, masyarakat, dan negara. Hal ini berdasarka firman Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka Telah memberi persaksian, Maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya”.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan keji: menurut Jumhur Mufassirin yang dimaksud perbuatan keji ialah perbuatan zina, sedang menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti : zina, homosek dan yang sejenisnya. menurut pendapat muslim dan Mujtahid yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homosek antara wanita dengan wanita). Dalam ayat surat An-Nur ayat 2 Allah SWT juga menjelaskan:“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman dera (flogging) yang relatif ringan, menurut Imam Syafi’i, patut diberikan kepada pelaku zina yang belum kawin (ghairu muhsan), karena si pelaku masih hijau, belum berpengalaman, maka dengan hukuman dera itu diharapkan bisa memberi kesadaran padanya, sehingga ia tidak mau mengualangai perbuatannya yang tercela.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Status Anak Zina Dalam Perspektif Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak zina adalah anak yang timbul dari perkawinan yang tidak sah, Karena anak itu hasil persetubuhan (sexual intercourse) atau bergaul antara wanita dan pria yang tidak menurut ajaran Islam.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Hal ini berarti, bahwa pergaulan itu dapat terjadi antara siapa saja baik antara adik-kakak, ayah-anak, ibu-anak maupun dengan yang lain. Karena perzinaan adalah suatu perbuatan yang tercela dan melanggar aturan-aturan Tuhan (Rule of God) serta salah satu pelanggaran terhadap ketentuan perkawinan yang legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam Islam tidak ada istilahnya dengan anak zina, sebab setiap yang baru lahir dalam kaca mata Islam adalah suci dan tidak memikul beban dosa orang tuanya. Anak yang dihasilkan dari perbuatan zina tetap tidak bersalah, tidak berdosa dan tidak bernoda, sebab seluruh kesalahan yang berlaku adalah dari dua manusia yang melakukan kesalahan itu. Dua manusia inilah yang berdosa, bersalah dan bernoda serta merekalah yang bertanggung jawab dan menerima ganjaran atas dosa-dosa zina yang telah diperbuatnya, jadi, bukan si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian menurut hukum perdata Islam anak zina/jadah itu suci dari segala dosa orang yang menyebabkan eksistensinya di dunia ini, sesuai dengan hadis nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Al-Thabrani, dan Al-Baihaqi dari Al-Aswad bin Sar’i:&lt;br /&gt;“Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci/bersih (dari segala dosa/noda) dan pembawaan beragama tauhid, sehingga ia jelas bicaranya. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya manjadi Yahudi, atau Nasrani atau Majusi”.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan beban dosa yang harus ditanggung oleh pelaku zina sendiri, berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-Najm ayat 38:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dilahirkan dari hasil zina ialah sama sebagai manusia biasa, ia tetap harus diberlakukan secara manusiawi, karena ia statusnya sebagai manusia normal yang berhak untuk mendapatka pendidikan, pengajaran, dan keterampilan untuk bekal hidup di masyarakat nanti. Ia memiliki hak hidup dan hak asasi yang sama dengan manusia lainnya. Ibu sebagai orang yang melahirkan anak tersebut bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan hidupnya-materiil dan spiritual. Sebab anak itu (anak zina) dari hasil hubungan di luar nikah hanya mempunyai hubungan nasab atau perdata dengan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dalam hal warisan anak tersebut hanya mempunyai hak waris dari ibunya. Sedangkan dari ayahnya ia tidak berhak untuk mendapatkan warisan, sebab bapak yang telah menghamili ibunya (diluar nikah) lalu kemudian lahirlah anak itu statusnya tidak sah karena tidak ada legalisasi, baik dari hukum perdata Islam maupun dalam hal catatan sipil (hukum perdata di Indonesia). Meskipun ia memiliki hubungan darah secara lahiriah dengan bapaknya, akan tetapi dalam hubungan jiwa, perasaan dan jiwa tidak didapatkannya. Oleh karena itu hal inilah (status anak), yang harus dijadikan pertimbangan oleh setiap manusia ketika akan melakukan hubungan sek (sexual intercourse) diluar pernikahan yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum anak zina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  1. Jika seorang suami menuduh isterinya melakukan perzinaan tetapi tidak dapat dibuktikan, maka anak yang lahir dalam waktu sang isteri masih dibawah tangan Sang suami, anak itu adalah anak dari sang suami yang sah. Rasulullah S.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;“Anak itu adalah bagi ranjang (yakni bagi suami yang mempunyai ranjang itu) sedangkan sang isteri yang melacur itu dirajam.” (Bukhari)&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  2. Bila seorang pria atau wanita dipaksa melakukan zina, maka ia tidak berdosa. Kalau setelah itu ia melakukan perkawinan dengan wanita tersebut secara sah,maka tidak terdapat persoalan apapun dalam soal anak ini. Anak yang dilahirkan adalah anak yang sah, sebab perzinaan yang dilakukan itu tidak membawa satu kesalahan di dalam hukum Islam berarti kedua pelaku perzinaan paksaan itu tidak didera atau dirajam.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[13]&lt;/span&gt; Konsepsi itu sangat relevan dengan kaidah hukum Islam, yaitu:&lt;br /&gt;“Keadaan darurat (terpaksa) itu membolehkan hal-hal yang terlarang.”&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Adopsi Anak Serta Status Hukumnya Dalam Perspektif Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adopsi dalam kamus bahasa Inggris disebut dengan Adoption yang artinya pengangkatan atau pemungutan. Sehingga sering disebut dengan “ Adoption of a child ” yaitu pengangkatan atau pemungutan anak.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia adopsi bermakna pengakuan anak orang lain sebagai anak sendiri dan secara hukum.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[16]&lt;/span&gt; Sedangkan pengertian adopsi menurut istilah, dapat dikemukakan definisi para ahli; antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Muderis Zaini, S.H., mengemukakan pendapat Hilman Hadi Kusuma, S.H. dengan mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak angkat adalah anak orang lain yang dianggap anak sendiri oleh orang tua angkat dengan resmi menurut hukum adat setempat dikarenakan tujuan untuk kelangsungan keturunan dan atas pemeliharaan harta kekayaan rumah tangga.”&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dikemukakan pendapat Surojo Wingjodipura, S.H dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopsi (mengangkat anak) adalah suatu perbuatan, pengambilan anak orang lain kedalam keluarga sendiri sedemikian rupa sehingga antara orang yang memungut anak dan anak yang dipungut itu timbul suatu hukum kekeluargaan yang sama, seperti yang ada diantara orang tua dengan anak kandungnya. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua pendapat para pakar yang telah dikemukakan diatas, mendeskripsikan, bahwa hukum adat membolehkan pengangkatan anak, yang status anak tersebut disamakan dengan anak kandung sendiri. Begitu juga status orang tua angkat, sama dengan orang tua kandung di anak angkat itu. Kedua belah pihak (orang tua angkat dan anak angkat), mempunyai hak dan kewajiban yang persis sama dengan hak dan kewajiban orang tua terhadap anak kandungnya, dan atau anak kandung terhadap orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat diatas adalah didasarkan pada hukum adat yang berlaku di Indonesia yang mana anak angkat berhak memperoleh pengakuan yang sama layaknya anak kandung, baik dalam hal kasih sayang, pendidikan, pengajaran, kelayakan hidup, bahkan sampai dalam hal warisan dan perwalian dalam nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila adopsi atau Tabanni (bhs. Arab) diartikan sebagai “pengangkatan anak orang lain dengan status seperti anak kandung”. Maka jelas Islam melarang sejak turun Surat Al-Ahzab ayat 37:&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tatkala Zaid Telah mengakhiri keperluan terhadap Istrinya (menceraikannya), kami kawinkan kamu dengan dia (setelah habis iddahnya) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu Telah menyelesaikan keperluannya dari pada isterinya. dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menerangkan kasus Zaid dengan Zainab diatas adalah untuk menegaskan bahwa:&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Adopsi seperti praktek dan tradisi di zaman Jahiliyyah yang memberi satatus kepada anak angkat sama dengan anak kandung tidak dibenarkan dan tidak diakui oleh Islam.&lt;br /&gt;2) Hubungan anak angkat dengan orang tua angkat dan keluarganya tetap seperti sebelum diadopsi yang tidak mempengaruhi kemahraman dan kewarisan baik anak angkat itu diambil dari intern kerabat sendiri, seperti di Jawa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. DR. Asy-Syekh Mahmud Syaltut. Ia mendefinisikan adopsi adalah seseorang yang mengangkat anak, yang diketahuinya bahwa anak itu termasuk anak orang lain. Kemudian ia memperlakukan anak tersebut sama dengan anak kandungnya; baik dari segi kasih sayangnya maupun nafkahnya (biaya hidupnya), tanpa ia memandang perbedaan. (Maskipun demikian) agama tidak menganggap sebagai anak kandungnya, karena itu tidak dapat disamakan statusnya dengan anak kandungnya.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi diatas, Mahmud Syaltut menggambarkan, bahwa anak angkat itu dalam hukum Islam sekedar mendapatkan pemeliharaan nafkah, kasih sayang dan pendidikan, tetapi statusnya tidak dapat disamakan dengan anak kandung; baik dari segi pewarisan maupun dari segi perwalian. Hal ini, dapat disamakan dengan anak asuh, istilah yang sering dipakai sekarang.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang sama dia juga menggambarkan hal yang berbeda dengan apa yang telah dikemukakan dalam definisi adopsi diawal. Diversi lain, pendapatnya sama dengan apa yang telah disampaikan oleh Muderis Zaini, bahwa pengangkatan anak tersebut sama dengan tradisi Jahiliyah, dimana anak angkat itu sama statusnya dengan anak kandung, ia dapat mewarisi harta benda orang tua angkatnya dan dapat meminta perwalian kepada orang tua angkatnya bila ia mau dikawinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Islam telah menetapkan antara orang tua angkat dengan anak adopsi tidak terdapat hubungan nasab, kecuali hanya dengan hubungan kasih sayang dan hubungan tanggung jawab sebagai sesama manusia. Islam membolehkan adopsi dengan ketentuan:&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Nashab anak angkat tetap dinisbatkan kepada orang tua kandungnya, bukan orang tua angkatnya.&lt;br /&gt;2) Anak angkat itu dibolehkan dalam Islam, tetapi sekedar sebagai anak asuh, tidak boleh disamakan dengan status anak kandung, baik dari segi perwarisan, hubungan mahrom, maupun wali (dalam perkawinan)&lt;br /&gt;3) Karena anak angkat itu tidak berhak menerima harta warisan dari orang tua angkatnya, maka boleh mendapatkan harta benda dari orang tua angkatnya berupa hibah, yang maksimal sepertiga dari jumlah kekayaan orang tua angkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelaku zina dalam perspektif Islam diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu Zina Muhsan dan Zina Ghairu Muhsan, dari masing-masing kategori tersebut dalam masalah hukuman (Panishment) juga ada perbedaan. Untuk zina Muhsan si pelaku mendapat hukuman ganda, disamping didera juga di rajam dan ada yang mengatakan dirajam saja. Sedangkan untuk zina ghairu muhsan si pelaku zina hanya di kasih hukuman dengan dera (cambuk) sebanyak 100 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan zina yang dilakukan oleh pria/wanita berdampak besar pada perkembangan dan status si anak. Karena dalam hal urusan pewarisan dan perwalian, anak hasil zina tidak mendapatka hak, walaupun sebagian ulama’ berpendapat, bahwa statusnya sama dengan anak hasil hubungan legal akan tetapi ulama’ secara umum berkonsepsi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam locus (wilayah) sosial, anak zina tetap sebagai manusia biasa yang patut untuk diperhatikan dan diberlakukan secara manusiawi. Ia berhak mendapat pendidikan dan pengajaran serta hak hidup yang sama dengan anak-anak yang lain. Untuk warisan ia hanya dapat dari pihak ibu dan keluarganya sedangkan dari pihak ayah terputus, meskipun secara biologis (hubungan darah) dengan pihak ayah bersambung, akan tetapi secara jiwa dan perasaan ia tidak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, terkait dengan status anak angkat (adopsi) kalangan ulama’ juga berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa status anak adopsi sama dengan anak kandung, yaitu dalam hal pewarisan dan perwalian sama kedudukannya layaknya anak kandung. Tapi, Jumhurul Ulama’ menetapkan, jika status anak adopsi tidak bisa disamakan dengan anak kandung. Oleh karenanya, dalam masalah hukum Islam memang banyak terjadi kontroversi pendapat akan tetapi itu adalah sebagai dinamika pemikiran dalam dunia islam yang dapat memperkaya pengatahuan dan produk pemikiran ulama’ fiqh (Baca: Pemikiran Ulama’ Fiqh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Em Zul,Fazri dkk.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.2002.Jakarta: Diva Publisher.&lt;br /&gt;Sabiq,Sayid .Fiqh al-sunnah, vol. II. 1981. Libanon: Darul Fikar&lt;br /&gt;Zuhdi, Masjfuq. Masail Fiqhiyah.1997. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung&lt;br /&gt;Qardawi,Yusuf.Halal dan Haram.1993. PT. Surabaya :Bina Ilmu&lt;br /&gt;Syafi’i,Al-Imam. Al-Umm.Terj Prof. Ismail Yaqub Jilid X. 1986.Semarang&lt;br /&gt;Echols, John M dkk. Kamus Bahasa Inggris. 1986.Jakarta: Gramedia&lt;br /&gt;Mahjudin. Masailul Fiqhiyah”Berbagai Kasus Yang Dihadapi hukum Islam Masa kini”.2003. Jakarta : Kalam Mulia&lt;br /&gt;Muderis,Zaini.Adopsi.1985. Jakarta:Bina Aksara&lt;br /&gt;Fahrudin,Fuad Moh.Masalah Anak Dalam Hukum Islam. 1985. Jakarta Pusat: Pedoman Ilmu Jaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1] Fazri Em Zul dan Ratu Aprilia Senja “ Kamus Lengkap Bahasa Indonesia”. 2002.Diva Publisher.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[2] Sayid Sabiq, Fiqh al-sunnah, vol. II, Libanon, Darul Fikar, 1981;369 dalam Masjfuq Zuhdi, Masail Fiqhiyah, PT Toko Gunung Agung, Jakarta: 1997. Cet. X. hlm. 34.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[3] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[4] Fuad Moh. Fahrudin. “Masalah Anak Dalam Hukum Islam”. Pedoman Ilmu Jaya. Jakpus: 1985. hlm. 92.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[5] Yusuf Qardawi, Halal dan Haram. PT. Bina Ilmu. Surabaya: 1993. hlm. 201.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[6] Masjfuk Zuhdi, op. cit., hlm. 35-36.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[7] Imam Syafi’I, Al-Umm.Terj. Prof. Ismail Yaqub, al-Umm,(kitab Induk). Semarang:1986. Jilid X. Cet. I. hlm. 37.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[8] Ahmad Fathi Bahnisi, Al-Siyasah al-Jinaiyyah fi al-Syari’ah al-Islamiyah, Cairo, Darul ‘Urubah, 1965. 17-18; vide Masjfuq Zuhdi, Op. Cit., hlm 38.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[9] Fachrudin Fuad, Op. Cit. hlm. 90.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[10] Al-Suyuti, Al-Jami’ al-Shaghir, vol. II, Cairo, Musthafa al-Babi al-Halabi, 1954, hlm. 17. Vide Masjfuk Zuhdi, Op. Cit. hlm. 39.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[11] Ibid. hlm. 39.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[12] Fachrudin Fuad, Op. Cit. hlm. 101.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[13] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[14] Vide Masjfuk Zuhdi, Pengantar Hukum Syari’ah, Jakarta, CV. Haji Masagung, hlm. 114-117.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[15] John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris, Pen. PT. Gramedia, Jakarta, 1986, hal. 13. Vade Drs. H. Mahjudin, Masailul Fiqhiyah”Berbagai Kasus Yang Dihadapi hukum Islam Masa kini” Kalam Mulia, Jakarta, 2003. hlm. 82.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[16] Em Zul Fajri. Op. Cit. hlm. 19.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[17] Muderis Zaini, Adopsi, Pen. Bina Aksara, Jakarta, 1985, hal.5. Vade H. Mahjudin, Op. Cit. hlm. 82.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[18] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[19] Masfuk Zuhdi. Op.Cit.. hlm 29&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[20] Ibid .hlm 30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[21] Mahmud Syaltut, Al-Fatawa, Pen. Darul Qalam, tt., 321. Vade H. Mahjudin. Op. Cit. hlm.83.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[22] Ibid. hlm 84.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[23] Mahjudin. Masail Fighiyah.Op,Cit… hal 87-88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5834467167091798641?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5834467167091798641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/bab-i-pendahuluan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5834467167091798641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5834467167091798641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/bab-i-pendahuluan.html' title='Hukum Zina Dalam Perspektif Islam'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3983002097225491759</id><published>2009-02-03T21:44:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T21:51:03.970+07:00</updated><title type='text'>Homoseksual, Lesbian, Onani dan Masturbasi Menurut Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Istilah Homoseksual berasal dari bahasa Inggris “Homosexual” yang berarti sifat laki-laki yang senang berhubungan seks dengan sesamanya. Sedangkan Lesbian, berarti sifat perempuan yang senang berhubungan seks dengan sesamanya pula.&lt;br /&gt; Istilah Homoseksual, dijumpai dalam agama Islam sebagai istilah              ,  yang pelakunya disebut ; yang dapat diartikan secara singkat oleh bangsa Arab dengan perkataan : (laki-laki yang selalu mengumpuli sesamanya). Sedangkan istilah Lesbian, juga dijumpai dalam agama Islam sebagai istilah, pelakunya disebut yang dapat diartikan secara singkat oleh bangsa Arab dengan perkataan:                               , (perempuan yang selalu mengumpuli sesamanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Homoseksual adalah hubungan seksual antara orang-orang yang sama kelaminnya, baik sesama pria ataupun wanita. Namun, biasanya istilah Homosex itu dipakai untuk seks antarpria; sedangkan untuk seks antarwanita, disebut Lesbian (Female Homosex). Lawan Homosex adalah Heterosex, artinya hubungan seksual antara orang-orang yang berbeda kelaminnya (seorang pria dengan wanita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Homoseksual (Liwath, bhs. Arab) dilakukan dengan cara memasukkan penis (Zakar, bhs. Arab) kedalam anus (Dubur, bhs. Arab); sedangkan lesbian dilakukan dengan cara melakukan masturbasi satu sama lain atau dengan cara lainnya untuk mendapatkan orgasme (puncak kenikmatan atau climax of the sex act).&lt;br /&gt; Perbuatan kaum Homo, baik seks antarsesama pria (Homoseksual), maupun seks antar sesama wanita (Lesbian), merupakan kejahatan (Jarimah/Jinayah, bhs. Arab) yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun menurut hukum pidana di Indonesia (Vide pasal 292 kitab undang-undang hukum pidana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Umat (bangsa) yang terkenal Homoseksual dan Lesbian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sebagai contoh dalam Al-Qur’an, diceritakan sifat-sifat kaum (umat) Nabi Luth yang terkenal Homoseksual. Mereka tidak mau mengawini perempuan, kecuali sangat gemar melakukan hubungan seks dengan sesama laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tatkala Nabi Luth menawarkan beberapa orang perempuan cantik untuk dikawini, maka mereka menolaknya dengan mengatakan: kami sama sekali tidak menginginkan perempuan, karena kami sudah memiliki pasangan hidup yang lebih baik: yaitu laki-laki yang berfungsi sebagai teman hidup dan dapat membantu kelangsungan hidup kami, ia pun bisa digunakan untuk melampiaskan nafsu seksual. Oleh karena itu, ketika Nabi Luth didampingi oleh para Malaikat utusan Allah yang bertampan pemuda rupawan, maka ia merasa cemas karena mereka mengira bahwa mereka (Malaikat) itu adalah manusia biasa yang menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Timbulnya kecemasan Nabi Luth, karena dibayangkannya bahwa tamu-tamunya itulah yang akan menjadi rebutan yang hebat dikalangan kaumnya karena mereka sangat gemar terhadap pemuda-pemuda yang rupawan. Ia merasa bahwa gejolak yang ditimbulkan oleh kaumnya dalam hal tersebut, sulit diatasinya dan pasti banyak menimbulkan pengorbanan jiwa, di samping itu juga malu terhadap tamunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menerangkan sifat-sifat kaum Nabi Luth, antara lain :&lt;br /&gt;"(Nabi Luth berkata kepada kaumnya): mengapa kamu mendatangi (menggauli jenis laki-laki) diantara manusia? Dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tatkala datang utusan-utusan kami (para Malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: saat ini adalah hari yang sangat sulit. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (Homoseksual). Luth berkata: hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantaramu seorang yang berakal? Mereka menjawab: sesungguhnya kamu telah tahu, bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi, praktek Homoseksual itu terjadi semenjak dahulu kala hingga sekarang ini. Tetapi prakteknya tidak terlihat keterangannya dalam Al-Qur’an, namun hingga sekarang ini merajalela dimasyarakat sekuler atau di Negara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Praktek tersebut tidak dilarang oleh undang-undang di Negara yang berpaham sekuler, dan tidak dikatagorikan sebagai pelanggaran tuna susila. Dan kalaupun ada larangan bagi mereka itu hanya bertujuan untuk memberantas kemungkinan terjadinya beberapa macam penyakit yang sering timbul dari peraktek Homoseksual dan Lesbian; misalnya penyakit kanker kelamin, AIDS dan sebagainya. Oleh karena itu praktek Homoseksual dan Lesbian paling menonjol di negara Barat, yang resiko penyakit yang ditimbulkannya, sampai menular ke negara timur, lewat turis-turis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Hukumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Praktek Homoseksual dan Lesbian, diharamkan dalam ajaran Islam karena termasuk perbuatan zina.  Maka dalam hal ini, terdapat beberapa pendapat Ulama hukum Islam tentang sanksi (ganjaran) yang harus dibarikan kepada pelakunya, antara lain dikemukakan oleh Zainuddin Bin Abdil Aziz Al Malibary dengan mengatakan: Al Baghawiyyu berkata: ahli ilmu hukum Islam berbeda pendapat dalam masalah ganjaran hukum praktek Homoseksual/Lesbian. Maka ada sekelompok Ulama hukum Islam yang menetapkan bahwa pelakunya wajib dihukum sebagaimana menjatuhkan ganjaran hukum perzinaan. Apabila pelakunya tergolong orang yang sudah pernah kawin, maka wajib dirajam. Dan apabila dia belum pernah kawin, maka wajib didera sebanyak 100 kali. Penetapan inilah yang mencerminkan kedua pendapat Imam Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pendapat ini juga menetapkan bahwa terhadap laki-laki yang dikumpuli oleh Homoseksual mendapatkan ganjaran dera sebanyak 100 kali atau diasingkan setahun; baik laki-laki maupun perempuan yang pernah kawin ataupun yang belum. Ada juga segolongan Ulama lain berpendapat, bahwa pelaku Homoseksual wajib dirajam walaupun belum pernah kawin. Ini termasuk pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad Bin Hanbal. Pendapat lain Imam Syafi’i menetapkan bahwa pelaku dan orang-orang yang dikumpuli (oleh Homoseksual dan Lesbian) wajib dibunuh.  Sebagaimana keterangan dalam Hadist yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menjumpai orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktek Homoseksual/Lesbian) maka dia harus menghukum mati; baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist lain juga menyebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Janganlah pria melihat aurat pria lain dan janganlah wanita melihat aurat wanita lain; dan janganlah bersentuhan pria dengan pria lain dibawah sehelai selimut/kain, dan janganlah pula wanita bersentuhan dengan wanita lain dibawah sehelai selimut/kain. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Onani/Masturbasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah Masturbasi, berasal dari bahasa Inggris “Masturbation”. Dan juga dibicarakan oleh ahli hukum Islam, yang disebutnya sebagai istilah               , yang berarti Onani atau perancapan. Kata ini sebenarnya berasal dari isim (kata benda)               (air mani), kemudian dialihkan menjadi fi’il (kata kerja)    lalu menjadi               yang berarti mengeluarkan air mani. Tetapi sebenarnya pengertian Masturbasi/Onani adalah mengeluarkan air mani dengan cara menggunakan salah satu anggota badan (misalnya tangan), untuk mendapatkan kepuasan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Hukumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ulama hukum Islam berbeda pendapat dalam menetapkan kepastian hukum tentang perbuatan Masturbasi/Onani ini, karena mereka berbeda tinjauan dalam memandang hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya perbuatan tersebut. Maka berikut ini dapat dikemukakan bebrapa macam pendapat Ulama hukum, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengikut Madzhab Malikiyah, Syafi’iyah dan Zaidiyah mengatakan; perbuatan Masturbasi hukumnya haram. Karena Allah SWT memerintahkan agar selalu menjaga alat kelaminnya supaya tidak tersalurkan kejalan yang haram. Pendapat ini didasarkan pada ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;  "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari dibalik itu (dengan zina, Homoseksual dan Masturbasi), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengikut Madzhab Hanbaliyah mengatakan; perbuatan Masturbasi hukumnya haram, dan dibolehkan dalam ajaran agama bila seseorang bermaksut untuk terhindar dari dorongan Libido yang mengarah kepada perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Imam Ibnu Hazm berkata; Perbuatan Masturbasi hukumnya makruh, dan kalau dilakukannya karena menghindari perbuatan zina misalnya, maka agama membolehkannya, asalkan dilakukan dengan menggunakan tangan kiri. Pendapat ini didasarkan pada pendapat bebrapa Sahabat dan Tabi’in, antara lain:&lt;br /&gt;• Ibnu Umar dan Athaa’ menetapkan hukumnya makruh;&lt;br /&gt;• Ibnu Abbas, Al Hasan dan beberapa pembesar Ulama Tabi’in mengatakan hukumnya mubah atau boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengikut Madzhab Hanafiyah mengatakan; perbuatan Masturbasi  pada dasarnya dihukumi haram, tetapi terkadang wajib dilakukan untuk menghindari perbuatan zina. Karena upaya menghindari perbuatan tersebut, hukumnya wajib.&lt;br /&gt;  Namun mengenai hal ini pada kaidah fiqih juga dijelaskan, yakni sebagai berikut:&lt;br /&gt;  "Sesuatu yang diperbolehkan karena darurat, hanya boleh sekedarnya saja/tidak berlebihan."&lt;br /&gt;  Tetapi yang lebih baik lagi, bila mana kita mau merujuk kepada suri tauladan baginda Rasulullah SAW, dengan sabdanya yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Hai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang sudah ada kemampuan maka kawinlah, sebab hal tersebut dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barang siapa diantara kalian yang tidak/belum mampu untuk itu maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zuhdi, Masjfuk. 1997. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Jakarta: Gunung Agung&lt;br /&gt;Mahjuddin. 2003. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Jakarta: Kalam Mulia&lt;br /&gt;Yusuf Qardawi, Muhammad. 1993. Halal dan Haram. Surabaya: Bina Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3983002097225491759?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3983002097225491759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/homoseksual-lesbian-onani-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3983002097225491759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3983002097225491759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/02/homoseksual-lesbian-onani-dan.html' title='Homoseksual, Lesbian, Onani dan Masturbasi Menurut Pandangan Islam'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1299727523764438481</id><published>2009-01-31T23:48:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:51:36.943+07:00</updated><title type='text'>PSIKOLOG BUTUH AGAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para psikolog menganggap manusia itu sebagai binatang istimewa, sehingga dlm riset objek yg diamati ialah binatang, maka dari itulah kalau manusia diperlakukan sebagai seekor binatang, mana mungkin ia bisa ditolong, karena kebanyak-kan gangguan psikis berakar pada aspek2 hakiki manusia yg tidak terdapat pada binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh upacara penguburan ini menandai suatu keyakinan hakiki manusia, bahwa hidup tidak berakhir di liang kubur, binatang tidak mungkin menyediakan bunga maupun upacara khusus bagi sesama hewan yg meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin oleh sebab itu pulalah R.S. Rendra pernah mengajukan usulan agar fakultas psikologi ditutup saja, dan diganti dgn fakultas kebatinan, apalagi menurut pendapat beliau, nilai kebatinan Barat tidak lebih tinggi dari nilainya kebatinan Jawa asli yg jauh lebih cocok bagi masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli psikologis yg serius pasti tidak dapat mengabaikan nilai agama, sebab agama menduduki tempat yg sangat berarti dan beperan sekali dlm perilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Ernest Becker penulis dari "Revolution in Psychiatry", ia yakin bahwa segala masalah persoalan gangguan jiwa harus diselesaikan dlm konteks kelompok, karena yg disebut penyakit jiwa itu tidak lain daripada ketidak-sanggupan menempatkan diri dlm masyarakat. Maka dari itulah rumah ibadah bisa disamakan sebagai kelompok2 terapeutis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para ahli psikolog seperti A.A. Brill, Henry Link, James maupun Jung berpendapat bahwa orang2 yg benar2 religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa, karena mereka memiliki kepribadian yg kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh psikologi kondang Carl Gustav Jung mengakuinya sendiri, berdasarkan pengalamannya selama 30 th lebih melakukan konseling dgn pribadi2 dari berbagai macam bangsa, ternyata semua pasien yg pernah di obatinya memiliki problem yg bersumberkan kebutuhan akan agama. Kebanyakan dari para pasiennya telah kehilangan sesuatu yg diberikan oleh agama, tetapi mereka akhirnya bisa menjadi sembuh setelah mereka bisa mendapakan kembali wawasan&lt;br /&gt;keagamaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi aliran teori manapun juga senantiasa berakar pada sebuah pandangan filasafat tentang manusia, sekalipun pendekatan itu bersifat empiris-induktif pasti pada suatu taraf akan sampai pula pada pertanyaan filosofis "Apakah dan siapakah manusia itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia percaya bahwa akal manusia adalah kunci untuk membuka segala rahasia, termasuk soal manusia, tetapi manusia hanya bisa meraba-raba atau bersepukalsi saja untuk merumuskan siapa manusia itu, karena hanya Tuhan sajalah sebagai Sang Pencipta yg mampu memberikan informasi dan jawaban yg tepat siapa manusia itu sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Alan Cott menulis dlm bukunya yg berjudul "Fasting as a Way of Life" dan "Fasting the Ulitmate Diet", menjelaskan berdasarkan penelitiannya pasien yang mengalami gangguan jiwa ternyata bisa disembuhkan dgn terapi puasa, bahkan ada percobaan Psikologi lainnya yg membuktikan bahwa berpuasa itu bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang bahkan meningkatkan prestasi belajar dari orang tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mang Ucup sebagai umat Kristen percaya: bahwa pada kelompok terapeutis psikologis mereka terbatas pada jumlah pengetahuan dan kemampuan para anggotannya (manusia), tetapi kelompok Kristen tidak terbatas, karena disana hadir Roh Kudus yg Mahatahu dan Mahakuasa, sehingga mampu mengatasi segala keterbatasan tsb.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1299727523764438481?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1299727523764438481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/psikolog-butuh-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1299727523764438481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1299727523764438481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/psikolog-butuh-agama.html' title='PSIKOLOG BUTUH AGAMA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-4514765956817221731</id><published>2009-01-31T23:17:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:48:02.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><title type='text'>MASA DEPAN FILSAFAT ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh Mulyadhi Kartanegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Kata “filsafat Islam” telah lama kita dengar, tetapi apa itu maknanya, lingkup, dan&lt;br /&gt;pandangannya, sepertinya masih harus kita diskusikan. Oleh karena itu dalam paper ini saya&lt;br /&gt;ingin mendiskusikan beberapa topik penting, yaitu: (1) Apa itu filsafat Islam? (2) Peran filsafat Islam dalam Dunia Modern, (3) Filsafat Islam di Indonesia, dan terakhir (4) Menyongsong Masa Depan Filsafat Islam. Dengan ini diharapkan pemahamanan kita tentang filsafat Islam dari sudut cita dan fakta bisa menjadi lebih baik dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa itu Filsafat Islam?&lt;br /&gt;a. Adakah yang disebut Filsafat Islam?&lt;br /&gt;Dalam buku saya yang berjudul Gerbang Kearifan, saya mendiskusikan beberapa pandangan sarjana tentang istilah filsafat Islam. Ada yang megatakan bahwa Islam tidak pernah dan bisa memiliki filsafat yang independen. Adapun filsafat yang dikembangkan oleh para filosof Muslim adalah pada dasarnya filsafat Yunani, bukan filsafat Islam. Ada lagi yang mengatakan bahwa nama yang tepat untuk itu adalah filsafat Muslim, karena yang terjadi adalah filsafat Yunani yang kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh para filosof Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang mengatakan bahwa nama yang lebih tepat adalah filsafat Arab, dengan alasan bahwa bahasa yang digunakan dalam karya-karya filosofis mereka adalah bahasa Arab, sekalipun para penulisnya banyak berasal dari Persia, dan namanama lainnya seperti filsafat dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun saya sendiri cenderung pada sebutan filsafat Islam (Islamic philosophy), dengan setidaknya 3 alasan. Pertama: Ketika filsafat Yunani diperkenalkan ke dunia Islam, Islam telah mengembangkan sistem teologi yang menekankan keesaan Tuhan dan syari’ah, yang menjadi pedoman bagi siapapun. Begitu dominannya Pandangan tauhid dan syari’ah ini, sehingga tidak ada suatu sistem apapun, termasuk filsafat, dapat diterima kecuali sesuai dengan ajaran pokok Islam tersebut (tawhid) dan pandangan syari’ah yang bersandar pada ajaran tauhid. Oleh karena itu ketika memperkenalkan filsafat Yunani ke dunia Islam, para filosof Muslim selalu memperhatikan kecocokannya dengan pandangan fundamental Islam tersebut, sehingga disadari atau tidak, telah terjadi “pengislaman” filsafat oleh para filosof Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sebagai pemikir Islam, para filosof Muslim adealah pemerhati flsafat asing yang kritis. Ketika dirasa ada kekurangan yang diderita oleh filsafat Yunani, misalanya, maka tanpa ragu-ragu mereka mengeritiknya secara mendasar. Misalnya, sekalipun Ibn Sina sering dikelompokkan sebagai filosof Peripatetik, namun ia tak segan-segan mengertik pandangan Aristoteles, kalau dirasa tidak cocok dan 1menggantikannnya dengan yang lebih baik. Beberapa tokoh lainnya seperti Suhrawardi, Umar b. Sahlan al-Sawi dan Ibn Taymiyyah, juga mengeriktik sistem logika Aristotetles. Sementara al-‘Amiri mengeritik dengan pedas pandangan Empedokles tentang jiwa, karena dianggap tidak sesuai dengan pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, adalah adanya perkembangan yang unik dalam filsafat islam, akibat dari interaksi antara Islam, sebagai agama, dan filsafat Yunani. Akibatnya para filosof Muslim telah mengembangkan beberapa isu filsfat yang tidak pernah dikembangkan oleh para filosof Yunani sebelumnya, seperti filsafat kenabian, mikraj dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lingkup Filsafat Islam&lt;br /&gt;Berbeda dengan lingkup filsafat modern, filsafat Islam, sebagaimana yang telah dikembangkan para filosof agungnya, meliputi bidang-bidang yang sangat luas, seperti logika, fisika, matematika dan metafisika yang berada di puncaknya. Seorang filosof tidak akan dikatakan filosof, kalau tidak menguasai seluruh cabang-cabang filosofis yang luas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibn Sina menulis al-Syifa’, yang dipandang sebagai karya utama filsafatnya, ia tidak hanya menulis tentang metafisika, tetapi juga tentang logika, matematika dan fisika. Dan ia menulisnya sedeikian lengkap pada setiap bidang tersebut, sehingga kita misalnya memiliki beberapa jilid tentang logika, meliputi pengantar, kategori, analitika priora, analitika posteriora, topika, dialektika, retorika, sopistika dan poetika. Sedangkan untuk matematika, ia menulis beberapa jilid meliputi, aritmatika, geometri, astronomi dan musik. Untuk fisika, ia juga menulis beberapa jilid yang meliputi bidang kosmologi, seperti tentang langit, meteorologi, kejadian dan khancuran yang menandai semua benda fisik, tentang batu-batuan (minerologi), tumbuh-tumbuhan (botani), hewan (zoologi), anatomi, farmakologi, kedokteran dan psikologi. Dan sebagai puncaknya ia menulis tentang metafisika (al-‘ilm al-ilahi) yang meliputi bidang ketuhanan, malaikat dan akal-akal, dan hubungan mereka dengan dunia fisik yang dibahas dalam bidang fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang lingkup filsafat Islam ini perlu dikemukakan, berhubung banyaknya kesalahpahaman terhadapnya, sehingga filsafat Islam dipahami hanya sejauh ia meliputi bidang-bidang metafisik. Kebanyakan kita hanya tahu Ibn Sina sebagai filosof, dan hanya mempelajari doktrin dan metode filsafatnya. Sedangkan Ibn Sina sebagai ahli kedokteran, ahli fisika, atau dengan kata lain sebagai saintis dan metode-metode ilmiah yang digunakanaanaya sama sekali luput dari perhatian kita. Jarang sekali, kalau tidak dikatakan tidak ada, sarjana filsafat Islam di negeri ini yang pernah meneliti teori-teorinya tentang fisika, psikologi, atau geometri, astronomi dan musiknya. Tidak juga kedokterannya yang sangat dikenal di dunia Barat berkat karya agungnya al-Qanun fi al-Thibb. Hal ini terjadi, menurut hemat penulis, karena selama ini filsafat hanya dipahami sebagai disiplin ilmu yang mempelajari hal-hal yang bersifat metafisik, sehingga fisika, matematika, seolah dipandang bukan sebagai disiplin ilmu-ilmu filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pandangan Filsafat yang Holistik&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang perlu didiskusikan dalam mengenal filsafat Islam ini adalah pandangannya yang bersifat integral-holistik.Integrasi ini, sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam karya saya yang lain Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik, terjadi pada berbagai bidang, khususnya integrasi di bidang sumber ilmu dan klasifikasi ilmu. Filsafat Islam mengakui, sebagai sumber ilmu, bukan hanya pencerapan indrawi, tetapi juga persepsi rasional dan pengalaman mistik. Dengan kata lain menjadikan indera, akal dan hati sebagai sumber-sumber ilmu yang sah. Akibatnya terjadilah integrasi di bidang klasifikasi ilmu antara metafisika, fisika dan matematika, dengan berbagai macam divisinya. Demikian juga integrasi terjadi di bidang metodoogi dan penjelasan ilmiah. Karena itu filsafat Islam tidak hanya mengakui metode observasi, sebagai metode ilmiah, sebagaimana yang dipahami secara eksklusif dalam sains modern, tetapi juga metode burhani, untuk meneliti entitasentitas yang bersifat abstrak, ‘irfani, untuk melakukan persepsi spiritual dengan menyaksikan (musyahadah) secara langsung entitas-entitas rohani, yang hanya bisa dianalisa lewat akal, dan terakhir bayani, yaitu sebuah metode untuk memahami teks-teks suci, seperti al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu, filsafat Islam mengakui kebasahan observasi indrawi, nalar rasional, pengalaman intuitif, dan juga wahyu sebagai sumbersumber yang sah dan penting bagi ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini penting dikemukakan, mengingat selama ini banyak orang yang setelah menjadi ilmuwan, lalu menolak filsafat dan tasawuf sebagai tidak bermakna. Atau ada juga yang telah merasa menjadi filosof, lalu menyangkal keabsahan tasawuf, dengan alasan bahwa tasawuf bersifat irrasional. Atau ada juga yang telah merasa menjadi Sufi lalu menganggap tak penting filsafat dan sains. Dalam pandangan filsafat Islam yang holistik, ketiga bidang tersebut diakui sebagai bidang yang sah, yang tidak perlu dipertentangkan apa lagi ditolak, karena ketiganya merupakan tiga aspek dari sebuah kebenaran yang sama. Sangat mungkin bahwa ada seorang yang sekaligus saintis, filosof dan Sufi, karena sekalipun indera, akal dan hati bisa dibedakan, tetapi ketiganya terintegrasi dalam sebuah pribadi. Namun, seandainya kita tidak bisa menjadi sekaligus ketiganya, seyogyanya kita tidak perlu menolak keabsahan dari masing-masing bidang tersebut, karena dalam filsafat Islam ketiga unsur tersebut dipandang sama realnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peran Filsafat Islam dalam Dunia Modern&lt;br /&gt;a. Menjawab Tantangan Kontemporer&lt;br /&gt;Pada saat ini, dalam pandangan saya, umat Islam telah dilanda berbagai persoalah ilmiah filosofis, yang datang dari pandangan ilmiah-filosofis Barat yang bersifat sekuler. Berbagai teori ilmiah, dari berbagai bidang, fisika, biologi, psikologi, dan sosiologi, telah, atas nama metode ilmiah, menyerang fondasi-fondasi kepercayaan agama. Tuhan tidak dipandang perlu lagi dibawa-bawa dalam penjelasan ilmiah. Misalnya bagi Laplace (w. 1827), kehadiran Tuhan dalam pandangan ilmiah hanyalah menempati posisi hipotesa.Dan ia mengatakan, sekarang saintis tidak memerlukan lagi hipotetsa tersebut, karena alam telah bisa dijelaskan secara ilmiah tanpa harus merujuk kepada Tuhan. Baginya, bukan Tuhan yang telah bertanggung jawab atas keteraturan alam, tetapi adalah hukukm alam itu sendiri. Jadi Tuhan telah diberhentikan sebagai pemelihara dan pengatur alam. Demikian juga dalam bidang biologi, Tuhan tidak lagi dipandang sebagai pencipta hewanhewan, karena menurut Darwin (w. 1881), munculnya spesies-spesies hewan adalah karena mekanisme alam sendiri, yang ia sebut sebagai seleksi alamiah (natural selection). Menurutnya hewan-hewan harus bertransmutasi sendiri agar ia dapat tetap survive, dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Ia pernah berkata, “kerang harus menciptakan engselnya sendiri, kalau ia mau survive, dan tidak karena campur tangan sebuah agen yang cerdas di luar dirinya. Oleh karena itu dalam pandangan Darwin, Tuhan telah berhenti menjadi pencipta hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang psikologi, Freud (w. 1941) telah memandang Tuhan sebagai ilusi. Baginya bukan Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang menciptakan Tuhan. Tuhan, sebagai konsep, muncul dalam pikiran manusia ketika ia tidak sanggup lagi menghadapi tantangan eksternalnya, serti bencana alam dll., maupun tantangan internalnya, ketergantungan psikologis pada figur yang lebih dominan. Sedangkan Emil Durkheim, menyatakan bahwa apa yang kita sebut Tuhan, ternyata adalah Masyarakat itu sendiri yang telah dipersonifikasikan dari nilai-nilai sosial yang ada. Dengan demikian jelaslah bahwa, dalam pandangan sains modern Tuhan tidak memiliki tempat yang spesial, bahkan lama kelamaan dihapus dari wacana ilmiah.&lt;br /&gt;Tantangan yang lain juga terjadi di bidang lain seperti bidang spiritual, ekonomi, rkologi dll. Tentu saja tantangan seperti ini tidak boleh kita biarkan tanpa kritik, atau respons kritis dan kreatif yang dapat dengan baik menjawab tantangan-tantangan tersebut secara rasional dan elegan, dan tidak semata-mata bersifat dogmatis dan otoriter. Dan di sinilah saya melihat bahwa filsafat Islam bisa berperan sangat aktif dan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Filsafat sebagai Pendukung Agama&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang dikonsepsikan al-Ghazali, di mana filsafat dipandang sebagai lawan bagi agama, saya melihat filsafat bisa kita jadikan sebagai mitra atau pendukung bagi agama. Dalam keadaan di mana agama mendapat serangan yang gencar dari sains dan filsafat modern, filsafat Islam bisa bertindak sebagai pembela atau tameng bagi agama, dengan cara menjawab serangan sains dan filsafat modern terhadap agama secara filosofis dan rasional. Karena menurut hemat saya tantangan ilmiah-filosofis harus dijawab juga secara ilmiah-filosofis dan bukan semata-mata secara dogmatis. Dengan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menempatkan akal pada posisi yang terhormat, saya yakin bahwa Islam, pada dasarnya bisa dijelaskan secara rasional dan logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini filsafat dicurigai sebagai disiplin ilmu yang dapat mengancam agama. Ya, memang betul. Apaalagi filsafat yang selama ini kita pelajari bukanlah filsafat Islam, melainkan filsafat Barat yang telah lama tercerabut dari akar-akar metafisiknya. Tetapi kalau kita betul-betul mempelajari filsafat Islam dan mengarahkannya secara benar, maka filsafat Islam juga adalag sangat potensial untuk menjadi mitra filsafat atau bahwan pendukung agama. Di sini filsafat bisa bertindak sebagai benteng yang melindungi agama dari berbagai ancaman dan serangan ilmiah-filosofis seperti yang saya deskrisikan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan terhadap eksistensi Tuhan, misalnya dapat dijawab dengan berbagai argumen adanya Tuhan yang telah banyak dikemukakan oleh para filosof Muslim, dari al-Kindi, Ibn Sina, Ibn Rusyd dll., seperti yang telah saya jelaskan antara lain dalam buku saya Menembus Batas Waktu. Serangan terhadap wahyu bisa dijawab oleh berbagai teori pewahyuan yang telah dikemukakan oleh banyak pemikir Muslim dari al-Ghazali, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Taymiyyah, Ibn Rusyd, Mulla Shadra dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga serangan terhadap validitas pengalaman mistik dan religius, juga telah dijawab secara mendalam oleh Muhammad Iqbal dalam bukunya Reconstruction of Religiuous Thought in Islam dan Mehdi Ha’iri Yazdi dalam bukunya The Principle of Epistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence. Dalam kedua karya ini, Iqbal dan Yazdi telah mencoba menjelaskan secara filosofis tentang realitas pengalaman religius dan mistik, dan berusaha menjadikan pengalaman mistik sebagai salah satu sumber ilmu yang sah. Tentu saja masih banyak hal yang dapat dilakukan filsafat Islam untuk mendukung agama, yang tidak pada tempatnya untuk dijelaskan secara rinci di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Filsafat Islam di Indonesia&lt;br /&gt;a. Masa Lalu&lt;br /&gt;Filsafat Islam belum begitu dikenal di Indonesia, karena memang filsfat Islam baru diperkenalkan ke publik pada tahun 70-an oleh almarhum Prof. Dr. Harun Nasution dalam bukunya yang terkenal Falsafah &amp;amp; Mistisime dalam Islam, yang diterbitkan Bulan Bintang pada tahun 1973. Dalam buku ini pak Harun telah memperkenalkan 6 filosof Muslim yang terkenal yaitu al-Kindi, al-Razi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Rusyd, setelah sebelumnya ia membicarakan tentang “Kontak Pertama antara Islam dan ilmu pengetahuan serta falsafah Yunani.” Dalam buku ini pak Harun dengan singkat tetapi esensial memperkenalkan biografi dan ajaran para filosof Muslim tersebut, sehingga para mahasiswa Muslim, khususnya mahasiswa IAIN di seluruh Indonesia, telah menyadari keberadaan filsafat Islam yang sebelumnya hampir tidak pernah diperkenalkan kepada mereka. Dan dengan dijadikannya buku tersebut sebagai buku wajib, maka pak Harun boleh dikata telah berhasil memperkenalkan filsafat Islam di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karena buku ini merupakan satu-satunya buku yang digunakan dalam matakuliah filsafat Islam selama puluhan tahun, maka timbul kesan yang keliru bahwa seakan filsafat Islam hanya menghasilkan 6 orang filosof sebagaimana yang diperkenalkan oleh Pak Harun di atas. Untunglah pada tahun 1987 Pustaka Jaya telah menerbitkan sebuah buku terjemahan yang bagus dan komprehensif tentang filsafat Islam karangan Majid Fakhry yang berjudul Sejarah Filsafat Islam, yang diterjemahkan oleh saya sendiri, sehingga dengan demikian sadarlah kita bahwa filsafat Islam telah melahirkan bukan hanya 6 filosof, sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Pak harun, tetapi puluhan bahkan mungkin ratusan para filosof yang tidak kalah hebatnya daripada filosof-filosof yang telah diperkenalkan sebelumnya. Buku ini menjelaskan filsafat Islam dari sudut historis, yang meliputi paparan tentang perkembangan filsafat sebelum Islam, pada masa awal Islam, masa pertengahan dan masa modern. Dan buku ini telah menikmati posisi yang penting di universitas-universitas Islam, sebagai buku daras yang tak ada duanya pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Muslim sangat diuntungkan dengan kehadiran karya terjemahan ini, karena ia telah banyak mengubah persepsi yang keliru tentang filsafat Islam dari sudut lingkup, rentangan waktu, ajaran dll. Dengan buku ini pula kita menjadi sadar bahwa ternyata filsafat Islam tidak berhenti pada Ibn Rusyd sebagaimana dikesankan setelah membaca buku pak harun, tetapi terus hidup dan berlangsung hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Masa Kini&lt;br /&gt;Yang saya maksud dengan masa kini, adalah kurang lebih periode sepuluh tahun terkahir dari sekarang. Pada saat ini kita telah menikmati banyak informasi tentang filsafat Islam. Diterjemahkannya buku yang diedit oleh M.M. Syarif yang berjudul, History of Muslim Philosophy secara parsial ke dalam bahasa Indonesia telah memperkaya khazanah filsafat Islam di Indonesia. Tetapi tambahan informasi yang sangat signifikan terjedi setelah penerbit Mizan menerjemahkan karya besar dalam sejarah filsafat Islam yang diedit oleh Nasr dan Oliver Leaman, yang berjudul A History of Islamic Philosophy ke dalam bahasa Indonesia, dengan judul Ensiklopedia Filsafat Islam (dua jilid). Berbagai karya filosofis yang lebih spesifik (misalnya yang membahas tentang pemikiran para filosof tertentu) juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti The Philosophy of Mulla Sadra yang ditulis oleh Fazlur Rahman, yang membahas beberapa aspek dari pemikiran Mulla Shadra, atau Knowledge and Illumination, karangan Hussein Ziai, yang membicarakan secara khusus filsafat iluminasi Suhrawardi. Namun sejauh ini, informasi ini lebih bersandar pada terjemahan dari karya asing, dan bukan karangan sarjana Muslim Indonesia sendiri. Sedikit sekali karya filsafat Islam yang ditulis oleh para penulis negeri ini. Ada misalnya buku tentang Suhrawardi yang ditulis oleh sdr Amroeni, khususnya kritik Suhrawardi terhadap filsafat peripatetik,atau yang ditulis oleh M. Iqbal tentang Ibn Rusyd, sebagai bapak rasionalisme. Namun tulisan-tulisan tersebut masih bersifat studi tokoh, dan pada dasarnya diadaptasi dari sebuah tesis atau disertasi. Tidak banyak penulis Muslim Indonesia yang menulis buku pengantar terhadap filsafat Islam yang bersifat independen, kecuali pak Haidar Bagir dengan Buku Saku Filsafat Islam-nya, dan saya sendiri dengan Gerbang Kearifan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyongsong Masa Depan&lt;br /&gt;a. Rekonstruksi Filsafat Islam&lt;br /&gt;Kita pada dasarnya tidak tahu persis apa yang akan terjadi pada filsafat Islam di masa depan. Tetapi kita bisa menyongsongnya dengan melakukan beberapa kegiatan yang konstruktif bagi masa depan filsafat Islam yang lebih baik. Tetapi terus terang saja saya merasa sedih demi memikirkan betapa sedikitnya usaha-usaha dari para sarjana Muslim di negeri ini untuk mempersiapkan masa depan filsafat Islam yang lebih baik. Banyak sarjanasarjana terbaik Muslim, justru lebih tertarik pada filsafat Barat daripada filsafat Islam sendiri. Nah keadaan inilah yang kemudian mendorong saya untuk menulis beberapa karya filsafat, bukan saja agar filsafat Islam lebih dikenal, tetapi juga sebagai upaya merekonstruksi filsafat Islam agar lebih relevan dengan konteks dan tuntutan masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dalam rangka mengkonstruksi pemikiran filosofis inilah maka saya mencoba untuk menulis beberapa karya, seperti yang akan saya uraikan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Remapping Filsafat Islam&lt;br /&gt;Tidak banyaknya buku pengantar filsafat Islam telah menyebabkan banyak ketidakjelasan tentang aspek-aspek apa saja yang diliput dalam filsafat Islam. Oleh karena itu saya merasa terdorong untuk memetakan kembali (remapping) filsafat Islam, dan untuk itu saya menulis sebuah buku pengantar filsafat Islam yang berjudul Gerbang Kearifan. Buku kecil ini dimaksudkan untuk memperkenalkan filsafat Islam dalam berbagai aspeknya. Sering buku pengantar filsafat Islam bersifat monolitik, dalam arti hanya membahas satu aspek tertentu saja dari filsafat Islam, misalnya alirannya saja, sejarahnya saja, atau tokoh-tokohnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak buku pengantar yang mencoba mengenalkan beberapa aspek filsafat Islam sekaligus. Nah, karena itu saya mencoba dalam karya kecil ini memperkenalkan filsafat Islam dalam berbagai aspeknya, seperti aliran-aliran filsafat yang telah dikembangkan di dunia Islam, seperti Peripatetik, Illuminasionis, Irfani dan Hikmah Muta’aliyyah. Selain aliran-aliran, karya ini juga mencoba mediskusikan beberapa topik penting dalam filsafat seperti tentang Tuhan, alam dan manusia. Digambarkan di sini berbagai konsep filosofis tentang Tuhan, seperti Tuhan sebagai Sebab Pertama, sebagai Wajib al-Wujud, sebagai Cahaya dan juga sebagai Wujud Murni. Kemudian beberapa pertanyaan kritis diajukan berkaitan dengan filsafat alam, misalnya, apakah alam dicipta atas kehendak Tuhan atau keniscayaan logis? Apakah alam abadi atau dicipta dalam waktu? Apakah alam telah ditentukan secara deterministik atau berkembang secara evolutif? Dan apakah alam diatur secara langsung oleh Tuhan atau didelegasikan kepada sebab sekunder? Adapun tentang manusia, maka dibahas di sini manusia sebagai mikrokosmos, manusia sebagai tujuan akhir penciptaan, manusia sebagai theomorfis dan juga disinggung tentang manusia dan&lt;br /&gt;kebebasan memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aspek historis (dalam bentuk aliran-aliran) dan tema-tema utama, Gerbang Kearifan juga membahas tentang hubungan filsafat dan disiplin ilmu lainnya. Misalnya dijelaskan di dalamnya, bagaimana hubungan antara filsafat dan sains, filsafat dan agama, serta hubungan filsafat dan mistisime atau tasawuf. Dan terkahir buku ini juga membicarakan tentang ladang-ladang potensial yang bisa digarap untuk kajian masa depan filsafat Islam. Ladang-ladang potensial tersebut antara lain, (1) studi biografis, yang memperkenalkan ribuan ilmuan-filosof Muslim, (2) studi gnomologis, yang mencoba membahas berbagai karya hikmah yang pernah dibuat oleh para filosof Muslim, (3) sains Islam, yang sangat penting dikaji ulang tetapi yang sangat terabaikan, (4) filsafat perenial, yang membahas pemikiran dari berbagai pemikir Muslim perenial yang umumnya berasal dari Eropa, yang telah banyak menghasilkan karya-karya besar, dan terakhir (5) filsafat paska-Ibn Rusyd, yang akan membicarakan perkembangan filsafat Islam setelah masa Ibn Rusyd hingga saat ini. Dengan demikian jelas, bahwa Gerbang Kearifan berusaha untuk memetakan kembali seluruh hasil pemikiran filsafat Islam dalam suatu kesatuan yang padu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Rekonstruksi Epistemologis&lt;br /&gt;Problem lain yang dihadapi filsafat Islam pada saat ini adalah tidak jelasnya pada kebanyakan pembaca filsafat Islam di negeri ini tentang bangunan epistemologi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kesimpang-siuran yang terjadi dan ketidak-jelasan yang dapat ditemukan di bidang yang satu ini. Saya sampai pada kesimpulan bahwa sebuah karya yang khusus di bidang ini untuk merekonstruksi bangunan epistemologi Islam perlu ditulis. Inilah yang mendorong saya kemudian untuk menulis sebuah karya epistemologi yang berjudul Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam. Dalam karya yang terbit pada tahun 2003 ini saya mencoba untuk merekonstruksi epistemologi Islam dalam 14 bab. Menurut saya adalah penting untuk pertama-tama mengerti betul apa yang disebut ilmu dalam tradisi Islam dan bedanya dengan sains. Ilmu dibedakan dengan sains terutama dalam lingkupnya. Sementara sains modern membatasi lingkupnya hanya pada bidang-bidang fisik-empiris, ilmu dalam tradisi ilmiah Islam meliputi bukan hanya bidang fisik tetapi juga bidang matematik dan bahkan metafisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lain yang perlu mendapat perhatian juga berkaitan dengan objek ilmu dan metode ilmiah. Dalam filsafat ilmu modern, objek-objek ilmu dibatasi hanya pada objek-objek fisik, sedangkan dalam tradisi ilmiah Islam, objek ilmu tidak pernah dibatasi hanya pada objekobjek fisik, tetapi melebar pada objek-objek matematik dan metafisik. Namun sebelum berbicata tentang objek-objek non-fisik, maka terlebih dahulu perlu didiskusikan tentang status ontologis objek-objek non-fisik tersebut, mengingat banyak orang-orang modern yang merasa ragu akan keberadaan dan realitas mereka. Bagi para filosof Muslim, semua objekobjek ilmu, baik yang fisik maupun yang non-fisik adalah real, dalam arti nyata dan memiliki status ontologis yang fundamental. Namun justru karena objek ilmu itu berbedabeda dalam sifat dasarnya, maka kita juga harus menemukan beberapa metode ilmiah yang berbeda agar cocok dengan jenis dn sifat dasar objeknya. Observasi tentu sja sangat berguna untuk meneliti objek-objek yang bersifat fisik tetapi untuk objek-objek yang bersifat non-fisik maka kita perlu menggunakan metode lain, seperti burhani dan ‘irfani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga untuk memhami naskah-naskah suci, seperti al-Qur’an dan hadits diperlukan metode lain, yang biasa disebut metode bayani. Selain isu-isu di atas, filsafat Islam juga, menurut saya, perlu mendiskusikan tentang realitas pengalaman mistik atau religius, karena sikap skeptik dari banyak kalangan ilmuwan dan filosof modern terhadapnya. Kita harus bisa menunjukkan secara rasional, bahwa pengalaman religus (mistik atau kenabian) adalah real, sama realnya dengan pengalaman indrawi. Dan karena itu bisa untuk dijadikan sebagai sumber yang sah bagi ilmu, sebagaimana pengalaman indrawi. Selain pengalaman mistik, kita juga perlu&lt;br /&gt;mendiskusikan realitas pewahyuan dan menjelaskan secara rasional kemungkinan pewahyuan seperti yang dialami oleh para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain yang perlu dicermati adalah soal objektivitas ilmu. Sementara ini banyak kalangan percaya bahwa sains telah mencapai tingkat objektivitas yang demikian tinggi, sehingga bisa berlaku universal dan bebas nilai. Tetapi peneltian yang cermat, menunjukkan bahwa objektivitas absolut tidak mungkin bisa dicapai, dan ini terjadi karena hasil penelitian ilmiah sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, kecenderungan bahkan ideologi dan kepercayaan dari ilmuwan-ilmuwan itu sendiri. Seorang astronom Barat sepeerti Laplace memiliki pemahaman yang sangat berbeda tentang alam dari astronom Muslim, seperti al-Biruni. Bahkan ketika Darwin dan Rumi percaya kepada evolusi, namun dalam memberikan keterangan tentang apa yang menyebabkan atau bertanggung jawab atas terjadinya evolusi tersebut sangat berbeda. Oleh karena itu maka menurut saya perlu dirumuskan bagaimana pandangan keilmuan yang cocok dengan ajaran fundamental Islam, sehingga diperoleh kemajuan ilmiah, tetapi tidak bertentangan dengan kepercayaan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Integrasi Ilmu&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dikonstruksi ulang adalah soal integrasi ilmu. Dikotomi yang terjadi antara ilmu-ilmu agama, di sati pihak, dan ilmu-ilmu umum, di pihak lain telah menimbulkan berbagai masalah keilmuan yang merugikan. Terjadinya penolakan terhadap keabsahan ilmiah dari keduaanya seringkali terjadi. Oleh karena itu perlu sekali dicari jalan untuk menjembatani dan mengintegrasikan berbagai aspek keilmuan tersebut dalam suatu pandangan yang holistik-integral. Untuk menjawab tantangan inilah, maka kemudian saya mencoba merumuskan integrasi ilmu ini dalam karya saya yang lain yang berjudul Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Maka berbagai aspek integrasi ilmu terus ditelusuri dan diteliti. Dari penelitian ini maka dirmuskan bahwa sumber dari segala integrasi ilmu ini tidak lain daripada konsep tawhid, yang merupakan ajaran yang paling fundamental dalam Islam. Adapun integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum terletak pada kenyataan bahwa objek dari kedua jenis ilmu tersebut adalah sama, yakni sama-sama sebagai ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu-ilmu agama telah menjadikan al-Qur’an sebagai objek utama penelitiannya, sedangkan ilmu-ilmu umum telah menjadikan alam sebagai objek utama, Baik al-Qur’an maupun alam dipandang dalam tradisi ilmiah Islam sebagai ayat-ayat Allah, hanya saja yang pertama ayat qawliyyah sedangkan yang kedua kawniyyah. Persoalan sebenarnya timbul ketika ilmu-ilmu umum berhenti memandang alam sebagai ayat Allah, sementara ilmu-ilmu agama masih memandang al-Qur’an sebagai ayat Allah. Menurut hemat saya kalau saja kita bisa memandang alam sebagai ayat Allah dalam penelitian ilmiah kita, maka konflik antara agama dan sains bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menemukan titik temu antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, perlu juga dirumuskan ulang integrasi di berbagai bidang keilmuan, seperti integrasi objek-objek ilmu, integrasi bidang ilmu, sumber ilmu, dan metode ilmiah, dll..Dalam soal integrasi objek ilmu, epistemologi Islam tidak membatasi objek ilmu hanya pada objek-objek fisik, tetapi juga objek-objek non-fisik, dan ini tentu saja didasarkan pada keyakinan para ilmuwan Muslim pada realitas atau status ontologis dari objek-objek tersebut, baik yang fisik maupun non-fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diakuinya objek-objek fisik dan non-fisik tersebut, maka mudah untuk membayangkan adanya integrasi di bidang-bidang atau cabang-cabang ilmu yang berbeda sifat-sifatnya. Maka dalam karya ini saya menunjukkan adanya integrasi antara ilmu-ilmi fisika, yang meliputi minerologi, botani, zoologi, anatomi, kedokteran dan psikologi, ilmu-ilmu matematika, yang meliputi aritmatika, geometri, aljabar, optik, musik dan astronomi, dan ilmu-ilmu metafisik, yang meliputi, ontologi, teologi, kosmologi, antropologi dan eskatologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pada objek dan bidang ilmu, integrasi juga perlu dirumuskan dalam kaitannya dengan sumber ilmu. Dalam epistemologi Islam, sumber ilmu tidak dibatasi hanya pada persepsi inderawi, tetapi juga meliputi penalaran rasional dan persepsi atau pengalaman intuitif, dan sekaligus juga wahyu. Sumber-sumber yang berbeda ini, sekalipun dapat dibedakan satu sama lain, tetapi tidak dipandang secara terpisah-pisah melainkan dibingkai dalam sebuah bangunan yang holistik. Sumber-sumber yang berbeda ini dipandang sama-sama sahnya sebagai sumber ilmu, sehingga epistemologi Islam memiliki sumber ilmu yang lebih kaya ketimbang epistemologi Barat yang hanya menerima persepsi indrawi sebagai sumber yang sah bagi ilmu. Namun integrasi di bidang sumber-sumber ilmu, ini juga harus diikuti oleh integrasi di bidang metode ilmiah. Adanya objek-objek ilmu yang berbeda sifat dasarnya, menyebabkan ilmuwan-ilmuwan Muslim berusaha membangun berbagai metode ilmiah yang berbeda-beda. Karena metode observasi yang biasa digunakan untuk objekobjek fisik, tentu saja tidak bisa digunakan untuk meneliti objek-objek akal yang bersifat abstrak atau immaterial. Tentu untuk itu perlu dicari metode lain yang tepat untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka dalam Integrasi Ilmu ini saya mencoba mendiskusikan sekurangnya empat macam metode ilmiah yang pernah digunakan oleh para ilmuwan Muslim, yaitu  tajribi (metode eksperimen), burhani (metode logika demonstratif), ‘irfani (metode intuitif) dan bayani (metode hermeneutik, yang digunakan untuk memahami naskah suci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Reaktualisasi Tradisi Filsafat Islam&lt;br /&gt;1) Membangun Tradisi Ilmiah Baru&lt;br /&gt;Upaya rekonstruksi filsafat Islam seperti yang saya lakukan dalam karya-karya di atas, tentunya telah memberi sumbangan yang cukup berarti kepada wacana filosofis Islam di Indonesia. Namun wacana saja, saya anggap tidak akan betul-betul signifikan bagi perkembangan filsafat di negeri ini. Upaya-upaya yang lebih real dan kongkrit harus terus dilakukan, agar kehadiran dan perkembangan filsafat Islam semakin terasa. Ada setidaknya&lt;br /&gt;dua upaya yang telah saya lakukan:&lt;br /&gt;(1) membangun tradisi ilmiah Islam, dan&lt;br /&gt;(2) mendirikan pusat kajian dan informasifilsafat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai dengan yang pertama. Kemajuan yang berati dari ilmu pengetahuan nampaknya tidak akan betul-betul tercapai sampai suatu bangsa memiliki tradisi ilmiahnya. Barat maju dalam ilmu dan memberi banyak sumbangan kepada peradaban dunia karena ia memiliki tradisi ilmiah yang agung. Demikian juga para ilmuwan Muslim pada masa lalu telah terbukti secara historis meraih prestasi ilmiah yang sangat gemilang dan memberikan sumbangan yang sangat signifikan kepada peradaban dunia, karena mereka memiliki sebuah&lt;br /&gt;tradisi ilmiah yang mapan dan karakteristik yang berbeda dengan tradisi ilmiah Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian saya sampai pada kesimpulan bahwa tanpa dimilikinya sebuah tradisi  ilmiah tertentu, maka bangsa kita tidak akan mencapai prestasi yang gemilang dalam hal kemajuan ilmu. Oleh karena itu, upaya yang sungguh-sungguh perlu dilakukan untuk membangun sebuah tradisi ilmiah tertentu di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk mampu mendirikan sebuah tradisi ilmiah yang didambakan tidaklah mudah, dan kita membutuhkan sebuah model ideal untuk kita tiru. Untuk keperluan itulah maka saya mencoba, dalam buku saya yang lain Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam, untuk memberi gambaran yang gamblang tentang bagaimana sebuah tradisi ilmiah dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ilmiah Islam saya pilih sebagai model ideal untuk membangun tradisi ilmiah, karena pertama tradisi ini lebih cocok kita kembangkan di negeri ini yang berpenduduk mayoritas Muslim. Kedua karena tradisi ilmiah Barat telah lama diperkenalkan di sini, dan kita membutuhkan sebuah tradisi ilmiah yang baru sebagai alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam ini saya mencoba memotret tradisi ilmiah Islam dengan gamblang dengan maksud mencari tahu apa rahasia sukses para ilmuwan Muslim pada masa kejayaannya, untuk kemudian kita tiru, sehingga terbangunlah sebuah tradisi ilmiah yang didambakan. Buku ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan penting,yaitu&lt;br /&gt;(1) faktor-faktor apa yang telah mendorong pesatnya ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam?&lt;br /&gt;(2) Lembaga-lembaga pendidikan yang bagaimana yang telah bertanggung jawab atas munculnya ratusan ilmuwan Muslim yang agung di berbagai bidang, dan&lt;br /&gt;(3) apa sistempendidikan yang diterapkan di sana? Selain tiga pertanyaan di atas adalah lagi tiga&lt;br /&gt;pertanyaan yang tidak kalah fundamentalnya yaitu&lt;br /&gt;(4) kegiatan-kegiatan ilmiah apa saja yang telah dilakukan para ilmuwan Muslim sehingga mereka telah melahirkan ratusan ribu karya ilmiah di berbagai bidang?&lt;br /&gt;(5) riser-riset ilmiah yang bagaimana yang mereka lakukan sehingga mereka berhasil mengembangkan berbagai disiplin ilmiah, baik yang berkenaan dengan ilmu-ilmu agama (naqliyyah) maupun umum (‘aqliyyah) dan terakhir&lt;br /&gt;(6) metodemetode ilmiah apa saja yang mereka gunakan dalam mempelajarai dan menganalisa&lt;br /&gt;berbagai objek ilmu yang berbeda-beda jenis dan sifat dasarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini maka kita kemudian menjadi tahu apa yang menjadi kunci sukses mereka. Pertama, faktor-faktor yang mendorong pesatnya ilmu pengetahuan pada masa itu adalah&lt;br /&gt;(1) dorongan religius di mana agama Islam sangat menekankan pentingnya bagi umat Islam untuk menuntut ilmu, dengan menjadikannya sebagai kewajiban agama.&lt;br /&gt;(2) apresiasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap ilmu, ilmuwan dan buku, dan&lt;br /&gt;(3) patronasi yang sangat besar dan tulus dari para penguasa dan pengusaha terhadap perkembangan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bangsa yang tidak lagi mempedulikan kewajiban agama dalam menuntut ilmu, tidak adanya apresiasi yang tinggi terhadap ilmu dan tidak ada pengayoman yang serius terhadap dari para penguasa dan pengusaha terhadap ilmu, maka di sana sulit dibayangkan ilmu pengetahuan akan mendapat kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tentang lembaga pendidikan yang di bangun pada masa itu, kita jadi mengenal dua jenis lembaga pendidikan. Pertama lembaga pendidikan formal dan yang kedua informal. Perdidikan formal berupa madrasah (colleges) yang didirikan para penguasa untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama. Sedangkan lembaga-lembaga informal meliputi banyak jenis: akademi, perpustakaan, rumah sakit, observatorium, dan zawiyyah. Melalui lembagalembaga informal ini maka disiplin-disiplin ilmu umum telah dikembangkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sistem pendidikan, para ilmuwan Muslim telah mengembangkan metode pengajaran yang khusus, yang sangat berpengaruh pada pesatnya perkembangan ilmu, yaitu menyalin buku, menghafal dan metode debat yang sangat merangsang daya kritis sang murid. Bebarapa poin penting yang saya diskusikan antara lain, motivasi mencari ilmu, yaitu untuk mencari kebenaran, dan bukan sekedar untuk mendapatkan pekerjaan seperti yang berlaku di negeri ini, menyusun klasifikasi ilmu, sehingga tahu peta ilmu dan saling hubungan antara bidang, dan kurikulum, yaitu materi-materi apa saja yang harus dipelajari oleh seorang murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang kegiatan ilmiah apa saja yang mereka lakukan, kita kemudian mengenal beberapa kegiatan ilmiah yang esensial bagi setiap tradisi ilmiah, yaitu memburu manuskrip, menerjemahkan, membuat komentar atas karya-karya orang-orang terdahulu, menulis karya-karya orisinal yang bukan saja ekstensif tetapi juga sangan intensif, menyalin dan mendistribusi buku, rihlah dan khalwat, sebuah upaya untuk mengeksplorasi dunia fisik dan dunia batin, seminar dan diskusi ilmiah baik yang diselenggarakan di lingkungan istana atau di tempat kediaman seorang sarjana, melakukan kritik baik yang bersifat ilmiah (agama maupun umum), sosial dan politik dn terakhir eksperimen-eksperimen yang menyebabkan ilmuwan-ilmuwan Muslim dipandang sebagai perintis metode eksperiman dalam kegiatan ilmiah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang riset-riset ilmiah yang para ilmuwan Muslim lakukan, kita terperangah akan luasnya bidang yang mereka tekuni. Penelitian atau riset yang mereka lakukan ternyata tidak hanya ada bidang-bidang ilmu keagamaan sebegaimana yang dikesankan selama ini, tetapi juga bidang-bidang ilmu rasional yang melipun ilmu-ilmu fisika, matematika dan metafisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan karya telah mereka hasilkan dari penelitian tersebut. Terakhir, berkenaan dengan metode-metode ilmiah yang mereka gunakan dalam peneliian-penelitian ilmiah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita tahu bahwa mereka telah menggunakan berbagai metode yang berbeda, sesuai dengan bidang dan objek yang ditelitinya. Maka setidaknya empat metode telah teridentifikasa, yaitu, seperti telah disinggung, metode tajribi, burhani, ‘irfani dan bayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) CIPSI dan Masa Depan Filsafat Islam: Implementasi&lt;br /&gt;Selain upaya membangun sebuah tradisi ilmiah, seperti yang dibicarakan di atas, gerakan yang lebih kongkrit masih perlu dilakukan untuk mengembangkan filsafat Islam di Negeri ini. Oleh karena itu, saya dan kawan-kawan bertekad mendirikan sebuah lembaga yang bisa mengaktualkan tradisi ilmiah di atas sebagai implementasi dari citia-cita membangun sebuah tradisi ilmiah Islam di Indonesia. Oleh karena itulah pada bulan Juli yang lalu, kami mendirikan Pusat Kajian dan Informasi Filsafat Islam atau Center for Islamic-Philosophical Studies and Information (CIPSI). Sesuai dengan namanya, maka CIPSI bergerak pada dua divisi, pertama divisi kajian dan kedua divisi informasi. Divisi kajian meliputi penerjemahan, kajian dan diskusi, penelitian dan pengajaran. Sedangkan divisi informasi meliputi database, perpustakaan dan penerbitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini CIPSI baru melakukan beberapa kegiatan ilmiah yang belum seberapa, dan belum bisa menggarap semua kegitan kedua divisi di atas. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain (1) mengkoleksi buku-buku klasik,(2) mendata biografi dan karyakarya para filosof/ilmuwan Muslim (3) menerjemahkan karya-karya terebut dan(4) menyelenggarakan beberapa kajian/diskusi baik intern maupun ekstern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Koleksi karya-karya ilmiah.CIPSI berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi ilmiah Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para ilmuwan Muslim. Salah satunya adalah mengkoleksi karya-karya kasik. Seperti ilmuwan-ilmuwan masa lalu berusaha keras untuk melakukan pemburuan manusikrip, maka CIPSI juga berusaha untuk menghimpun atau mengoleksi sebanyak mungkin karya ilmiah yang telah dihasilkan para ilmuwan Muslim dari masa klasik, abad tengah dan modern. Hingga saat ini CIPSI telah menghimpun sebanyak 110 judul (140 jilid/280 copies) dari karya filosofis bererapa filosof terkenal, dari al-Kindi hingga Muhammad Taqi Misbah Yazdi. (list karya tersebut dapat dilihat dalam slide terpisah). Dengan ini maka CIPSI turut melestarikan karya-karya besar filsafat/mistik/teologis yang sulit sekali diperoleh dan terancam punah kalau tidak ada usaha-usaha sadar dan terencana untuk melestarikannya.&lt;br /&gt;(2) Proyek Pernerjemahan Serial. Menyadari bahwa orang-orang Indonesia tidak bisa secara umum diharapkan dapat mengerti bahasa Arab dengan baik, maka merupakan suatu keharusan, dalam rangka mengembangkan filsafat Islam di negeri ini, untuk menerjemahkan karya-karya utama tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Sampai saat ini CIPSI baru berusaha menerjemahkan sebuah karya inseklopidia dari Ikhwan al-Shafa’ yang berjudul Rasa’il Ikhwan al-Shafa’. Karya ini memiliki 4 jilid rata-rata 400 halaman, dan diterjemahkan oleh empat orang penerjemah yang masing-masing menerjemahkan satu jilid. Jilid pertama dari karya ini membahas tentang matematik (aritmatik, geometri, musik dan astronomi), dan juga logika. Jilid kedua membahas tentang fisika (meliputi topik materi dan bentuk, ruang, waktu dan gerak), juga tentang minerologi, botani,, zoologi, dan astronomi. Jilid ketiga, berkenaan dengan psikologi, dan keempat berkenaan dengan agama. Hingga saat ini penerjemahan telah mencapai sekitar 40 %. Adapun karya lain yang tengah dipersiapkan untuk penerjemahan berikutnya adalah al-Shifa karya Ibn Sina, yang meliputi semua cabang ilmu dan memiliki 10 jilid. Dipilihnya karya-karya yang bersifat ensiklopedis ini dimaksudkan sebagai contoh yang kongkrit dari model sains Islam&lt;br /&gt;sebagaimana yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan Muslim dulu bagi orang-orang&lt;br /&gt;modern.&lt;br /&gt;(3) Database Biografis dan Bibliografis. Selain kegiatan di atas CIPSI juga telah membuat database berkenaan dengan nama-mana para filosof/ilmuwan Muslim, biografi dan karyakarya filosofis mereka. Dari pendataan ini, maka hingga saat ini CIPSI telah memiliki daftar sebanyak 800 orang filosof/ilmuwan, dan memiliki daftar karya filosofis sebanyak lebih dari 2000 karya filsfat dalam berbagai cabang ilmu. Tapi jumlah ini itupun baru diidentifikasi dari 40 filosof, padahal kita memiliki sekitar 800 filosof, sehingga seiring dengan waktu, kita sangat potensial untuk memperpanjang daftar karya ini hingga mencapai puluhan atau ratusan ribu karya. Dan karya-karya inilah yang akan kami usahakan mengoleksinya sehingga CIPSI diperkirakan akan mengoleksi puluhan atau bahwa ratusan ribu karya filsafat Islam di perpustakaannya.&lt;br /&gt;(4) Kegiatan berikutnya adalah menyelenggarakan kajian-kajian/diskusi/seminar baik yang bersifat intern maupun ekstern. Untuk kajian intern CIPSI menyelenggarakan kajian-kajian intensif tentang beberapa isu yang hangat dan relevan dengan perkembangan zaman seminggu sekali. Sementara ini materi kajian intern diambil dari buku saya yang segera akan terbit Nalar Perenial: sebuah Respons terhadap Modernitas. Berbagai isu kontemporer didiskusikan, seperti tentang Islamisasi Ilmu, masyarakat madani, posisi wanita, tentang evolusi, pengaruh mistisisme atas fisika baru dan tentang etika lingkungan. Diskusi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menjawab tantangan-tangan kontemporer dari perspektif filsfat Islam. Adapun kajian ekstern, telah dilakukann di Mesjid Baitul Ihsan B.I. dengan tema Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam. Seminar ini dimungkinkan berkat kerjasama CIPSI dengan BI. Seminar enam kali pertemuan ini disemarakkan oleh pemikir-pemikir terkemuka negeri ini yang menjadi pembanding saya dalam setiap pertemuannya. Beberapa seminar juga telah direncanakan dan kerjasama dengan lembaga lain juga telah digalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan di atas, CIPSI juga telah memetakan bebrapa lahan potensial untuk penelitian-pemelitian intensif filsafat Islam di Indonesia di masa depan. Dan itu akan meliputi peneltian di bidang biografis, gnomologis, sains Islam, filsafat perenial dan filsafat Islam paska Ibn Rusyd. Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan ini CIPSI akan memberi sumbangan yang signifikan dan menentukan bagi perkembangan dan masa depan filsafat Islam di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-4514765956817221731?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/4514765956817221731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/masa-depan-filsafat-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4514765956817221731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4514765956817221731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/masa-depan-filsafat-islam.html' title='MASA DEPAN FILSAFAT ISLAM'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-541684516412699232</id><published>2009-01-31T23:16:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:17:15.447+07:00</updated><title type='text'>Hukum Bermuamalah Dengan Bank Konvensinal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya hukum bermuamalah dengan bank konvensional saat ini adalah haram karena dalam penerapannya bank konvensional memakai sistem bunga/riba, dan saat ini sudah ada bank-bank syariah yang tidak menggunakan sistem bunga melainkan disesuai dengan prinsip-prinsip syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diperbolehkannya riba ini juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 275 yaitu:&lt;br /&gt;“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”&lt;br /&gt;Dalam hal ini, saya juga mengutip beberapa pendapat ulama yaitu Pendapat Abu Zahrah (Guru Besar Fakultas Hukum, Universitas Cairo), Abul A’la Maududi (Pakistan), Muhammad abdullah Al-‘Arabi (Penasihat Hukum pada Islamic Congres Cairo), yang sependapat menyatakan bahwa bunga bank itu riba nasiah, yang dilarang oleh agama Islam. (Masjfuk Zuhdi, 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Syari’ah Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank syari’ah di Indonesia sudah banyak dan mengalami perkembangan yang lebih pesat. Dimulai dari tahun 2003 sampai sekarang telah memberikan antusias yang positif bagi masyarakat, ini terbukti dari peningkatan jumlah nasabah bank syari’ah yang terus meningkat. Hal ini juga merupakan salah satu pertimbangan masyarakat yang tidak ingin memakan atau menggunakan sesuatu yang bersifat riba dan kaum syari’ah loyalis atau mereka yang masih meyakini hukum bunga bank adalah riba dan haram. Salah satu contoh bank syariah di Indonesia adalah Bank Syari’ah Mandiri. Pada Bank Mandiri dalam penerapannya tidak menggunakan sistem bunga melainkan menerapkan sistem muamalah yang sudah ditentukan dalam hukum Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-541684516412699232?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/541684516412699232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/hukum-bermuamalah-dengan-bank.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/541684516412699232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/541684516412699232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/hukum-bermuamalah-dengan-bank.html' title='Hukum Bermuamalah Dengan Bank Konvensinal'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3472401632908115427</id><published>2009-01-31T23:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:16:17.903+07:00</updated><title type='text'>Filsafat Hikmah dan Masa Depan Agama</title><content type='html'>Setelah mengkritik keterbatasan filsafat Paripatetik dan pseudo-sufisme, penulis menawarkan sistem filsafat hikmah yang memadukan metode rasional-filosofis dan metode penyucian hati sebagai pondasi renaisans Islam.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis mengatakan bahwa ukuran kemajuan dan kesempurnaan manusia berbanding lurus dengan langkah pembebasannya dari materi dan pendekatannya ke arah pengetahuan, keruhaniaan dan keimanan. Karenanya, karakteristik agama masa depan merupakan pandangan dunia yang memiliki sendi logis-rasional yang utuh, sendi emosional-spiritual yang kaya, mengandung gagasan-gagasan yang mendalam dan menghunjam, tidak saling beradu dan berbenturan, serta mengandung cita-cita besar yang luhur dan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berbicara tentang hikmah muta’aliyah (selanjutnya kita sebut sebagai filsafat hikmah), saya perlu mengemukakan sejumlah pendahuluan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia adalah makhluk yang secara intrinsik (fitriah) mencari kesempurnaan. Fitrah ini mendorong manusia untuk terus-menerus berevolusi dan menyempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam mencari kesempurnaan ini manusia akan mengandalkan pelbagai daya yang telah dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pengetahuan dalam pengertian luas adalah kriteria untuk mengukur tingkat evolusi dan kesempurnaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, setidaknya ada enam kategori pengetahuan manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengetahuan hudhuri/badihi (fitrah);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengetahuan rasional (akal);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengetahuan indrawi (panca indra);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengetahuan mistis/emosional (hati);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pengetahuan imajiner (imajinasi);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pengetahuan keagamaan (wahyu/teks suci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pengetahuan hudhuri merupakan pijakan dasar bagi seluruh tindak pengetahuan manusia. Untuk jenis pengetahuan ini, manusia hanya perlu untuk menyadarinya secara langsung dan introspektif. Dalam pengetahuan ini tidak ada jarak antara subjek dan objek, ranah ontologis dan epistemologis melebur jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, pengetahuan rasional berpusat pada akal, dengan sifat yang universal dan abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, pengetahuan indrawi diperoleh lewat panca indra. Pengetahuan ini bersifat spasio-temporer, partikular dan berubah-ubah, sesuai dengan hukum-hukum yang mengatur alam fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, pengetahuan mistis/hati (ma’rifah qalbiyah) adalah pengetahuan yang bersumber dari lintasan-lintasan hati. Pengetahuan ini memiliki sejumlah kendala yang berasal dari watak-watak yang merusak (al-malakat al-fasidah). Sifat pengetahuan ini adalah partikular abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, pengetahuan imajiner bersumber pada daya imajinasi dan angan-angan manusia. Imajinasi berperan menghidupkan dan mengembangkan kognisi manusia tentang objek-objek partikular. Kesepuluh, pengetahuan keagamaan bersumber pada teks-teks suci. Al-Quran dan hadis adalah dua sumber utama pengetahuan keagamaan dalam konteks Islam. Pemahaman atas al-Quran mestilah berangkat dari al-Quran itu sendiri atau dari hadis-hadis yang mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Hikmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sepuluh pendahuluan di atas, kita bisa memahami proyek filsafat hikmah secara utuh dan ringkas. Untuk menjelaskan proyek filsafat hikmah, makalah ini akan berpijak pada rumusan-rumusan Mulla Shadra dan Allamah Thabathaba’i. Ada beberapa langkah menarik yang diambil oleh Mulla Shadra, untuk merumuskan kompleksitas proyek filsafat hikmah dengan segenap implikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, meletakkan sistem filsafat hikmah di atas sejumlah dasar pengetahuan hudhuri/badihi, sambil menegaskan bahwa semua dasar itu bersifat swabukti (self-evident). Dasar-dasar swabukti tidak memerlukan pembuktian (burhanah) atau pengukuhan (itsbat), melainkan hanya memerlukan pemaparan atau penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menurunkan sejumlah prinsip rasional-filosofis untuk mendukung bangunan filsafatnya dari prinsip-prinsip swabukti yang telah diketahui manusia secara hudhuri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyelaraskan prinsip-prinsip rasional-filosofis yang bersumber pada prinsip-prinsip swabukti dengan sejumlah mukasyafah (penyingkapan batin) para mistikus. Kategori pengetahuan ini juga sering disebut dengan ilmu gaib atau ilmu laduni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menyelaraskan prinsip-prinsip rasional-filosofis dan mukasyafah dengan teks-teks suci dalam rangka memperteguh dan memperluas bangunan filsafat hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengajukan metodologi sistematis untuk mencapai kebenaran utuh sebagaimana tersebut di atas secara teoritis dan praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya utamanya yang berjudul Hikmah Muta’aliyah fi al-Asfar al-Arba’ah (Hikmah yang Mengemuncak dalam Empat Perjalanan Manusia), Mulla Shadra secara panjang-lebar memaparkan lima langkah yang telah diambilnya untuk menemukan kebenaran tertinggi, kebenaran utuh, yang tidak sekedar bersifat rasional-filosofis, mistis-emosional, tekstual-keagamaan, tetapi juga kebenaran dalam pengertian realisasi langsung (tahaqquq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengantar al-Asfar, Mulla Shadra menyatakan:“Teori-teori diskursif hanya akan mempermainkan para pemegangnya dengan keragu-raguan. Kelompok yang datang belakangan akan melaknat kelompok yang datang sebelumnya, sehingga ‘Setiap umat yang masuk (ke dalam neraka) akan melaknat umat sebelumnya (yang telah ikut menyesatkannya).’” (QS. al-A’raf [7]: 38)1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis dalam pengantar ini, dia mulai melancarkan pukulan bertubi-tubi pada kalangan Paripatetik yang bersikukuh memegang akal dan prinsip-prinsip rasional sebagai satu-satunya alat penyingkap kebenaran. Menurut Mulla Shadra, akal punya keterbatasan, sebagaimana alat-alat pengetahuan manusia lainnya. Karena itu, diperlukan suatu metodologi yang mensinergikan semua potensi yang ada, sehingga masing-masing potensi itu dapat mengambil perannya dalam mengantarkan manusia kepada kebenaran seutuhnya dan puncak kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dalam Mafatih al-Ghayb, Mulla Shadra menuturkan:“Banyak orang yang bergelut dalam ilmu pengetahuan menyangkal (adanya) ilmu gaib laduni (langsung dari sisi Allah) yang dicapai oleh para ahli suluk dan ahli makrifat (yang lebih kuat dan lebih kukuh dibanding semua kategori ilmu lain) dengan mengatakan, ‘Apakah ada ilmu tanpa proses belajar, berpikir dan bernalar?’”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia memaparkan bukti-bukti filosofis untuk menepis keragu-raguan semacam itu. Seperti biasa, dia membingkai bukti-bukti filosofisnya dengan dalil-dalil tekstual yang melimpah ruah.Dalam sistem filsafat hikmah, metode rasional-filosofis tidak bisa berdiri secara terpisah dari metode penyucian hati dan begitu pula sebaliknya; keduanya saling membutuhkan, sedemikian sehingga bila yang satu berjalan tanpa yang lain maka kerancuan dan kesesatan akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulla Shadra menyatakan, “Kaum sufi biasanya mencukupkan diri pada rasa dan intuisi (wijdan) dalam mengambil kesimpulan, sedangkan kami tidak akan berpegang pada apa yang tidak berdasarkan pada bukti-bukti demonstratif (burhan).”3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mulla Shadra meneruskan, “Janganlah engkau peduli pada pelbagai kepura-puraan puak sufi, dan jangan pula engkau gandrung pada pelbagai celoteh para filosof gadungan. Hati-hatilah wahai sahabatku, atas kejahatan kedua puak ini. Semoga Allah tidak mempertemukan kita dan mereka walau hanya sekejap mata.”4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, dia menyimpulkan, “Oleh sebab itu, yang paling tepat adalah kembali kepada metode kami dalam memperoleh makrifat dan pengetahuan dengan memadu-padankan metode para filosof yang bertuhan (muta’allih) dan para mistikus yang beragama Islam.”5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Mulla Shadra mendamaikan metode rasional-filosofis dan spiritual-mistis dengan ajaran-ajaran Islam sesungguhnya berangkat dari keyakinannya pada keunggulan Islam. Baginya, keunggulan Islam yang menggabungkan kekuatan rasional dengan kekayaan spiritual hanya bisa dipahami dan diapresiasi melalui kedua metode ini secara seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Mabda wa al-Ma’ad, Mulla Shadra secara singkat memaparkan keserasian bukti-bukti rasional dan ajaran-ajaran tradisional Islam. Pada karya utamanya, al-Asfar, secara ekstensif ia meneguhkan keserasian metode filosofis dan mistis dengan ajaran-ajaran Islam. Ia menandaskan, “Adalah mustahil hukum-hukum syariat yang hak, Ilahi dan putih-bersih berbenturan dengan pengetahuan yang swabukti; dan celakalah aliran filsafat yang prinsip-prinsipnya tidak selaras dengan al-Quran dan sunah.”6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dijelaskan sebelumnya, prinsip-prinsip utama filsafat hikmah semuanya bersifat hudhuri (swabukti atau self-evident), sehingga pengukuhan filsafat ini dapat dilakukan secara introspektif. Berikut adalah sebagian dari prinsip-prinsip utama filsafat hikmah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, para pendukung filsafat ini menyatakan bahwa wujud atau ada merupakan konsep sederhana yang secara langsung bisa dimengerti tanpa perantara konsep lain (badihah mafhum al-wujud).7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, wujud merupakan konsep yang berlaku secara umum atas segala sesuatu dengan pengertian tunggal (mafhum al-wujud musytarakun ma’nawi).8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, prinsip yang disebut dengan ashalah al-wujud yang berintikan bahwa wujud adalah ungkapan bagi realitas secara mutlak yang mau tak mau pasti kita akui keberadaannya.9 Di luar itu, yakni segenap ungkapan dan konsep lain yang terdapat dalam perbendaharaan bahasa manusia yang dalam istilah para filosof disebut dengan mahiyah adalah rekaan manusia (i’tibariyah). Semua konsep selain wujud hanyalah batasan konseptual atau ilustrasi dari wujud.10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, untuk menjelaskan keberagaman wujud yang kita saksikan secara langsung di alam raya ini, filsafat hikmah mengajukan prinsip yang disebut dengan tasykik al-wujud. Intinya, wujud yang mutlak itu merupakan kenyataan atau realitas yang bertingkat-tingkat.11 Contoh yang lazim digunakan untuk menggambarkan kebertingkatan itu adalah cahaya sebagai realitas yang bergradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, setiap titik dalam wujud yang bertingkat-tingkat itu mengalami proses evolusi yang terus-menerus dalam suatu gerakan substansial. Perlu dicatat bahwa dalam wacana filsafat, gerak (harakah) diartikan sebagai proses aktualisasi potensi (khuruj al-quwwah ila al-fi’li). Inilah prinsip yang disebut dengan al-harakah al-jauhariyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, gerakan substansial dalam konteks manusia terjadi melalui hubungan subjek dengan objek. Subjek di sini adalah ruh, jiwa atau akal, sementara objek adalah pengetahuan yang dicerapnya (ilm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pertumbuhan ruh manusia ditentukan oleh objek-objek pengetahuan yang dicerapnya, persis sebagaimana pertumbuhan tubuh ditentukan oleh gizi yang dimakannya. Makin tinggi nilai objek-objek pengetahuannya, makin subur dan “sehat” ruh itu. Sebaliknya, makin rendah nilai objek-objek pengetahuannya, makin lemah, “sakit,” dan surut ruh itu. Inilah prinsip yang dalam filsafat hikmah disebut dengan ittihad al-aqil bi al-ma’qul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Implikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat hikmah merupakan pengembangan atas pesan-pesan al-Quran dan sunah. Dalam banyak kesempatan, Mulla Shadra sang jurubicara ulung sangat berbangga karena dapat merumuskan sistem filosofis yang sepenuhnya berpijak di atas dasar teks-teks al-Quran dan sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah kita kutip di atas, Mulla Shadra mengecam spekulasi filosofis liar yang tidak berpijak pada wahyu Ilahi. Baginya, semua spekulasi filosofis yang tidak bermuara pada teks-teks suci hanya akan berakhir dengan kesimpulan-kesimpulan yang membingungkan dan menyesatkan. Penegasan tersebut merupakan langkah besar dalam sejarah panjang filsafat Islam, mengingat hal itu berarti berita tentang lahirnya filsafat Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, Mulla Shadra menyebut filsafatnya dengan al-hikmah atau al-hikmah al-Ilahiyyah. Hikmah merupakan istilah yang secara khas dipakai oleh al-Quran dan sunah dalam bermacam makna. Al-Quran menyebutkan tugas kenabian sebagai pengajaran al-Quran dan hikmah (QS. 2: 129, 3; 48, 3: 164, dan sebagainya). Lantas, Allah meminta Nabi Muhammad saw untuk menyeru ke jalan-Nya dengan al-hikmah (QS 16: 125). Dalam surah al-Baqarah ayat 269, al-Quran menyebut al-hikmah sebagai anugerah kebaikan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat hikmah tidak mengajak orang untuk sekadar berwacana, tetapi bergerak secara konstan dalam kerangka ajaran-ajaran Islam yang bercirikan hikmah (kebijaksanaan, ketegasan, kepastian). Dalam wujud yang luas ini, filsafat hikmah menempatkan manusia sebagai entitas unik yang dapat berkembang sedemikian sehingga substansinya terus meninggi (atau menurun). Filsafat hikmah mengapresiasi proses evolusi manusia ini dengan mendayagunakan semua potensi yang telah dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelbagai karya mereka, para pendukung filsafat hikmah selalu menggambarkan bahwa manusia adalah suatu kemenjadian yang secara konstan mengalir tanpa henti. Manusia bukan merupakan entitas yang mandeg, melainkan terus bergerak menaiki atau menuruni deretan tak-terbatas dari tingkatan-tingkatan wujud. Pernyataan seperti ini sebenarnya menjelaskan ajaran pokok semua agama mengenai manusia sebagai makhluk unik yang bergerak dalam suatu gerakan yang tak-terelakkan melewati “kematian” menuju “surga” ataupun “neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan prinsip-prinsip filsafat hikmah, kita dapat menghayati teks-teks suci, khususnya yang berbicara tentang hal-hal gaib, dalam bentuk yang lebih filosofis. Umpamanya, dalam banyak kesempatan, Mulla Shadra sering mengutip ayat-ayat dan hadis-hadis Nabi Muhammad saw atau pun para imam Syiah mengenai hubungan satu amalan kecil dengan pahala besar yang dihasilkannya. Hubungan-hubungan antara alam gaib dan alam fisik ini dijelaskan sebagai hubungan antara satu tingkat dengan tingkat lain dalam piramida wujud yang tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat hikmah menyadarkan kita bahwa semua kerja manusia punya nilainya yang tersendiri, betapa pun tidak berartinya nilai itu dalam perskeptif suatu tingkatan wujud tertentu. Di dalam wujud yang bergerak secara konstan ini, hal-hal kecil akan berpengaruh terhadap proses evolusi manusia selanjutnya. Manusia yang berpikir tentang batu pasti akan dipengerahui oleh citranya tentang batu, sampai akhirnya ia akan menyerap sifat-sifat batu itu secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, para pendukung filsafat hikmah sangat menekankan pentingnya kita untuk mengkaji teks-teks suci sebagai satu-satunya rujukan pasti mengenai hubungan-hubungan alam fisik dan alam gaib. Setiap tindakan fisik kita akan mempunyai dampak terhadap dimensi ruhani-gaib kita yang pada gilirannya akan kembali menghantui kita sehingga kita melakukan hal-hal lain yang akan berpengaruh terhadap dimensi ruhani-gaib kita dan begitulah seterusnya. Hubungan-hubungan yang saling berjalin-berkelindan ini dijelaskan dalam filsafat hikmah berdasarkan bukti-bukti filosofis yang diperkuat oleh teks-teks suci dan penyingkapan mistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan atau renaisans Islam tidak boleh diukur dari kemajuan dalam bidang-bidang teknis-perindustrian, lantaran manusia menuju puncak kesempurnaannya justru melalui pembebasan dirinya dari kondisi-kondisi alam yang melingkupinya. Makin sempurna manusia, makin bebas ia dari hal-hal material dan makin bertumpu ia pada kekuatan kemanusiaannya. Dengan kata lain, kesempurnaan manusia ditentukan oleh ciri khasnya sebagai manusia, yaitu kesempurnaan daya-daya intelektual dan spiritualnya. Oleh karena itu, langkah manusia menuju kesempurnaan berbanding lurus dengan langkah pembebasannya dari materi dan pendekatannya ke arah pengetahuan, keruhaniaan dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ungkapan ‘bebas dari materi’ bukanlah ‘hidup dalam kevakuman yang jauh dari alam materi,’ melainkan penguasaan dan pengendalian manusia atas kondisi-kondisi material dan bukan sebaliknya. Kalau di masa-masa lampau manusia sedemikian bergantung pada kondisi-kondisi material yang mengurungnya, maka di masa-masa mendatang ia pasti akan makin mandiri dari lingkungan materialnya. Manusia masa depan akan makin sanggup mengendalikan dan memanfaatkan semua potensi dan kapasitas material untuk pergerakan substansialnya mendaki puncak-puncak kesempurnaan manusiawinya yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, agama masa depan mestilah merupakan pandangan dunia yang memiliki sendi logis-rasional yang utuh, sendi emosional-spiritual yang kaya, mengandung gagasan-gagasan yang mendalam dan menghunjam, tidak saling beradu dan berbenturan, serta mengandung cita-cita besar yang luhur dan suci. Agama masa depan mesti mampu menjelaskan semua ajarannya dalam bentuk penuturan logis-filosofis yang lancar dan memuaskan, tidak dalam bentuk yang dipaksakan dan dibuat-buat. Agama yang demikian ini juga harus bisa menghadirkan harapan dan kegairahan spiritual bagi manusia, sedemikian sehingga manusia dapat merasakan adanya makna di balik perjalanan hidupnya yang serba-singkat dan sarat-penderitaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu implikasi terbesar dari kehadiran filsafat hikmah di tengah-tengah umat adalah munculnya kesadaran bahwa Islam memiliki semua syarat dan kelayakan untuk menjadi agama masa depan. Tidak berlebihan bila saya katakan bahwa filsafat hikmah yang sepenuhnya bersumber pada al-Quran dan sunah ini menggugah kita untuk kembali menghayati ajaran-ajaran Islam. Bagaimana tidak! Filsafat hikmah telah berhasil menampilkan Islam sebagai puncak dari ribuan tahun tradisi agama semitik, rasionalisme Yunani, dan mistisisme Timur yang telah banyak menyumbang perkembangan peradaban manusia di muka bumi.[Musa Kazhim Habsyi]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3472401632908115427?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3472401632908115427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/filsafat-hikmah-dan-masa-depan-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3472401632908115427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3472401632908115427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/filsafat-hikmah-dan-masa-depan-agama.html' title='Filsafat Hikmah dan Masa Depan Agama'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-6345696718382106378</id><published>2009-01-31T23:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:12:12.268+07:00</updated><title type='text'>Menghitung zakat emas dan perak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang muslim yang mempunyai emas dan perak wajib mengeluarkan zakat bila sesuai dengan nisab dan haul. Adapun nisab emas sebesar 85 gr dan nisab perak 595 gr. Ada pun haul emas dan perak yaitu selama satu tahun serta kadar zakatnya sebesar 2,5 % di hitung dari nilai uang emas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: Siti Aminah mempunyai simpanan emas 95 gr. Harga 1 gr emas Rp. 65.000 maka besarnya zakat yang dikeluarkan ialah sebesar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 95 gr x Rp. 65.000 = Rp. 6.175.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rp. 6.175.000 x 2,5 % = Rp. 157.500&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-6345696718382106378?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/6345696718382106378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/menghitung-zakat-emas-dan-perak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6345696718382106378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6345696718382106378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/menghitung-zakat-emas-dan-perak.html' title='Menghitung zakat emas dan perak'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-7532507713085417782</id><published>2009-01-31T22:59:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T23:07:53.541+07:00</updated><title type='text'>TEORI KENABIAN AL-FARABI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebutan al-farabi diambil dari nama kota Farab dimana ia dilahirkan pada tahun 257 H (870 M). ayahnya adalah seorang yang bersal dari Iran dan menikah dengan seorang wanita dari Turkestan. Kemudian ia menjadi perwira tentara Turkestan. Karean itu, al-Farabi dikatakan berasal dari keturunan Turkestan dan kadang-kadang juga dikatakan dari keturunan Iran. Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhamad Bin Muhammad Bin Tarkhan. Sejak kecilnya Al-Farabi suka belajar dan ia mempunyai kecakapn dalam lapangan bahasa. Bahasa-bahasa yang dikuasainya adalah: bahasa Iran, Turkestan dan Kurdistan. Nampaknya ia tidak mengenal bahasa Yunani dan Siriani, yaitu bahasa-bahasa ilmu pengetahuan dan filsafat pada waktu itu. Setelah besar, Alfarabi meninggalkan negerinya untuk menuju kota Baghdad, pusat pemerintahn dan ilmu pengetahuan pada masanya untuk belajar antara lain pada Abu Bisyr Bin Mattius. Selama berada di Bgahdad ia memusatkan perhatiannya kepad ilmu logika. Nampaknya pada waktu pertama datang di Baghdad, hanya sedikit saja bahasa Arab yang dikuasainya. Ia sendiri mengatakan bahwa ia belajar ilm Nahw (Tata bahasa Arab) pada Abu bakar al-Sarraj, sebagai imbalan atas pelajaran logika yang diberikan oleh al-Farabi kepadanya. Setelah itu ia pindah ka Harran salah satu pusat kebudayaan Yunani di asia Kecil untuk berguru kepada Yohanna Bin Jilan. Tetapi tidak lama kemudian ia kembali meninggalkan kota itu untuk kembali ke Baghdad untuk mendalami ilmu Filsafat setelah menguasai ilmu mantik (logika). Dan di Bghdad ia berdiam selam 30 tahun. Selama waktu itu ia memakai waktunya untuk mengarang dan memberikan pelajaran dan untuk mengulas buku-buku filsafat. Muridnya yang terkenal pada waktu itu ialah Yahya Bin Ady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 330 Hijriah (941 M), ia pindah ke Damsik, dan disini ia mendapat kedudukan yang baik dari Saifuddaulah salah seorang khalifah dinasti Hamdan di Halab (Aleppo), sehingga ia diajak turut serta dalam suatu pertempuran untuk merebut kota Damsyik, kemudian ia menetap di kota ini sampai wafatnya pada tahun 337 H (950 M) pada usia 80 Tahun.&lt;br /&gt;Teori Kenabian Setiap agama langit tentu mendasarkan ajaran-ajarannya pada wahyu. Seorang nabi tidak lain adalah manusia biasa yang diberi kekuatan untuk dapat berhubungan dengan Tuhan dan menyatakan kehendak-Nya. Agama Islam seperti halnya dengan agama-agama semit, mengambil ajaran-ajarannya dari langit dan sumber-sumbernya yang utama adalah Kitab Al-Qur’an sebagai wahyu langsung dan Sunnah Nabi sebagai wahyu yang tak langsung. Siapa yang menolak wahyu berarti dia mengingkari Islam keseluruhannya, atau setidak-tidaknya merobohkan sendi-sendi yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pengingkaran terhadap wahyu sudah timbul sejak masa Nabi SAW. Orang-orang kafir Quraisy tidak mau mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu dan dapat berhubungan dengan alam ketuhanan, sebab ia adalah manusia biasa yang makan dan minum serta pergi ke pasar (QS.Al-Furqan:7). Setelah al-Qur’an, sebagai mukjizatnya yang membumkan mulut mereka, sedang mereka adalah ahli bahasa dan kesusastraan, maka mereka menuduhnya sebagai tukang sihir. Maka jawaban terhadap tuduhan-tuduhan mereka adalah adalah: “aku ini tidak lain adalah manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku” (QS.Al-Kahf:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam tentang wahyu mudah dan jelas, dimana malaikat Jibril yang dapat mengambil bermacam-macam bentuk, seperti malaikat lain juga, bertugas sebagai penghubung antara Tuhan dengan nabi-nabi-Nya dan dari Malaikat Jibrillah Muhammad menerima perintah-perintah agamanya, kecuali pada malam Isra’ Mi’raj saja. Dimana pada malam itu ia dapat berhubungan secara langsung dengan Tuhan, karena jiwa yang suci pada waktu sedang tidur naik kedalam malakut dan disana ia melihat rahasia-rahasia alam gaib. Nabi SAW sendiri sebelum memulai dakwahnya taelah melihat impian-impian, sebagai tanda akan dimulainya tugas-tugas, yang di satu surat di dalam al-Qur’an dimana seluruh pembicaraannya berbicara berkisar sekitar impian, yaitu Surat Yusuf, Nabi SAW juga mengatakan tentang impian: “impian yang benar-benar merupakan satu bagian dari 46 tanda kenabian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Kritik Seputar Kenabian&lt;br /&gt;Pada masa-masa pertama Islam kaum Muslimin mempercayai sepenuhnya apa yang dating dari Tuhan, tanpa membahasnya atau mencari-cari alasannya. Namun keaadaan ini tidak berlangsung lama karena karena hali ini mulai dikeruhkan dengan oleh berbagai hal keraguan, setelah golongan-golonga di luar Islam perlahan-lahan dapat memasuki fikiran ummat muslim.Golongan-golongan itu adalah golongan Mazdak, dan Manu dari Iran, golongan Sumniyah dari agama Mrahma, serta orang-orang Yahudi dam Masehi. Sejak saat itu, setiap dasar-dasar agama Islam dibahas dan dikritik. Dalam menghadapi kritikna orang-orang yang banyak dari mengkritik tersebut, orang-orang Mu’tazilah telah memberikan bagian yang sukar dicari bandingannya. Sehubungan dengan ini kritikan Ibn ar-Rawandi (Wafat akhir 111 H) dan Abu Bakar ar-Razi (Wafat 250 H). terhadap kenabian perlu dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ar-Rawandi dan dalam bukunya yang berjudul Az-Zamarrudah mengingkari kenabian pada umumnya dan kenabian Muhammad SAW pada khususnya, ia banyak membarikan kritikan terhadap ajaran-ajaran Islam dan Ibadahnya, dan menolak mukjizat-mukjizat keseluruhannya. Khusus mengenai kenabian, ia mengatakan bahwa rasul-rasul itu sebenarnya tidak diperlukan, karena Tuhan telah memberikan akal kepada manusia, agar mereka dapat membedakan antar yang baik dan yang buruk. Pada intinya Ibnu ar-Rawandi dalam hal ini berpendapat bahwa keberadaan akal itu sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Razi seorang dokter dan tokoh filsafat, juga tidak kurang bahanya, karena ia menulis dua buku, yaitu: Makhariq al-Anbiya aw HIya al-Munatanabbi-in (Mainan nabi-nabi atau tipu daya terhadap orang yang mengaku menjadi Nabi) dan Naqdl al-Adyan aw fi an-Nubuwwah (Menentang agama-agama atau tentang kenabian). Menurut Massignon, buku pertama tersebar luas, sampai mencapai Dunia Barat, sehingga buku tersebut menjadi sumber kritikan-kritikan yang dlancarkan oleh para rasionalis erofa terhadap agama dan kenabian pada masa Frederick II. Buku kedua, beberapa bagiannya sampai kepada kita melalui tulisan-tulisan Abu Hatim ar-Razi (Wafat tahun 330 H) dalam bukunya A’lam an-Nubuwwah yang dikarang untuk menolak pandangan ar-Razi mengenai teori kenabian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Abubakar ar-Razi pada garis besarnya pada garis besarnya tidak banyak berbeda dengan serangan ar-Rawandi, seolah-olah kedua orang tersebut bersumber satu, atau seolah-olah ajaran Hindu dan Manu tersembunyi di belakangnya, dan tidakjauh kemungkinannya kalau keduanya mengetahui kritik orang-orang Yunani terhadap berbagai agama. Bagaimanapun juga, baik karena terpengaruh oleh fikirannya sendiri, namun yang jelas ialah bahwa ia mengakui dirinya sebagai sebagai orang-orang yang mempunyai kelebihan-kelebihan khusus, baik fikiran maupun rohani, karena semua itu, dan keadilan Tuhan serta hikmah-Nya mengharuskan tidak dibedakannya seseorang dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Al-Farabi tentang Kenabian&lt;br /&gt;Dalam suasana penuh perdebatan tentang kenabian muncullah al-Farabi dan ia merasa bahwa dirinya harus mengambil bagian, apalagi ia hidup semasa dengan Ibnu ar-Rawandi dan Abu Bakar ar-Razi. Sebagai hasil penggabungannya dengan filsafat yang merupakan kegiatan utama bagi filosof-filosof Islam, maka al-Farabi adalah merupakan orang pertama yang membahas tetnag kenabian secara lengkap, sehingga penambahan dari orang lain hampir tidak ada. Total kenabian al-Farabi yang merupakan bagian terpenting dalam filsafat, ditegakkan atas dasar-dasar psikologi dan metafisika, dan erat hubungannya dengan lapangan-lapangan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu membicarakan negeri utama dari al-Farabi kita melihat bahwa manusia dapat berhubungan dengan akal-faal, meskipun terbatas hanya pada orang tertentu. Hubungan tersebut bisa ditempuh dengan dua jalan, yaitu : jalan fikiran dan jalan imajinasi (penghayalan), atau dengan perkataan lain melalui renungan fikiran dan inspirasi (ilham). Sudah barang tentu tidak semua orang dapat mengadakan hubungan dengan akal faal., melainkan hanya orang yang mempunyai jiwa suci yang dapat menembus dinding-dinding alam gaib dan dapat mencapai alam cahaya. Dengan melalui renungan-renungan fikiran yang banyak, seorang hakim (bijaksana) dapat mengalahkan hubungan tersebut dan orang semacam inilah yang bisa diserahi oleh al-Farabi untuk mengurusi negeri utama yang dikonsepsikannya itu. Akan tetapi di samping melalui pemikiran hubungan dengan akal faal, bisa terjadi dengan jalan imajinasi, dan keadaan ini berlaku bagi nabi-nabi. Semua ilham dan wahyu yang disampaikan kepada kita merupakan salah satu bekas dan pengaruh imajinasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kembali kepada pembahasan psikologi dari al-Farabi, maka kita akan mengetahui bahwa imajinasi memainkan peranan yang penting dan memasuki segi-segi gejala-gejala psikologis yang bermacam-macam. Imajinasi tersebut erat hubungannya dengan kecondongan dan perasaan, dan ada pengaruhnya pada gerak fikiran dan kemauan, serta mengarahkannya kepada arah tertentu. Di samping ini, imajinasi menyimpan obyek-obyek inderawi dan gambaran-gambaran alam luar yang masuk kepada otak melalui indera-indera. Malah kadang-kadang tidak hanya menyimpan gambar-gambar fikiran, tetapi juga membuat gambaran baru sama sekali yang tidak ada keserupaaanya dengan obyek-obyek inderawi. Di antara gambaran-gambaran yang baru sama sekali yang diciptakan oleh imajinasi ialah impian-impian. Dengan demikian maka al-Farabi telah menyebutkan dua macam imajinasi, seperti yang disebutkan oleh sarjana-sarjana psikologi modern, yaitu imagination creatrice (imajinasi pencipta), dan imagination conservatrice (imajinasi penyimpang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting dalam hubungannya dengan soal kenabian ialah bagaimana pengaruh imajinasi terhadap impian dan pembentukannya, sebab apabila soal impian ini bisa ditafsirkan secara ilmiah, maka soal kenabian dan lelanjutan-kelanjutannya bisa ditafsirkan pula. Sebagaimana dmaklumi, ilham-ilham kenabian adakalanya terjadi pada waktu tidaur ataupun jaga, atau dengan perkataan lain, dalam bentuk impian yang baenar atau wahyu. Perbedaan antara kedua cara ini bersifat relatif dan hanya mengenai tingkatannya, tetapi tidak mengenai esensinya (hakikatnya). Impian yang benar tidak lain adalh merupakan salah satu cabang kenabian yang erat hubungannya dengan wahyu dan tujuannya juga sama. Meskipun berbeda caranya. Jadi apabila kita dapat menerangkan salah satunya, maka dapat pula kita menerangkan yang lain. Hubungan antara kedua cara tersebut adalah dijelaskan oleh al-Farabi dalam bukunya Ara’u Ahl Madinah al-Fadhilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau imajinasi dapat mengadakan gambaran-gambaran tersebut dengan bentuk alam rohani. Misalnya orang tidur melihat langit dan orang-orang yag menempatinya serta meraskan senang terhadap kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya. Di samping itu imajinasi kadang-kadang nik kea lam langit dan berhubungan dengan akal-faal untuk menerima hal-hal yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa khusus atau peristiwa-peristiwa perorangan, dan dari sini maka terjadilah peramalan tanabbu (peramalan). Hubungan tersebut bisa terjadi di waktu siang atau pun di waktu malam, dan denga adanya hubungan ini mak kita dapat menafsirkan kenabian, karena hubungan tersebut merupakan sumber impian yang benar dan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farabi mengatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;“jika kekuatan imajinasi pada seseorang kuat sekali, sedangkan obyek-obyek inderawi yang datang padanya dari luar tidak mampu menguasai kekuatan tersebut maka sampai menghabiskan keseluruhannya, dan orang tersebut tidak memakai kekuatan imajinasi itu untuk kekuatan-kekuatan berfikirnya, melainkan di samping mengahdapi kedua pekerjaan tersebut masih ada kelebihan yang banyak dan yang dipakai oleh kekuatan imajinasi untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaannya yang khusus, sedang keadaan imajinasi ketika menghadapi kedua pekerjaan tersebut pada waktu jaga, sama dengan keadaan imajinasi ketika terlepas dari jaga yaitu waktu tidur, maka dari kekuatan imajinasi tersebut yang berhubungan dengan kekuatan akal-faal ini, terpantullah gambaran-gambaran yang sangat indah dan sempurna. Orang yang melihat hal sedemikian itu mengatakan bahwa Tuhan mempunyai kebesaran yang agung dan mengagumkan, dan ia melihat perkara-perkara ajaib yang tidak mungkin sama sekali terdapat pada alam maujud. Apabila kekuatan imajinasi seseorang telah mencapai akhir kesempurnaan, maka tidak ada kalangannya pada waktu jaga untuk menerima dari akal-faal peristiwa-peristiwa sekarang atau peristiwa-peristiwa mendatang, atau obyek-obyek inderawi yang merupakan salinannya. Ia dapat pula menerima salinan-salinan dan obyek-obyek fiiran dan wujud-wujud lain yang mulia dan melihatnya pula. Dengan adanya penerimaan-penerimaan itu, maka orang tersebut mempunyai ramalan (Nubuwwah) terhadap perkara-perkara ketuhanan. Ini adalah tingkata yang paling sempurna yang basa dicapai oleh kekuatan imajianasi dan dicapai oleh manusia karena kekuatan tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ciri khas pertama seorang nabi menurut al-Farabi, ialah bahwa ia mempunyai daya imajinasi yang kuat dan memungkingkan dia dapat berhubungan dengan akal-faal, baik pada waktu ia tidur maupun pda waktu ia jaga. Dengan imajinasi tersebut ia bisa menerima pengetahuan-pengetahuan dan kebenaran-kebenaran yang nampak dalam bentuk wahyu dan impian yang benar. Wahyu tidak lain adalah limpahan dari Tuhan melalui akal-faal. Selain nabi nabi-nabi ada orang yang kuat daya imajinasinya, tetapi di bawah tingkatan nabi-nabi, dan oleh karena itu tidak dapat berhubungan dengan akal-faal, kecuali pada waktu tidur, dan kadang-kadang mereka sukar untuk dapat mengutarakan apa yang diketahuinya. Adapun orang awam, maka imajinsinya lemah sekali dan tidak sampai berhubungan dengan akal-faal, baik di waktu malam maupun di waktu siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah teori kenabian kenabian dari al-Farabi yang dipertalikan dengan soal-soal kemasyarakatan, dan kejiwaan, seperti yang dikemukakannya dalam bukunya: Ara-u Ahl al-Madinah al-Fadhilah. Menurut al-Farabi, nabi dan filosof adalah orang-orang yang pantas mengepalai negeri utamanya, dimana kedua-duanya dapat berhubungan dengan akal-faal yang menjadi sumber syariat dan aturan yang dperlukan bagi kehidupan tersebut. Perbedaan antara kedua orang tersebut ialah hubungan nabi melalui imajinasi maka hubungan filosof melalui pembahsan dan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kritik terhadap teori kenabian Al-Farabi&lt;br /&gt;Jika kita mencoba menganalisis lebih jauh tentang teori kenabian menurut al-Farabi paling tidak ada tiga hal pokok yang menjadi yang bisa kita garis bawahi yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori al-Farabi telah menempatkan para nabi di bawah para filosof, karena pengetahuan yang diperoleh telah melalui pemikiran lebih tinggi dari pada yang diperoleh melalui imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau seorang nabi dapat berhubungan denga akal-faal melalui pemikiran dan renungan, artinya kenabian menjadi semacam ilmu pengetahuan yang memungkinkan setiap orang bisa mencapainya, atau menjadi perkara yang dicari (muktasab), sedang menurut Ahlussunnah kenabian adalah, bukanlah sifat (keadaan) yang bersal dari diri nabi melaingkan, bukan pula tingkatan yang bisa dicapai seseorang melalui ilmu dan usahanya, juga bukanlah kesdiaan psikologis yang memungkinkan dapat berhubungan dengan alam rohani. Melainkan suatu kasih sayang yang diberikan oleh Tuhan kepada orang yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tapsiran psikologis terhadap wahyu banyak berlawanan dengan nas-nas agama Islam, dimana malaikat Jibril turun kepaa nabi SAW dalam bentuk orang atau kadang-kadang terdengar oleh nabi seperti bunyi lonceng, yang sesungguhnya cara turunnya wahyu itu dikenal oleh al-Farabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari terori kenabian yang dikemukakan oleh Al-Farabi banyak hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tori kenabian Kedudukan Nafsiologi di era sekarang bisa menjadi solusi alternative untuk menjawab beberapa persoalan esensial dalam kehidupan manusia yang selama ini belum mampu terjawab dan diselesaikan secara tuntas oleh psikologi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diperlukan sebuah kajian yang lebih dalam lagi untuk bisa menemukan format yang jelas sehingga bisa diterima secara universal di mata dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Islamisasi ilmu adalah sesuatu yang mutlak adanya untuk mencegah kita dari jalan agama yang cenderung dapat berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bacaan&lt;br /&gt;Leanman, Oliver, 1989. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali Press.&lt;br /&gt;Hanafi, Ahmad. 1990. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang&lt;br /&gt;Qadir,C.A. 2003. Filasafat dan Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-7532507713085417782?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/7532507713085417782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/teori-kenabian-al-farabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7532507713085417782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7532507713085417782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/teori-kenabian-al-farabi.html' title='TEORI KENABIAN AL-FARABI'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5900748433894186765</id><published>2009-01-31T18:49:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:50:43.551+07:00</updated><title type='text'>5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.&lt;br /&gt;· Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.&lt;br /&gt;· Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.&lt;br /&gt;· Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.&lt;br /&gt;· Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.&lt;br /&gt;· Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.&lt;br /&gt;· Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.&lt;br /&gt;· Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.&lt;br /&gt;· Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.&lt;br /&gt;· Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.&lt;br /&gt;· Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5900748433894186765?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5900748433894186765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/5-wasiat-dari-allah-swt-kepada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5900748433894186765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5900748433894186765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/5-wasiat-dari-allah-swt-kepada.html' title='5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1444440559917652868</id><published>2009-01-31T18:48:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:49:09.344+07:00</updated><title type='text'>KISAH WALI ALLAH YANG SOLAT DI ATAS AIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terunbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!"Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "Apa hal?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaliAllah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W.T. agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang. Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal. Wallahu a'alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1444440559917652868?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1444440559917652868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-wali-allah-yang-solat-di-atas-air.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1444440559917652868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1444440559917652868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-wali-allah-yang-solat-di-atas-air.html' title='KISAH WALI ALLAH YANG SOLAT DI ATAS AIR'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1124336553767906748</id><published>2009-01-31T18:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:47:03.329+07:00</updated><title type='text'>KISAH UNTA MEMATAHKAN RANCANGAN ABU JAHAL UNTUK MEMBUNUH RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah pelbagai usaha oleh kaum Quraisy untuk menyekat dan menghapuskan penyebaran agama Islam menemui kegagalan, maka Abu Jahal semakin benci terhadap Rasulullah S.A.W. Kebencian Abu Jahal ini tidak ada tolok bandingnya, malah melebihi kebencian Abu Lahab terhadap Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatkan agama Islam semakin tersebar, Abu Jahal pun berkata kepada kaum Quraisy di dalam suatu perhimpunan, "Hai kaumku! Janganlah sekali-kali membiarkan Muhammad menyebarkan ajaran barunya dengan sesuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kerana dia telah menghina agama nenek moyang kita, dia mencela tuhan yang kita sembah. Demi Tuhan, aku berjanji kepada kamu sekalian, bahawa esok aku akan membawa batu ke Masjidil Haram untuk dibalingkan ke kepala Muhammad ketika dia sujud. Selepas itu, terserahlah kepada kamu semua samada mahu menyerahkan aku kepada keluarganya atau kamu membela aku dari ancaman kaum kerabatnya. Biarlah orang-orang Bani Hasyim bertindak apa yang mereka sukai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala mendengar jaminan daripada Abu Jahal, maka orang ramai yang menghadiri perhimpunan itu berkata secara serentak kepadanya, "Demi Tuhan, kami tidak akan sekali-kali menyerahkan engkau kepada keluarga Muhammad. Teruskan niatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ramai yang menghadiri perhimpunan itu merasa bangga mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Abu Jahal bahawa dia akan menghapuskan Muhammad kerana jika Abu Jahal berjaya menghapuskan Nabi Muhammad S.A.W bererti akan terhapuslah segala keresahan dan kesusahan mereka selama ini yang disebabkan oleh kegiatan Rasulullah S.A.W menyebarkan agama Islam di kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, terdapat juga para hadirin di situ telah mengira-ngira perbelanjaan untuk mengadakan pesta sekiranya Nabi Muhammad S.A.W berjaya dihapuskan. Pada pandangan mereka adalah mudah untuk membunuh Nabi Muhammad S.A.W yang dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Esa serta sekalian penghuni langit. Padahal Allah tidak akan sekali-kali membiarkan kekasih-Nya diancam dan diperlakukan seperti binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan bangga, keesokan harinya di sebelah pagi, Abu Jahal pun terus pergi ke Kaabah iaitu tempat biasa Nabi Muhammad S.A.W bersembahyang. Dengan langkahnya seperti seorang satria, dia berjalan dengan membawa seketul batu besar di tangan sambil diiringi oleh beberapa orang Quraisy yang rapat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dia mengajak kawan-kawannya ialah untuk menyaksikan bagaimana nanti dia akan menghempapkan batu itu di atas kepala Nabi Muhammad S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan itu dia membayangkan bagaimana keadaan Nabi Muhammad nanti setelah kepalanya dihentak oleh batu itu. Dia tersenyum sendirian apabila membayangkan kepala Nabi Muhammad S.A.W pecah dan tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga membayangkan bagaimana kaum QUraisy akanmenyambutnya sebagai pahlawan yang telah berjaya membunuh musuh nombor satu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja Abu Jahal tiba di perkarangan Masjidil Haram, dilihatnya Rasulullah S.A.W baru sahaja&lt;br /&gt;sampai dan hendak mengerjakan sembahyang. Dalam pada itu, Nabi Muhammad S.A.W tidak menyedari akan kehadiran Abu Jahal dan kawan-kawannya di situ. Baginda tidak pernah terfikir apa yang hendak dilakukan oleh Abu Jahal terhadap dirinya pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik sahaja Abu Jahal melihat Rasulullah S.A.W telah mula bersembahyang, dia berjalan perlahan-lahan dari arah belakang menuju ke arah Nabi Muhammad S.A.W. Abu Jahal melangkah dengan berhati-hati, setiap pergerakannya dijaga, takut disedari oleh baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh kawan-kawan Abu Jahal memerhatikan dengan perasaan cemas bercampur gembira. Dalam hati mereka berkata, "Kali ini akan musnahlah engkau hai Muhammad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja Abu Jahal hendak menghampiri Nabi Muhammad S.A.W dan menghayun batu yang dipegangnya itu, tiba-tiba secepat kilat dia berundur ke belakang. Batu yang dipegangnya juga jatuh ke tanah. Mukanya yang tadi merah kini menjadi pucat lesi seolah-olah tiada berdarah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakan-rakannya yang amat ghairah untuk melihat Nabi Muhammad S.A.W terbunuh, tercengang dan saling berpandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki Abu Jahal seolah-olah terpaku ke bumi. Dia tidak dapat melangkahkan kaki walaupun setapak. Melihatkan keadaan itu, rakan-rakannya segera menarik Abu Jahal dari situ sebelum disedari oleh baginda. Abu Jahal masih terpinga-pinga dengan kejadian yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja dia sedar dari kejutan peristiwa tadi, rakan-rakannya tidak sabar untuk mengetahui apakah sebenarnya yang telah berlaku. Kawannya bertanya, "Apakah sebenarnya yang terjadi kepada engkau, Abu Jahal? Mengapa engkau tidak menghempapkan batu itu ke kepala Muhammad ketika dia sedang sujud tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Jahal tetap membisu, rakan-rakannya semakin kehairanan. Abu Jahal yang mereka kenali selama ini seorang yang lantang berpidato dan menyumpah seranah Nabi S.A.W, tiba-tiba sahaja diam membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, Abu Jahal masih terbayang-bayang akan kejadian yang baru menimpanya tadi. Dia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, malah dia sendiri tidak menyangka perkara yang sama akan berulang menimpa dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang sama pernah menimpa Abu Jahal sewaktu Rasulullah S.A.W pergi ke rumah Abu Jahal apabila seorang Nasrani mengadu kepada baginda bahawa Abu Jahal telah merampas hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu Abu Jahal tidak berani berkata apa-apa pada baginda apabila dia terpandang dua ekor harimau menjadi pengawal peribadi Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah habis mereka menghujani Abu Jahal dengan pelbagai soalan, maka Abu Jahal pun mula bersuara, "Wahai sahabatku! Untuk pengetahuan kamu semua, sebaik sahaja aku menghampiri Muhammad hendak menghempapkan batu itu ke kepalanya, tiba-tiba muncul seekor unta yang besar hendak menendang aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku amat terkejut kerana belum pernah melihat unta yang sebegitu besar seumur hidupku. Sekiranya aku teruskan niatku, nescaya akan matilah aku ditendang oleh unta itu, sebab itulah aku berundur dan membatalkan niatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakan-rakan Abu Jahal berasa amat kecewa mendengar penjelasan itu, mereka tidak menyangka orang yang selama ini gagah dan beria-ia hendak membunuh Nabi Muhammad S.A.W hanya tinggal kata-kata sahaja. Orang yang selama ini diharapkan boleh menghapuskan Nabi Muhammad S.A.W dan pengaruhnya hanya berupaya bercakap seperti tin kosong sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar penjelasan dari Abu Jahal yang tidak memuaskan hati itu, maka mereka pun berkata kepada Abu Jahal dengan perasaan kehairanan, "Ya Abu Jahal, semasa kau menghampiri Muhammad tadi, kami memerhatikan engkau dari jauh tetapi kai tidak napak akan unta yang engkau katakan itu. Malah bayangnya pun kami tidak nampak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakan-rakan Abu Jahal mula sangsi dengan segala keterangan yang diberikan oleh Abu Jahal. Mereka menyangka Abu Jahal sentiasa mereka-reka cerita yang karut itu, mereka mula hilang kepercayaan terhadapnya. Akhirnya segala kata-kata Abu Jahal mereka tidak berapa endahkan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1124336553767906748?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1124336553767906748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-unta-mematahkan-rancangan-abu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1124336553767906748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1124336553767906748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-unta-mematahkan-rancangan-abu.html' title='KISAH UNTA MEMATAHKAN RANCANGAN ABU JAHAL UNTUK MEMBUNUH RASULULLAH S.A.W'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-442574595327097087</id><published>2009-01-31T18:44:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:45:34.194+07:00</updated><title type='text'>UNTA MENJADI HAKIM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w bersabda,&lt;br /&gt;"Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menghakimkannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-442574595327097087?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/442574595327097087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/unta-menjadi-hakim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/442574595327097087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/442574595327097087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/unta-menjadi-hakim.html' title='UNTA MENJADI HAKIM'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-2242252153492085938</id><published>2009-01-31T18:43:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:44:09.328+07:00</updated><title type='text'>TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-2242252153492085938?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/2242252153492085938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tujuh-macam-pahala-yang-dapat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2242252153492085938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2242252153492085938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tujuh-macam-pahala-yang-dapat.html' title='TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-655451544362264090</id><published>2009-01-31T18:42:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:43:14.911+07:00</updated><title type='text'>TANDA-TANDA KIAMAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, "Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami menjawab, "Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Asap&lt;br /&gt;· Dajjal&lt;br /&gt;· Binatang melata di bumi&lt;br /&gt;· Terbitnya matahari sebelah barat&lt;br /&gt;· Turunnya Nabi Isa A.S&lt;br /&gt;· Keluarnya Yakjuj dan Makjuj&lt;br /&gt;· Gerhana di timur&lt;br /&gt;· Gerhana di barat&lt;br /&gt;· Gerhana di jazirah Arab&lt;br /&gt;· Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan'Ini adalah orang kafir'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas.Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu 'Ini adalah orang yang beriman'. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah 'Ini adalah orang kafir'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal.Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W. Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W, "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-655451544362264090?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/655451544362264090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tanda-tanda-kiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/655451544362264090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/655451544362264090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tanda-tanda-kiamat.html' title='TANDA-TANDA KIAMAT'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-6149092930202900248</id><published>2009-01-31T18:41:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:42:20.065+07:00</updated><title type='text'>SUARA SYAITAN YANG MENGGODA KETEGUHAN IMAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SHEIKH ABDUL QADIR JAILANI adalah seorang alim ulama dan ahli sufi yang cukup dikenali keutamaan dan kemuliaan ilmunya di kalangan umar Islam. Kerana sikapnya yang warak atau dekat dengan Allah, banyak pengikutnya yang berlebih-lebihan memuliakannya. Diceritakan suatu hari Sheikh Abdul Qadir jailani berjalan merantau seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengharungi padang pasir yang panas terik itu ia merasa kehausan. Tiba-tiba ia melihat sebuah bejana dari perak melayang di udara lalu perlahan-lahan turun kepadanya diselimuti awan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu diceritakan terdengar suara ghaib di angkasa : "Hai Abdul Qadir, minumlah isi bejana ini. Hari ini kami telah menghalalkan kamu makan dan minum semua yang selama ini aku haramkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah kugugurka semua kewajipan untukmu." Bunyi suara ghaib itu. Sebagai orang yang arif, Abdul Qadir cukup tahu bahawa suara ghaib yang menyerupai wahyu itu cuma syaitan yang menggoda keteguhan imannya. Maka marahlah ia dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai mal'un beredarlah engkau dari sini. Sesungguhnya aku tiada lebih mulia dibandingkan dengan Nabi Muhammad S.A.W di sisi Allah Taala. Kepada Rasulullah sahaja tidak mungkin berlaku ketentuan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang yang diharamkan Allah selamanya tetap haram, dan kewajipan hamba kepadanya tidak pernah digugurkan termasuk pada diriku." Ujarnya tegas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-6149092930202900248?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/6149092930202900248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/suara-syaitan-yang-menggoda-keteguhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6149092930202900248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6149092930202900248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/suara-syaitan-yang-menggoda-keteguhan.html' title='SUARA SYAITAN YANG MENGGODA KETEGUHAN IMAN'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-7064327870777443616</id><published>2009-01-31T18:40:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:41:25.306+07:00</updated><title type='text'>ANAK KECIL YANG TAKUT API NERAKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu'&lt;br /&gt;sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-7064327870777443616?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/7064327870777443616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/anak-kecil-yang-takut-api-neraka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7064327870777443616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/7064327870777443616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/anak-kecil-yang-takut-api-neraka.html' title='ANAK KECIL YANG TAKUT API NERAKA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-282219645687499949</id><published>2009-01-31T18:39:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T18:40:25.685+07:00</updated><title type='text'>10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T,&lt;br /&gt;antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.&lt;br /&gt;2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.&lt;br /&gt;4. Orang lelaki yang melarikan diri.&lt;br /&gt;5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).&lt;br /&gt;6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.&lt;br /&gt;7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.&lt;br /&gt;8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.&lt;br /&gt;9. Orang-orang yang suka makan riba'.&lt;br /&gt;10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-282219645687499949?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/282219645687499949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/10-jenis-solat-yang-tidak-diterima-oleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/282219645687499949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/282219645687499949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/10-jenis-solat-yang-tidak-diterima-oleh.html' title='10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-2878599316548785261</id><published>2009-01-31T18:39:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:39:33.620+07:00</updated><title type='text'>ALLAH S.W.T. MENOLAK 1 DOA DARI 3 DOA RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Amir bin Said dari bapanya berkata bahawa : "Satu hari Rasulullah S.A.W telah datang dari daerah berbukit. Apabila Rasulullah S.A.W sampai di masjid Bani Mu'awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan solat dua rakaat. Maka kami pun turut solat bersama dengan Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah S.A.W berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah S.W.T :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah S.A.W pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang bermaksud : "Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma dia memperkenankan dua perkara sahaja dan satu lagi ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya ia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh s.a). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah tidak diperkenankan (telah ditolak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh antara satu sama lain, hari ini orang Islam bergaduh sesama sendiri, orang kafir menepuk tangan dari belakang, apakah ini cantik kita melihatnya ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-2878599316548785261?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/2878599316548785261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/allah-swt-menolak-1-doa-dari-3-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2878599316548785261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/2878599316548785261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/allah-swt-menolak-1-doa-dari-3-doa.html' title='ALLAH S.W.T. MENOLAK 1 DOA DARI 3 DOA RASULULLAH S.A.W'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-8316105110441295189</id><published>2009-01-31T18:38:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:38:55.553+07:00</updated><title type='text'>RIAK MEMUSNAHKAN PAHALA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syidad bin Ausi berkata, "Suatu hari saya melihat Rasulullah S.A.W sedang menangis, lalu saya pun bertanya beliau, Ya Rasulullah, mengapa anda menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W, "Ya Syidad, aku menangis kerana khuatir terhadap umatku akan perbuatan syirik, ketahuilah bahawa mereka itu tidak menyembah berhala tetapi mereka berlaku riak dengan amalan perbuatan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda lagi, "Para malaikat penjaga akan naik membawa amal perbuatan para hamba dari puasanya, solatnya, dermanya dan sebagainya. Para malaikat itu mempunyai suara seperti suara lebah dan mempunyai sinar matahari dan bersama mereka itu 3,000 malaikat dan mereka membawa ke langit ketujuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat yang diserahi ke langit berkata kepada para malaikat penjaga, "Berdirilah kamu semua dan pukulkanlah amal perbuatan ini ke muka pemiliknya dan semua anggotanya dan tutuplah hatinya, sungguh saya menghalangi sampainya kepada Tuhan saya setiap amal perbuatan yang tidak dikehendaki untuk Tuhan selain daripada Allah (membuat sesuatu amal bukan kerana Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berlaku riak di kalangan ahli fiqh adalah kerana inginkan ketinggian supaya mereka menjadi sebutan.Di kalangan para ulama pula untuk menjadi popular di kota dan di kalangan umum. Allah S.W.T telah memerintahkan agar saya tidak membiarkan amalnya melewati saya akan sampai selain kepada saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat penjaga membawa amal orang-orang soleh dan kemudian dibawa oleh malaikat di langit sehingga terbuka semua aling-aling dan sampai kepada Allah S.W.T. Mereka berhenti di hariban Allah dan memberikan persaksian terhadap amal orang tersebut yang betul-betul soleh dan ikhlas kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu semua adalah para malaikat Hafazda (malaikat penjaga) pada amal-amal perbuatan hamba-Ku, sedang Aku-lah yang mengawasi dan mengetahui hatinya, bahawa sesungguhnya dia menghendaki amal ini bukan untuk-Ku, laknat para malaikat dan laknat segala sesuatu di langit."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-8316105110441295189?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/8316105110441295189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/riak-memusnahkan-pahala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8316105110441295189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8316105110441295189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/riak-memusnahkan-pahala.html' title='RIAK MEMUSNAHKAN PAHALA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3539060755548707712</id><published>2009-01-31T18:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T18:38:19.206+07:00</updated><title type='text'>Rela Dimasukkan ke Dalam Neraka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan ummatnya. Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Sorga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu. Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana ummatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS. Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mulai terfikir bagai mana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat. Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali. Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa AS,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT&lt;br /&gt;memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS maka Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada ummatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di Surga-Ku yang paling tinggi".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3539060755548707712?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3539060755548707712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rela-dimasukkan-ke-dalam-neraka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3539060755548707712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3539060755548707712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rela-dimasukkan-ke-dalam-neraka.html' title='Rela Dimasukkan ke Dalam Neraka'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-6736037589531262488</id><published>2009-01-31T18:37:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:37:35.235+07:00</updated><title type='text'>RASULULLAH S.A.W. DAN UANG 8 DIRHAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru. Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-6736037589531262488?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/6736037589531262488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rasulullah-saw-dan-uang-8-dirham.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6736037589531262488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6736037589531262488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rasulullah-saw-dan-uang-8-dirham.html' title='RASULULLAH S.A.W. DAN UANG 8 DIRHAM'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1996841940926218817</id><published>2009-01-31T18:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:37:00.173+07:00</updated><title type='text'>RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya :&lt;br /&gt;"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. menyesali dosa yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. tidak tergila-gilakan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. tidak mencari / mengharap pujian orang (riya')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. tinggalkan sifat berbangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. tinggalkan sifat khianat dan menipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. meninggalkan sifat dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1996841940926218817?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1996841940926218817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rahsia-khusyuk-dalam-sembahyang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1996841940926218817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1996841940926218817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/rahsia-khusyuk-dalam-sembahyang.html' title='RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-8480270703617597871</id><published>2009-01-31T18:35:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:36:14.907+07:00</updated><title type='text'>KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADAHARI TERSEBUT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura,lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-8480270703617597871?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/8480270703617597871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-kelebihan-berpuasa-pada-10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8480270703617597871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/8480270703617597871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-kelebihan-berpuasa-pada-10.html' title='KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADAHARI TERSEBUT'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-827472645210599177</id><published>2009-01-31T18:34:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:34:55.650+07:00</updated><title type='text'>10 PESANAN ALLAH S.W.T KEPADA NABI MUSA A.S.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-827472645210599177?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/827472645210599177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/10-pesanan-allah-swt-kepada-nabi-musa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/827472645210599177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/827472645210599177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/10-pesanan-allah-swt-kepada-nabi-musa.html' title='10 PESANAN ALLAH S.W.T KEPADA NABI MUSA A.S.'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3720796771550236716</id><published>2009-01-31T18:33:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:33:54.715+07:00</updated><title type='text'>PERCAKAPAN MUSA A.S DENGAN TUHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musa A.S: Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami pakai untuk berzikir dan berdo'a kepada Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan: Ucapkan, Laa Ilaaha Illlallaah ha Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa A.S: Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan: Hai Musa, andaikan langit yang tujuh berserta seluruh penghuninya selain Aku, dan bumi yang tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, nescaya masih berat Laa Ilaaha Illallaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Hikmah :&lt;br /&gt;1. Kisah ini diambil dari hadis Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim dari Abi Sa'id Al-Khud riyyi r.a.&lt;br /&gt;2. Nilai Laa Ilaaha Illallaah lebih hebat daripada langit, bumi dan seluruh penghuninya.&lt;br /&gt;3. Langit itu berpenghuni.&lt;br /&gt;4. Bumi itu tujuh lapis sebagaimana langit.&lt;br /&gt;5. Seutama-utama zikir adalah Laa Ilaaha Illallaah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3720796771550236716?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3720796771550236716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/percakapan-musa-as-dengan-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3720796771550236716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3720796771550236716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/percakapan-musa-as-dengan-tuhan.html' title='PERCAKAPAN MUSA A.S DENGAN TUHAN'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3632117072974755426</id><published>2009-01-31T18:29:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T18:31:47.299+07:00</updated><title type='text'>PENDERITAAN YANG DIALAMI OLEH ABU HURAIRAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari Abu Hurairah sedang membersihkan hidungnya dengan sehelai sapu tangan yang cantik. Kemudian dia bercakap seorang diri. "Ah, lihat akan Abu Hurairah, dia membersihkan hidungnya dengan sehelai sapu tangan yang cantik. Teringat aku semasa aku biasanya berbaring di antara mimbar dengan rumah Nabi. Orang menyangka aku menghidap penyakit sawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya aku sedang menderita kelaparan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah mengalami kelaparan selama beberapa hari. Kadang-kadang kelaparan yang dihadapinya begitu dahsyat hingga ia jatuh pengsan.&lt;br /&gt;Orang yang melihat keadaannya menyangka ia terkena penyakit sawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu penderita-penderita penyakit sawan diubati dengan meletakkan kaki di lehernya. Penderitaan Abu Hurairah ini berlaku semasa Islam mula bertapak di Tanah Arab. Apabila Islam telah tersebar dengan luasnya, keadaan hidupnya agak mewah sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merupakan seorang yang sangat warak dan suka menunaikan sembahyang-sembahyang nafilah. Dia mempunyai sebuah uncang yang penuh dengan biji-biji buah tamar yang digunakan untuk berzikir. Di rumahnya sentiasa terdapat orang yang sibuk bersembahyang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3632117072974755426?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3632117072974755426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/penderitaan-yang-dialami-oleh-abu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3632117072974755426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3632117072974755426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/penderitaan-yang-dialami-oleh-abu.html' title='PENDERITAAN YANG DIALAMI OLEH ABU HURAIRAH'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-911470790495378498</id><published>2009-01-31T18:28:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:28:37.559+07:00</updated><title type='text'>NABI IDRIS DAN PEDOMAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Idris a.s adalah keturunan keenam Nabi Adam, putera dari Yazid bin Mihla'iel bin Qoinan bin Anusy bin Syith bin Adam a.s dan dia adalah keturunan pertama yang dikurniakan kenabian setelah Adam dan Syith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Idris a.s mengikut sementara riwayat bermukim di Mesir, di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadah menyembah Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikut-pengikut agar menyelamatkan diri dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan didunia. Ia hidup sampai berusia 82 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah memebawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang bahagia adalah orang yang merendah diri dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila kamu memohon sesuatu daripada Allah dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu. Demikian pula puasa dan sembahnyangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Janganlah bersumpah dengan keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntut sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertaatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Janganlah mengiri orang yang mujur nasibnya kerana mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Barangsiapa melampaui kesederhanaan, tidak suatupun akan memuaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tanpa membahagi-bahagikan nikmat yang diperolehi, seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atau nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-911470790495378498?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/911470790495378498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/nabi-idris-dan-pedoman-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/911470790495378498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/911470790495378498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/nabi-idris-dan-pedoman-hidup.html' title='NABI IDRIS DAN PEDOMAN HIDUP'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-4813476179174194690</id><published>2009-01-31T18:26:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:27:28.000+07:00</updated><title type='text'>PAHLAWAN NERAKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yiaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,"kata salah seorang sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata,&lt;br /&gt;"Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya,&lt;br /&gt;"Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-4813476179174194690?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/4813476179174194690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahlawan-neraka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4813476179174194690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/4813476179174194690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahlawan-neraka.html' title='PAHLAWAN NERAKA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5557987512471487325</id><published>2009-01-31T18:25:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:26:13.616+07:00</updated><title type='text'>Pahala Sebanyak Bintang di Langit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu malam Baginda Rasulullah SAW dan istrinya Sayidatina Aisyah r.ha. berdiri di depan rumahnya sambil memandang keindahan langit ciptaan Allah SWT. Sayidatina Aisyah r.ha. bertanya&lt;br /&gt;kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah SAW, pahala siapakah sebanyak bintang-bintang di langit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hatinya sayidatina Aisyah r.ha. menebak pahala sebanyak ini pasti pahala bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pahala sebanyak ini adalah pahala sahabatku Umar (r.a.)",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab Rasulullah SAW. Sayidatina Aisyah r.ha. terkejut, lalu ia bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya Rasulullah SAW bagai mana dengan bapakku?". Rasulullah SAW tersenyum kepada istrinya sambil Beliau SAW berkata, ketahuilah istriku, satu hari penghijrahan Abubakar (r.a.) bersamaku pahalanya lebih banyak dari pahala Umar (r.a.) dan keluarganya sampai hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5557987512471487325?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5557987512471487325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahala-sebanyak-bintang-di-langit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5557987512471487325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5557987512471487325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahala-sebanyak-bintang-di-langit.html' title='Pahala Sebanyak Bintang di Langit'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-6678540536786803411</id><published>2009-01-31T18:23:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T18:24:33.603+07:00</updated><title type='text'>PAHALA MEMBANTU TETANGGA DAN ANAK YATIM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu masa ketika Abdullah bin Mubarak berhaji, tertidur di Masjidil Haram. Dia telah bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit lalu yang satu berkata kepada yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab yang lain, "Enam ratus ribu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia bertanya lagi, "Berapa banyak yang diterima ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, "Tidak seorang pun yang diterima, hanya ada seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq, dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya sehingga semua yang haji pada tahun itu diterima dengan berkat hajinya Muwaffaq."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, maka terbangunlah ia dari tidurnya, dan langsung berangkat ke Damsyik mencari orang yang bernama Muwaffaq itu sehingga ia sampailah ke rumahnya. Dan ketika diketuknya pintunya, keluarlah seorang lelaki dan segera ia bertanya namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu, "Muwaffaq."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu abdullah bin Mubarak bertanya padanya, "Kebaikan apakah yang telah engkau lakukan sehingga mencapai darjat yang sedemikian itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Muwaffaq, "Tadinya aku ingin berhaji tetapi tidak dapat kerana keadaanku, tetapi mendadak aku mendapat wang tiga ratus diirham dari pekerjaanku membuat dan menampal sepatu, lalau aku berniat haji pada tahun ini sedang isteriku pula hamil, maka suatu hari dia tercium bau makanan dari rumah jiranku dan ingin makanan itu, maka aku pergi ke rumah jiranku dan menyampaikan tujuan sebenarku kepada wanita jiranku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab jiranku, "Aku terpaksa membuka rahsiaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya anak-anak yatimku sudah tiga hari tanpa makanan, kerana itu aku keluar mencari makanan untuk mereka. Tiba-tiba bertemulah aku dengan bangkai himar di suatu tempat, lalu aku potong sebahagiannya dan bawa pulang untuk masak, maka makanan ini halal bagi kami dan haram untuk makanan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku mendegar jawapan itu, aku segera kembali ke rumah dan mengambil wang tiga ratus dirham dan keserahkan kepada jiranku tadi seraya menyuruhnya membelanjakan wang itu untuk keperluan anak-anak yatim yang ada dalam jagaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya hajiku adalah di depan pintu rumahku." Kata Muwaffaq lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cerita yang sangat berkesan bahawa membantu jiran tetangga yang dalam kelaparan amat besar pahalanya apalagi di dalamnya terdapat anak-anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ada ditanya, "Ya Rasullah tunjukkan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk syurga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah, "Jadilah kamu orang yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu bertanya lagi, "Ya Rasulullah, bagaimanakah akan aku ketahui bahawa aku telah berbuat baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah, "Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-6678540536786803411?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/6678540536786803411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahala-membantu-tetangga-dan-anak-yatim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6678540536786803411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/6678540536786803411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/pahala-membantu-tetangga-dan-anak-yatim.html' title='PAHALA MEMBANTU TETANGGA DAN ANAK YATIM'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3096603614591068781</id><published>2009-01-31T18:22:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T18:23:29.273+07:00</updated><title type='text'>ORANG YANG PALING BERANI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab Masnadnya dari Muhammad bin Aqil katanya,&lt;br /&gt;"Pada suatu hari Ali bin Abi Talib pernah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin dan beliau berkata,&lt;br /&gt;"Hai kaum Muslimin, siapakah orang yang paling berani ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab mereka, "Orang yang paling berani adalah engkau sendiri, hai Amirul Mukminin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ali, "Orang yang paling berani bukan aku tapi adalah Abu Bakar. Ketika kami membuatkan Nabi gubuk di medan Badar, kami tanyakan siapakah yang berani menemankan Rasulullah s.a.w dalam gubuk itu dan menjaganya dari serangan kaum Musyrik ? Di saat itu tiada seorang pun yang bersedia melainkan Abu Bakar sendiri. Dan beliau menghunus pedangnya di hadapan Nabi untuk membunuh siapa sahaja yang mendekati gubuk Nabi s.a.w. Itulah orang yang paling berani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika Nabi sedang berjalan kaki di kota Mekah, datanglah orang Musyrik sambil menghalau beliau dan menyakiti beliau dan mereka berkata, "Apakah kamu menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan ?" Di saat itu tidak ada seorang pun yang berani mendekat dan membela Nabi selain Abu Bakar. Beliau maju ke depan dan memukul mereka sambil berkata, "Apakah kamu hendak membunuhorang yang bertuhankan Allah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sambil mengangkat kain selendangnya beliau mengusap air matanya. Kemudian Ali berkata "Adakah orang yang beriman dari kaum Firaun yang lebih baik daripada Abu Bakar ? "Semua jamaah diam sahaja tidak ada yang menjawab. Jawab Ali selanjutnya, "Sesaat dengan Abu Bakar lebih baik daripada orang yang beriman dari kaum Firaun walaupun mereka sepuluh dunia, kerana orang beriman dari kaum Firaun hanya menyembunyikan imannya sedang Abu Bakar menyiarkan imannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-3096603614591068781?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/3096603614591068781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/orang-yang-paling-berani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3096603614591068781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/3096603614591068781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/orang-yang-paling-berani.html' title='ORANG YANG PALING BERANI'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5880436749600473819</id><published>2009-01-31T18:22:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:22:35.510+07:00</updated><title type='text'>KISAH NAFSU YANG DEGIL PADA PERINTAH ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah&lt;br /&gt;Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku."Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa. Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5880436749600473819?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5880436749600473819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-nafsu-yang-degil-pada-perintah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5880436749600473819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5880436749600473819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/kisah-nafsu-yang-degil-pada-perintah.html' title='KISAH NAFSU YANG DEGIL PADA PERINTAH ALLAH'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-5178396841139912846</id><published>2009-01-31T18:20:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T18:21:33.528+07:00</updated><title type='text'>TIDAK AKAN MASUK NERAKA ORANG YANG MENANGIS KERANA TAKUTKAN ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahawa tidak akan masuk neraka orang menangis kerana takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahawa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis kerana amat takut kepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahawa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut kerana kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahawa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi sahaja yang akan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umatku, umatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S.&lt;br /&gt;"Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah S.A.W, " Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-5178396841139912846?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/5178396841139912846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tidak-akan-masuk-neraka-orang-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5178396841139912846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/5178396841139912846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/tidak-akan-masuk-neraka-orang-yang.html' title='TIDAK AKAN MASUK NERAKA ORANG YANG MENANGIS KERANA TAKUTKAN ALLAH'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-1165242285158948938</id><published>2009-01-31T18:20:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:20:34.226+07:00</updated><title type='text'>SEORANG ANAK MEMBANGKANG PERINTAH AYAHNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni Khaitsamah. Dalam masa-masa itu panggilan seperti itu tidak terlalu menghairankan. Kaum Muslimin sudah tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah dan jihad fisabilillah. Sebab itu Khaitsamah berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat seperti itu, kerana keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar daripada keinginanmu. Engkau telah berkepentingan untuk tinggal di rumah, maka izinkanlah aku keluar dan tinggallah engkau di sini, wahai ayahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaitsamah marah dan berkata kepada anaknya, "Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku." Saad menjawab, "Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangkat berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan engkau meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana engkau rela melihat aku taat padamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Khaitsamah berkata, "Wahai anakku, apabila ada antara kita harus ada yang berangkat satu orang baik kau mahupun aku, maka dahulukan aku untuk berangkat."Saad menjawab, " Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah syurga, maka aku akan mendahulukanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaitsamah tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian menunjukkan bahawa Saadlah yang harus turun ke medan perang. Dia pun turun ke medan Badar dan mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Tetapi Rasulullah tidak mengizinkannya. Hanya sahaja Rasulullah akhirnya mengizinkannya setelah Khaitsamah berkata sambil menangis, " Wahai Rasulullah, aku sekali terjun dalam perang Badar. Lantaran inginnya aku harus mengadakan undian dengan anakku. Tetapi itu dimenangkannya sehingga dia yang mendapat mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelmarin aku bermimpi di mana di dalamnya anakku itu berkata kepadaku, "Engkau harus menemani kami di syurga, dan aku telah menerima janji Allah. Wahai Rasulullah, demi Allah aku rindu untuk menemaninya di syurga. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diizinkan Rasulullah, Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan berjumpa dengan anaknya di syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3592004221396864293-1165242285158948938?l=nieujik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nieujik.blogspot.com/feeds/1165242285158948938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/seorang-anak-membangkang-perintah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1165242285158948938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3592004221396864293/posts/default/1165242285158948938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nieujik.blogspot.com/2009/01/seorang-anak-membangkang-perintah.html' title='SEORANG ANAK MEMBANGKANG PERINTAH AYAHNYA'/><author><name>nieujik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17332670417175540991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3592004221396864293.post-3710664978249260904</id><published>2009-01-31T18:19:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T18:19:42.555+07:00</updated><title type='text'>MAYAT BANGUN DARI KUBUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Nauf boleh menghidupkan kuda milik Birdlaun milik Raja Faris atas izin Allah, maka Nabi Isa boleh menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah juga. Itulah mukjizat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk menunjukkan kebesarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dasar orang kafir, walaupun Nabi Isa boleh menunjukkan mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati, mereka masih menyangkalnya. "Sesungguhnya engkau hanya dapat menghidupkan mayat yang baru yang ada kemungkinan memang belum mati benar. Cuba kau hidupkan mayat-mayat terdahulu jika kau boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ujar mereka. Merasa ditentang kaumnya, Nabi Isa lalu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silakan pilih mayat sekehendakmu," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuba hidupkan Sam dan Nuh," kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Isa pergi ke makam Sam dan Nuh. Setelah bersembahyang di atas kuburnya, Isa berdoa kepada Allah meminta Allah menghidupkan mayat itu. Atas kekuasaan Allah kedua mayat yang sudah lama meninggal it bangkit kembali dari kuburnya. Rambut di kepala dan rambutnya sudah memutih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melihat keduanya hidup kembali, Isa bertanya, "Mengapa rambutmu sudah memutih semacam itu,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu menjawab bahawa mendengar panggilan Isa, ia mengira har
